Gerebek Toko Sepatu, Densus 88 Bekuk 3 Terduga Teroris di Temanggung

MuriaNewsCom, Temanggung – Detasemen Khusus (Sensus) 88 Antiteror Mabes Polri, melakukan penangkapan tiga orang terduga teroris di Temanggung, Kamis (1/2/2018). Proses penggerebekan dilakukan di sebuah toko/grosir sepatu Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

Tiga orang yang ditangkap yakni pemilik toko Ahmad Yusuf, dan dua orang karyawan yakni Agung Nugroho dan Zaenal.

Mereka disinyalir memiliki jaringan dengan kelompok Adi Jihadi yang sama-sama pernah mengikuti pelatihan militer di Basilan, Filipina Selatan.

Dilansir Kompas.com, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mocgammad Iqbal, ketiga orang yang ditangkap Densus tengah diperiksa di Mapolres Temanggung. “Sekarang sedang diamankan di Mapolres Temanggung. Kita periksa,” katanya.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan dua ponsel, enam flashdisk, sebuah dompet, beberapa buku keagamaan, dan uang Rp 28 juta.

Dikutip dari detik.com, Ketua RW 1 Desa Bengkal, Kecamatan Kranggan, Slamet Sugiharto menyebut, penangkapan berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB hingga 10.30 WIB.

“Dua orang yang ditangkap itu karyawan toko grosir sepatu sandal. Namanya Agung Nugroho dan Zaenal,” jelas Slamet.

Ia juga mengaku mendapat informasi jika sebelumnya pemilik toko telah ditangkap terlebih dahulu di Banjarnegara. Sementara penangkapan di temanggung dilakukan untuk menangkap dua karyawan toko.

“Pemilik toko, namanya Ahmad Yusuf, infonya sudah ditangkap terlebih dahulu di Banjarnegara terkait gerakan radikalisme. Nah yang diamankan ini 2 orang adalah karyawannya yang sehari-hari bekerja sebagai pramuniaga di tokonya,” terangnya.

Setelah penangkapan sempat dilakukan penggeledahan oleh polisi yang disaksikan oleh Ketua RW setempat.

“Saya diminta ikut sebagai saksi untuk menyaksikan petugas melakukan penggeledahan di toko,” kata Slamet.

Editor : Ali Muntoha

Ayah di Temanggung Ini Benar-benar Bejat, Perkosa Anaknya Hingga Hamil

MuriaNewsCom, Temanggung – Kelakuan RS (40), warga Desa Pingit, Kecamatan Prongsurat, Kabupaten Temanggung ini benar-benar bejat. Ia tega memperkosa anak kandungnya sendiri yang baru lulus sekolah dasar (SD).

Akibat kelakuan bejatnya, gadis bernisial WA ini sampai hamil dan tak bisa melanjutkan pendidikannya. Kini RS harus mendekam di sel tahanan setelah dibekuk Polres Temanggung.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, pelaku sudah mengakui semua tindakan bejatnya.

Henny menuturkan, berdasarkan pengakuan pelaku, awal mula terjadinya persetubuhan tersebut ketika korban meminta untuk tidur bersamanya. Namun, kesempatan itu digunakan pelaku untuk menyetubuhi putrinya tersebut.

“Selama ini pelaku tinggal di rumah bersama dua anaknya, karena istrinya kerja di Semarang sebagai asisten rumah tangga,” tutur Henny.

Menurutnya lagi, kejadian tersebut tidak hanya dilakukan sekali, tetapi hingga tiga kali dan mengakibatkan korban hamil.

Tersangka mengaku saat menyetubuhi anaknya tidak sadarkan diri, karena mengalami gangguan jiwa. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka dalam kondisi sehat secara rohani atau tidak mengalami gangguan jiwa.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 76 D KUHP jo Pasal 81 UU nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dengan jeratan pasal itu, pelaku diancam dengan hukuman 15 tahun ditambah sepertiga karena dalam perkara ini pelaku merupakan orang tua kandung dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Editor : Ali Muntoha

Bayi Cantik Ini Dibuang di Kebun Kopi

MuriaNewsCom, Temanggung – Warga Dusun Dawunan, Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat, Temanggung,  digemparkan dengan suara tangisan bayi di kebun kopi warga, Jumat (29/12/2017) sore. Ternyata bayi yang baru lahir tersebut sengajar dibuang orang tuanya.

Bayi itu berjenis kelamin perempuan, dan mempunyai paras yang cantik. Bayi ini kali pertama ditemukan Muh Pajar (60), warga sekitar.

“Awalnya saya bermaksud pergi ke kebun, saya kaget dan tidak percaya mendengar suara tangisan bayi ditengah jalan, kemudian saya pulang dan mengajak beberapa warga untuk memastikannya, dan benar ternyata ada bayi perempuan di sana,” katanya.

Oleh warga bayi itu kemudian dibawa ke bida desa untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan bayi perempuan itu mempunyai berat 3,2 kg dan tinggi 50 cm.

Penemuan ini juga dilaporkan ke Polsek Pringsurat. Dari hasil pemeriksaan di lokasi penemuan polisi mengamankan sebuah kaus lengan pendek warna ungu kombinasi merah dan sebuah handuk kecil warna merah muda motif bunga yang digunakan untuk menyelimuti bayi perempuan itu.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kapolsek Pringsurat AKP Suwundo menerangkan, pihaknya masih menyelidiki siapa pembuang bayi tersebut.

Bayi perempuan yang ditemukan warga itu langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Temanggung untuk selanjutnya mengikuti prosedur proses adopsi.

“Bayi yang ditemukan di bawah pohon kopi itu langsung diadopsi oleh pasangan suami istri Markamah dan Tarno warga Dusun Dawunan, Rt 01, Rw 07, Desa Nglorog, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung,” pungkas Suwondo.

Editor : Ali Muntoha

Terjadi Ledakan di Temanggung, Insiden Dipicu karena Cekcok dengan Pacar

Polisi berjaga di lokasi ledakan di Temanggung. (Facebook)

MuriaNewsCom, Temanggung – Tim Penjinak Bom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Tengah dan Labfor Cabang Semarang melakukan olah tempat kejadian perkara ledakan di sebuah rumah indekos Dusun Pandesari, Kelurahan Parakan Wetan, Kabupaten Temanggung.

Dilansir dari Antarajateng.com, Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo di Temanggung, Kamis (23/11/2017), mengatakan ledakan yang diduga dari bahan peledak membuat mercon itu terjadi pada Rabu (22/11) sekitar pukul 23.00 WIB.

Ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan di plafon atau eternit, genting, kaca jendela rumah, serta terdapat lubang pada lantai akibat ledakan tersebut, dan barang-barang di dalam rumah berserakan.

Ia menuturkan pemilik bahan peledak Khaerudin (27) warga Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal yang tinggal di rumah kos tersebut.

Timbulnya ledakan bermula saat Khaerudin dengan pacarnya Sutiyah Slamet cekcok, kemudian Sutiyah membanting karung berisi serbuk mercon tersebut.

Ia mengatakan ledakan tersebut juga mengakibatkan Khaerudin dan Sutiyah menderita luka bakar dan dirawat di PKU Parakan serta Dhani Prasmawati, tetangga kos matanya kemasukan benda asing akibat ledakan tersebut.

Berdasarkan keterangan dokter, katanya, Khaerudin dan Sutiyah terkena serpihan pasir atau bubuk dan terkena panas atau api sehingga kulitnya melepuh dan luka lecet hampir di sekujur tubuh.

Kapolres menuturkan pada pertengahan Juni 2017, Khaerudin membeli serbuk mercon 0,5 kilogram untuk membuat mercon persiapan Lebaran 2017 dari temannya.

Setelah dibuat mercon, masih tersisa serbuk mercon 0,25 kilogram dan disimpan dalam karung bersama dengan kabel-kabel bekas dan diletakkan di dalam kamar kos.

Pada Rabu (22/11) malam pelaku ribut dengan pacarnya, kemudian Khaerudin pergi sambil membawa karung berisi obat mercon tersebut ke kamar Dhani Prasmawati, namun karung tersebut direbut oleh Sutiyah dan dibanting sebanyak empat kali sehingga karung berisi serbuk mercon tersebut meledak.

Editor : Akrom Hazami

Mau jadi Polisi Zaman Now ? Ini Tips Kata Kapolres Temanggung

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo saat membuka kegiatan pelatihan Bahasa Inggris untuk personelnya. (Tribratanews)

MuriaNewsCom, Temanggung – Polres Temanggung mengadakan pelatihan Bahasa Inggris terhadap personelnya. Tujuannya, untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas anggota Polri, khususnya dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan digelar pada Kamis (16/11/2017), di ruang Aula Loka Dharma, Polres Temanggung, diikuti oleh seluruh jajaran, baik anggota polres maupun polsek.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo, mengatakan, dirinya sangat mendukung kegiatan pelatihan tersebut, mengingat tugas Polri semakin ke depan semakin kompleks.

“Polisi zaman now harus bisa Bahasa Inggris, khususnya yang muda-muda. Tidak menutup kemungkinan dalam bertugas kita menghadapi warga negara asing yang notabene berbahasa Inggris, sehingga kita juga perlu menggunakan bahasa (Inggris) tersebut,” kata Maesa saat membuka acara pelatihan.

 

Sejumlah polwan dari Polres Temanggung mengikuti kegiatan. (Tribratanews)

 

Sementara itu menurut Ipda Jamaludin selaku ketua penyelenggara pelatihan menuturkan, setiap anggota polri diharapkan cakap berbahasa Inggris. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa di Polres Temanggung sudah memiliki komunitas dan grup di aplikasi WhatsApp dengan komunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

“Bukan tanpa alasan, semisal contoh siapa tau kita ditugaskan ke luar negeri menjadi polisi/pasukan perdamaian dunia (PBB), maka mau tidak mau kita harus menggunakan bahasa Internasional, yaitu bahasa Inggris,” katanya.

Polres Temanggung juga memiliki anggota yang pernah bertugas sebagai Police Advisor Sudan Selatan pada tahun 2014. Dia adalah Bripka Christianto​ NP, dan sekarang bertugas di Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim).

Editor : Akrom Hazami

Gedung SMP Kaloran Temanggung Tertimpa Longsor

Polisi melihat lokasi longsor yang menimpa bangunan sekolah di Kaloran, Temanggung.
(humas polres temanggung).

MuriaNewsCom, Temanggung – Tanah talut senderan penahan gedung baru Puskesmas Kaloran, Temanggung, longsor dan menimpa ruang kelas SMP PGRI Kaloran, Kabupaten Temanggung.

Keterangan penjaga SMP PGRI Kaloran, Sutaryono (60), peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu bertepatan dengan hujan deras dan listrik padam.

“Pada saat itu, terdengar suara gemuruh. Munculnya dari belakang gedung sekolah. Saat didatangi, dinding gedung sekolah yaitu gedung tata boga dan ruang komite jebol,” katanya.

Kapolsek Kaloran Polres Temanggung AKP Mashudi mengatakan, penyebab longsor karena intensitas hujan tinggi. Di wilayah Kaloran, sebelum longsor, terjadi hujan dalam waktu lama.  

“Hujan turun dari pukul 16.00 hari Jumat sampai Sabtu pagi pukul 05.00 pagi,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ingin Sabet Adipura Kencana, 2 Kabupaten di Jateng Timba Ilmu di Kudus

Bupati Kudus Musthofa saat memberi materi stady banding Kabupaten Magelang dan Temanggung, Senin (30/10/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Magelang dan Temanggung meminta kiat-kiat mendapatkan prestasi Adipura Kencana ke Kudus, Senin (30/10/2017). Hal itu dilakukan setelah keduanya mendapat rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Republik Indonesia.

”Kami ingin Pak Bupati Kudus gamblang membeberkan kiat-kiat prestasi Adipura Kencana. Kami ingin seperti Kudus,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang Tri Agung Sucahyono.

Tri Agung menjelaskan, saat ini Kabupaten Kudus merupakan satu-satunya Kabupaten di Jawa Tengah yang berhasil memperoleh Adipura Kencana. Padahal, tahun ini pemerintah pusat hanya meloloskan enam kabupaten/kota se-Indonesia membawa pulang Adipura Kencana.

Prestasi ini menjadi salah satu magnet Kudus untuk daerah lain melakukan studi banding ke Kudus. Hal itulah yang melatar belakangi Pemkab Temanggung bersama dengan Pemkab Magelang datang ke Kota Kretek.

”Kami juga ingin belajar mengenai pengelolaan sampah dan lingkungan serta berbagai sektor lain di Kudus yang telah menunjukkan keberhasilan,” ujarnya.

Rombongan dua kabupaten ini diterima langsung oleh Bupati Kudus Musthofa. Keduanya mengaku ini dengan prestasi Adipura Kencana di Kudus dan berbagai kemajuan di Kudus.

Sekdin DPUPKP Temanggung Hendro Sumaryana merasakan kenyamanan ketika masuk Kudus. Harapannya, Musthofa bisa sharing ilmu mengenai tips untuk membangun Kudus dari berbagai sektor untuk ditularkan di Temanggung.

”Pak Musthofa ini pemimpin yang visioner. Semoga bisa memberikan inspirasi bagi kita semua. Dan terima kasih, Pak Bupati, atas penyambutan yang luar biasa di sini,” kata Hendro yang menyebut Kudus terus berbenah semakin baik tiap tahunnya.

Sementara itu, Bupati Kudus mengatakan bahwa semua keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras seluruh OPD. Karena menurutnya tidak ada satupun OPD yang lebih unggul. Tetapi harus saling melengkapi sesuai bidang kerjanya.

”Kami di sini menyebutnya sebagai manajemen kolaborasi. Semuanya saling bersinergi,” jelas Musthofa.

Yang tidak bisa diabaikan adalah besarnya peran serta dan partisipasi masyarakat. Kemampuan memberdayakan masyarakat dan pihak swasta menjadi hal penting untuk bersama-sama membangun Kudus.

”Sebagaimana pembebasan tanah pembangunan jalan lingkar utara dan adanya sekolah vokasi berstandar internasional. Semuanya tanpa APBD, tetapi dengan partisipasi,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

VIRAL, Buang Sampah di Sungai, Ibu-Ibu Ngamuk di Temanggung, Warganet Geram

Warga yang konangan hendak buang sampah di sungai di Temanggung. (Capture Facebook)

MuriaNewsCom, Temanggung – Viral, beredar video singkat. Video yang pertama kali dibagikan oleh akun facebook bernama Kang Ery itu ditonton dan dibagikan ribuan kali. Di video yang 2.407 kali dibagikan tampak mobil bak terbuka di tengah sebuah jembatan di Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Di video itu bermula mobil melaju dan terhalang oleh mobil pikap di tengah jembatan. Dalam kondisi itu, seorang ibu mengenakan baju merah dan berjilbab merah muda keluar dari dalam mobil dan mendekati pikap AA 1733 UY.

Di pikap itu, ada dua orang laki-laki berdiri di atas tumpukan karung berwarna kuning berisi sampah. Melihat apa yang dilakukan kedua laki-laki, ibu menegur aksi buang sampah mereka. “Mboten pareng dibuang mriki, mboten tempat sampah niki (Tidak boleh dibuang di sini, bukan tempat sampah ini,” tegur ibu.

Bukannya mematuhi, salah satu dari pria terus melanjutkan aksi membuang sampah setengah karung ke sungai. Satu temannya berusaha menutup wajah dengan kaos. Diketahui, ibu itu adalah anggota DPD RI dari Jawa Tengah, Denty Eka Widi Pratiwi. Denty tidak ingin sampah yang dibuang di sungai terus berlanjut.

“Membina orang seperti itu, dirangkul, syukur-syukur bisa dijadikan duta lingkungan hidup atau duta kebersihan. Hal ini akan lebih bermanfaat bagi oknum itu sendiri dan masyarakat,” kata Denty dilansir dari detikcom.

 

Indonesia memiliki regulasi yang mengatur terkait sampah, yakni UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. UU tersebut juga memiliki turunan di tingkat daerah berupa perda.

“Di Temanggung juga ada Perda tersendiri soal sampah, yakni nomor 29 Tahun 2011. Artinya, membuang sampah bukan pada tempatnya itu kan termasuk salah satu wujud pelanggaran aturan daerah,” terangnya.

Sejumlah netizen bereaksi keras dengan aksi pembuangan sampah di sungai itu. Di antaranya pemilik akun Facebook Setyo Winarso menulis ‘Ayok diproses om toto’

Ada juga pemilik akun Dedi Falah yang menulis ‘Salut buat ibu tersebut……’

Tak jauh beda juga ditulis pemilik akun Yuan Picafeta yang menulis ‘Musnahkan’ . Sementara akun Missela Kurniawan menulis, ‘Aduh jan ora parenggg… msh byk yg begini to.’

Editor : Akrom Hazami

 

Mabuk Sambil Ngamen, Aksi Anak Punk di Temanggung Itu Bikin Resah

Anak punk saat usai ditertibkan Satpol PP beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Temanggung – Warga Kabupaten Temanggung resah dengan adanya aktivitas 11 anak punk di perempatan jalan Sroyo-Temanggung, beberapa hari terakhir ini.

Sebab, anak punk melakukan aksi ngamen. Tapi kondisi mereka tidak sedang sadar, melainkan kena pengaruh minuman keras. “Anak punk ngamen di perempatan, dengan kondisi mereka dalam keadaan mabuk,” kata Kasat Sabhara Polres Temanggung AKP Imam Suparyanto.

Hal itu dilaporkan warga yang merasa terusik. Polisi segera mengeceknya. Hasilnya, apa yang disampaikan warga itu benar. Polisi pun menertibkan para anak punk yang terdiri atas 8 anak punk laki-laki, dan sisanya adalah anak punk perempuan.

Mereka dibawa ke mapolres, guna diberikan pembinaan. Tujuannya agar aksi ngamen sambil mabuk tidak dilakukan mereka kembali. Dari hasil pemeriksaan polisi, tercatat bahwa anak punk berasal dari kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Seperti Kota Semarang, Purworejo, Kudus, Demak, dan Karanganyar.

Editor : Akrom Hazami

 

Kancing Baju jadi Petunjuk Penangkapan 7 Pembunuh Paranormal di Temanggung

Polisi menangkap pelaku pembunuhan di Temangggung. (Tribratanews Polres Temanggung)

MuriaNewsCom, Temanggung – Polres Temanggung, berhasil menangkap tujuh orang tersangka kasus pembunuhan terhadap Sugeng Raharjo (35), warga Klidang Lor, Kecamatan/Kabupaten Batang. Diketahui, mayat Sugeng ditemukan di perkebunan karet PT Perkebunan Nusantara IX, Desa Selosabran, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Rabu (13/9/2017).

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menerangkan, tujuh orang tersangka itu adalah Dewi, perempuan asal Klidang, Kabupaten Batang. Kemudian Wisnu, Aris, Didit, Kuncoro, Sunarto, Fajar dan Didit, semuanya pria asal Boja, Kabupaten Kendal, yang berhasil ditangkap di rumahnya masing-masing.

“Para tersangka diamankan di dua lokasi berbeda, yakni di Klidang, Kabupaten Batang dan Boja, Kabupaten Kendal,” kata Maesa pada saat gelar perkara.

Maesa menambahkan korban dikenal sebagai paranormal yang konon bisa menyembuhkan berbagai penyakit, berdasarkan pengakuan dari para tersangka, Dewi dan Wisnu, adalah otak pembunuhan berencana tersebut.

Dewi ingin membunuh korban lantaran persoalan utang-piutang. Sebelum membunuh, Dewi mengaku sempat berobat kepada korban dengan membayar biaya sebesar Rp 150 juta.

“Dewi mau minta uangnya kembal, namun korban tidak mau melunasi. Sementara Wisnu berniat membunuh korban karena cemburu dengan korban yang dekat dengan Dewi,” jelasnya.

Dua pelaku itu kemudian diduga bersekongkol dan mengajak lima teman-temannya untuk mengeksekusi korban. Para pelaku membawa korban ke tengah perkebunan karet lalu memukulnya sampai meninggal dunia.

Untuk membunuh korban, Dewi rela menjual beberapa barang-barang miliknya dan kemudian diberikan kepada para pelaku lainnya.

“Kelima pelaku lainnya ini mendapat bagian uang dari Dewi bervariasi antara Rp 150.000 sampai Rp 1 juta, besarannya upah tergantung perannya masing-masing,” katanya.

Maesa melanjutkan, kunci dari tertangkapnya ke tujuh tersangka ini adalah penemuan kancing baju korban yang ditemukan di rumah makan Singaraja Kendal, kemudian dilakukan penyelidikan oleh petugas dan dari keterangan beberapa saksi di lapangan akhirnya mengarah pada para pelaku.

(Humas Polres Temanggung)

 

DPC PPP Temanggung Resmi Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Temanggung – Desk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Temanggung membuka pendaftaran bakal calon Bupati dan wakil Bupati Temanggung pada pilkada 2018.

Ketua Desk Pilkada DPC PPP Kabupaten Temanggung, Fatahillah Azzainy di Temanggung, mengatakan pembukaan pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Temanggung untuk Pilkada serentak 2018 dibuka pada 5-10 September 2018.

“Dalam waktu enam hari tersebut kami berharap masyarakat bisa mendaftarkan diri ke kantor DPC PPP Kabupaten Temanggung,” katanya di Temanggung, Senin (28/8/2017) dikutip dari Antarajateng.com.

Ia mengatakan, untuk mendaftarkan diri sebagai balon bupati dan wakil bupati, pihaknya membebani balon dengan membayar uang pendaftaran sebanyak Rp1 juta rupiah, selain itu juga harus memenuhi beberapa persyaratan yang ada.

“Setelah selesai pendaftaran, kami akan melakukan verifikasi secara administrasi pada 11-13 September 2017. Kemudian hasilnya akan kami serahkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP,” katanya.

Setelah dilakukan verifikasi di tingkat DPW, katanya kemudian nama balon bupati dan wakil bupati akan disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.

Ia mengatakan pihak DPP kemudian akan melakukan survei terhadap nama-nama balon bupati dan wakil bupati tersebut. Survei dilakukan oleh tim independen.

“Kami tidak tahu persis siapa yang akan melakukan survei, namun survei pasti akan dilakukan baik kepada interen PPP sendiri maupun kepada masyarakat pada umumnya,” katanya.

Sekretaris DPC PPP Kabupaten Temanggung, Slamet Eko Wantoro mengatakan sampai saat ini sudah ada tiga partai yang melakukan pendekatan dengan partainya, namun pihaknya belum menentukan akan berkoalisi dengan partai mana untuk mengusung balon bupati dan wakil bupati tersebut.

“Baru pembicaraan awal, tetapi kami sudah ketemu dan berbincang dengan ketiga partai tersebut,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Gali Kubur, Malah Nemu Amunisi di Kedu Temanggung

Polisi memeriksa lokasi penemuan granat di Desa Kedu, Kabupaten Temanggung. (Tribratanewspoldajateng)

MuriaNewsCom, Temanggung – Puluhan amunisi senjata api yang diduga masih aktif ditemukan oleh penggali kubur, di kompleks pemakaman Desa Kedu, Kabupaten Temanggung,beberapa hari lalu.

Kapolsek Kedu AKP Sri Haryono menjelaskan penemuan tersebut berawal saat seorang penggali kubur menggali tanah untuk pemakaman salah seorang warga desa yang meninggal dunia. Atas  penemuan tersebut kemudian langsung melaporkan kepada polisi.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kemudian mendatangi TKP. Dan setelah didata terdapat 92 amunisi aktif, 55 butir amunisi laras panjang dan 37 butir amunisi jenis FN,” jelasnya dikutip Tribratanewspoldajateng.

Lebih jauh Sri menerangkan, selain amunisi ditemukan juga sepucuk senapan angin dan satu bilah pedang (bajonet). “Semua barang bukti setelah didata, kemudian kami amankan di mako Polsek Kedu,” ujarnya.

Sementara itu, Darno (45) penggali kubur mengatakan mengaku kaget saat cangkulnya mengenai benda keras, dengan rasa penasarannya Ia mengecek benda tersebut, yang kemudian diketahui amunisi.

“Awalnya saya kaget pas cangkul mengenai benda keras, saya kira batu setelah dicek ternyata amunisi dan senjata,” katanya.

Setelah diselidiki oleh petugas Polres Temanggung, ternyata makam yang digali tersebut merupakan makam Z Gana seorang purnawirawan TNI yang meninggal pada tahun 1980. Kemungkinan benda tersebut ikut dipendam saat pemakamannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Nyopir Sambil Pakai Sabu Ditangkap di Temanggung

Polisi mengamankan sopir yang jadi pemakai sabu di Mapolres Temanggung. (Polres Temanggung)

MuriaNewsCom, Temanggung – Eko Kurniawan (36) warga Bulan, Selopampang, Temanggung ditangkap Satresnarkoba Polres Temanggung, karena kedapatan membawa sabu-sabu.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo melalui Kasubaghumas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, Eko yang kerja sebagai sopir truk ini menjadi tersangka kasus narkotika setelah petugas menemukan barang bukti saat dilakukan penggeledahan usai mengkonsumsi sabu-sabu di rumahnya.

“Saat penggeledahan petugas menemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik berisi sabu-sabu dengan berat 0,53 gram, sebuah plastik kresek warna putih, alat hisab, pipet kaca, korek api, sedotan plastik, gunting, dan sebuah telepon seluler,” kata AKP Henny saat jumpa pers, Senin (14/8/2017) dikutip situs resmi polisi.

Ia mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui bahwa tersangka sering mengkonsumsi narkoba. Kemudian petugas melakukan penyelidikan terhadap tersangka.

“Tersangka tidak bisa mengelak, saat itu tersangka berusaha membuang bungkusan plastik yang berisi sabu-sabu, tetapi dengan kejelian petugas barang bukti berhasil ditemukan,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider ayat 112 ayat 1, lebih subsider Pasal 127 ayat 1 huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara serta denda Rp 8 miliar.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya telah mengkonsumsi sabu-sabu sejak tiga bulan lalu, sabu-sabu dikonsumsinya untuk menambah stamina saat bekerja sebagai sopir truk pengangkut cabai.

Editor : Akrom Hazami