Papan Sosialiasasi Tarif Parkir Dishub Tidak Mempan

kudus-tarif parkir (e)

Papan tanda sosialisasi tarif parkir yang dipasang Dishubkominfo Kudus, yang ternyata tidak memberikan efek apa-apa. Pasalnya, tarif parkir menjelang Lebaran tetaplah tinggi. MuriaNewsCom (Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keresahan sebagian pengguna jasa parkir di Kabupaten Kudus akan naiknya tarif parkir menjelang Lebaran, memang dinilai wajar. Pasalnya, tarif yang dipatok bisa dibilang naik beratus kali lipat dari biasanya.

Misalnya saja tarif parkir yang dalam aturannya hanya Rp 500 untuk motor, tiba-tiba saja naik menjadi Rp 2.000 bahkan Rp 5 ribu. Apalagi di lokasi parkir dadakan, yang banyak muncul jelang Lebaran sekarang ini.

Bahkan, ada satu warga yang sampai menggelar aksi demo tunggal di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, untuk memprotes naiknya tarif parkir yang terbilang gila-gilaan itu.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus sendiri bukannya berdiam diri saja menghadapi persoalan tersebut. Beberapa langkah sudah dilakukan.

Misalnya saja, memasag papan petunjuk tarif parkir resmi yang ditetapkan daerah. Yakni di seputaran Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Dalam rambu-rambu sosialisasi itu tertulis ”Parkirlah sesuai rambu lalu lintas. Motor Rp 500
Mobil Rp 1000. Perda Nomor 8 Tahun 2011 tentang Parkir Umum”.

”Kita memang sengaja memasang rambu-rambu tersebut untuk bisa jadi bahan sosialisasi kepada masyarakat. Supaya kalau ada pengelola parkir yang menarik arif di atas aturan, mereka bisa protes,” terang Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro.

Bahkan, mobil patroli Dishubkominfo juga sudah berkeliling ke beberapa pusat keramaian. Petugas menyampaikan woro-woro agar para pengguna parkir bisa mewaspadai, bahkan melaporkan ke pihak Dishub atau kepolisian, jika ada tarif parkir yang ditarik semena-mena dan di luar aturan.

Meski begitu, namun petugas parkir yang ada, seolah bergeming dengan sosialisasi itu. Tetap saja tarif parkir dipatok mahal, melebihi aturan yang ada. Dan pengguna parkir hanya bisa pasrah mengenai hal tersebut.

Salah satu petugas parkir di kawasan Alun-alun Simpang Tujuh Kudus yang memakai seragam resmi, mengaku dirinya memang menarik parkir hingga Rp 3 ribu per motornya. ”Tapi itu kan, kalau di depan pertokoan. Kalau di jala umum, hanya Rp 1.000 saja, kok,” jelasnya.

Petugas parkir lain yang mengaku bernama Rudi, mengaku memang menjelang Lebaran ini, tarif parkirnya naik menjadi Rp 5 ribu. ”Saya bilang dulu tapi ke yang parkir kalau tarifnya naik Rp 5 ribu. Mereka tidak masalah, tuh. Bahkan ada yang memberikan lebih,” katanya.

Rudi mengaku hanya mengikuti teman-temannya saja sesama tukang parkir, yang juga menaikkan tarifnya sampai Rp 5 ribu. Menurutnya, ini hanya terjadi setahun sekali jelang Lebaran. ”Saya itu nganut saja sama teman-teman. Lagian kan, hanya momen jelang Lebara saja yang tarifnya naik,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Tarif Titip Sepeda Motor di Mal Kudus Mahal,  Pria Ini Demo Seorang Diri

demo

Anggota Satpol PP Kudus Sukrin Subiyanto (kuning)  memantau kegiatan aksi seseorang di Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Budi Cahyanto (41) warga Prambatan Lor, Kaliwungu, Kudus, meluapkan kekecewaannya.

Yaitu, dengan menggunakan papan bertuliskan Tempat Menuangkan Pikiran Gundah Gulana  ditujukan untuk Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus, di alun-alun setempat, Sabtu (2/7/2016).

Budi mengungkapkan alasan aksinya. Dia kecewa lantaran tarif penitipan sepeda motor di mal seperti Ramayana Kudus dan depan Matahari Kudus mahal. Yaitu sebesar Rp 5 ribu per sepeda motor.

“Kalau parkir itu harus ada karcisnya. Lha ini malah hanya keplek saja. Itu kan bukan parkir. Toh yang dibuat penitipan itu juga tanah pemerintah,” katanya.

Dia menilai, tarif parkir terlalu mahal. Apalagi, orang yang menanganinya bukan dinas, tapi preman. “Ini kan negara, masak kalah dengna preman.Padahal dishub itu ya bisa, pintar hukum. Tapi kok tidak bersedia menindaknya? Saya seperti ini karena ingin mewakili warga yang tak berani bersuara,”ujarnya.

Diketahui, dirinya berinisiatif aksi dengan membawakan papan tersebut. Lantaran pada Jumat (1/7/2017) malam sempat mengecek langsung sembari mengajak anaknya jalan-jalan ke beberapa mal.

Dia membuktikan sendiri jika apa yang dikeluhkannya benar terjadi. “Masak hanya ingin melihat lihat ke mal saja ditarik penitipan sepeda motor Rp 5 ribu. Padahal saya juga tidak belanja. Pemerintah kok membisu?,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Tarif Parkir di Kudus Diusulkan Naik, Ini Nilai Besarannya

Salah satu titik parkir di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Salah satu titik parkir di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tarif retribusi jenis parkir, baik parkir umum maupun parkir khusus tahun ini diusulkan naik. Hal itu dilakukan untuk mengejar target parkir tahun ini.

Hal itu diutarakan Kepala UPT Parkir Kudus Dishubkominfo Istiyanto. Menurutnya, tarif parkir tahun ini ada pembenahan. Menyesuaikan target yang kian melambung serta meningkatkan pendapatannya dalam sektor parkir

“Kalau draf sudah jadi. Tinggal menunggu waktu pembahasan dari anggota dewan soal penyesuaian tarifnya,” katanya kepada MuriaNewsCom

Untuk tarif baru nantinya, mengalami kenaikan dengan kisaran harga Rp 500, baik jenis umum maupun khusus. Seperti parkir jalan umum yang harganya Rp 500, ke depan akan menjadi Rp 1.000.

Begitupun dengan khusus, tarif parkir Rp 1.000 akan menjadi Rp 1.500 di Plasa Kudus. Sedangkan untuk Ramayana dari Rp 1.500 bakal menjadi Rp 2 ribu.

Sebagaimana diketahui, target parkir pada tahun ini juga mengalami peningkatan yang lebih. Dan pihak UPT juga berusaha keras dalam mengejarnya.

Untuk parkir umum, targetnya naik menjadi Rp 1.398.200.000, padahal target semula itu Rp 593.906.000. Sementara, untuk parkir khusus juga mengalami kebaikan. Pada tahun ini target yang diberikan sejumlah Rp 3.105.874.500. Padahal target sebelumnya hanya Rp 2.124.463.000.

Pihaknya akan menggencarkan sosialiasi. Seperti halnya penambahan papan tarif parkir yang diletakkan di jalan ramai, sehingga masyarakat tidak akan dirugikan dengan ditarik melebihi aturan.

“Selama ini banyak keluhan mengenai tarif parkir. Sehingga perlu ada langkah papan parkir untuk memberitahu masyarakat,” ungkapnya

Sebenarnya, kata dia, papan tarif parkir itu sudah menjadi agenda tahun 2015. Hanya, lantaran terbentur dengan kenaikan tarif baru, maka pemasangan papan tarif parkir juga menunggu tarif baru resmi disahkan. “Rencananya 20 papan parkir akan disiapkan di 20 titik,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Minta Kudus Pasang Tarif Parkir

Hampir di setiap ruas jalan di Kudus yang digunakan untuk jasa parkir, belum adanya papan tarif resmi. Pemasangan papan tarif sangat perlu bagi para wisatawan yang beriziarah ke Kudus. (MURIANEWS / IKA NIKMAH)

KUDUS – Meski secara keseluruhan hasil tim penilaian Wahana Tata Nugraha terbilang bagus, tetapi masih terdapat perbaikan kecil yang harus dilakukan Kudus. Hal-hal kecil yang mungkin dianggap sepele tersebut, nyatanya menjadi sangat penting nantinya.

Lanjutkan membaca