Taman Ria Colo Kudus Kurang Diminati Wisatawan

Warga berada di objek wisata Taman Ria Colo, Kabupaten Kudus, Jumat (13/1/2017). Objek wisata tersebut kurang dinikmati warga. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Warga berada di objek wisata Taman Ria Colo, Kabupaten Kudus, Jumat (13/1/2017). Objek wisata tersebut kurang dinikmati warga. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu objek wisata kawasan Colo, yakni Taman Ria Colo, Kudus, hingga kini masih kurang diminati wisatawan, baik warga lokal maupun luar daerah. Hal ini tampak dari sepinya pengunjung.

Kepala UPT Colo pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah, mengatakan kalau kawasan Taman Ria Colo sudah sepi cukup lama. Bahkan dalam sepekan, hanya dihitung ramai pada Minggu. Sedangkan keenam hari lainnya sepi.

“Minggu yang ramai, itupun tidak penuh dan masih terlihat longgar. Bahkan tak terlalu beda dengan hari- hari biasanya,” katanya kepada MuriaNewsCom di Kudus, Sabtu (13/1/2017).

Taman Ria Colo menyasar segmen anak-anak. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya wahana bermain anak seperti jembatan tali, perosotan anak dan sejumlah wahana lainnya. Di dalam taman juga penuh dengan pepohonan besar, yang mampu meneduhkan wisatawan.

Sementara untuk orang dewasa, bisa memanfaatkan taman untuk melepas kepenatan denagn menikmati pemandangan yang ada.

Biasanya, Taman Ria Colo malah lebih sering untuk lokasi kemah ataupun kamping masyarakat Kudus atau luar daerah.

Mutrikah mencermati, terdapat beberapa hal yang menyebutkan lokasi taman kurang hidup. Di antaranya, tidak tersedianya lahan parkir pengunjung yang berdampak pada malasnya wisatawan.

Selain itu, lokasi yang terkesan di pojokan dianggap tidak representatif untuk dijadikan sebagai lokasi taman. Hal itu jelas membuat masyarakat atau peziarah enggan untuk mampir di lokasi taman ria.

“Karena memang daya tarik taman kepada peziarah kurang. Makanya susah untuk menarik peziarah memasukinya,” tegasnya.

Dikatakan, tarif masuk Taman Ria Colo dibedakan dua kategori. Untuk hari libur, tiket masuk seharga Rp 4 ribu, sedangkan untuk hari biasa hanya Rp 3 ribu.

Editor : Akrom Hazami