Anggota DPR Firman Soebagyo Gencarkan Aksi Tanam Sejuta Pohon di Pati

Anggota DPR RI Firman Soebagyo (kiri) menanam pohon di wilayah Batangan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota DPR RI Firman Soebagyo menggencarkan aksi menanam sejuta pohon di wilayah Kabupaten Pati. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk seperti bencana alam akibat minimnya pohon.

Aksi penanaman pohon tersebut disebar di berbagai lokasi, seperti tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Sukolilo, Lapangan Tembak Kodim, Doropayung, Kedalingan, Baturejo, Banyutowo, Embung Gemeces, Embung Sugiharjo, Makam Pahlawan, Jontro, SMK NU, SMP Gembong dan Batangan.

Adapun jenis bibit pohon yang ditanam, di antaranya sengon, trembesi, mahoni, nangka, tangjung dan ketapang. Jenis tanaman tersebut sengaja dipilih karena memiliki karakter kuat mencengkeram tanah dan daunnya rimbun.

“Saat cuaca ekstrem, Kabupaten Pati seringkali dilanda bencana seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan kekeringan. Bencana itu bisa diminimalisasi dengan pohon,” ujar Firman, Sabtu (23/12/2017).

Di kawasan dataran tinggi, pohon berfungsi mengikat tanah sehingga tidak mudah longsor. Di kawasan dataran rendah, pohon bisa menyerap air sehingga tidak banjir.

Sementara pada saat kemarau, pohon bisa menyimpan cadangan air yang cukup banyak sehingga kekeringan bisa diantisipasi. Karena itu, Firman mengajak kepada semua warga Pati untuk terus menggalakkan aksi tanam pohon.

Saat ini, sambung Firman, Indonesia merupakan negara dengan hutan terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Kongo. Namun, tingkat kerusakan hutan di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir cukup parah.

Dari luas hutan di Indonesia yang mencapai 133 juta hektare, kerusakannya mencapai 450 ribu hektare setiap tahunnya. Sementara pemerintah hanya mampu melakukan reboisasi sebanyak 300 ribu hektare setiap tahun.

Artinya, Indonesia mengalami defisit hutan sebanyak 150 ribu hektare setiap tahun. Jika kondisi itu dibiarkan, Firman menilai akan berdampak pada keamanan negara.

Terlebih, Indonesia punya penduduk yang besar. Bila perubahan iklim berlangsung ekstrem yang mengakibatkan bencana, kondisi itu akan mengancam keberlangsungan negara.

Karena itu, sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo, Firman mengajak kepada setiap orang untuk menanam sedikitnya 25 pohon dalam seumur hidupnya. Dengan demikian, keberlangsungan pohon dan lingkungan sebagai rumah manusia bisa diselamatkan.

Editor: Supriyadi

Perhutani Gundih Ajak Siswa SD Tanam Pohon di Hutan

Siswa SDN 01 Rejosari, Kecamatan Kradenan dilibatkan dalam penanaman pohon di kawasan hutan Perhutani KPH Gundih. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya edukasi masalah lingkungan dilakukan Perhutani KPH Gundih Grobogan kepada puluhan siswa SDN 01 Rejosari, Kecamatan Kradenan.

Caranya, dengan melibatkan siswa itu dalam aksi penanaman pohon dikawasan hutan. Para siswa terlihat sangat ceria usai menanam pohon di kawasan hutan tersebut.

“Saya senang sekali bisa ikut nanam pohon di hutan. Semoga, pohon yang saya tanam bisa cepat tumbuh,” kata Tika, salah satu siswi.

Administatur KPH Gundih Sudaryana menyatakan, penanaman pohon dilakukan pada lahan gundul yang tanamannya selesai ditebang. Yakni, pada petak 15 di RPH Kalitengah, BKPH Kragilan yang luasnya sekitar 11,6 hektar. Jenis tanaman yang ditanam berupa jati dan mahoni.

“Ada 13 ribu bibit tanaman yang ditanam di kawasan itu. Sebanyak 500 bibit tanaman ditanam oleh siswa SDN 01 Rejosari dan para guru. Selain itu, kami juga berikan 100 bibit pohon untuk ditanam disekitar sekolah. Kebetulan, lokasi penanaman memang masuk wilayah Desa Rejosari,” jelas Sudaryana, Sabtu (2/12/2017).

Selain siswa dan guru, penanaman pohon juga melibatkan beberapa pihak lainnya. Yakni, manejemen, karyawan Perhutani, polsek, koramil, LMDH dan masyarakat sekitar hutan.  

Dijelaskan, dalam penanaman ini, pihaknya memang sengaja mengajak anak sekolah. Tujuannya, untuk menanamkan rasa cinta kepada lingkungan pada anak-anak, khususnya mencintai kawasan hutan.

Melalui penanaman ini, nantinya anak-anak itulah yang akan bisa ikut menikmati ketika pohon yang ditanam sudah tumbuh dengan baik.

Dalam aksi penanaman, para siswa juga diberikan sedikit penjelasan tentang cara menanam yang benar serta manfaat pohon bagi kehidupan. Di mana, dengan adanya pohon akan menjadikan udara tetap bersih, ketersediaan air tanah tetap terjaga dan mencegah terjadinya bencana banjir serta tanah longsor.

Editor : Ali Muntoha

Mahasiswa dan Karang Taruna Tanam Ribuan Pohon di Pegunungan Kendeng

Tokoh setempat, Krisno menerima bibit pohon dari mahasiswa dan Karang Taruna untuk aksi tanam 4.000 pohon di kawasan Gunung Kendeng, Sabtu (11/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan mahasiswa asal Pati di Semarang dan pemuda Karang Taruna Pati menggelar aksi tanam pohon di Gunung Kendeng, Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Sabtu (11/11/2017).

Aksi penghijauan itu dilakukan untuk memperingati Hari Pahlawan. Mereka ingin menunjukkan bahwa pemuda punya peran andil di berbagai aspek untuk mengisi kemerdekaan, termasuk bidang lingkungan hidup.

“Ada sembilan kampus yang berpartisipasi, yaitu teman-teman mahasiswa Pati yang kuliah di UIN Walisongo, Unwahas, Unnes, Polines, Undip, Politekes, UPGRIS, Unissula dan USM,” ujar Mustofa, perwakilan mahasiswa asli Pati di Semarang.

Sedikitnya ada 4.000 bibit pohon yang ditanam dari berbagai jenis, terutama kayu-kayuan keras dan buah-buahan. Untuk tanaman keras, mereka menanam trembesi dan mahoni.

Sementara tanaman buah, ada segawe, petai, rambutan, durian, matoa, mangga, dan berbagai tumbuhan buah-buahan lainnya. Ribuan bibit pohon yang ditanam diharapkan bisa menjaga kelestarian lingkungan di kawasan objek wisata Bukit Pandang.

Krisno, tokoh setempat menambahkan, ribuan bibit pohon tersebut disebar di lahan seluas 6 hektare. Karena itu, ia melibatkan banyak pihak untuk menyukseskan aksi tanam 4.000 pohon tersebut.

“Kami melibatkan mahasiswa Pati-Semarang, pemuda Karang Taruna Pati, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, dan anak-anak pelajar SMA di kecamatan Kayen,” tuturnya.

Dia berharap, program penghijauan di Pegunungan Kendeng dapat mengurangi risiko longsor, banjir, dan kekeringan. Selain itu, tanaman keras dan buah-buahan diproyeksikan ikut mewarnai kompleks wisata Bukit Pandang.

Editor: Supriyadi

400 Bibit Pohon Matoa Ditanam di Undaan Lor Kudus

Penanaman bibit pohon matoa di Desa Undaan Lor (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Penanaman bibit pohon matoa di Desa Undaan Lor (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 400 bibit pohon matoa ditanam di wilayah Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, pagi ini, Sabtu (30/1/2016). Tampak ikut berpartisipasi dalam kesempatan tersebut jajaran Koramil 03/Undaan, Polsek Undaan, camat dan tokoh masyarakat.

Penanaman bibit pohon matoa tersebu,t merupakan bagian dari program penghijauan pola padat karya dari Kodam 4 Diponegoro yang diinstruksikan ke seluruh kodim dan koramil.

Komandan Koramil 03/Undaan Kapten Infantri Sulikan mengatakan, program penghijauan pola padat karya ini merupakan kali pertama dari Kodam 4 Diponegoro di tahun 2016 ini.

“Untuk penanaman bibit pohon yang kita lakukan di wilayah Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan ini ada 400 pohon matoa. Nanti siang, kita akan kita juga akan menanam lagi di desa lain, yakni di Desa Kalirejo dan sekitarnya. Jumlahnya juga ada 400 bibit pohon matoa,” katanya.

Sementara itu, untuk perawatan terhadap pohon tersebut, nantinya akan ditangani oleh relawan yang merupakan warga desa setempat, dan dibantu dari jajaran koramil.

“Khususnya bagi 400 pohon yang ada di Desa Undaan Lor ini akan dirawat sebanyak relawan, jumlahnya ada 10 orang. Sehinga untuk satu relawan, akan merawat 40 pohon,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya berharap dengan adanya penghijauan pola padat karya tersebut, bisa membuat wilayah yang gersang menjadi hijau. Sehingga, diharapkan dapat memberikan kondisi alam menjadi lebih baik.

Editor : Kholistiono

Warga Suwawal Timur Jepara Hijaukan Bantaran Kali Gung

Penanaman pohon secara simbolis di bantaran Kali Gung (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Penanaman pohon secara simbolis di bantaran Kali Gung (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sungai yang melintas di Desa Suwawal Pakisaji Jepara, atau yang selama ini dikenal dengan Kali Gung, merupakan salah satu sungai yang dipercayai warga tidak pernah kering. Tetapi, nyatanya pada musim kemarau 2015, sungai tersebut mengering. Hal itu membuat warga sekitar prihatin dan membuta mereka berupaya menghijaukan sungai tersebut.

“Sungai yang membentang dari Desa Tanjung hingga ke laut Jawa itu, biasanya mengalir sepanjang tahun. Dalam bahasa Jawa, Kali Gung adalah akronim dari kali agung, sungai yang selalu penuh air. Tapi tahun ini menjadi Kalisat, yang artinya sungai kering karena kenyataannya memang demikian,” kata Ketua BPD Suwawal Hambali, Selasa (8/12/2015).

Menurutnya, sepanjang hidupnya, dia mengaku tidak pernah melihat batu-batu terbawah di sungai itu karena selalu tertutup aliran air. Tapi tahun ini bisa kering. Prihatin atas kondisi ini, warga setempat melakukan gerakan penghijauan di sepanjang bantaran Kali Gung, pada ruas sungai yang melintas di desa tersebut.

Gerakan penghijauan ini dimotori Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (FKMP – LH) Rekso Bawono, sebagai rangkaian dari peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa serta Pekan Penghijauan dan Konservasi Lahan Nasional.

Ketua FKMP – LH Rekso Bawono Rasmono mengatakan, panjang bantaran yang dihijaukan mencapai 3 kilometer. Ruas bantaran itu berada di sisi selatan desa yang berbatasan dengan Desa Lebak dan Desa Bulungan. Selain itu penghijauan juga dilakukan di bahu jalan desa.

“Ribuan bibit bantuan ini kami bagi proporsional kepada 13 gabungan kelompok tani, kelompok wanita tani, PKK desa, serta masing-masing RT. Kelompok-kelompok ini secara bersama-sama melakukan penanaman massal,” katanya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Peringati HMPI dan BMN, Ribuan Pohon Ditanam di Rembang

Penjabat Bupati Rembang, Suko Mardiono menanam pohon dalam peringatan HMPI dan BMN di desa Kasreman, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Kamis (3/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Penjabat Bupati Rembang, Suko Mardiono menanam pohon dalam peringatan HMPI dan BMN di desa Kasreman, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Kamis (3/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Ribuan pohon dengan berbagai jenis ditanam dalam peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Desa Kasreman, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Kamis (3/12/2015).

Penanaman dilakukan oleh berbagai elemen, mulai pelajar, Karang Taruna, PKK,TNI, Polri, dan PNS. Lokasi penanaman tersebut, di sekitar lapangan sepak bola desa hingga jalan turus desa sepanjang 2,5 km dari Kasreman hingga Desa Punjulharjo.

Seusai menanam pohon, Penjabat Bupati Rembang, Suko Mardiono, mengatakan saat ini waktu yang tepat untuk menanam pohon. Karena di Rembang sudah mulai turun hujan di beberapa wilayah.

”Tanaman- tanaman yang rusak selama musim kemarau panjang mulai bisa dilakukan peremajaan. Penghijauan bisa dilakukan di banyak tempat, seperti di lingkungan rumah dan fasilitas umum. Bersama-sama mari wujudkan Rembang yang ijo royo-royo,” himbau Suko.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan dan Pertanian, Suratmin menambahkan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia ini bertujuan untuk membangkitkan semangat, motivasi dan membudayakan masyarakat untuk menanam dan memelihara pohon.

”Yang tidak kalah penting untuk memperbaiki, merehabilitasi dan merestorasi hutan dan lahan. Sehingga terwujud penambahan tutupan lahan dan hutan guna mencegah longsor dan banjir di musim penghujan,” jelasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)