Pabrik Susu Etawa Aumom di Tegal Digerebek, Ini Penyebabnya

MuriaNewsCom, Tegal – Pabrik susu kambing etawa bermerk Aumom, digerebek tim gabungan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Ditreskrimsus Polda Jateng. Susu merek Aumom itu diketahui belum memiliki izin edar.

Bahkan diindikasi produk susu yang dijual secara online itu, kode produksi yang tertera dalam kemasan susu kambing yang ternyata merupakan kode produksi susu merek lain.

Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah tempat produksi susu itu, di Desa Wangandawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Rabu (28/3/2018) petang. Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan 2.800 kotak susu etawa siap edar.

Kepala BPOM Semarang, Endang Pudjiwati mengatakan, meski sekala rumahan namun produksinya cukup besar.

”Untuk skala produksi bisa mencapai 20.000 kotak. Yang diamankan di sarana produksi ada 2.800 kotak alat produksi dan kemasan pembungkus. Nilai totalnya Rp 105 juta,” ujar Endang, Kamis (29/3/2018).

Menurut dia, selain tanpa izin edar, sarana produksi juga tidak memenuhi persyaratan sanitasi dan higienitas. Sehingga dikhawatirkan berbahaya jika dikomsumsi.

Apalagi susu kemasan itu dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui. Padahal kondisi ibu hamil dan menyusui rentan akan mengalami keracunan jika susu tersebut tercemar bakteri.

“Coba perhatikan tempat produksinya hanya seperti ini tidak memenuhi persyaratan sanitasi. Padahal susunya adalah untuk ibu hamil. Ibu hamil sangat rentan bila ada bakteri mudah terkena keracunan. Kasihan ibu hamilnya,” terangnya.

Ia menyebut, produsen susu ibu hamil inimenggunakan nomor nomor izin produk lain dalam kemasannya. Nomor MD milik produk lain dicantumkan pada kemasan susu merek Aumom ini untuk meyakinkan calon konsumen. Sejumlah artis terkenal pun dicatut untuk mempromosikan produk ini.

“Pemasaran susu ini, dilakukan melalui media online dan melibatkan artis-artis terkenal. Itu mungkin yang membuat orang menjadi percaya, apalagi sudah ada nomor MD meskipun milik produk lain,” ungkap Endang.

Penyidik BBPOM Semarang, Firman Erry Probo menambahkan, meski tak berizin edar, susu sudah menyebar ke sejumlah daerah hingga Jawa Timur.

”Di Tegal dan Brebes juga banyak ditemukan. Di Brebes gudang penyimpanan, produksinya di Tegal,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Awas! Kerupuk Berbahaya Mengandung Auramin Masih Beredar

MuriaNewsCom, Tegal – Kerupuk yang mengandung bahan kimia berbahaya auramin masih beredar luas di pasaran. Hal ini dijumpai di Kabupaten Tegal, di mana banyak produsen yang masih menggunakan bahan kimia ini untuk membuat kerupuk.

Dalam sidak yang dilakukan tim gabungan Dinas Kesehatan, BPOM, Dinas Perdagangan, Satpol PP dan Polisi menemukan kerupuk berbahaya ini dari sejumlah produsen kerupuk di Desa Harjosari Lor, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Rata-rata kerupuk yang menggunakan bahan ini yakni kerupuk mie kuning.

Sidak itu dilakukan pada 10 produsen kerupuk. Dari jumlah itu, tiga di antaranya masih positif kedapatan menggunakan zat berbahaya auramin.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edi Toufik, menjelaskan pihaknya sudah melakukan penyuluhan beberapa waktu lalu terkait makanan aman.

“Kami sudah mengadakan sosialisasi dan mereka berkomitmen untuk beralih dari penggunaan bahan berbahaya ke bahan makanan yang aman,” katanya dikutip dari tribunjateng.com, Rabu (14/2/2018).

Ia menyebut, kerupuk yang terbukti mengandung bahan kimia berbahaya langsung disita. Selain itu, tiga produsesn kerupuk nakal itu juga diminta menulis surat pernyataan bermaterai. Isi surat pernyataan itu berisi bahwa dirinya siap mengganti bahan berbahaya dengan bahan yang aman.

Apabila di kemudian hari kedapatan melakukan hal serupa maka produsen tersebut siap ditindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen BPOM Semarang, Novi Eko Rini, mengatakan jika zat auramin ini sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Bahan tersebut merupakan karsinogen atau penyebab kanker, sehingga tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran dalam makanan apapun termasuk kerupuk,” terangnya.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak bisa terlihat secara langsung tapi efek jangka panjangnya sangat berbahaya. Novi menambahkan jika makanan atau kerupuk yang mengandung zat berbahaya itu, walaupun sedikit tetap terlihat. Ciri- cirinya warna kuning di makanan biasanya menyala dan muncul warna kehijau- hijauan.

Editor : Ali Muntoha

Gubernur Ganjar Terpukau Lihat Nenek 72 Tahun Gigih Belajar Ngaji

MuriaNewsCom, Tegal – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terpukau menyaksikan seorang nenek yang sudah sangat renta namun masih gigih dan semangat untuk belajar membaca Al Quran. Apalagi nenek tersebut merupakan penyandang disabilitas.

Nenek itu bernama Mbah Simpen ini umurnya sudah 72 tahun. Nenek yang tinggal di Pesuruan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal ini sehari-harinya berjualan asongan untuk menyambung hidup.

Ganjar menyaksikan Mbah Simpen begitu semangat belajar, saat Ganjar mengunjungi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti di, Kota Tegal. Mbah Simpen yang sebelumnya benar-benar buta hurud, kini suadh mulai bisa membaca dan menulis setelah menimba ilmu di ‘Sekolah Terminal’ yang dibuka TBM Sakila Kerti.

Bahkan saat Ganjar Pranowo menantang nenek berketerbatasan fisik itu membaca surat Al-Fatihah, Mbah Simpen tanpa canggung melafalkan ayat demi ayat hingga tuntas. Selama enam bulan Mbah Simpen belajar mengaji ini, ddengan bimbingan para relawan pengajar.

Ia belajr mengaji setiap Jumat dan belajar membaca serta menulis setiap Senin-Kamis. Demikian juga rekan-rekan seprofesinya sesama pedagang asongan yang menimba ilmu di “Sekolah Terminal”, semakin bertambah wawasan dan pengetahuan tentang banyak hal.

Ganjar saat berbincang dengan ibu-ibu pengasong di Sekolah Terminal

Tidak hanya Mbah Simpen, salah seorang murid  “Sekolah Terminal” Priyatin (49), juga unjuk kemahirannya membaca puisi “ngapak” khusus untuk menyambut kehadiran gubernur mengajar di TBM Sakila Kerti.

Usai dibacakan di hadapan gubernur, Wali Kota Tegal Nursholeh, Kapolres Tegal  Kota AKBP Jon Wesly Arianto. Puisi berbahasa khas Tegal dengan judul “”Wong Cilik” karya Priyatin itu pun mendapat apresiasi dari gubernur.

“Dengan adanya TBM di terminal ini, yang tadinya tidak bisa membaca menjadi bisa membaca, mengaji. Ini sesuai perintah Pak Jokowi tentang budaya literasi, bahkan Allah memerintah iqra atau membaca agar tahu,” ujar Ganjar.

Menurut gubernur, siapapun berhak belajar dan tempat belajar bisa di mana saja. Baik di sekolah formal, rumah, bahkan terminal pun dapat menjadi tempat menuntut ilmu. Tidak hanya belajar membaca, menulis, serta mengaji, melainkan juga pengetahuan ekonomi dan wirausaha.

Ia mencontohkan Priyatin yang sehari-hari berjualan kue kamir khas Tegal, kini dapat berproduksi sendiri setelah mendapat pelatihan di ‘Sekolah Terminal”. Selain itu juga tahu aneka jenis rasa kue kamir dan harga bahan baku pembuatan kue dari membaca buku.

Orang nomor satu di Jateng itu mendorong Sekolah Terminal yang telah berjalan selama 10 tahun ini, tidak hanya sebatas membaca dan mengaji. Namun juga memberikan pelajaran bisnis dan ekonomi.

Termasuk akses permodalan untuk pengembangan usaha dengan melibatkan perbankan untuk memberikan pendampingan berwirausaha.

“Ini sudah berjalan bagus, nanti masalah apa yang diperlukan saya bantu menyelesaikannya. Tidak cukup baca saja, sekali-kali hadirkan orang yang bisa mengajarkan bisnis dan ekonomi, termasuk yang butuh akses modal untuk pengembangan usaha,” terangnya.

Sementara itu, pengelola TBM Sakila Kerti Dr Yusqon MPd  menjelaskan, keberadaan KBM yang berdiri pada November 2011 di pojok terminal itu menjadi sarana belajar pedagang asongan, sopir, buruh angkut barang, dan pelaku usaha di terminal, baik belajar baca tulis, dan mengaji.

“Hari Jumat, memang khusus untuk belajar mengaji. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan setiap hari dua jam pada sore hari atau sesudah mereka berdagang. Semangat yang dibangun adalah mengajak warga terminal gemar membaca, Alhamdulillah semangat belajar mereka memang sangat tinggi,” ujar Yusqon.

Editor : Ali Muntoha

Pasangan Suami Istri di Tegal Nekat Edarkan Uang Palsu, Kapok Setelah Dikecrek Polisi

MuriaNewsCom, Tegal – Sepasang suami istri Turiah dan Acmad Sodikin, warga Kecamatan Grinsing, Kabupaten Batang, dibekuk aparat Polres Tegal Kota karena mengedarkan uang palsu. Mereka ditangkap dari hasil pengembangan penangkapan tiga orang pengedar uang palsu, yang lebih dulu dibekuk polisi.

Pasangan suami istri ini ditangkap polisi saat berada di wilayah Purbalingga. Kapolres Tegal Kota, AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, pasangan suami istri ini ditangkap Selasa (6/2/2018) sore, setelah pagi harinya berhasil menangkap tiga pelaku.

Tiga pengedar upal yang pertama kali ditangkap yakni Suryani, warga Jalan Bawal, Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal, Ahmad Suko Basuki dan Nurman Hakim, warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.

”Ketiganya ditangkap saat melintas di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) daerah Tegalsari, Kota Tegal, Selasa pagi, dan sore harinya menangkap dua pengedar lain,” katanya.

Menurutnya, pengungkapan kasus uang palsu ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat, yang selanjutnya segera melakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat menangkap pelaku. Dalam pengungkapan kasus ini, pihaknya juga bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk mengidentikasi sejumlah uang palsu.

Kapolres menjelaskan, modus operandi yang dilakukan pelaku, yakni membeli uang palsu senilai Rp 3 juta, dengan harga Rp 1 juta. Dari hasil penangkapan lima pelaku, polisi berhasil mengamankan uang palsu pecahan 100 ribu senilai Rp 72.300.000.

Selain itu, juga mengamankan uang asli hasil kejahatan sebanyak Rp 1.098.000, tiga buah tas dan 5 buah Handphone serta 1 unit Toyota Agya warna putih Nopol G-8807-BJ.

Salah satu pelaku, Suryani diketahui sebagai residivis kasus yang sama. Bahkan ia belum lama ini baru keluar dari penjara, dan nekat kembali mengedarkan uang palsu.

”Saya dapat keuntungan Rp 1,5 juta dari mengedarkan uang palsu senilai Rp 10 juta, yang saya beli dengan harga Rp 3 juta,” akunya.

Akibat perbuatan tersebut para pelaku bakal dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang juncto pasal 245 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Hingga saat ini aparat kepolisian masih mengembangkan kasus ini. Terutama untuk memburu bandar besar jaringan pengedar upal ini.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Tegal, Suyatno memastikan, bahwa barang bukti yang telah diamankan merupakan uang yang tidak asli dan disalahgunakan. Masuk kategori palsu dan tidak bernilai.

Lebih lanjut Suyatno menyampaikan, selama kurun waktu tahun 2017, di wilayah Kota Tegal telah diamankan kurang lebih 4.000 lembar uang palsu yang beredar.

”Jenis pecahan dimoninasi nominal besar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu karena disebabkan nilai ekonomis tinggi,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Polisi Usut Kasus Kakek yang Tersiram Aspal Saat Adu Fisik dengan Suami Kades di Tegal

Kondisi korban yang tersiram aspal panas. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit. (Facebook)

MuriaNewsCom, Tegal – Kasus yang menimpa Nasor (60) warga RT 001 RW 001, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, yang tersiram aspal panas saat adu fisik dengan Imam Rojai (54) yang merupakan suami Kades Dukuhtengah, tengah diusut aparat kepolisian.

Peristiwa yang viral di media sosial itu diakibatkan pelaku mendorong kakek hingga terjerembab ke drum berisi aspal panas, karena tersinggung ditegur korban. Akibatnya korban harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka melepuh pada bagian wajah dan tangan.

Kapolsek Bojong, AKP Sugeng Subagyo kepada wartawan, menyebut, peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/12/2017) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban melintas di jalan desa di Dukuh Tengah, yang tengah diaspal.

Dengan sepeda motor miliknya, korban melintas di atas jalan yang sedang proses pengaspalan tersebut. Setelah melewati jalan tersebut, Nasor justru berhenti dan mengatakan bahwa kinerja Kustinah, Kades Dukuh Tengah, tidak maskimal dan pekerjaan proyek desa karena terkesan lamban.

“Nah, di situlah akhirnya terjadi kesalahpahaman. Di sana ada suami Bu Lurah, yang kemudian tidak terima dengan perkataan kakek tersebut. Kontak fisik antara keduanya tak bisa dihindari. Keduanya saling dorong hingga si kakek terjatuh ke drum yang berisi aspal panas. Itu saksinya para pekerja,” jelas Sugeng, dikutip dari detik.com, Selasa (12/12/2017).

Kondisi tangan korban yang melepuh karena terkena aspal panas. (Facebook)

Menurutnya, korban sempat dibawa ke puskesmas terdekat. Namun karena kondisi luka yang diderita cukup parah, akhirnya dilarikan ke Soeselo Slawi.

Di sisi lain, tersiar kabar bahwa Imam Rojai sengaja menyiram aspal panas ke muka dan tangan Nasori.

Baca : Pemuda yang Serang Polisi di Alun-alun Jepara Langsung Diciduk

Kasus ini pun viral di sejumlah media sosial. Broadcast tentang peristiwa ini beredar luas, banyak yang mengecam aksi suami kepala desa tersebut, dan tak sedikit yang mempertanyakan penyebab kejadian.

Dilansir dari Tribunjateng, Perangkat Desa Karangmulya, Riyanto, mengaku jika pihak keluarga korban tidak terima dengan perlakukan pelaku. Ia menyebut, jika kasus tersebut sudah dilaporkan ke polisi.

“Keluarga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Sejumlah saksi dan pelaku juga sudah dipanggil untuk memberikan keterangan,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Demi Sinyal HP, Pemuda Keyongan Grobogan Bikin Tower dari Kayu Jati

100 Gram Sabu dan Pil Ekstasi Diamankan saat  Bandar Narkoba Masuk Tegal

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Tegal – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal menangkap dua bandar narkoba, Selasa (14/11/2017) dini hari. Yakni SAD (38), warga Mejasem Barat, Kabupaten Tegal; dan SUG (39), warga Kalinyamat, Kota Tegal. Dari tangan kedua pelaku, BNN menyita 100 gram sabu, serta puluhan pil ekstasi.

Kepala BNN Kota Tegal, AKBP Windarto, mengatakan, pihaknya melakukan aksi penangkapan, setelah adanya informasi dari warga. Didapati informasi, adanya mobil yang membawa narkoba pada 14 November. “Mobil melintas di jalan tol Kanci Pejagan Brebes dan hendak masuk ke Tegal. Mobil pun akhirnya masuk ke Kota Tegal,” kata Windarto saat jumpa pers.

Anggota Polsek Sumur Panggang, bersama petugas lalu lintas di pos terminal Tegal segera melakukan pencegahan. Polisi pun memberhentikan mobil yang dicurigai itu di Jalan Dokter Cipto Mangunkusumo Sumurpanggang. Polisi memeriksa mobil itu.

Hasilnya, polisi menemukan narkotika golongan 1 jenis sabu serta 4 butir ekstasi.  Dari dalam mobil juga ditemukan sabu dalam dasboard. Polisi kemudian mengamankan pelaku SAD. Pengembangan kasus pun dilakukan. Dari rumah SAD, polisi menemukan 20 butir ekstasi.

Polisi juga mengamankan 3 unit ponsel, timbangan elektronik, alumunium foil, alat hisap, korek api, mobil dan sepeda motor.

Polisi juga menangkap pelaku lain, SUG di depan halaman Stadion Yos Sudarso Kota Tegal. Sementara pelaku terancam pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun.

Editor : Akrom Hazami

3 Tewas, dan 2 Luka Berat saat Bangunan Tua Ambruk di Tegal

Warga saat melihat lokasi kejadian di bangunan tua yang roboh dan berakibat jatuhnya korban tewas di Tegal. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Tegal – Sebuah bangunan tua yang berada di Jalan Raya Talang, Desa Talang Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal ambruk karena angin kencang, Kamis (8/11) sore. Sedikitnya tiga warga tewas karena tertimpa reruntuhan bangunan.

Dilansir dari Radartegal.com, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat turun hujan disertai angin kencang. Di saat bersamaan, sejumlah warga tengah berteduh di warung semi permanen yang berada tepat di depan bangunan tua yang ambruk.

“Kejadiannya pas ada angin kencang dan hujan. Tembok bangunan langsung ambruk dan menimpa warung dan bengkel yang ada di depannya,” kata Trio (35) salah satu warga‎ di sekitar lokasi.

Kapolsek Talang AKP Mujahidu mengatakan, ada lima korban yang sudah dievakuasi dari reruntuhan bangunan. Tiga di antaranya dalam kondisi sudah tewas. “Korban lima, yang dipastikan meninggal tiga. Dua luka berat. Mereka sedang berteduh,” kata Mujahid di lokasi kejadian.

Menurut Mujahid proses evakuasi di reruntuhan bangunan masih dilakukan untuk mencari tahu kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun reruntuhan.

“Ada delapan sepeda motor yang ikut tertimpa reruntuhan bangunan. Tapi korban yang sudah dievakuasi baru lima. Jadi kita masih cari kemungkinan adanya korban lain,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Teman Wanitanya Digoda, Pria Ini Coba Melindungi, tapi Malah Bonyok Dikeroyok

Aksi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah warga. (Foto Ilustrasi)

MuriaNewsCom, Tegal – Seorang pria jadi bulan-bulanan tiga orang di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tegal. Akibatnya, pria yang dikeroyok itu mengalami patah tulang tangan bagian kanan, serta terpaksa jalani perawatan di RSI Harapan Anda Kota Tegal.

Korban pengeroyokan bernama Bimo (23) warga Jalan Seroja, Mejasem Barat, Kabupaten Tegal. Bimo dikeroyok Lutfi Komarudin (37) warga Jalan Pala Desa Mejasem Barat, Kecmatan Kramat, Kabupaten Tegal bersama dua temannya.

Aksi pengeroyokan terjadi pada Kamis (10/9/2017) dini hari.  Tepatnya, bermula korban Bimo sedang mengendarai sepeda motor.  Sesampainya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Bimo melihat teman perempuannya bernama Kiki, digoda tersangka Lutfi Komarudin.

Hal itu membuat Bimo bereaksi untuk menolong Kiki. Bimo pun menegur Lutfi. Rupanya, apa yang dilakukan Bimo membuat Lutfi tak terima. Buntutnya, Lutfi memanggil temannya berjumlah dua orang.

Tak lama kemudian, Lutfi datang bersama dua temannya menemui Bimo yang masih ada di lokasi itu. Tanpa lama-lama, pukulan demi pukulan mendarat ke tubuh Bimo. Melayani aksi keroyok, Bimo mencoba melawannya.

Namun akhirnya Bimo terdesak hingga kewalahan. Bimo pun mengalami patah tulang tangan kanan.  Bimo segera melaporkannya ke Polres Tegal Kota. Kemudian, Bimo menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolres Tegal Kota, AKBP Semmy Ronny Thabaa melalui Kasat Reskrim AKP Agustinus David, mengatakan, persoalan pengeroyokan itu dipicu hal sepele. “Korban tidak terima teman wanitanya digoda. Pelaku malah memanggil dua temannya dan memukul korban yang dianggap sok jagoan,” terang  Agustinus.

Polisi telah menangkap Lutfi beberapa hari lalu. Saat ini, Lutfi masih mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sedangkan dua lainnya sedang dalam pengejaran polisi. Lufi diancam Pasal 170 dengan ancaman pidana penjara lebih dari lima tahun.

Editor : Akrom Hazami

Santi, Warga Berkelamin Ganda Lahirkan Bayi di Kabupaten Tegal

Keluarga memegang bayi yang dilahirkan oleh Santi, warga Kabupaten Tegal. (radartegal.com)

MuriaNewsCom, Tegal – Seorang warga Desa Sokasari Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, yang sejak kecil memiliki kelamin ganda, Santi (25), melahirkan anak. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu dilahirkan melalui operasi caesar.

Dilansir dari Radartegal.com, proses persalinan tersebut berjalan lancar di RSUD dr Soeselo, Slawi, Kabupaten Tegal, Senin (30/10) malam. ‎Bayi yang dilahirkan memiliki berat 3 kilogram.

Santi saat ditemui di RSUD dr Soesilo ketika hendak pulang ke rumahnya, Jumat (3/11) bersyukur bisa melewati proses persalinan dengan lancar. “Alhamdulilah, bayinya normal dan sehat,” katanya.

Hal senada diungkapkan suami Santi, Tarsono (35).. Dia awalnya sempat diliputi perasaan khawatir karena proses persalinan harus dilakukan dengan oeprasi caesar. “Tidak tahu kenapa harus caesar. Yang penting istri dan anak saya selamat,” ujar pria yang menikahi Santi pada 2015 lalu ini.

Santi diketahui memiliki ‎kelainan pada alat kelaminnya sejak lahir. Kendati secara fisik adalah laki-laki, namun anak pasangan Dasori (72) dengan Poniah (67) ini mengalami menstruasi tiap bulan sejak usianya menginjak 16 tahun.

Dari tujuh bersaudara, hanya Santi yang memiliki kelainan‎ pada jenis kelaminnya. “Dari lahir sudah begitu. Lakinya ada, perempuannya juga ada. Kalau kakak dan adik-adiknya normal semua,” kata salah satu kakak Santi, Nur Jannah.

Kelainan tersebut baru diperiksakan ke dokter saat Santi sudah berusia 23 tahun karena terkendala biaya. Oleh dokter yang memeriksa, Santi disebut‎ memiliki kelamin ganda dan harus dibawa ke RSUP Karyadi Semarang.

Pada 2012, Santi menjalani operasi kelamin di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut untuk memotong alat kelamin yang menyerupai alat kelamin laki-laki. Hingga saat ini, dia masih kontrol sebulan sekali untuk mendapatkan obat penekan hormon testosteron.

Dokter RSUD dr Soesilo yang menangani persalinan Santi, Zufrial Arief‎ menyebut proses persalinan berjalan normal.

“Tidak ada keistimewaan. Cuma operasi caesar saja. Operasi ini karena pembukaannya terlalu panjang, lama, jadi tidak bisa macu,” kata Zufrial, kemarin.

Menurut Zufrial, Santi memiliki ciri-ciri fisik menyerupai laki-laki, seperti suara yang berat. Namun dari kromosomnya, dia berjenis kelamin perempuan. “Secara kromosom, dia perempuan, walaupun fisiknya laki-laki. Dia kromosom XX. Kalau kromosom laki-laki, XY,” ungkapnya.

 

Editor : Akrom Hazami

Viral, Beredar Foto Siswi Bercadar di Tegal, Ini yang Terjadi

Siswi mengenakan cadar mengikuti kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Tegal. (Facebook)

MuriaNewsCom, Slawi –  Beredar foto siswi bercadar yang sedang berada di kelas. Foto itu terpajang di media sosial Facebook. Di keterangan foto tertulis,  SMK Attholibiyah Bumijawa Kabupaten Tegal.

SMK Attholibiyah ada di Jalan Mobok Karsih, Desa Muncanglarang, RT 001 RW 004, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Bangunan menyatu dengan kompleks Pondok Pesantren Attholibiyah.

Kepala SMK Attholibiyah, Kustanto Widyamoko, kepada wartawan membenarkan jika foto siswi bercadar yang jadi viral, memang benar adanya. Seperti di kelas X Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) itu, semua siswi memakai cadar hitam.

Seragam mereka bawahan abu- abu dan atasan putih beserta lambang osis di dada dan identitas sekolah. Kerudungnya sama seperti yang dikenakan siswi di sekolah lain, hanya saja ada tambahan kain cadar yang menutupi wajah.

“Foto (foto viral siswi bercadar) itu benar. Siswi sudah setahun atau dari 2016 memakai cadar, sebelumnya tidak,” kata Kustanto.

Pemakaian cadar yang dilakukan siswi juga merupakan keputusan dari pondok pesantren tersebut.  Sebab pihak pengasuh ingin agar siswi bisa lebih terjaga moralnya.

Ketua Yayasan Attholibiyah, Habib Sholeh Al Athos, mengatakan, cadar yang diberlakukan untuk siswi adalah inisiatif pondok. “Itu merupakan inisiatif dari pengasuh pondok,” kata Habib Sholeh.

Jadi bukan berarti pondok pesantren mengajarkan siswi mengikuti aliran paham radikal. Pengasuh pondok pesantren  khawatir jika pemakaian cadar tidak dilakukan, maka banyak yang berpacaran.

“Makanya, untuk menutup wajah, pemakaian cadar diberlakukan. Cukuplah suami mereka yang tahu wajah mereka,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Pabrik Pengecoran Logam di Tegal Terbakar

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Tegal – Kebakaran terjadi di Kota Tegal, Senin (30/10/2017). Kali ini kebakaran terjadi pada pabrik pengecoran logam SU Anwari. Pabrik berlokasi di Jalan Cempaka, Kota Tegal.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Info di lapangan menyebutkan, kebakaran diduga karena suhu panas pada tungku tungkit yang jadi alat pengecoran.

“Saya lihat kayu usuk pabrik mengeluarkan percikan api. Tiba-tiba muncul api di bagian atap pabrik,” kata pemilik pabrik, Slamet.

Api yang muncul tiba-tiba membuat dia bersama pekerja lain bahu membahu memadamkan. Mereka melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Sejumlah karyawan juga memberitahukan peristiwa ke bagian pemadaman kebakaran. Tak lama kemudian, petugas pemadam tiba di lokasi.

Pekerja, warga, dan petugas melakukan pemadaman bersama. Tak lama kemudian, upaya pemadaman yang mereka lakukan berhasil. Aktivitas pabrik pun terhambat karena adanya musibah tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Tembak Mati Juragan Kapal karena Tak Terima Jidatnya Dipukul

RE, polisi pelaku penembakan juragan kapal saat rekonstruksi di Mapolresta Tegal. (Vimanews)

MuriaNewsCom, Tegal – Tak terima jidatnya dipukul, aksi koboi dilakukan oknum polisi. Adalah Brigadir RE warga Kota Tegal, menembak pemukul jidatnya, Ragiman alias Warin (38) warga Blanak Kota Tegal. Seketika, Warin si juragan kapal tewas setelah peluru menembus tubuhnya.

Aksi itu dilakukan RE pada Kamis (28/9/2017) di halaman hotel Karlita Kota Tegal. Aksi koboinya menggunakan senjata api bukan pada tempatnya mengakibatkan Warin tewas, dan satu orang luka Setyo Utomo, warga Kabupaten Tegal.

Dalam rekonstruksi yang dilakukan di dalam dan halaman Mapolresta Tegal, Kamis (12/10/2017) RE memeragakan aksi sadisnya. Ada sekitar 24 adegan yang diperagakan.

BacaDOR, 1 Orang Tewas Ditembak, dan 1 Luka di Halaman Hotel di Tegal

Rekonstruksi mengetengahkan banyak orang, termasuk pelaku, serta saksi di lokasi kejadian ketika itu. Untuk korban meninggal dan luka, diperagakan orang lain. Mapolres seolah-olah menjadi tempat hiburan malam lokasi kejadian.

Kemudian, lokasi berganti di halaman mapolres. Mulanya, teman korban terlibat pertikaian dengan teman pelaku. Keributan pecah dan suasana kian semrawut.  Pelaku dan korban tak lama kemudian ikut berada dalam suasana keributan.

Di tengah kondisi panas, korban Warin sempat memukul jidat pelaku. Seketika, hal itu membuat pelaku marah. Tanpa pikir panjang, pelaku mengeluarkan senjata api dari dalam tas di depan dadanya.

Pelaku langsung menembak korban ke dada sampai tembus.  Satu orang korban luka juga ikut jatuh di lokasi.  Aksi rekonstruksi ditonton ratusan warga yang diketahui teman dan rekan korban di luar gerbang mapolres.

Tampak juga keluarga, kuasa hukum tersangka dan korban, serta pejabat Kejaksaan Negeri Kota Tegal pun melihat proses itu.

Polisi dari Satuan Sabhara bersenjata lengkap menjaga di pintu. Polisi Satwa atau K9 juga dikerahkan untuk berjaga- jaga.

Ibu korban yang ada di lokasi di depan pintu gerbang mapolres histeris melihat pelaku. “Tek tembak kon. Wis mateni anakku (aku tembak kamu. Sudah membunuh anakku),” teriaknya.

Editor : Akrom Hazami

Anggotanya Tembak Warga Sampai Mati, Kapolda Jateng Minta Maaf

Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda Jawa Tengah. (Dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Kasus penembakan brutal yang dilakukan oknum polisi di halaman Hotel Karlita, Kota Tegal, mencoreng institusi kepolisian. Apalagi aksi yang dilakukan brigadir RE itu membuat satu orang kehilangan nyawa dan satu lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono menyatakan prihatin dan meminta maaf atas kasus tersebut. Kapolda juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia.

Ia pun memastikan oknum polisi yang menembak warga hingga mati tersebut telah ditahan dan diproses sesuai hukum. ”Brigadir RE sudah ditangani, sudah ditahan dan kini diproses,” katanya.

Kapolda memastikan, pelaku akan menjalani dua proses hukum. Yakni tindak pidana umum dengan ditangani Polres Tegal dan proses kode etik, yang ditangani Propram Polda Jateng.

Wakil Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Andy Rifai, sebelumya juga membenarkan anggota kepolisian berpangkat brigadir berinisial RE yang terlibat penembakan di Kota Tegal merupakan anggota Polresta Surakarta.

Baca : DETIK-DETIK Oknum Polisi Tembak Warga di Halaman Hotel di Tegal

RE baru beberapa bulan terakhir bertugas di Polresta Surakarta. Sebelumnya, dia bertugas di Polres Tegal.

Dia mengatakan RE di Kota Tegal dalam rangka menjenguk keluarganya yang sedang sakit. Polresta memberikan izin kepada RE untuk pulang kampung halaman.

Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa bersama jajarannya segera melakukan penelusuran atas kasus penembakan brutal yang terjadi di halaman Hotel Karlita Kota Tegal, Kamis (29/9/2017).

Semmy mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi dan telah mengamankan RE, seorang oknum anggota polisi yang diduga sebagai pelaku serta memastikan akan diproses secara hukum.

“Pelaku sudah kita amankan, dan sedang kita proses pidananya, termasuk kode etik akan diproses oleh Propam Polda Jateng,” ungkap kata Semmy Ronny kepada wartawan di mapolres setempat.

Editor : Ali Muntoha

DETIK-DETIK Oknum Polisi Tembak Warga di Halaman Hotel di Tegal

Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa saat hadir dalam pemakaman korban. (tribratanews tegal)

MuriaNewsCom, Tegal – Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa bersama jajarannya segera melakukan penelusuran atas kasus penembakan brutal yang terjadi di halaman Hotel Karlita Kota Tegal, Kamis (29/9/2017).

Semmy mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi dan telah mengamankan RE, seorang oknum anggota polisi yang diduga sebagai pelaku serta memastikan akan diproses secara hukum.

“Pelaku sudah kita amankan, dan sedang kita proses pidananya, termasuk kode etik akan diproses oleh Propam Polda ,” ungkap kata Semmy Ronny kepada wartawan di mapolres setempat.

RE ditangkap dan diamankan. Pelaku adalah oknum anggota Polri dari wilayah Surakarta yang kebetulan sedang berada di Tegal. Berdasarkan informasi awal, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 02.45 – 03.00 WIB dini hari di halaman parkir Hotel Karlita. Berawal usai tempat hiburan yang berada di lokasi tersebut tutup dan para pengunjung keluar.

BacaDOR, 1 Orang Tewas Ditembak, dan 1 Luka di Halaman Hotel di Tegal

Selanjutnya terjadi keributan antara korban dengan seseorang laki-laki, Anjar, hingga terjadi cekcok adu mulut dan adu fisik. Lalu, salah seorang rekan anjar, Edi menginformasikan ke satpam. Kebetulan di situ juga ada RE, oknum anggota dan menginformasikan keributan itu.

Melihat Anjar dikeroyok korban bersama rekanya, RE mendatangi dan berupaya melerai. Namun karena situasi terdesak yang bersangkutan mengeluarkan tembakan sekali ke atas. Kemudian karena korban terus menyerang akhirnya terjadi letusan kedua yang mengenai korban.

Akibat letusan tersebut mengenai dada kiri korban Ragiman (48) warga Jalan Blanak Tegalsari Kota Tegal. Korban Ragiman tewas. Proyektil juga tembus hingga mengenai bahu korban lainnya yakni Dedy Setyo Utomo (30) warga Dukuhturi Kabupaten Tegal yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

“Jadi oknum anggota ini lakukan pembelaan, namun justru saat kondisi tertekan akhirnya terjadi. Saat mengeluarkan tembakan pertama juga sempat ngomong, saya anggota Polda dan hal itu ketahui di sekita TKP,” bebernya.

Dari hasil olah TKP dan rekaman CCTV di lokasi terlihat usai kejadian, mobil pelaku menerobos keluar dari parkiran. Selanjutnya dari petunjuk kendaraan tersebut terindetifikasi pengemudi yang sempat masuk ke dalam mobil adalah Anjar.

Pelaku sendiri berhasil diamankan Kamis pagi sekitar pukul 07.45 WIB di rumah orang tuanya di daerah Kaligangsa Margadana Kota Tegal. Sementara saat ini pelaku berikut barang bukti telah diamankan di mapolres.

Editor : Akrom Hazami

PNS yang Disakiti Eks Wali Kota Tegal Bunda Sitha, Hari Ini Dilantik

Sebelas pejabat Pemerintah Kota Tegal (Pemkot) nonjob akhirnya dilantik di Pendapa Ki Gede Sebayu kompleks Balai Kota Tegal, Selasa (26/9/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Tegal – Pascapenangkapan eks Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha pada operasi senyap KPK, beberapa waktu lalu, kini para pejabat PNS yang tersakiti alias nonjob bisa kembali ceria. Karena, per hari ini Selasa (26/9/2017), sebelas pejabat PNS nonjob dilantik di Pendapa Ki Gede Sebayu Pemkot Tegal.

Senyum mengembang tampak terpancar di wajah pejabat eselon. Tepatnya saat Plt Wali Kota Tegal, Nursholeh melantik mereka. Usai dilantik, mereka akan dikembalikan menempati jabatan sesuai pangkat dan golongan seperti instruksi putusan pengadilan. Pihaknya berterima kasih kepada Kementerian Dalam Negeri yang tak henti semangat menata birokrasi. Hingga akhirnya pelantikan bisa dilakukan secepatnya.

BacaWali Kota Tegal Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek Pembangunan ICU Rumah Sakit

“Sebelumnya tidak diperkenankan peraturan perundangan yaitu UU No 10 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Wali Kota kecuali sesuai izin kementerian,” kata Nursholeh.

Sementara untuk para PNS yang telah dilantik, Nursholeh berharap agar bisa kembali bekerja dengan memperlihatkan kinerja terbaik. Pihaknya juga meminta mereka untuk melupakan masa lalu dan mendukung jalannya pemerintahan sekarang. 

BacaKPK Periksa Sejumlah Pejabat Pemkot Tegal Terkait Korupsi Siti Masitha

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta jabatan para aparatur sipil negara yang di-nonjob-kan harus dikembalikan. Mereka harus menduduki jabatan semula seperti yang diperintahkan pengadilan.

“Yang nonjob itu harus dikembalikan sesuai keputusan pengadilan. Sebagai bentuk konstitusionalisme,” kata Ganjar saat memberikan pengarahan kepada ratusan ASN di Kota Tegal, Kamis (31/8/2017).

 

Sebelas pejabat Pemerintah Kota Tegal (Pemkot) nonjob akhirnya dilantik di Pendapa Ki Gede Sebayu kompleks Balai Kota Tegal, Selasa (26/9/2017). (MuriaNewsCom)

 

Seperti diketahui, PNS nonjob bermula ketika mereka mengkritik kepemimpinan Bunda Sitha. Pemerintahan Bunda Sitha dianggap tidak berjalan dengan baik. Bunda Sitha juga disebut berlaku arogan dan sewenang-wenang terhadap aparat birokrasi di lingkungan Pemkot Tegal. Kritikan tersebut berdampak serius. Pada 21 April 2015, Sitha menerbitkan Surat Keterangan (SK) nonjob dan pembebasan jabatan kepada PNS eselon dua dan tiga.

PNS nonjob kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang dan menang. Masitha banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Surabaya namun kemenangan tetap berpihak pada PNS.

Hingga Masitha mengajukan peninjauan kembali ke Mahmakah Agung, keputusan tetap berpihak PNS. Meski demikian, sejak putusan berkekuatan tetap pada 2016, Masitha tak juga mengembalikan jabatannya.

Editor : Akrom Hazami

Mimpi Dapat Bisikan Gaib, Pencuri Motor Serahkan Diri ke Polisi

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Tegal – Pelaku pencurian bermotor (curanmor) AP (16) menyerahkan diri ke polisi usai mimpi dapat bisikan gaib. AP, warga Kota Tegal.

AP dicari polisi usai melakukan pencurian sepeda motor di Pasar Pagi Kota Tegal, akhir pekan lalu. AP mencuri sepeda motor Beat G 6897 KZ milik warga Jalan Branjangan, Pekauman, Tegal.

BacaNgeri, Motor Jadul yang Dipamerkan di Stadion Joyokusumo Pati Ini Harganya Setara Pajero Sport

Aksi pelaku terpantau melalui kamera CCTV dengan menggunakan seragam sekolah. Pelaku yang berhasil melarikan diri pun sempat membaca berita sebuah media massa tentang pencurian yang dilakukannya.

“Setelah itu, malamnya bermimpi ada bisikan agar motor tersebut dikembalikan, yang kemudian menyerahkan diri ke polsek,” ujar Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa, melalui Kapolsek Tegal Timur Kompol HM Syahri.

BacaBikin Heboh, Semburan Air Setinggi 30 Meter Muncul di Blora

Kepada polisi, pelaku mengatakan aksi dilakukan karena ingin memiliki sepeda motor untuk berangkat sekolah ataupun les.

Sementara setelah dilakukan pemeriksaan dan penyerahan barang bukti, pelaku sementara  dikembalikan kepada orang tuanya. Karena masih anak-anak.

Editor : Akrom Hazami

KPK Periksa Sejumlah Pejabat Pemkot Tegal Terkait Korupsi Siti Masitha

Salah satu ruangan yang disegel KPK di Kota Tegal. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Tegal – KPK terus melakukan penyelidikan terkait kasus korupsi yang menimpa Wali Kota Tegal nonaktif Siti Masitha. Hari ini, Kamis (14/9/2017) KPK memeriksa sejumlah pejabat dan pihak lain di Aula Bhayangkari, Mapolresta Tegal.

Di antaranya tampak pengusaha Sadat Faris yang rumahnya diperiksa KPK, Senin (11/9/2017). Sadat memenuhi panggilan KPK sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak hanya itu, terlihat juga Kepala Bagian Humas Pemkot Tegal, Bintang Takarini, ajudan Wali Kota nonaktif Siti Masitha, Akbari Shintia, dan beberapa kontraktor dari Semarang serta Jakarta.

Kapolresta Tegal AKBP Semmy Rony mengatakan jika kali ini memang ada pemeriksaan dari KPK. “Kita hanya sediakan tempat saja, soal siapa yang dipanggil hari ini silakan hubungi humas KPK,” kata Semmy.

Sadat sendiri diperiksa penyidik KPK terkait dengan sejumlah proyek bernilai miliaran rupiah yang ada di Kota Tegal. Di antaranya pembangunan Sport Center Pesurungan Lor, GOR Mini Tegal Selatan, area joging di Pantai Alam Indah (PAI), pembangunan fisik di RSUD Kardinah, Pasar Kejambon dan beberapa pekerjaan lainnya.

BacaWali Kota Tegal Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek Pembangunan ICU Rumah Sakit

Panggilan KPK kali ini juga merupakan lanjutan dari hari-hari sebelumnya. Seperti pada Rabu (13/9/2017) terdapat sejumlah pejabat datang ke tempat pemeriksaan, antara lain Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Tegal Dyah Kemala Shinta, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyanto, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ikrar Yuswan Appendi.

Selain itu, hadir pula Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Diskimtaru) Budi Priyanto dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bajari.

Sementara itu, pada Selasa (12/9/2017), KPK juga memeriksa para pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal di tempat sama. Penyidik KPK memeriksa Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, dr  Abdal Hakim Tohari, Kabag TU RSUD Kardinah, Zaenal Abidin, Kabag Keuangan RSUD Kardinah, Umi Hayatun, Kasubag Pendapatan dan Belanja RSUD Kardinah, Agus Jaya, Plt Kepala Satpol PP, Yusmana, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pemkot Tegal, Heru Prasetyo.

BacaTerkait Kasus Korupsi Wali Kota Tegal, KPK Periksa Dirut RSUD Kardinah dan Pejabat Pemkot Tegal

Juru Bicara KPK, Febri Diansah mengatakan penyidik KPK mendalami indikasi adanya pungutan Jasa Layanan Umum (JLU) dan proyek-proyek. “Penyidik terus mendalami indikasi pungutan Jasa Layanan Umum (JLU) dan proyek-proyek lainnya,” ujar Febri.

Kasubag Pendapatan dan Belanja RSUD Kardinah, Agus Jaya mengatakan dia mendapat sekitar 14 pertanyaan terkait jasa pelayanan di RSUD Kardinah. Sedangkan soal proyek alat kesehatan, menurutnya belum dipertanyakan penyidik KPK.

“Pertanyaan soal jasa pelayanan, belum menyentuh pada proyek pengadaan alat kesehatan,” ujar Agus yang diperiksa Selasa pukul 09.00 hingga 19.00 WIB.

Agus menerangkan, pemeriksaan dirinya juga karena sebagai Panitia Lelang proyek fisik ICU RSUD Kardinah senilai Rp 15.9 miliar. “Pertanyaan masih soal jasa pelayanan, belum soal proyek. Jumat (15/9/2017) saya kembali diperiksa,” tandasnya. 

Baca : Usai KPK Tangkap Bunda Sitha, Kini Nursholeh Ditunjuk jadi Plt Wali Kota Tegal

Kasus proyek-proyek tersebut mengemuka pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Walikota Tegal,  Siti Mashita Soeparno, Amir Mirza dan Wakil Direktur RSUD Kardinah, Cahyo Supardi di tiga tempat berbeda, (Selasa, 29/8/2017) sekitar pukul 17.30 WIB lalu. Cahyo Supardi ditangkap di Balikpapan, Kalimantan saat sedang mengikuti Diklat. Amir Mirza ditangkap di Jakarta, sedangkan Siti Mashita tertangkap tangan di rumah dinasnya di Balai Kota Tegal.

Editor : Akrom Hazami

 

Duar…Kapal Motor Tegal Meledak di Kalbar, 13 ABK Berebut Pelampung, 1 Orang masih Hilang

ABK yang mengalami luka akibat KM Berkah Agung milik warga Kota Tegal, meledak di perairan Mungkut, Kalimantan Barat. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Tegal – Duar, kecelakaan laut terjadi sebuah kapal ikan bernama Kapal Motor (KM) Berkah Agung asal Kota Tegal, tiba-tiba meledak saat berlayar di perairan Mangkut Kalimantan Barat (Kalbar).  Meledaknya kapal yang bertolak dari Tegal, itu diduga karena terjadi gas bocor di mesin pendingin.

KM Berkah Agung membawa 13 ABK. Akibat kejadian, 1 orang masih hilang di laut, 1 orang lainnya alami luka parah, dan sisanya selamat.

Baca : Demo Rohingya Memanas, Polisi Pati Ini Justru Edarkan Kotak Amal

Untuk ABK yang masih hilang, atas nama Darmanto (42) warga Tegalsari, Kota Tegal. Sedangkan  ABK yang luka bernama Kuat (30). Sejumlah ABK selamat mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. Hal itu tampak dari penuturan salah satu ABK, Ibnu (34).

Saat itu, mulanya kapal berjalan normal. Para ABK sedang asyik di depan kapal. Tiba-tiba insiden mulai terjadi. Mereka mendengar suara seperti gas bocor dari tabung pendingin (freezer) ikan.

Baca : Penumpang Teriak Histeris, Bus Laju Prima Terguling di Tanggul Sungai Tuntang Grobogan

Mendengar suara tak beres, nahkoda Iwan memerintah Kuat untuk mematikan mesin pendingin lebih dulu di ruang mesin kapal.  “Lho, belum sempat masuk kamar mesin, tahu-tahu meledak. Kuat terpental ke laut,” kata Ibnu, di Tegal, Jumat (8/9/2017). Suasana kapal kian mencekam karena api tiba-tiba telah memenuhi seluruh bagian kapal. Dalam kondisi terjepit itu, ABK berebut pelampung yang masih belum terbakar. Mereka pun segera menceburkan diri ke laut.

Baca : Berikut Jadwal Pemadaman Listrik di Jepara Hari Ini

Salah satu ABK, Darmanto, justru tidak mau menceburkan diri. Dia beralasan kepada temannya, tak bisa berenang. Kapal pun meledak. Darmanto hingga sekarang belum ditemukan. Sementara para ABK yang masih berada laut dalam kondisi terapung mencoba bertahan semampunya. Untunglah, hampir setengah jam kemudian muncul KM Elbianva, yang sama-sama satu pemilik yakni Sodikin warga Blanak RT 4 RW 2, Kota Tegal. Para ABK itu diselamatkan di KM Elbianva menuju Pelabuhan Tegal.

Mereka tiba di Pelabuhan Tegal Kamis (7/9/2017). Korban luka pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.  

Kanit Penegakan Hukum Polairud Kota Tegal, Aiptu Sugiarto, mengatakan, pihaknya telah menerima laporan insiden KM Berkah Agung. Kapal meledak pada Rabu (6/9/2017).

Editor : Akrom Hazami

Mereka yang Disakiti Wali Kota Tegal Pesta Cukur Gundul dan Sujud Syukur

Sejumlah aktivis dan PNS Kota Tegal melakukan potong gundul. (Grup WhatsApp)

MuriaNewsCom, Tegal – Sejumlah kalangan melakukan pesta cukur gundul usai KPK menangkap Wali Kota Tegal Siti Masitha. Warga melakukannya pada Rabu (30/8/2017). Hal itu sebagai wujud rasa syukur mereka. Sebab, mereka merasa tidak puas dengan kepemimpinan Masitha, atau Bunda Sitha.

Sebagian besar mereka adalah para PNS atau Aparat Sipil Negara (ASN) Kota Tegal yang menggelar aksi cukur gundul di depan rumah dinas Wali Kota Tegal, kompleks balai kota. Adapun pemotongan rambut langsung dilakukan oleh salah satu pemilik kios pangkas rambut Salafudin (50). Setelah Salafudin mencukur rambut mereka, para PNS dan kalangan aktivis berfoto, dengan pose mengepalkan tangan ke atas.

Bowo Laksono, salah satu PNS di Kota Tegal mengatakan, aksi potong rambut merupakan bentuk rasa gembira, karena KPK menangkap Siti Masitha, Selasa (29/8/2017) petang.  Sejak tadi malam hingga siang ini, para PNS meluapkan rasa senangnya atas penangkapan Bunda Sitha.

Bowo menceritakan bahwa selama kepemimpinan Bunda Sitha, sering muncul keresahan di internal PNS. Dia mengaku terkena imbas dari kesewenang-wenangan wali kota. “Gara-garanya saya ikut Imam Badarudin yang dinonjobkan oleh wali kota dan akhirnya dimutasi kerjanya,” katanya.

Sebelum dimutasi dia bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tegal, pimpinan Imam Badarudin. Karena dianggap kritis, Imam di-non-job-kan oleh Wali Kota Tegal. Tindakan itu menimbulkan reaksi dari Bowo dengan melontarkan kritikan kepada wali kota. Tidak lama kemudian Bowo juga dipindahtugaskan sebagai staf di Kelurahan Panggung.”Sekarang di staf Kelurahan Panggung,” kata Bowo.

Wakil Wali Kota Tegal, Nursoleh membenarkan adanya PNS yang di-non-job oleh Sitha.  Tercatat, ada 10 ASN Eselon II dan 5 ASN Eselon III Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, di-non-job-kan setelah menerima Surat Keputusan (SK) Wali Kota Tegal tentang Penjatuhan Pelanggaran Disiplin.

Khaerul Huda (tengah) memperlihatkan rambutnya yang gundul di depan rumah dinas Wali Kota Tegal Bunda Sitha. (Grup WhatsApp)

 

Para ASN yang di-non-job merasa tidak melanggar disiplin, mereka akhirnya menggugat Wali Kota Tegal ke PTUN Semarang. Perkara itu dimenangkan termohon, yaitu Khaerul Huda dan kawan-kawan. Lalu wali kota banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya, wali kota kalah lagi. Di tingkat kasasi ke MA, wali kota pun kalah sehingga mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Lagi-lagi kalah, PK ditolak.

Kekalahan telak yang dialami wali kota, menyusul keluarnya amar putusan Tolak Peninjauan Kembali (PK) dengan pemohon Wali Kota Tegal dan termohon Khaerul Huda dkk atas putusan PTUN Semarang Nomor : 042/G/2015/PTUN.SMG tertanggal 23 Desember 2015 jo Putusan PTTUN Surabaya Nomor: 100/B/2016/PT.TUN.SBY tertanggal 8 Juni 2016, maka wali kota harus menempatkan 9 ASN yang di-non-job ke posisi jabatan semula, atau jabatan yang setara. Namun perintah itu tidak digubris oleh wali kota.

Baca jugaWali Kota Tegal Ditangkap KPK Terkait Suap Proyek Pembangunan ICU Rumah Sakit

Mantan Kabag Humas Pemkot Tegal Khaerul Huda ini mengaku hampir tiga tahun berjuang. Tapi hingga KPK menangkap wali kota, perintah pengadilan itu tak pernah dipatuhi Sitha. Sehingga setelah mendengar bahwa Siti Mashita ditangkap KPK, para ASN non-job datang ke balai kota bergabung dengan para aktivis.

Selang beberapa saat, para ASN non-job pun melakukan doa bersama, serta melakukan sujud syukur. “Ya, kami bersyukur, bahwa kejumawaan wali kota tidak terbukti. Ketidakpatuhanya kepada hukum, tidak bisa mengelah ketika berurusan dengan KPK,” katanya.

Saat ini atau selama kepemimpinan Masitha,lanjut Khaerul, tata kelola pemerintahan kacau. Rusaknya tata kelola pemerintahan Kota Tegal, bisa dilihat dengan adanya 17 pelaksana tugas (Plt) di 17 Dinas. Sepanjang sejarah tidak ada di daerah manapun yang punya belasan Plt, padahal banyak pejabat yang bisa menduduki.

Editor : Akrom Hazami

2 Terduga Teroris Ditangkap di Tegal

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Tegal –  Densus 88 Antiteror Polri, menangkap dua orang terduga teroris di Kabupaten Tegal, Minggu (13/8/2017). Aksi itu sontak menggegerkan wilayah kabupaten tersebut.

Kedua terduga teroris itu bernama Gilang, warga RT 01 RW II, Kelurahan Kudaile, Kecamatan Slawi. Satu lagi adalah Ahmad Goni, warga RT 07 RW II Kelurahan Kudaile.

Keduanya ditangkap Densus, pukul 13.00 WIB. Densus ditangkap di wilayah Kota Tegal, dan Goni ditangkap di rumahnya di Kudaile.

Ibu Ahmad Goni, Rusmiyati (48) mengatakan dia tak percaya dengan penangkapan. Rusmiyati baru tahu jika anaknya ditangkap, dari salah satu keponakan dan ketua RT setempat.

“Saya tahunya dari keponakan dan Pak RT. Kata keponakan, ‘bulik, Goni itu dibawa polisi’. Pakai mobil. Dia lihat dari kejauhan,” ungkap Rusmiyati.

Sedangkan kata Ketua RT 07, Edi Mainur kepada Rusmiyati, Abdul Goni ditangkap polisi. Bahkan Edi juga bertemu dengan Densus saat penangkapan.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW II Kelurahan Kudaile, Gunawan mengatakan, keseharian Gilang adalah tukang servis.”Gilang itu tukang servis. Setahu saya orderan kerjanya. Kesehariannya seperti apa, saya tidak tahu persis, saya tidak mantau,” ujarnya.

Kapolres Tegal, AKBP Heru Sutopo mengatakan, Densus memang melakukan penangkapan dua warga Tegal. “Memang betul ada penangkapan dua warga Tegal. Keduanya ditangkap Minggu (13/8/2017) sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Heru, Senin (14/8/2017).

Heru mengaku tak tahu apakah yang ditangkap itu terlibat terorisme atau tidak.”Kami hanya menerima pemberitahuan penangkapan itu,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami