Usai Teriak Takbir, Petani Kuryokalangan Pati Meninggal di Sawah

Jenazah korban saat disemayamkan di rumah duka, Desa Kuryokalangan, Gabus, Senin (13/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang petani di Desa Kuryokalangan, Kecamatan Gabus, Sagimin (48), meninggal dunia di areal persawahan setempat usai berteriak takbir, Senin (13/11/2017).

Hal itu pertama kali diketahui Mashudi (56), petani yang mendengar teriakan takbir Sagimin. “Saya dengar dia teriak Allahuakbar. Saya langsung cek kalau mungkin kakinya terkena cangkul,” ujar Mashudi.

Namun, dia terkejut saat mengetahui kondisi korban ternyata sudah meninggal dunia. Mashudi yang kaget lantas meminta tolong kepada warga sekitar.

Baca: Tampar Kades, Dandim Rembang Langsung Dinonaktifkan

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban awalnya berpamitan kepada istri untuk meratakan tanah menggunakan cangkul di sawah. Keluarga tidak menyangka bila pamitan itu untuk yang terakhir kalinya.

Polisi yang mengetahui informasi tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama petugas medis. Dari hasil visum, korban meninggal dunia lantaran penyakit jantung.

“Tidak ada pendarahan di kepala. Juga tidak ada cairan di telinga, hidung, mulut dan mata. Tidak ada luka robek, semuanya bersih, tidak ada benturan. Korban terkena serangan jantung,” ucap dr Vindi Kurniawati.

Kejadian tersebut sempat menghebohkan penduduk setempat. Sementara pihak keluarga sudah ikhlas dan menerima kepergian korban.

Editor: Supriyadi

Meriahnya Takbir Keliling di Grobogan

Warga mengikuti takbir keliling di Kelurahan/Kabupaten Grobogan, Kamis malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Acara takbir keliling di Grobogan ternyata tidak hanya dilakukan saat momen Idul Fitri saja. Saat malam menjelang Idul Adha, ada juga sekelompok warga yang melangsungkan takbir keliling.

Salah satunya dilakukan warga yang berada di lingkungan Pucang, Kelurahan Grobogan. Pelaksanaan takbir keliling yang dilangsungkan selepas Isya diawali dari pelataran Masjid Baitul Muslimin. Peserta takbir keliling mengambil rute jalan raya di kawasan Kelurahan Grobogan dan berakhir di pelataran masjid.

Acara takbir keliling itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Hal ini bisa dilihat dengan banyaknya orang yang melihat dari depan rumah maupun pinggir jalan raya yang dilalui rombongan takbir keliling itu.

Bahkan, beberapa pengendara sempat berhenti untuk menyaksikan rombongan takbir keliling melintas. Sebagian diantaranya tampak mengabadikan momen istimewa itu dengan kamera handphone.

Sekitar 300 orang yang mengikuti kegiatan takbir keliling pada Kamis (31/8/2017) malam. Selain berjalan kaki, ada juga peserta yang naik motor dan kendaraan bak terbuka. Sebagian peserta yang berjalan kaki tampak membawa lampion warna-warni.

Lurah Grobogan Kartini menyatakan, takbir keliling saat Idul Adha sudah jadi agenda rutin masyarakat di Lingkungan Pucang. Menurutnya, selain menjalin silaturahmi, momen seperti itu dilangsungkan sebagai salah satu sarana untuk menyiarkan agama Islam. Khususnya, saat momen Idul Adha.

“Kegiatan takbir keliling ini memang cukup unik karena dilangsungkan saat Idul Adha. Biasanya, acara seperti ini marak dilakukan saat Idul Fitri,” katanya.

Editor : Akrom Hazami