Calon Bupati Kudus: Semua Lawan Berat

Calon Bupati Kudus: Semua Lawan Berat

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati Kudus, lima paslon pemimpin Kota Kretek mengaku siap bertarung di gelaran Pilbup 2018. Mereka menganggap masing-masing kontestan adalah pesaing berat.

Seperti diungkapkan oleh Masan, calon bupati yang diusung PDIP, Golkar, Partai Demokrat dan PAN. Ia menyebut, harus kerja keras untuk dapat menapaki kursi pemimpin Kudus.

“Semuanya berat, jadi saya harus kerja keras. (kompetisi) itu biasa saja, yang terpenting bisa saling menghormati dan menghargai karena pilkada adalah ujian kedewasaan dalam berdemokrasi,” ungkapnya, setelah resmi ditetapkan KPU Kudus sebagai Calon Bupati di Hotel Kenari Asri, Senin (12/2/2018).

Disinggung terkait strategi pemenangan, ia mengaku akan menguatkan seluruh struktur koalisi. “Setelah ini kita akan fokus ke pengambilan nomor urut besok. Terkait nomor, berapapun itu baik,” imbuhnya.

Sementara itu M. Tamzil Calon Bupati Kudus yang diusung PKB, PPP dan Hanura mengaku akan mulai bergerak menemui masyarakat. “Tidak ada kata terlambat bagi kami, nanti yang terpenting lihat pada tanggal 27 Juni,” ucapnya.

Baca: SAH! 5 Bapaslon Kudus Ditetapkan sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati

Ditanya tentang saingan terkuat dalam kompetisi pilbup Kudus, Tamzil mengaku semua peserta memiliki bobot tersendiri. “Sama saja (beratnya) baik perseorangan maupun dari partai. Yang penting dalam pilkada ini semuanya berlangsung kondusif,” tuturnya.

Calon dari perseorangan, Nor Hartoyo mengaku akan bergerak lebih masif untuk mengenalkan visi dan misinya kepada warga. Menurutnya, timnya sudah bergerak sejak lama.

“Saya akan ketemu dengan masyarakat untuk menyosialisasikan visi dan misi. Tim sudah terbentuk hingga tingkat RT, karena sejak kita mau merekrut dukungan kita sudah terjun ke masyarakat,” tutur calon bupati dari jalur perseorangan itu.

Ditanya mengenai persaingan, dirinya menganggap semua calon dianggap berat. “Semuanya berat, semuanya lawan tangguh, secara prinsip kita tak meremehkan satu dengan yang lain,” jelasnya.

Sementara itu Sururi Mujib, tim pemenangan calon bupati-wabup Akhwan-Hadi Sucipto mengaku akan menyusun strategi khusus. Mereka akan mendekati setiap warga.

“Tim kami sudah terbentuk hingga ke tingkat RT,” ucapnya mewakili Akhwan yang tidak hadir karena sedang takziyah.

Hampir serupa, tim pemenangan calon Sri Hartini-Bowo menyebut, akan lebih giat turun ke masyarakat. “Otomatis kita akan menerapkan strategi, pembentukan tim relawan dan pemenangan. Pembentukannya sebagian besar sudah dilakukan,” kata Azka Najib, tim pemenangan pasangan Hartini-Bowo.

Editor: Supriyadi

Hartopo Dilarang Gunakan Atribut PDIP di Pilkada Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – PDIP Kudus melarang Hartopo memakai atribut partai “Banteng Moncong Putih” untuk dipasang pada alat peraga kampanyenya sebagai Calon Wabup Kudus mendampingi Tamzil. Hal itu merupakan buntut pemberhentiannya sebagai kader PDIP, setelah dicalonkan partai lain.

“Dengan itu (pencalonan Hartopo sebagai Wabup mendampingi M.Tamzil) maka ia tak berhak cantumkan lambang PDIP di banner (alat peraga kampanye) miliknya,” ujar Achmad Yusuf Roni, Sekretaris DPC PDIP Kudus, Rabu (10/1/2018).

Ia mengatakan, telah berbicara dengan Hartopo untuk membredel seluruh alat peraga yang terdapat logo PDIP di dalamnya. Hal itu, menurut Yusuf telah mendapatkan persetujuan dari yang bersangkutan.

Baca: Dianggap Mbalelo, PDIP Pecat Hartopo Karena Maju Bersama Tamzil di Pilbup Kudus

Namun, ia tidak menampik di beberapa penggal jalan, masih terdapat banneryang memuat foto Hartopo dan logo PDIP.

“Yang bersangkutan (Hartopo) sudah setuju tadi malam (Selasa, 9/1/2018) melepas atribut PDIP. Namun memang ada beberapa yang tersisa. Nanti temen-temen dari struktur akan bantu (menurunkan banner),” tuturnya.

Sementara itu, saat pendaftaran Tamzil-Hartopo beberapa orang yang memakai jas berwarna merah dan memakai topi bertuliskan PDI Perjuangan masih terlihat. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kudus itu mengaku tak ada mobilisasi.

Baca: Penuhi Janji, Tamzil-Hartopo Daftar ke KPU Kudus di Hari Terakhir

“Saya sudah bendung keinginan itu (mendampingi saya sewaktu mendaftar), namun mereka (warga yang memakai jas merah dan simbol PDIP) datang atas inisiatif sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, mereka yang datang bukan berasal dari anggota struktur DPC PDIP Kudus. Satu di antaranya Heris Paryono, mantan Ketua DPRD Kudus 1999-2004 itu mengaku datang dengan inisiatif sendiri.

“Saya memang memakai jas warna merah dan saya adalah pendiri PDIdi Kudus. Namun tidak masuk dalam struktur (kepengurusan) PDIP sekarang, tapi saya tetap kader,” kata dia.

Mendukung Hartopo, ia mengaku atas pilihan hati nuraninya. Namun demikian, ia menyebut ada sembilan perwakilan PAC PDIP Kudus yang ikut serta.

Editor: Supriyadi

Penuhi Janji, Tamzil-Hartopo Daftar ke KPU Kudus di Hari Terakhir

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Pasangan (bapaslon) M. Tamzil-Hartopo memenuhi janjinya mendaftar ke KPU sebagai peserta Pilbup Kudus di hari terakhir, Rabu (10/1/2018). Datang sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan berjalan kaki dari kantor DPC PKB yang berada sepelemparan batu dari kantor Komisi Pemilihan Umum.

Diusung Hanura, PPP dan PKB, pasangan tersebut yakin dapat memenuhi persyaratan pencalonan. Kepada komisioner KPU Kudus Tamzil bercerita mendapatkan rekomendasi dari Hanura di hari terakhir.

”Kami mendapatkan tiga rekomendasi, yang terakhir dari Hanura. Untuk mendapatkan rekomendasi tersebut kami sampai tidak tidur, kemarin mengambilnya dari kantor DPP di Jakarta, lalu naik kereta api dan kembali ke Kudus. Jadi yang lembur tidak hanya komisioner KPU, calon juga,” seloroh Tamzil.

Baca: Dianggap Mbalelo, PDIP Pecat Hartopo Karena Maju Bersama Tamzil di Pilbup Kudus

Kepada pewarta ia mengaku optimistis dapat melengkapi syarat dan lolos ke tahap pemilihan bupati. Didukung tiga partai dengan 12 kursi, pihaknya akan segera membentuk tim relawan guna menyukseskan langkahnya.

“Saat ini untuk tim relawan sudah ada, tapi untuk yang tim dari partai politik belum. Maka dari itu kami akan segera membentuknya,” tuturnya.

Setelah itu, berkas syarat pencalonan dan calon dari bapaslon diperiksa oleh petugas KPU Kudus. Sedianya, jika lengkap pasangan tersebut akan mendapatkan surat pengantar untuk melakukan check up kesehatan di RSUP Karyadi Semarang.

Editor: Supriyadi

Dua Bakal Calon Bupati Kudus Daftar ke KPU Esok Hari

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Sri Hartini-Setia Budi Wibowo, rencananya akan mendaftarkan pencalonannya ke KPU Kudus, Rabu (10/1/2017). Diusung oleh Partai Gerindra, PKS dan PBB keduanya yakin dapat diterima.

“Syarat pencalonan dan sebagainya sudah selesai semua, tinggal langkah terakhir yakni pendaftaran,” kata Sri Hartini, Selasa (9/1/2018).

Keyakinan itu didasarkan atas koordinasi yang telah dilakukan mesin partai pengusung hingga ke pelosok desa. Secara faktual, ia mengaku dengan dukungan tiga partai atau 10 kursi di DPRD sudah melebihi syarat minimal pencalonan.

Terkait rekomendasi, dirinya menyebut sudah diterima olehnya dan pasangannya, yang Ketua Komisi D DPRD Kudus.

Dirinya membeberkan, akan diarak oleh sejumlah simpatisan dan relawan ke Kantor KPU Kudus esok hari sehabis waktu salat zuhur.

Bapaslon lain yang direncanakan mendaftarkan keikutsertaannya ke KPU Kudus ialah M. Tamzil dan Hartopo. Pasangan yang dideklarasikan oleh PKB pada Minggu (7/1/2018) itu mengatakan sebelum datang ke komisi pemilihan umum, pihaknya akan bersilaturahmi kepada para kyai.

Jika kedua bapaslon (Sri Hartini-Setia Budi Wibowo dan Tamzil-Hartopo) jadi mendaftar, maka ada lima pasang yang mendaftar ikut serta dalam pilbup Kudus 2018. Tiga pasang diusung oleh partai politik, termasuk Masan-Noor Yasin.

Sementara dua sisanya, yakni Akhwan-Hadi Sucipto dan Hartoyo-Junaidi, berasal dari jalur perseorangan. Ketiganya diketahui memanfaatkan hari pertama untuk melakukan pendaftaran di Kantor KPU Kudus, Jl Ganesha IV Purwosari, Senin (8/1/2018).

Editor: Supriyadi

PBB Kudus Kian Mesra dengan Tamzil

Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kudus Saiful Umam  (tengah) menerima M Tamzil saat mengembalikan berkas pencalonan bupati, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Bulan Bintang (PBB) terlihat makin mesra dengan salah satu Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus, M Tamzil. Kemesraan ditunjukkan dengan adanya sinyal rekomendasi dari PBB yang kemungkinan besar jatuh ke tangan M Tamzil.

Saiful Umam, Ketua DPC PBB Kudus mengatakan, M Tamzil merupakan bakal calon bupati kedua yang melamar ke PBB Kudus. Dari dua nama itu, hanya Tamzil yang mengembalikan berkas pendaftarannya.

“Sebelumnya ada Mas Umar yang mengambil formulir. Tapi hingga kini tidak juga dikembalikan. M Tamzil sudah mengembalikan berkas pendaftaran,” kata Saiful, di kantor DPC PBB Kudus, Kamis (16/11/2017).

Menurut dia, mengenai siapa yang bakal direkomendasikan nanti, itu merupakan wewenang DPP PBB. Namun, jika melihat hanya Tamzil yang mengembalikan berkas, kemungkinan rekomendasi bisa turun kepadanya.

Kemesraan tersebut tak hanya sampai di situ, Tamzil juga sudah nembung secara blak-blakan untuk memasang lambang PBB dalam baliho miliknya.

Sementara itu, M Tamzil menyatakan keseriusannya maju bersama PBB Kudus. Bahkan, kini baliho pencalonannya juga sudah ada gambar logo PBB.  “Waktu itu sudah boleh pasang, jadi langsung kami pasang gambar (logo) partainya,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Hanura Resmi Usung Tamzil di Pilkada Kudus

Ketua  Pembina Wilayah Jawa 3 (Jateng dan DIY) Partai Hanura Sudewo (kiri) saat memberikan ketengan soal rekomendasi M Tamzil. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon (Balon) Bupati Kudus M Tamzil, resmi mendapatkan rekomendasi dari Partai Hanura. Hanya saja, rekomendasi tersebut baru disampaikan secara lisan sambil menunggu pendampingnya di Pilkada Kudus.

Perwakilan DPP Partai Hanura, Ketua Pembina Wilayah Jawa 3 (Jateng dan DIY) Sudewo menegaskan, Partai Hanura resmi mengusung M Tamzil maju dalam Pilbup Kudus mendatang.

Namun, rekomendasi belum bisa diturunkan secara resmi (tertulis) lantaran terdapat hal yang belum dilengkapi M Tamzil.

“Pak Tamzil akan dapat rekomendasi secara resmi (tertulis) setelah mendapatkan wakilnya. Tapi rekomnya sudah pasti ke beliau,” katanya saat jumpa pers di RM Ulam Sari, Senin (13/11/2017) siang.

Baca: Balon Bupati Kudus M Tamzil Dapat Rekomendasi Hanura?

Menurut dia, pihak partai memutuskan mengusung M Tamzil sesuai usulan Partai Hanura. Karena, bagaimanapun M Tamzil merupakan kader dari Partai Hanura sehingga harus diakomodir.

Selain itu, lanjut dia, masyarakat Kudus juga menginginkan M Tamzil untuk kembali menjabat sebagai Bupati Kudus. Itu ditunjukkan dari survey yang sudah dilakukan, dengan memiliki hasil lebih dari 65 persen.

“Survey dilakukan oleh tim survey yang terpercaya. Untuk lembaganya tidak usah disebutkan,” ungkap dia.

Ditambahkan, Tamzil dipilih bukan karena kong kalikong atau ada mahar rekomendasi. Namun, lebih karena percaya Tamzil bisa membuat Kudus jauh lebih bagus dari yang sekarang.

Sementara, Ketua DPC Hanura Kudus Kadarjono nenyebutkan kalau M Tamzil memang kader partai. Dan jika dukungan kepada Tamzil sudah final, maka dari DPC mendukung sepenuhnya.

“Kami akan samikna waathokna. Aplagi kalau DPP sudah mengambil sikap untuk mendukung pak Tamzil,”tegasnya. 

Editor: Supriyadi

PAN Tunggu Pengembalian Berkas Tiga Bakal Calon Bupati Kudus

Bakal calon bupati Kudus M Tamzil saat mengembalikan berkas ke DPD PAN. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPD PAN Kabupaten Kudus sepertinya ingin ambil aman dalam penentuan rekomendasi partai untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus di Pilkada 2018 mendatang.

Buktinya, hingga hari ini, Jumat (21/9/2017) tiga nama yang mencalonkan diri maju dalam Pilbup Kudus dan mengambil formulir di PAN masih ditunggu untuk pengembalian berkas.

Ketua Desk Pilkada PAN Kudus Noor Alim mengatakan, Jumat siang jam 14.00 WIB merupakan batas akhir pengambilan formulir pendaftaran. Tercatat, hingga kini tujuh bakal calon bupati Kudus sudah mengambil formulir ke DPD PAN dan empat di antaranya sudah mengembalikan. 

“Dari tujuh yang ambil, yang sudah mengembalikan ada Pak Tamzil, Bu Sri Hartini, Pak Djoni Rahardjo dan terakhir Bu Maesyaroh,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sedangkan, lanjut dia, yang belum mengembalikan adalah Umar Ali, Akhwan, dan Khariroh. Ketiganya diharapkan untuk segera mengembalikan berkas supaya proses penyampaian visi misi bisa segera dilakukan.

Hanya saja, sejak pengambilan formulir dibuka, pihak desk Pilkada PAN tidak memberi batasan waktu batas akhir pengembalian formulir pendaftaran. Namun setelah hari terakhir pengambilan formulir, panitia akan lebih aktif dalam menanyakan kepada bakal calon tentang pengembalian berkas.

“Jika tak segera dikembalikan saat kami hubungi, maka kami akan lanjutkan dalam proses selanjutnya dengan penyampaian visi misi,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk penyampaian visi misi bakal calon akan dilakukan langsung dari DPD. Artinya, panitia desk Pilkada PAN melaporkan siapa saja yang sudah menggunakan dan siapa saja yang tak mengumpulkan untuk kemudian dilanjut ke penentuan jadwal visi misi.

Editor: Supriyadi

Nyalon Bupati Kudus, Tamzil Akui Belum Punya Tim

Bakal calon Bupati Kudus M Tamzil (kanan) saat mendaftar ke DPD PAN beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus M Tamzil, menyatakan yakin akan maju ke Pilbup Kudus 2018 mendatang. Meski yakin lolos, hingga kini pihaknya mengakui masih belum memiliki tim yang akan mendorongnya maju.

“Kalau soal tim hingga kini masih belum terbentuk. Tim masih bisa menyusul, jadi tak masalah untuk saat ini,” katanya.

Baca Juga: Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

Pihaknya menargetkan, pembentukan tim akan dituntaskan maksimal bulan depan. Pembentukan diharapkan saat rekomendasi dari partai politik sudah keluar dan mendukungnya.

“Seperti halnya PAN misalnya, saya harap akan mendapatkan rekomendasi dan masuk menjadi tim utama dalam Pilbup Kudus mendatang. Setelah itu barulah dibentuk strategi pemenangan,” ujarnya

Disinggung mengenai elektibalitas, pihaknya juga mengaku kurang untuk saat ini. Untuk itu, langkah yang akan dilakukan lebih banyak memperkenalkan diri lagi ke khalayak umum, khususnya daerah pedesaan.

“Saya rasa pedesaan adalah sasaran yang pas, karena selain jumlahnya banyak, mereka juga butuh disosialisasi,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Tamzil Pinang Ilwani Jadi Wakil di Pilkada Kudus

M Tamzil, Mantan Bupati Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal Calon Bupati Kudus yang mendaftar ke PKB Kudus, M Tamzil mulai  mencari pasangan dalam Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kudus, 2018 mendatang.

Di luar dugaan, mantan Bupati Kudus periode 2003-2008 itu meminang Ilwani, yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kudus untuk menemaninya merebut suara di Pilkada sebagai Bakal Calon Bupati Kudus.

Kepada MuriaNewsCom, Tamzil mengaku sudah meminta kepada Ilwani untuk menjadi wakilnya. Tawaran dan ajakan tersebut, disampaikan langsung kepada Ilwani beberapa waktu yang lalu.

“Saya rasa beliau (Ilwani) merupakan sosok yang pas menjadi wakil. Sifatnya yang apa adanya dan suka ceplas-ceplos tidak dimiliki yang lainnya. Untuk itu, saya menginginkan beliau dapat jadi wakil,” katanya, Senin (11/9/2017).

Baca Juga: Bebas dari Penjara, Tamzil Kini Nyalon Lagi jadi Bupati Kudus

Selain itu, pengalaman berpolitik Ilwani juga sudah lebih dari cukup. Dengan pertimbangan itu, ia yakin, Ilwani sangat cocok untuk menjabat posisi wakil. Terlebih lagi, PKB mempunyai enam kursi di DPRD Kudus.

Hanya, lanjut dia, untuk jawaban ia masih menunggu dari Ilwani. Karena hingga kini pinangannya tersebut masih belum mendapatkan jawaban.

Terkait mendapat rekomendasi dan dukungan untuk maju dalam Pileg 2018, pihaknya yakin bisa diraih. Karena, selain ke PKB, dia juga melakukan komunikasi kepada partai lainya. Di antaranya, Demokrat, PAN, dan partai-partai lain.

Editor: Supriyadi