Pemkab Rembang Berikan Tali Asih Kepada Janda Tua dan Lansia Korban Kebakaran di Terjan

Tiga korban kebakaran  menerima dana tali asih dari Pj Bupati Rembang, Suko Mardiono, Kamis (4/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Tiga korban kebakaran menerima dana tali asih dari Pj Bupati Rembang, Suko Mardiono, Kamis (4/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Tiga warga lanjut usia (lansia) yang masing-masing rumahnya mengalami kebakaran hebat di Desa Terjan disambangi oleh Penjabat (Pj) Bupati Rembang, Suko Mardiono, Kamis (4/2/2016).

Kedatangan Suko Mardiono untuk memberikan dana tali asih masing-masing sebesar Rp 1 juta kepada tiga warga yang lanjut usia itu, bahkan dua di antaranya merupakan janda tua yang hidup sebatang kara. Para korban tersebut yakni Sarikah (70), Siti Raoundloh (71), dan Dasim (50).

Baca juga : Gara-gara Lampu Teplok, Tiga Rumah di Rembang Ludes Terbakar

Ketiganya menerima bantuan sekadarnya saat dikunjungi Pj Bupati Rembang bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Suharso, dan sejumlah pejabat Pemkab Rembang. “Dengan adanya santunan ini, semoga dapat sedikit meringankan beban para pemilik rumah yang mengalami musibah kebakaran ,” kata Suko Mardiono.

Kepala BPBD Rembang Suharso menyebutkan, selain bantuan dari Pemkab, pihaknya mengaku mempertimbangkan anggaran untuk membangun rumah para korban. ”Karena para korban termasuk warga yang tidak mampu, untuk saat ini kami masih membuat kajian untuk bantuan selanjutnya, untuk kemudian diusulkan kepada Pak Bupati,” ungkap Suharso.

Menurutnya, bantuan untuk perbaikan rumah biasanya diberikan berupa uang tunai. Dia menaksir untuk membangun kembali masing-masing rumah kayu, menelan biaya sebesar Rp 30 juta.

Namun, besaran uang untuk perbaikan rumah itu hingga kini belum bisa dipastikan. Sebab masih menunggu laporan lengkap dari BPBD. ”Kami akan sampaikan bantuan kepada bagian Kesra. Entah berapa bantuan yang turun kami belum bisa memastikannya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, diduga gara-gara jatuhnya lampu teplok, tiga rumah kayu milik warga desa Terjan RT 01 RW 01 kecamatan Kragan kabupaten Rembang Selasa malam (2/2/2016) sekitar pukul 21.30 WIB dilalap api.

Baca juga :

Pemdes Terjan Diminta Tanggap Terhadap Musibah Kebakaran yang Menimpa Warganya

Sejumlah warga Kabupaten Rembang Meminta Penambahan Pos Pemadam Kebakaran 

Editor : Titis Ayu Winarni

Bupati Jepara Berikan Tali Asih Kepada Keluarga 2 Bocah yang Tewas Tenggelam di Sungai

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berikan tali asih (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berikan tali asih (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan tali asih kepada keluarga Mustagfirin di RT I RW II, Desa Kedung leper, Bangsri, pada Kamis (21/1/2016). Dua anak Mustagfirin tewas tenggelam.

Bupati Jepara berharap, keluarga Mustagfirin dapat sabar menerima cobaan dan ujian dari Allah.Keluarga korban harus ikhlas terhadap ketentuan Allah. “Jika kita dapat menerima cobaan dan musibah ini dengan tabah, tawakal dan iklas Insya Allah akan akan ada balasan yang berlebih dari Allah,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, keluarga korban akan lebih bersemangat dalam menatap kehidupan dan hari depan dengan penuh semangat dan ketaqwaan yang lebih tinggi.

Untuk diketahui, kedua anak dari Mustagfirin bernama Septiana Dinda Fitria Sari (5) dan Septian Aditya Putra (3) harus meregang nyawa setelah tenggelam di Sungai Suromoyo yang terletak di desa setempat.

Berdasarkan cerita Yusron, Petinggi Kedung Leper Bangsri, perisitiwa ini sendiri terjadi pada hari Sabtu, 16 Januari 2016 lalu. Saat itu, kedua bocah ini ikut Mustaghfirin ayahnya untuk mencari pasir di sungai sekitar pukul 14.00 WIB. Keduanya tiba-tiba meninggalkan ayahnya yang saat itu sedang sibuk mencari pasir di sungai.

Mustaghfirin mengira, kedua anaknya sudah beranjak pulang terlebih dahulu ke rumah yang yang jaraknya tidak jauh dari sungai tempatnya mengambil pasir. Sehingga Mustaghfirin tidak merasa khawatir.

Sekitar pukul 15.30 WIB, Mustagfirin bergegas pulang ke rumah. Karena hari sudah sore dan di rumah tidak mendapati kedua anaknya, maka ia minta tolong sejumlah warga untuk mencari kedua anaknya di sungai. Selanjutnya bersama beberapa warga ia menyusuri sungai, hingga akhirnya menemukan kedua anaknya yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa tenggelam di sungai.

Editor : Kholistiono