Tukar Guling Tanah Desa Tanggul Tlare Jepara Akhirnya Dibatalkan, Ini Penjelasan Sang Kades

MuriaNewsCom, Jepara – Rencana tukar guling tanah desa yang dilakukan Pemdes Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung akhirnya dibatalkan. Kepastian itu dilakukan setelah ada penolakan dari warga di balai desa setempat, Jumat (23/3/2018).

Kades Tanggul Tlare Baidi mengaku memang ada pembicaraan (dengan investor) terkait tukar guling. Namun, hal itu menurutnya baru sebatas rencana.

”Kalau dari skala 100 persen baru 10 persen, baru pembicaraan. Rencananya mau dibuat POM Bensin sampai ke belakang area (dekat pantai) nanti untuk wisata,” jelasnya.

Baca Juga: 

Hanya saja, ia menyebut sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Saat itu, ia mengklaim tidak ada penolakan. Namun demikian, warga memang tak setuju jika peruntukan tukar guling untuk pembangunan hotel.

“Dengan ini ya, rencana (tukar guling) gagal. Karena kalau diteruskan akan menimbulkan ekses yang berkepanjangan,” terangnya.

Proses audiensi berakhir dengan damai. Kedua pihak, yakni pemerintah desa dan warga Tanggul Tlare mencapai kata sepakat. Hal itu dituangkan dalam surat pernyataan pembatalan proses tukar guling yang dilakukan oleh Pemdes.

Untuk mengamankan keadaan, Polres Jepara menurunkan puluhan personel. Selain itu beberapa aparat dari Satpol PP dan TNI pun ikut turun untuk mendinginkan suasana.

“Sebanyak 48 personel dari kepolisian kami turunkan bersama unsur keamanan dari TNI, Satpol PP, untuk mengamankan jalanya audiensi ini,” papar Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah‎.

Editor: Supriyadi

Tolak Tukar Guling Tanah Aset Desa, Warga Tanggul Tlare Jepara Geruduk Balai Desa

MuriaNewsCom, Jepara – Warga Desa Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung memprotes langkah pemerintah desanya yang berencana menukar guling tanah aset desa. Mereka merasa tidak pernah diajak berembug terkait rencana tersebut.

Hari Jumat (23/3/2018) pagi,  sekitar pukul 09.00 WIB, warga berkumpul di Balai Desa Tanggul Tlare. Selain kepala desa Baidi Asy Syafii, hadir pula forum pimpinan kecamatan (Forkopimcam) Kedung.

Yusuf Andrean seorang warga mengatakan, rencana tukar guling tersebut mengemuka di awal bulan Maret 2018. Saat itu warga mendengar desas desus tanah milik desa yang berada di Jl Bulak Baru, hendak dijadikan SPBU.

“Namun kami tidak diberitahu, tidak disosialisasi, hanya beberapa orang warga saja yang tahu. Kami sempat menanyakan (audiensi) ke Bupati Jepara terkait mekanisme tukar guling, namun disana dijelaskan prosesnya tak segampang itu. Perlu proses yang alot. Namun ini dalam waktu sebulan sudah ada persetujuan dari beberapa orang untuk tukar guling,” kata dia.

Spanduk besar berisi penolakan tukar guling dibentangkan Tanggul Tlare, Kecamatan Kedung sebagai wujud kekecewaan terhadap pemerintah desa setempat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Dirinya menyebut, sudah beberapa kali bertanya kepada kades terkait hal itu. Namun warga tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Hingga akhirnya warga memasang spanduk penolakan, dilokasi yang rencananya akan ditukar guling.

Adapun, lokasi yang ditukar guling seluas lebih kurang 4000 meter persegi, akan ditukar dengan tanah seluas 12 ribu meter persegi.

“Tanah ini (yang hendak ditukar guling) dulunya pengairan tapi sudah lama tak digunakan. Akhirnya disewa masyarakat untuk tambak. Adapula di beberapa bagian ditanami pohon bakau, untuk mencegah abrasi,” ungkapnya yang juga anggota karangtaruna tersebut.

Ia berharap agar aset tanah tersebut dapat digarap secara swakelola oleh pemdes Tanggul Tlare. Dengan itu, ia berharap kemanfaatannya dapat dinikmati lebih besar bagi warga.

Editor: Supriyadi