Petani di Pati Bisa Beli Pupuk Bersubsidi Tanpa Kartu Tani hingga Maret 2017

Kepala Dispertanak Pati menjelaskan persoalan kartu tani di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kepala Dispertanak Pati menjelaskan persoalan kartu tani di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani di Pati yang saat ini belum memiliki kartu tani masih bisa bernapas lega. Pasalnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati memberikan kelonggaran dan batas toleransi kepada petani yang tidak memiliki kartu tani masih bisa membeli pupuk bersubsidi hingga Maret 2017.

“Kebutuhan pupuk bersubsidi 2017 di Jawa Tengah memang dialokasikan kepada pemilik kartu tani. Namun, pemerintah masih memberikan kelonggaran pembelian pupuk bersubsidi tanpa kartu tani sampai Maret 2017,” ujar Kepala Dispertanak Pati, Muchtar Efendi, Senin (23/1/2017).

Setelah Maret, kata dia, petani yang tidak punya kartu tani terpaksa harus membeli pupuk reguler nonsubsidi. Petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi diharapkan membawa rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diperoleh dari kelompok tani di daerahnya.

RDKK berisi draf rincian kebutuhan semua petani yang terdaftar di kelompok tani tersebut. “Setiap kelompok tani dipastikan memiliki RDKK. Petani minta saja syarat tersebut kepada pengurus kelompok tani masing-masing,” tuturnya.

Ditanya soal masih ada petani yang belum punya kartu tani, dia justru menyayangkan sikap petani yang dulu enggan mengikuti program tersebut. Padahal, program yang baru saja dilaunching beberapa waktu lalu itu, memberi kemudahan kepada petani yang ingin membeli pupuk bersubsidi.

Kendati sejumlah petani masih antipati terhadap program kartu tani, tetapi pihaknya mengaku terus mengupayakan untuk menyosialisasikan. Mereka yang belum memiliki kartu tani bisa mengurus di masing-masing kelompok tani untuk mendapatkan kartu tani pada periode pembuatan selanjutnya.

Editor : Kholistiono

Petani di Pati Kembali Dapat Bantuan Alat Mesin Pertanian

Anggota DPR RI Dr Ir H Djoko Ujianto (kiri) menyerahkan bantuan alat mesin pertanian mesin traktor kepada kelompok tani di halaman Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perternakan Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Anggota DPR RI Djoko Ujianto (kiri) menyerahkan bantuan alat mesin pertanian mesin traktor kepada kelompok tani di halaman Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perternakan Kabupaten Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota DPR RI Djoko Udjianto menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa mesin traktor tangan sebanyak 50 unit kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Pati. Penyerahan alsintan dilakukan di halaman Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Pati.

Sebelum menyerahkan bantuan traktor, angota DPR RI dari Fraksi Demokrat tersebut menyempatkan bertatap muka dengan perwakilan kelompok tani. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh juga hadir, seperti Ketua DPC Partai Demokrat Pati yang juga Wakil III Ketua DPRD Pati Joni Kurnianto, Kepala Dinas Dispertanak  Mochtar Effendy, serta pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto dan Saiful Arifin.

Dalam acara tatap muka dengan para petani, Djoko mengatakan, bantuan alsintan merupakan bantuan langsung dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian. Bantuan tersebut diharapkan supaya para petani di daerah semakin mudah dan cepat dalam menggarap lahan pertaniannya. Dengan begitu, hasil panen semakin meningkat yang pada akhirnya bisa mewujudkan swasembada pangan nasional.

Menurut Djoko, Kabupaten Pati memiliki potensi besar di sektor pertanian. Setiap tahunnya, Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Tengah, bahkan nasional. “Hasil pertanian di Kabupaten Pati untuk padi selalu surplus. Selain cukup untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, hasil pertanian masyarakat Pati juga dimanfaatkan untuk membantu pasokan pangan daerah lain,” ujar Djoko, Senin (23/1/2017).

Karena alasan tersebut, kata Djoko, kalangan petani di Pati harus diprioritaskan supaya bisa mempertahankan hasil pertaniannya. Prioritas itu berupa program peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat petani di Bumi Mina Tani.

Wakil Ketua DPRD Pati Joni Kurnianto menyambut baik program bantuan yang diberikan kepada para petani di daerahnya. Program bantuan yang digulirkan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) untuk meningkatkan hasil pertanian.

“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian nyata dari pemerintah. Pemerintah bisa membuktikan tidak hanya sekadar mencanangkan swasembada pangan, tetapi juga ikut membantu merealisasikan dengan cara memberikan alat penunjang para petani untuk meningkatkan hasil pertaniannya,” tutur Joni.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala  Dispertannak Pati Muchtar Effendi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Muchtar berharap, bantuan serupa terus diberikan agar bisa menunjang kemudahan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Menurutnya, selama ini hasil dari sektor pertanian di Kabupaten Pati selalu menjadi andalan.

Bahkan, Pemkab Pati beberapa kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Tengah. Pada 2015, Pati mendapatkan penghargaan dari Presiden RI karena berhasil masuk urutan tiga besar secara nasional sebagai daerah yang memiliki produksi pangan terbaik. Pada 2016, Pati juga memperoleh penghargaan dari Pemprov Jateng sebagai daerah yang berhasil mengelola lahan pertanian secara berkelanjutan.

“Pati memiliki lahan pertanian seluas 85.740 hektare yang tersebar di 21 kecamatan. Dari luas lahan pertanian tersebut, Kabupaten Pati selalu diandalkan menjadi penyangga pangan nasional. Ini yang membuat saya sangat mengapresiasi kepada pemerintah pusat dan anggota dewan yang sudah memberikan bantuan untuk produktivitas hasil pertanian lebih optimal lagi,” kata Muchtar.

Salah satu penerima bantuan traktor dari Kelompok Tani “Tani Makmur” Desa Sinoman, Kecamatan Pati Kota, Nur Sahid mengaku senang kelompok taninya mendapatkan bantuan traktor yang sudah lama dinantikan. Traktor tersebut akan digunakan untuk menggarap sawah lebih cepat dan produktif. Dia juga mengucapkan terima kasih karena sudah diberikan kesempatan mendapatkan bantuan traktor untuk membantu menggarap sawah.

Editor : Kholistiono

Petani di Pati yang Belum Punya Kartu Tani Akan Diikutkan Pemutakhiran Data

Seorang petani menunjukkan kartu tani saat acara pembagian kartu tani di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petani menunjukkan kartu tani saat acara pembagian kartu tani di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani di Pati yang belum memiliki kartu tani tidak bisa membeli pupuk bersubsidi yang dipasok dari pemerintah. Akibatnya, mereka harus membeli pupuk non subsidi hingga memiliki kartu tani.

Rencananya, mereka yang belum memiliki kartu tani akan diikutkan pada pemutakhiran data pemilik kartu tani 2017. Namun, waktu pemutakhiran data belum bisa dipastikan, sehingga petani yang ketinggalan tidak memiliki kartu tani diminta untuk membeli pupuk non subsidi.

“Nanti ada pemutakhiran data kartu tani, tapi belum tahu kapan waktunya. Yang jelas, 2017 nanti pasti ada. Konsekuensinya, petani yang belum punya kartu tani harus membeli pupuk non subsidi untuk kebutuhan pertanian,” kata Kelompok Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati, Puji Hartatik.

Sesuai dengan aturan, stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Pati untuk 2017 diperuntukkan bagi petani yang memiliki kartu tani. Karena itu, mereka yang ketinggalan belum punya kartu tani diharapkan bersabar untuk menunggu hingga ada waktu pemutakhiran data.

Sejauh ini, para petani di Pati diakui sudah terakomodasi dengan memiliki kartu tani. Bila ada yang belum punya, Puji menyebut ada dua kemungkinan. Pertama, petani mengabaikan sosialisasi kartu tani. Kedua, perangkat desa kurang sukses dalam melakukan sosialisasi program kartu tani.

Editor : Kholistiono

Dandim: Jangan Sampai Petani di Pati Diacak-acak Tengkulak

Kodim 0718/Pati bersama dengan Dispertanak, Muspika dan petani di Desa Banjarsari Gabus merealisasikan gerakan percepatan tanam, Kamis (27/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kodim 0718/Pati bersama dengan Dispertanak, Muspika dan petani di Desa Banjarsari Gabus merealisasikan gerakan percepatan tanam, Kamis (27/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma memperingatkan kepada petani di Pati untuk waspada terhadap keberadaan tengkulak. Pasalnya, Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Pertanian bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengantisipasi agar petani tidak dimanfaatkan ajang bisnis bagi tengkulak.

“Jangan sampai para petani di Pati diacak-acak oleh tengkulak atau orang-orang yang sengaja mempermainkan petani sebagai ajang bisnis yang menguntungkan pribadi. Jangan sampai petani yang berjuang mewujudkan kedaulatan pangan dimanfaatkan oleh tengkulak,” kata Andri, usai mengikuti percepatan tanam di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Kamis (27/10/2016).

Keberadaan tengkulak dianggap merugikan petani, karena mereka disebut pintar memainkan harga. Akibatnya, harga jual gabah dari petani dihargai murah, sehingga banyak petani yang merugi lantaran biaya produksinya tidak sesuai dengan harga jual.

Selain soal tengkulak, Dandim juga mengimbau kepada petani untuk segera melaporkan bila ada kemungkinan oplosan pupuk bersubsidi yang beredar di tengah-tengah petani. Pihaknya tidak segan untuk menangkap pelaku dan menindaknya dengan tegas bila ada pelaku pengoplos pupuk bersubsidi.

“Kalau ada masalah pertanian, jangan sungkan untuk melaporkan kepada kami. Terlebih, kalau ada pihak yang mengoplos pupuk bersubsidi dan diedarkan kepada para petani. Kami bersama dengan kepolisian tidak segan untuk menindak mereka,” tegas Dandim.

Menurutnya, petani memiliki peran besar dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan. Peran mulia petani kepada bangsa dan negara itu, kata Dandim, mesti dijaga dengan baik. Jangan sampai ada pihak tidak bertanggung jawab yang merugikan petani.

Baca juga :Kodim 0718/Pati dan Petani di Gabus Tanam Padi Sistem Jajar Legowo

Editor : Kholistiono