Air Terjun Gompeng Akan Dipromosikan Lewat Medsos

Warga menikmati pemandangan Air Terjun Gompeng di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga menikmati pemandangan Air Terjun Gompeng di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Dukuh Sangeng, RT 1 RW 2, Desa Kuwukan, Kecamatan Dawe, Kudus, bangga dengan adanya Air Terjun Gompeng di wilayahnya.

Oleh karenanya saat ini para pemuda setempat akan memanfaatkan kekayaan alam itu secara makismal. Tujaunnya agar masyarakat lebih mengenal objek wisata tersebut.

Salah satu pemuda Dukuh Sangeng, Syofian (35) mengatarakan, pemuda akan mengawasi tempat itu.
“Yakni dengan cara melakukan menginformasikan kepada khalayak umum melalui media sosial, mengenalkan dengan cara memaspang di DP BBM masing masing dan sebagainya,” kata Syofian.
Dia menilai, pengawasan terhadap indahnya air terjun ini juga bakal dilakukan setiap saat. Yakni dengan cara menegur pengunjung yang membuang sampah sembarangan maupun yang bertindak negatif di tempat itu.

Dalam kegiatan ini, para pemuda akan terus merawat dan membuat air terjun ini semakin dikenal warga. Termasuk juga bisa sama populernya dengan Air Terjun Montel.

“Ya memang untuk saat ini tarif memasuki itu belum diterapkan, namun yang penting bagi kami ialah bagaiamana para pengunjung ini bisa mengenal, menjaga kebersihan serta puas bila berwisata ke tempat ini,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Air Terjun Gompeng Kudus Butuh Fasilitas Penunjang

Pengunjung menikmati indahnya Air Terjun Gompeng di Desa Kuwukan, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pengunjung menikmati indahnya Air Terjun Gompeng di Desa Kuwukan, Dawe, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu ikon wisata yang berada di pegunungan Muria, selain air terjun Montel ialah Air Terjun Gompeng.

Air terjun itu berada di Dukuh Sangeng RT 1 RW 2, Desa Kuwukan, Kecamatan Dawe, Kudus.
Air terjun yang dinilai masih perawan nan asri itu, saat ini membutuhkan fasilitas yang memadai. Yaitu fasilitas penunjang.

Salah satu pengunjung dari Desa Prambatan Kidul, Kaliwungu, Aziz Mahmud (29) mengatakan, sebenarnya air terjun ini tidak kalah dengan Montel.

“Namun fasilitasnya juga harus dipenuhi. Seperti halnya WC umum, tempat untuk istirahat (saung terbuka), bahkan akses jalannya harus dibuat untuk memudahkan para wisatawan,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, jalan sepanjang 300 meter akses untuk menuju lokasi ke air terjun tersebut memang masih belum dirapikan.

“Akses jalannya ini masih licin. Sebab masih berupa tanah. Kalau hujan, jalan jadi licin. Jalannya juga perlu dibuat berundak),” ujarnya.

Dengan adanya fasilitas memadai diharapkan akan meningkatkan wisatawan. Tujuannya tempat wisata itu bisa lebih banyak lagi tingkat kunjungannya.

“Yang penting itu malahan WC. Sebab itu merupakan kebutuhan yang paling mendasar dan fasilitas itu juga bisa meminimalkan tindakan pengunjung untuk tidak membuang air kecil di sembarang temnpat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Negara Ini Bisa Menjadi Contoh Bagi Kudus Dalam Pengelolaan Tempat Wisata

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Indonesia memilki beragam destinasi wisata yang menarik, namun hal itu belum terkelola dengan baik. Sehingga, kondisi wisata di Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara lain, seperti Malaysia dan Thailand.

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata mengatakan, negara lain dinilai lebih jeli dalam mengelola pariwisata. “Misalnya, kalau di Malaysia dan Thailand, itu memiliki sertifikat halal di lokasi wisata. Jadi pengunjung tidak akan ragu lagi datang,” katanya.

Untuk itu, katanya, perlu adanya pembenahan bagi bidang pariwisata di Indonesia, termasuk juga di Kudus.Seperti halnya label halal, bukan hanya untuk makanan, namun lokasi wisata, hotel dan sebagainya juga perlu digarap.

Dirinya menyatakan, Kudus memiliki potensi pariwisata yang bagus, khususnya wisata religi. Sehingga, pengelolaannya harus maksimal.

Dia menambahkan, wisata jenis religi menjadi garapan serius dari pemerintah pusat, khususnya wisata religi yang sudah dikenal, seperti Wali Songo. “Kudus termasuk daerah yang beruntung karena terdapat dua wali. Untuk itu kita akan benahi dan bentuk master plan, sehingga wisatawan yang berkunjung akan semakin banyak,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pengunjung ke Makam Sunan Muria sebanyak 821.062 orang, sedangkan untuk Sunan Kudus1.039.768 untuk tiap bulannya. Jumlah tersebut diangap besar, sehingga perlu peningkatan fasilitas.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Perhatian Bagi Pemkab! Jangan Abaikan Keberadaan Toilet di Tempat Wisata, Ini Dampaknya 

Perhatian Bagi Pemkab! Jangan Abaikan Keberadaan Toilet di Tempat Wisata, Ini Dampaknya

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu faktor yang menunjang kenyamanan bagi penunjung di tempat wisata, salah satunya adalah keberadaan toilet dan kamar mandi. Keberadaan toilet yang buruk bisa berdampak terhadap kurangnya kunjungan wisatawan.

Hal itu diungkapkan Agus Hartono, Konsultan Perencana Destinasi Kementerian Pariwisata. Menurutnya, keberadaan toilet di tempat wisata sangat membantu untuk menarik wisatawan. “Banyak lokasi wisata yang jarang dikunjungi wisatawan karena keberadaan toilet dan kamar mandi yang kumuh. Ketika sudah tahu kondisi toilet yang kumuh, maka wisatawan akan berpikir ulang untuk mengunjungi tempat wisata itu lagi,” ujarnya saat kegiatan Fasilitasi Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah dan Religi Sunan Muria di @home Hotel , Jumat (12/2/2015).

Khusus di kawasan wisata religi Makam Sunan Muria, menurutnya, masih membutuhkan penanganan yang serius terkait kondisi toilet yang ada. Menurutnya, masih perlu adanya pembenahan.Sementara, untuk di kawasan Makam Sunan Kudus, menurutnya cukup baik untuk toilet dan kebersihannya.

Terkait hal ini, Kepala Disbudpar Kudus Sunardi mengungkapkan, pembangunan toilet akan menjadi prioritas. “Kita akan benahi keberadaan toilet, khususnya di wilayah Muria. Karena, wisata religi ini terus berkembang dan pengunjungnya tak pernah surut,” katanya.

Editor : Kholistiono