Duta Wisata Pilih Pelesiran di Alun-alun Pati, Ini Istimewanya

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah duta wisata memilih pelesiran di kawasan Alun-alun Pati untuk menghabiskan liburan tahun baru 2018. Mereka adalah Gunita Wahyu Sekyanti, Erfan Rifaldi dan Safara Normalita.

Bagi mereka, pelesiran tidak harus keluar dari daerah dan bersenang-senang. Mereka lebih senang liburan di daerah sendiri sekaligus mengenalkannya kepada publik.

“Tugas kami memang mengenalkan potensi pariwisata di Kabupaten Pati. Hitung-hitung liburan, kami ingin wisata di Pati makin dikenal,” ucap Gunita, Senin (1/1/2018).

Menurut dia, Alun-alun Pati punya keistimewaan sendiri. Salah satunya, tulisan “Alun-alun Pati” yang kini menjadi ikon baru untuk berswafoto.

Kendati pada siang hari cenderung lengang, Alun-alun Pati saat pagi hari kerap menjadi wahana bagi warga untuk jogging. Sementara pada malam hari, Alun-alun menjadi Malioboronya warga Pati.

“Alun-alun Pati cocok menjadi persinggahan terakhir, setelah seharian berwisata ke berbagai lokasi wisata di Pati. Seharian wisata, sorenya berburu kuliner di sini,” tutur Gunita.

Erfan, duta wisata yang saat ini sedang menempuh studi di Universitas Brawijaya mengaku tertarik dengan ikon baru Alun-alun Pati. Jika ikon alun-alun di daerah lain biasanya tidak bermotif, Alun-alun Pati punya motif kuluk kanigara.

Bagi Erfan, motif kuluk kanigara sangat sakral bagi warga Pati. Sebab, kuluk kanigara menjadi simbol sejarah Kabupaten Pati yang perlu dilestarikan.

Sementara bagi Safara, Alun-alun Pati menjadi magnet baru bagi dunia pariwisata di Pati setelah adanya ikon tulisan tersebut.

“Tulisan yang menjadi ikon untuk berswafoto tersebut menambah kemeriahan Alun-alun Pati yang selama ini memang menjadi tempat berburu kuliner paling favorit di Pati. Ada banyak menu khas Pati yang bisa diburu traveler di sana,” jelas Safara.

Editor: Supriyadi

 

Malam Tahun Baru Alun-alun Kudus Ditutup, Ini Kantong Parkir yang Bisa Kamu Pilih

MuriaNewsCom, Kudus – Perayaan malam pergantian tahun di Kudus akan dipusatkan di Alun-alun Simpang Tujuh. Mulai petang hingga perayaan rampung, arus lalu lintas di kawasan ini akan ditutup.

Polres Kudus akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus yang menuju alun-alun. Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubianto mengatakan, selama malam tahun baru, kawasan simpang tujuh akan disterilkan dari semua kendaraan.

“Jadi skemanya mirip seperti Car Free Night (CFN) yang dilakukan pada malam Minggu oleh Pemkab Kudus. Bedanya, ini dilakukan malam Senin saat pergantian tahun,” katanya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/12/2017).

Pihaknya telah menyiapkan kantong-kantong parkir yang bisa digunakan masyarakat. Di antaranya di barat Simpang Tujuh Jalan Sunan Kudus, Gang I, II dan III, belakang Ramayana dan Jalan Pemuda.

Sejumlah titik juga akan dibuntu untuk kendaraan sama seperti CFN. Selain di kawasan alun-alun, penutupan jalan juga dilakukan di Perempatan Kojan, Jalan Ramlan, Jalan Ahmah Yani serta Gang I,II dan III.

“Jalur akan kami tutup mulai jam 18.00 WIB hingga jam 00.00 WIB. Jadi bagi yang hendak merayakan tahun baru di Simpang Tujuh Kudus, dapat mematuhinya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, aparat akan melakukan pengamanan di sejumlah titik. Ratusan personel disiapkan untuk melakukan pengamanan.

Ia menyebut ada lima titip yang diperkirakan akan terjadi penumpukan. Yakni di kawasan alun-alun, kawasan Gerbang Kudus Kota Kretek (GKKK) Tanggulangin Jati, kawasan Gor Kudus dan Balai Jagong, kawasan Oasis dan Taman Bumi Wangi Jekulo.

Menurutnya, dari lima lokasi yang disebutkan, kawasan alun-alun menjadi hal yang paling diwaspadai. Untuk itu petugas yang disiagakan lebih banyak yaitu mencapai 125 personel.

Ia menyebut, jumlah petugas yang disiagakan sejumlah 820 petugas. Petugas itu merupakan gabungan dari Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, dan Satpol PP.

“Selain petugas yang stand by di lokasi tersebut, kami juga menyiagakan 79 petugas untuk berpatroli dengan lebih intens. Patroli dilakukan tak hanya menggunakan mobil, namun juga dengan kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Jelang Tahun Baru, Polisi di Grobogan Bidik Kendaraan Berknalpot Brong 

MuriaNewsCom, GroboganUpaya pengamanan tahun baru mulai dilakukan secara serius oleh Polres Grobogan. Indikasinya bisa dilihat dengan digelarnya razia dengan sasaran utama menertibkan kanlpot brong kendaraan roda dua maupun roda empat, Sabtu (30/12/2017).

Kegiatan razia knalpot bersuara bising itu di lakukan di kawasan Simpang Lima dan. “Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk konsistensi program Grobogan tertib berlalu lintas dan Bebas Knalpot Brong. Tujuannya sebagai langkah antisipasi situasi Kamtibmas jelang pergantian tahun,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Panji menghimbau kepada masyarakat Grobogan agar tidak memodifikasi kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan lalu lintas. Selain membahayakan, modifikasi kendaraan seperti pemasangan knalpot brong akan mengganggu kenyamanan banyak orang.

“Pengendara motornya menggunakan knalpot brong terpaksa diamankan ke mapolres. Kendaraan bisa diambil dengan syarat pelanggar harus membawa knalpot aslinya.  kemudian knalpot brong itu diganti dengan yang asli sesuai standar keluaran dari dealer atau pabrik,” ujarnya

Ditambahkan, selain knalpot brong, kendaraan yang tidak melengkapi diri dengan alat standar juga ditindak. Seperti spion, ban kecil dan mengganti alat kendaraan bermotor lain yang bukan standarnya.

Editor: Supriyadi

Jelang Tahun Baru, Pembuat Terompet di Pati Kebanjiran Order

Rasmin sedang menjemur terompet naga di samping rumahnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rasmin, pembuat terompet asal Desa Puri, Kecamatan Pati kebanjiran order menjelang Tahun Baru 2018.

Saat ini, puluhan ribu terompet sudah ia produksi. Tak perlu pusing menjual, ragam terompet buatan Rasiman sudah diambil pedagang dari Pati, Juwana, Trangkil dan Gembong.

Satu terompet, Rasiman biasanya mengambil untung Rp 2 ribu. Pasalnya, terompet itu dijual kepada pedagang yang selanjutnya diecer kepada pembeli.

“Saya mulai produksi sejak Oktober lalu. Soalnya orderannya banyak sampai puluhan ribu. Belum lagi ada kendala cuaca hujan sehingga pengeringan lem pada terompet terganggu,” ujar Rasmin, Selasa (26/12/2017).

Aneka jenis terompet yang ia produksi, di antaranya bentuk naga, drumband, sunduk, drot dan terompet biasa. Dalam sehari, Rasmin mampu memproduksi sekitar seratus terompet dengan dibantu beberapa pekerja.

Semuanya dilakukan secara manual. Sementara kertas yang dipesan sudah dipotong di mana Rasmin membeli kertas.

“Saya sudah memproduksi terompet sejak 30 tahun yang lalu. Dalam sehari-hari, saya jualan mainan. Produksi terompet saya lakukan saat menjelang Tahun Baru,” tuturnya.

Kendati keuntungannya terkesan sedikit, tapi bila dihitung dalam jumlah puluhan ribu terompet, keuntungan bersih Rasman dalam memproduksi terompet bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Dalam produksi 20.000 terompet saja, Rasmin sanggup meraup untung Rp 40 juta. Namun, keuntungan tersebut masih digunakan untuk membayar beberapa orang yang dipekerjakannya.

Editor: Supriyadi

Hebat, Warga Suwawal Timur Jepara Bikin Pohon Natal Unik Berbahan Sampah

Sejumlah warga bersiap mengantar puhun natal berbahan baku sampah di Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pohon Natal selalu menjadi pelengkap di Hari Raya Kelahiran Yesus Kristus, pada 25 Desember setiap tahunnya. Jika biasanya pohon tersebut identik dengan cemara, beda lagi dengan kreasi warga Jepara yang membuatnya dari botol air minum bekas.

Adalah Bank Sampah “Cermat” Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji yang membuat pohon natal dari sampah. Bukan hanya sekedar menata botol air minum bekas, namun ditata sedemikian hingga agar menjadi pohon natal yang apik.

“Untuk prosesnya, telah dimulai dari Bulan Oktober dua bulan yang lalu. Sebab, untuk membuatnya kita tidak sekedar menyusun, tapi membuat potongan-potongan dari botol air minuman bekas yang dibentuk keriting-keriting agar tampilannya lebih bagus,” kata pengurus Bank Sampah “Cermat” Suwawal Timur Bedy Wuryanto, Senin (25/12/2017).

Tahun ini,  lanjut Bedy, bank sampah yang beralamat di Jl Karnawi no 7, RT 8/RW 2 itu, mendapatkan tiga pesanan pohon natal berbahan sampah. Satu pohon setinggi 2,5 meter dikirim ke Pati. Dua lainnya masing-masing setinggi 1,5 meter dan 1 meter dipesan oleh warga yang tinggal di Desa Suwawal Timur. 

Untuk menyusunnya, dibutuhkan 1.500 lebih botol air minum mineral bekas. “Kalau yang tinginya 2,5 meter itu butuh sekitar 900-1000 botol. Kalau ditambah dengan dua pesanan lain ya sekitar itu seribu lima ratusan lebih,” tambahnya.

Bedy mengungkapkan,  bank sampah tersebut sebenarnya mendapatkan banyak pesanan pohon natal dari sampah. Namun karena kekurangan personel, terpaksa pesanan-pesanan itu tidak dilayani. 

“Pesanannya kemarin lebih dari tiga, ada yang dari Temanggung dan Pati. Namun karena kekurangan personel kami terpaksa tidak bisa melayani, pesanan-pesanan lain,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, awal mula pembuatan pohon natal dari botol bekas dimulai pada tahun 2016. Saat itu, Bank Sampah “Cermat” yang digawangi sekitar 26 anggota aktif, berinisiatif memberi kado natal untuk GITJ Pakis Suwawal. 

Saat itu mereka menyumbangkan pohon natal dari botol setinggi 3,5 meter, dengan bahan baku dari sekitar 700 buah botol air minum bekas. Menurutnya, pemberian tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus toleransi bagi umat beragama yang ada di Desa Suwawal Timur.

Lebih lanjut dirinya menyebut, pemberian kado Natal bagi GITJ Pakis Suwawal turut mempererat hubungan umat Kristiani dan Muslim.

“Dulu di desa kami sempat ada perbedaan pandangan antara Islam dan Kristen. Hal itu lantas berpengaruh pada kehidupan sosial. Namun setelah ada inisiatif pemberian pohon natal, kini keguyuban diantaranya kembali lagi. Kami saling menjaga dan hidup rukun,” kenang Bedy.

Editor: Supriyadi

Hingga Tahun Baru Menhub Ngantor di Semarang

Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau arus lalu lintas musim libur Natal dan Tahun Baru di Pemalang. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Arus mudik musim libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di wilayah Jawa Tengah menjadi perhatian serius Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bahkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, akan ngantor di posko Semarang, hingga perayaan Tahun Baru usai.

Menhub akan ikut memantau secara langsung arus lalu lintas, terutama di titik-titik yang rentan terjadi kemacetan dan kepadatan arus.

“Kami sengaja mengunjungi sejumlah titik, seperti halnya di jalan tol Brexit Kabupaten Brebes dan ke Pemalang. Sekarang, kami akan menyelesaikan (kemacetan) arus mudik maupun balik agar berjalan dengan baik dan lancar,” katanya dikuti dari Antara Jateng.

Ia mengatakan, koordinasi antarinstansi untuk mengatur arus mudik Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 telah berjalan baik, sehingga tidak terjadi kemacetan yang luar biasa. 

“Saya pikir jika kita melakukan mudik libur Natal dan Tahun Baru 2018 ini masih relatif gampang. Karena waktu yang dibutuhkan cukup panjang yaitu mulai 26 Desember 2017,” ujarnya.

Menurutnya, jikapun ditemukan adanya ketersendatan arus, itu dianggap masih dalam batas wajar. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan masing-masing kapolres untuk pengaturan arus lalu lintas kendaraan.

“Tadi (Minggu 24/12/2017), saya bicara dengan Kapolres Pekalongan, Pemalang, dan Brebes untuk mengurai kemacetan yang terjadi di jalur pantura agar bisa lancar,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gubernur Pastikan Natal di Jateng Aman

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi gereja di Kota Semarang, Minggu (24/12/2017) malam. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan perayaan Natal tahun 2017 di provinsi ini berjalan lancar dan aman. Ia memastikan tak ada ancaman teror, ataupun kendala yang berarti.

Kepastian bisa memastikan setelah bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, usai melakukan kunjungan ke sejumlah gereja saat Misa Natal, Minggu (24/12/2017). Dalam kunjungan ini gubernur bersama forkompinda mendatangi sejumlah gereja di Kota Semarang.

Gereja pertama yang dikunjungi adalah Stadium Jemaat Kristen Indonesia di Kawasan Marina. Di tempat ini ada ribuan umat yang tengah melaksanakan ibadah. Saat mengunjungi gereja ini Ganjar mengucapkan selamat Natal, dan berpesan untuk menjaga kerukunan antarumat.

Selanjutnya berturut-turut mengunjungi Gereja Katedral, Gereja Santo Paulus Sendangguwo, dan Gereja Isa Almasih Pringgading.

Di setiap titik, Ganjar hanya mampir sebentar. Begitu tiba, langsung memberi sambutan tidak lebih dari lima menit. “Agar tidak mengganggu ibadah yabg sedang berjalan,” katanya.

Ganjar mengatakan, kehadirannya bersama-sama forum komunikasi pimpinan daerah untuk menunjukkan bagaimana damai dan indahnya kerukunan umat beragama di Jateng.

“Saya mencoba hadir bersama meyakinkan ibadah bisa berjalan baik. Saya melihat suasananya semua bergembira, semuanya bahagia dan rasanya inilah cara Indonesia melindungi warga negaranya. Merayakan dengan penuh toleransi , mudah2an seneng hatinya damai jiwanya,” ujarnya. 

Ia mengajak seluruh umat bersama-sama menjaga kerukunan ini sehingga dunia bisa melihat bagaimana Indonesia menyatukan keanekaragaman suku, agama, dan budaya.

“Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa indonesia damai. kita semua bersaudara, Negeri penuh warna warni berbhineka tunggal ika dan kita memang mampu merawatnya dengan baik bersama sama,” tegasnya. 

Editor : Ali Muntoha

Kapolres Jepara Larang Aksi Sweeping Natal dan Tahun Baru

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho menegaskan melarang aksi sweeping jelang Natal dan Tahun Baru 2018. Ia meminta organisasi maupun warga tak mengambil inisiatif tindakan jika merasa terganggu akan aktifitas kelompok tertentu.

“Tidak ada aksi sweeping. Artinya warga ataupun ormas yang terganggu dengan aktifitas keagamaan silakan lapor kepada kami (polisi). Biar kami yang menindak,” katanya, Kamis (21/12/2017). 

Ia meminta masyarakat mempercayakan pengamanan kepada pihak berwajib. Menurutnya, jelang pergantian tahun dan perayaan hari raya keagamaan di Bulan Desember, pihaknya sudah menyiapkan personel. 

Kapolres menyebut, telah menyiapkan sekitar 625 personel guna menjaga keamanan selama even tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah bertukar pikiran dengan elemen Organisasi Masyarakat, untuk memberikan masukan kepada petugas. 

“Jelang tahun baru dan Natal kita berkoordinasi dengan ormas melalui rapat koordinasi lintas sektoral dengan Pemda, TNI dan Polri guna memberi paparan terkait kerawanan yang mungkin muncul dan dapat dicegah sejak dini,” ungkap Yudi, panggilan Kapolres Jepara. 

Pihaknya mengatakan, akan bekerja sama dengan TNI, dan Pemkab Jepara untuk mengamankan even tahunan di bulan Desember. Selain itu polisi juga akan menggandeng organisasi masyarakat untuk turut menciptakan situasi kondusif.

Editor : Ali Muntoha

Kapolres Pastikan Jalur Rel Kereta Api di Grobogan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Sejumlah personil dari Polres Grobogan bersama petugas Stasiun Ngrombo mengecek kondisi rel kereta, Rabu (20/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jalur rel yang melintas di Kabupaten Grobogan dinilai siap dan aman untuk dilalui kereta (KA) pada arus mudik pada momen natal dan tahun baru nanti.

Hal itu disampaikan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano usai melakukan pengecekan jalur KA bersama jajaran dan petugas Stasiun  Ngrombo di Kecamatan Toroh, Rabu (20/12/2017).

Kapolres juga berkoordinasi dengan kepala masing-masing stasiun terkait rencana pengamanan. Selain jajaran kepolisian, beberapa instansi terkait lainnya juga akan dilibatkan dalam pengamanan Natal dan tahun baru 2018.

“Dari hasil pengecekan dilapangan, kami menyimpulkan bahwa jalur kereta api di Kabupaten Grobogan dalam kondisi aman,” tegasnya.

Kaur Bin Ops Sat Sabhara Ipda Mujiyadari menambahkan, jalur kereta yang melewati Stasiun Ngrombo perlu mendapat perhatian lebih. Soalnya, jalur itu merupakan akses utama kereta tujuan Surabaya-Jakarta dan sebaliknya.

“Jalur ini sangat padat sehingga perlu mendapat perhatian lebih intensif. Selain kereta penumpang, banyak juga kereta barang yang melewati Stasiun Ngrombo baik dari arah Jakarta maupun Surabaya,” katanya.

Ia menambahkan, selain menyisir rel dan bantalan sejauh beberapa kilometer, pihaknya juga mengecek sarana pendukung yang ada di komplek stasiun. Dari pengecekan tidak ditemukan hal-hal yang membahayakan.

Editor: Supriyadi

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Suasana di pantai Kartini, jelang libur akhir tahun, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Pantai Kartini menyiapkan personel tambahan jelang libur Natal dan pergantian tahun. Hal itu untuk menjamin keamanan dan kenyamanan serta pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Manajer Pantai Kartini Joko Wahyu Sutejo mengatakan, penambahan personel diambilkan dari warga sekitar pantai. Selain melakukan pengamanan, tujuan penambahan personel dilakukan agar memperbaiki fasilitas yang sempat terkena ombak besar.

“Perkiraan kami pada H-1 Natal, hingga nanti pergantian tahun baru akan mulai peningkatan pengunjung. Kalau hari ini sudah mulai nampak peningkatan pengunjung, yang berasal dari siswa-siswi sekolah yang sudah mulai libur,” katanya, Jumat (15/12/2017).

Meski demikian, Joko mengatakan, kenaikan pengunjung juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Hal itu, karena Pantai Kartini merupakan obyek wisata luar ruang yang menawarkan keindahan alam pantai dan laut.

Untuk menyambut wisatawan, pihaknya juga telah menyediakan berbagai atraksi seperti musik tradisional, dan pemutaran film secara berkeliling, di kawasan pantai. 

Disinggung mengenai target pemasukan, Joko optimistis, diakhir tahun pihaknya bisa menggenapi target yang telah dibuat. 

“Target untuk 2017 adalah Rp 1,28 miliar, kami yakin bisa terpenuhi, pada musim liburan akhir tahun,” ungkapnya. 

Editor : Ali Muntoha

Harga Bahan Pangan di Jepara Mulai Naik Jelang Natal dan Tahun Baru 

Pedagang daging ayam di Pasar Ratu mengeluhkan kenaikan harga komoditas tersebut karena menyusutkan permintaan pembeli, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Jelang Natal harga sejumlah bahan pangan di Pasar Jepara Satu (Ratu) merangkak naik. Di antaranya harga beras, cabai dan daging ayam. 

Nur Sutami (33) pedagang di Pasar Ratu mengungkapkan, harga cabai rawit (lombok setan) kini harganya Rp 22 ribu. Sebelumnya komoditas tersebut hanya Rp 18 ribu. 

“Naiknya baru-baru saja beberapa hari ini. Untuk harga cabai jenis lainnya masih normal belum ada kenaikan,” katanya, Jumat (15/12/2017).

Ia memaparkan untuk cabai rawit biasa harganya Rp 15 ribu. Sementara bawang merah dihargai Rp 15 ribu dan bawang putih cutting harganya Rp 26 ribu. 

Sementara itu, harga beras jenis C4 Super naik menjadi 11.500 perkilogram. Sebelumnya harganya hanya Rp 10.000 perkilogram. 

“Saya biasanya mengambil stok 1 ton untuk kebutuhan berdagang 3 minggu. Sekarang ini hanya disetori oleh pemasok sebanyak 5 kwintal,” ucap Nur Sutami yang juga pedagang beras itu. 

Pedagang bumbu dapur di Pasar Ratu mengeluhkan kenaikan harga komoditas tersebut karena menyusutkan permintaan pembeli, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Di lapak pedagang ayam, Darminingsih mengeluhkan naiknya harga ayam potong beberapa minggu belakangan. Menurutnya, kenaikan itu mengakibatkan permintaan dari pembeli. 

Ia menyebut, ayam sayur yang dulu harganya Rp 28 ribu perkilogram kini melonjak menjadi Rp 32 ribu perkilogram. Sementara ayam jantan naik lima ribu rupiah, dari Rp 50 ribu perkilogram kini menjadi Rp 55 ribu perkilogram.

“Pembelinya jadi sepi, dari harga Rp 32 ribu perkilo, pembeli menawar menjadi Rp 30 ribu. Biasanya bisa menjual 35 ekor per hari sekarang hanya 25 ekor,” tuturnya.

Ia mengatakan, kenaikan telah berlangsung selama seminggu belakangan. Ia memrediksi, kenaikan masih akan terjadi jelang mendekati tanggal 25 Desember hingga pergantian tahun. 

“Menurut pengalaman saya begitu, kemungkinan harganya masih akan naik lagi. Kalau dari pemasok, alasan harga daging ayam naik karena untuk jenis ayam sayur sempat gagal panen, meskipun demikian pasokannya masih lancar. Tapi ya itu harganya naik,” urainya.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus: Hari Jadi untuk Kebahagiaan Seluruh Masyarakat

Bupati Kudus Musthofa memotong tumpeng pada puncak peringatan HUT Kudus, Rabu (20/9/2017).

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Kudus memadati Simpang Tujuh, Kudus, Rabu (20/9/2017) malam. Mereka mengikuti kenduri masal peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus yang ke-468.

Acara yang digelar bertepatan dengan tahun baru Hijriyah ini sangat menarik. Pasalnya masyarakat dan pejabat berbaur untuk doa dan makan bersama dalam acara yang bertajuk kenduri seribu tumpeng.

Salah seorang warga yang hadir yakni Kartika, mahasiswa UGM Jogja. Dirinya berkesempatan menerima potongan tumpeng dari Bupati Kudus Musthofa. Kehadirannya ini memang sengaja untuk bisa turut berdoa bersama untuk Kudus dan tahun baru hijriyah.

“Saya sangat senang bisa ikut acara ini. Semoga Pak Bupati bisa memimpin Kudus semakin maju bahkan ke depan bisa memimpin lebih luas,” kata Kartika.

Kebahagiaan senada juga dirasakan oleh Adi asal Kaliwungu. Dirinya ingin ikut merasakan kebahagiaan di hari jadi Kudus yang jatuh tanggal 23 September. Selama ini Dia mengaku merasakan pembangunan yang luar biasa di era kepemimpinan Musthofa.

“Di hari jadi ini saya ingin mengucapkan terima kasih pada Pak Bupati. Di usia 468 tahun ini, Kudus terus berbenah,” aku Adi.

Acara kenduri ini diawali dengan Khotmil Quran. Menurut Bupati, ini sebagai doa dan penegasan bahwa Kudus adalah religius dan berbudaya sesuai tema tahun ini. Kudus yang agamis selalu berlandaskan pada nilai-nilai agama.

Sedangkan seribu tumpeng dimaknai sebagai angka jamak. Yang mengandung maksud berharap keberkahan dan kebahagiaan untuk seluruh masyarakat. Karena Kudus adalah milik bersama.

“Malam ini tidak ada batas pejabat dengan rakyat. Semua kebahagiaan ini untuk seluruh masyarakat,” kata Bupati.

Dia berharap semoga tradisi yang baik ini tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang. Termasuk harapannya Kudus lebih baik, dan semuanya mendapat hikmah pada tahun hijriyah.

Editor: Supriyadi

Perusuh Natal dan Tahun Baru di Pati Bakal Ditindak Tegas

Ratusan personel pasukan keamanan disiagakan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru di Pati dari Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan personel pasukan keamanan disiagakan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru di Pati dari Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hari Raya Natal dan Tahun Baru kurang beberapa hari lagi. Polisi sudah memperingatkan kepada siapapun untuk tidak membuat kerusuhan pada saat Natal atau Tahun Baru.

Bila ada perusuh, polisi tidak segan untuk menindak tegas. Hal itu ditegaskan Kabag Ops Polres Kompol Sundoyo. “Satu perintah dari Kapolri, tindak tegas,” ujarnya, Jumat (23/12/2016).

Dalam melakukan penindakan kepada perusuh, pihaknya akan melakukan langkah hukum yang proporsional dan tegas. Penegakan hukum kepada perusuh diharapkan bisa menciptakan situasi yang kondusif dan terkendali selama Hari Natal dan Tahun Baru.

“Maraknya aksi teror akhir-akhir ini, membuat kita harus semakin waspada. Pengamanan akan diperketat. Kita sama sekali tidak ada keraguan dalam bertugas melakukan pengamanan, karena kita bertugas menegakkan undang-undang,” tuturnya.

Kendati penindakan akan dilakukan secara tegas, tapi polisi akan menghadapi permasalahan di lapangan dengan cara-cara yang humanis. Koordinasi antarsatuan juga semakin ditingkatkan, karena yang dihadapi adalah masyarakat sendiri.

Dalam Operasi Lilin Candi pada pengamanan Natal dan Tahun Baru, ratusan personel keamanan sudah disiagakan yang dimulai pada Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). Di antaranya, 212 personel kepolisian, seratus personel TNI, 25 personel Satpol PP, Dinas Perhubungan 20 personel, serta Banser sesuai Koordinator dengan PCNU Pati.

Mereka akan disebar di berbagai titik keramaian. Di gereja, sedikitnya delapan personel kepolisian diterjunkan. Ketatnya pengamanan diharapkan bisa membuat rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

Editor : Kholistiono

 

Eni Monroe Hibur Masyarakat di Alun-alun Simpang Lima Pati

Eni Monroe. (ISTIMEWA)

Eni Monroe. (ISTIMEWA)

 

PATI – Ribuan warga Pati merayakan malam tahun baru dengan menikmati orkes dangdut di kawasan Alun-alun Pati, Kamis (31/12/2015) malam.

Mereka tampak berjoget menikmati musik-musik baru ala rock-dangdut. Sedikitnya ada enam biduan lokal yang menghibur warga Pati, salah satunya Eni Monroe yang tenar di Bintang Pantura.

“Malam ini sangat meriah. Warga tumplek blek di alun-alun menyaksikan konser akbar menyambut tahun baru 2016. Kami ditemani artis-artis dangdut Jawa Timur,” kata Eni kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, Riyanto, warga Desa Kayen, Kecamatan Kayen mengaku datang jauh-jauh ke Pati Kota untuk menikmati hiburan dangdut.

“Ada banyak pilihan untuk merayakan tahun baru. Saya suka dangdut. Jadi, saya merayakan tahun baru dengan dangdutan di alun-alun,” tutur Agus.

Ia datang di Pati sejak sore sekitar pukul 17.30 WIB. Pasalnya, kawasan alun-alun biasanya sesak dan tidak bisa dilewati setelah Magrib.

“Sudah jadi tradisi tahunan, setiap malam tahun baru selalu padat, tidak bisa dilewati. Jadi, saya datang lebih sore untuk merayakan tahun baru di Alun-alun Pati,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Selain Panggung Hiburan, Ratusan Kembang Api Bakal Ramaikan Tahun Baru di Blora

 

Para petugas sedang sibuk menyiapkan kembang api perayaan malam pergantian tahun baru. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Para petugas sedang sibuk menyiapkan kembang api perayaan malam pergantian tahun baru. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Malam pergantian tahun yang akan digelar nanti malam di Blora, menyediakan enam panggung hiburan sepanjang Jalan Pemuda dari Alun-alun hingga Blok T (eks terminal Blora). Selain itu, juga akan dimeriahkan oleh ratusan ledakan dari puluhan kembang api.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo selaku leading sektor penyelenggaraan agenda malam pergantian tahun menuturkan, pihaknya menyiapkan dua puluh kembang api yang dinyalakan bersama pada malam pergantian tahun. ”Nanti masing-masing yang menyalakan adalah pejabat Blora,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/12/2015).

Bukan dengan alasan, perayaan malam pergantian tahun dengan menyalakan kembang api, menurut Suntoyo hal itu mendapatkan izin resmi dari aparat terkait. ”Izin dari Polda sudah turun, maka kami berani menggelar perayaan dengan menyalakan kembang api. Yang pasti menambah semarak dengan ratusan ledakan,” ujar Suntoyo.

Kembang api mulai dipasang pada malam nanti, ditempatkan di alun-alun dan di Blok T. ”Selain dua puluh kembang api, tentunya diramaikan kembang api yang lain dari masyarakat dan dari berbagai elemen,” ujar Suntoyo.

Suntoyo berharap, acara berjalan dengan lancar serta masyarakat terhibur dengan adanya panggung hiburan dan ledakan kembang api. ”Tentunya meriah,” pungkasnya. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

 

Ini Lokasi Pusat Perayaan Malam Tahun Baru di Jepara

Sejumlah petugas dan pejabat di Jepara sedang melakukan patrol di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah petugas dan pejabat di Jepara sedang melakukan patrol di Alun-alun Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang puncak malam pergantian tahun ini ada sejumlah lokasi yang bisa jadi referensi bagi anda yang saat ini masih di rumah.

1. OCEAN VIEW RESIDENCE Desa Tegalsambi Rt 01 Rw 01 Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Pentas hiburan musik DJ MUSIK,

2. Palm Beach Resort Bandengan, Jl. Tirta Samudra No. 191 Desa Bandengan Kecamatan/Kabupaten Jepara, Pentas hiburan musik Flow Band dari Semarang.

3. HOTEL SYAILENDRA Jl. HOS. Cokroaminoto No. 27 Kecamatan/Kabupaen Jepara, Pentas hiburan musik AKUSTIK .

4. BAYFRONT VILLA Desa Teluk Awur Rt 01 Rw 01 Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Pentas hiburan musik AKUSTIK.

5. Pantai Pasir Putih Desa Bandengan Jepara, Pentas hiburan musik OM. ROMANSA.

6. HOTEL D’SEASON PREMIERE Jl. Pariwisata no. 09 Desa Bandengan Kecamatan / Kabupaten Jepara, Pentas Hiburan Musik Band, DJ dan Kembang Api.

7. SUNSET BEACH RESTO & BUNGALOW Jl. Tirto Samudero No. 199 Desa Bandengan Kecamatan / Kabupaten Jepara, Pentas Hiburan Musik Akustik (dari Kudus)

8. Pesta kembang api di Alun-alun Jepara, band lokal.

Keramaian di sejumlah titik sudah terlihat sejak selesai selesai adzan salat Isyak. Sejumlah petugas keamanan melakukan patrol. Bahkan, beberapa anggota Forum Kodinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) juga melakukan patroli di sekitar alun-alun Jepara. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Jelang Pergantian Tahun, Alun-alun Jepara Jadi Lautan Manusia

Ribuan orang padati Alun-alun Kota Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ribuan orang padati Alun-alun Kota Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang pergantian tahun pada Kamis (31/12/2015) malam ini, Alun-alun Kota Jepara sudah dipenuhi manusia sedari tadi usai Isyak. Dari beberapa penjuru sisi jalan, sejumlah pemuda Kota Ukir berkumpul di alun-alun.

Di lokasi mereka berkumpul, tepatnya di lapangan Alun-alun Kota Jepara telah ada panggung hiburan. Saat ini, band-band lokal tampil menghibur para pengunjung yang datang. Sementara di sisi lain, sejumlah petugas keamanan baik dari kepolisian, Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta aparat lainnya tengah sibuk berjaga-jaga dan mengatur arus lalu lintas.

Para pengunjung tidak hanya warga disekitar wilayah Kota Jepara saja, tetapi juga dari beberapa pelosok Jepara yang berbondong-bondong ikut memeriahkan malam pergantian tahun ini. Hal ini nampak dari padatnya arus lalu lintas baik kendaraan roda dua maupun lebih yang menuju ke wilayah Kota Jepara.

“Saya sengaja ingin melihat kemeriahan malam pergantian tahun ini di alun-alun. Sepertinya malam tahun baru ini ramai,” kata salah seorang warga Desa Bulungan Kecamatan Pakisaji Jepara, Khairul Anam kepada MuriaNewsCom, saat di sekitar Alun-alun Jepara, Kamis (31/12/2015).

Menurutnya, dia datang ke alun-alun juga untuk berkumpul dengan teman-temannya. Dia mengaku sering dan hampir setiap tahun selalu tak ingin melewatkan momen malam tahun baru, dengan memeriahkannya di alun-alun.

Bagi Anda yang ingin ikut memeriahkan malam pergantian tahun di Alun-alun Jepara, diharap tetap waspada. Letakkan kendaraan di tempat-tempat parkir yang aman yang telah disediakan oleh petugas. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Semalam, Penjual Kembang Api Ini Untung Rp 5 Juta

Yulianto menunjukkan kembang api besar dengan harga Rp 500 ribu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Yulianto menunjukkan kembang api besar dengan harga Rp 500 ribu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pergantian tahun menjadi keuntungan tersendiri bagi penjual kembang api. Selain kali ini jarang yang menjual, keuntungan yang diperoleh juga lumayan. Terbukti, dalam semalam saja, pedagang dapat untung hinggga Rp 5 juta.

Yulianto (38) pedagang kembang api di kawasan simpang tujuh mengatakan, momen semacam ini biasa dimanfaatkan olehnya. Sehingga, dia menjual kembang api untuk mengais rezeki.
”Hasilnya lumayan, setiap tahun dapat untung kisaran Rp 5 juta. Jadi tiap tahun juga saya menjualnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia merupakan satu-satunya pedagang kembang api di kawasan Simpang Tujuh. Dengan demikian, maka jelas menjadi pedagang yang diburu pembeli. Terlebih malam tahun baru identik dengan pesta kembang api.

Kembang api yang dijual bukanlah kembang api baru. Dia juga tidak mau rugi kalau kembang api yang dijual tidak laku. Sebab kembang api yang dijual adalah sisa dari Ramadan lalu.

Soal harga, dia menjual dengan harga yang bervariasi. Terdapat kembang api mulai harga Rp 3 ribu hingga Rp 500 ribu. Tergantung dengan jenis dan ukurannya.

”Kalau yang Rp 3 ribuan yang biasa saja kaya kupu-kupu. Yang kembang api dengan harga Rp 10 ribu lima kali letusan, Rp 15 ribu delapan kali. Sedangkan yang paling besar Rp 500 ribu 56 kali letusan,” katanya.

Dia menuturkan, barang dagangannya itu ia dapat dari Pasar Kliwon Kudus. Namun tidak jarang dia pun kulakan sampai ke Semarang. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pasar Malam Jadi Alternatif Merayakan Malam Tahun Baru

Pasar malam jadi alternatif merayakan malam tahun baru (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pasar malam jadi alternatif merayakan malam tahun baru (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Merayakan tahun baru tidak meluluharus di pusat kota, seperti Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Selain tempat itu, masih terdapat tempat lain yang dapat menjadi alternatif dalam merayakan pergantian tahun.

Seperti halnya mengunjungi pasar malam. Selain lebih murah, hiburan yang ditawarkan juga lebih banyak ketimbang di alun-alun. Apalagi, Alun-alun Kudus pada malam tahun baru tidak ada hiburan.

Di Lapangan Pengkol, Desa Getassrabi, Kecamatan Gebog dan juga pasar malam di Lapangan Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, terlihat ramai. Masyarakat berduyun-duyun untuk merayakan malam pergantian tahun di tempat tersebut.

Ahmad Veri, warga Kaliwungu juga ikut meramaikan peringatan malam tahun baru di pasar malam. Bersama dengan temannya, dia lebih memilih lokasi pasar malam ketimbang di Simpang Tujuh Kudus

“Di alun – alun pasti ramai, macet. Sehingga lebih enak disini saja. Ramai sambil menikmati jagung bakar, jadi lebih seru,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Berbagai wahana hiburan terdapat disana, mulai biang lala, mandi bola, hingga perahu ombak yang sangat menantang.

Selain para pemuda, di pasar malam juga banyak keluarga mencari hiburan di sana. Seperti halnya keluarnya Nduwan, warga Kaliwungu yang mengajak keluarganya untuk menikmati malam tahun baru di tempat tersebut.

“Di sini komplit, ada untuk anak-anak dan dewasa. Bahkan orang tua juga ada. Jadi tidak macet dan dekat dengan rumah,” ujarnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

PR Sukun Ramaikan Tahun Baru

sukun pesta semarak

Logo Acara

 

KUDUS – Di penghujung tahun 2015 ini, Rita Park Tegal mengadakan serangkaian acara yang disupport oleh PR Sukun. Acara tersebut diselenggarakan mulai tanggal 24-31 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016.

Rangkaian acara tersebut antara lain:
24-25 Desember berupa Stand Up Comedy, Parade Santa, Chrismast Gift.
26-27 Desember: Pertunjukan Dance, Parade Santa, Chrismast Gift.
31 Desember: Pertunjukan Dance, Stand Up Comedy, Lady Carnival, Live DJ dan Sexy Dance. Sedangkan tepat pada pergantian tahun, pukul 00.00 WIB, digelar pesta Kembang Api.
1 Januari 2016: Acara musik Spesial Tahun Baru dan Parade Badut. (AKROM HAZAMI)

Hore! Tahun Baru, Satpol PP Blora Huni Kantor Baru

Pemotongan tumpeng oleh Pj Bupati Blora dalam rangka menempati kantor Satpol PP Blora yang baru bersama Sri Handoko Kasatpol PP Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Pemotongan tumpeng oleh Pj Bupati Blora dalam rangka menempati kantor Satpol PP Blora yang baru bersama Sri Handoko Kasatpol PP Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Menjelang tahun baru ada yang baru pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora, mulai Kamis (31/12/2015) instansi tersebut menempati kantor baru. Tepatnya di jalan Blora – Cepu sebelah barat Kecamatan Jepon depan Mapolres Blora.

Sebelumnya instansi tersebut menempati eks rumah makan Sari Rasa yang tepatnya disebelah timur Mapolres Blora. Pindahnya kantor tersebut dikarenakan kontrak pada tempat sebelumnya sudah habis, meski kondisi kantor baru belum memadai untuk ditempati. Seperti belum terpasangnya keramik lantai dan pagar pembatas luar serta belum tersedianya tempat parkir. ”Kontrak di Sari Rasa Habis, kalau kita tidak pindah kita bisa diusir,” ujar Sri Handoko Kasatpol PP.

Anggaran pembangunan gedung Satpol PP Kabupaten Blora pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sebanyak Rp 1,7 miliar, dari jasa tersebut untuk jasa konsultan pengawas sebanyak 36 juta, sisanya1,664 juta dilakukan pelelangan di unit layanan pengadaan (ULP) dengan pemenang lelang PT Putra Laksana. ”Anggaran sisa 40 juta, dikembalikan ke kas daerah,” tutur Sri Handoko.

Dalam menempati kantor baru dihadiri oleh Pejabat Bupati Blora, Ihwan Sudrajat. Dalam sambutannya, penempatan kantor baru harus diimbangi dengan semangat baru. Meski kondisi belum selesai sepenuhnya. ”Dalam kekurangan kantor akan dilengkapi pada APBD 2016,” tutur Ihwan Sudrajat. (RIFQI GOZALI/TITIS W)

Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Kembang Api di Kudus Jarang Dijumpai

Jelang pergantian tahun, kembang api di Kudus makin sulit ditemui. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Jelang pergantian tahun, kembang api di Kudus makin sulit ditemui. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Menjelang pergantian tahun, pedagang kembang api di Kudus nampaknya masih jarang dijumpai. Berbeda dengan pedagang terompet, yang banyak ditemukan di kawasan perkotaan.

Misalnya di kawasan Simpang Tujuh saja. Untuk mendapatkan penjual kembang api, harus memutar dan melihat penjualnya. Sebab dari sembilan penjual dadakan, hanya satu yang menjual kembang api.

M Zamroni, pedagang terompet di Kudus menuturkan, pihaknya enggan mengambil kembang api karena terlalu berisiko. Sebab selain harganya yang mahal, dalam menjualnya juga hanya sehari saja.

”Khawatir saja kalau tidak laku. Lagi pula jarang yang mau membeli kembang api. Kalau terompet banyak yang cari,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Biasanya, dia juga menjual kembang api saat ramai. Seperti saat bulan puasa dan Lebaran serta saat pergantian tahun seperti sekarang. Namun pada tahun ini dia lebih memilih menjual terompet saja.

”Nanti kalau sisa bagaimana dapat jualan lainnya. Makanya lebih baik jualan terompet saja yang tidak terlau banyak modal,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Tahun Baru, Remaja Kudus Melakukannya dengan Cara Ini

Sejumlah remaja berada di depan kantor DPRD Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sejumlah remaja berada di depan kantor DPRD Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setiap pergantian tahun bari tiba, warga merayakannya dengan beragam cara. Mulai dari pesta, dan ada juga memanfaatkannya sebagai waktu introspeksi. Begini cara remaja Kudus merayakannya.

Seperti yang disampaikan Lusi Maria, siswi dari SMK N 1 Kudus. Lusi mengatakan bahwa, tahun baru akan dimanfaatkan sebagai waktu untuk berkumpul dengan teman-temannya.

“Bisa hiburan untuk melepas stres. Sebab Tahun Baru ini berdekatan dengan waktu masuk sekolah di semester kedua, yaitu Senin (4/1/2016) mendatang,” katanya.

Rifqi dari SMA 2 Bae Kudus mengartikan pergantian tahun baru sebagai waktu untuk introspeksi diri. “Kita harus bisa bijaksana dan tidak berlebihan menyambut Tahun Baru,” ujar Rifqi.

Harapannya, tahun 2016 akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. “Setidaknya, sebagai pelajar bisa meningkatkan prestasi di sekolah,” pungkasnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Begini Pos Pam PR Sukun di Sejumlah Kota

KUDUS – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi PR Sukun, sekaligus program Corporate Social Responsibility (CSR), PR Sukun bekerjasama dengan pihak kepolisian mendirikan tenda pos pengamanan (Pos Pam).

Pos Pam di Demak (PR SUKUN)

Pos Pam di Demak (PR SUKUN)

Pos Pam di Jepara (PR SUKUN)

Pos Pam di Jepara (PR SUKUN)

 

 

 

 

 

 

Pos Pam dididikan di delapan titik sepanjang kota Jepara, Rembang, Grobogan, Demak, Semarang, Kendal, Bawen, dan Pemalang. Bantuan ini bertujuan untuk membantu pihak kepolisian dalam pengamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Pos Pam di Kendal (PR SUKUN)

Pos Pam di Kendal (PR SUKUN)

Pos Pam di Grobogan (PR SUKUN)

Pos Pam di Grobogan (PR SUKUN)

 

 

 

 

 

 

Di dalam Pos Pam tersebut dilengkapi dengan perlengkapan pengamanan seperti Stick Lamp, Borgol, HT, perlengkapan Pemadam, Air Conditioner (AC), serta kotak P3K. Pos Pam ini bertujuan untuk menciptakan suasana aman saat perayaan Natal dan Tahun Baru di ditengah-tengah masyarakat.

Pos Pam di Polrestabes Semarang (PR SUKUN)

Pos Pam di Polrestabes Semarang (PR SUKUN)

Pos Pam di salah satu kota (PR SUKUN)

Pos Pam di salah satu kota (PR SUKUN)

 

 

 

 

 

 

Diharapkan dengan adanya Pos Pam ini para pemakai jalan merasa aman dan nyaman, serta menurunkan angka kecelakaan selama Natal dan Tahun Baru. (AKROM HAZAMI)

Video – Hotel di Jepara Siapkan Hiburan di Malam Tahun Baru

Sejumlah pengunjung Hotel Palm Beach menikmati suasana pantai dari hotel (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pengunjung Hotel Palm Beach menikmati suasana pantai dari hotel (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meskipun di ruang publik ada larangan pementasan sejumlah hiburan pada malam pergantian tahun baru, namun di sejumlah hotel di Kabupaten Jepara ternyata telah menyiapkan sejumlah hiburan menyambut pergantian tahun. Mereka menyiapkan hiburan seperti live musik, dance, dan stand up comedy serta hiburan lainnya.

“Kalau di sini, kami menyiapkan hiburan live musik dan stand up comedy saat malam tahun baru,” ujar Executive Marketing Palm Beach Awang Budiono kepada MuriaNewsCom, Selasa (29/12/2015).

Menurutnya, hampir setiap tahun mayoritas hotel memang menyediakan hiburan malam. Hal itu sebagai bentuk pemberian pelayanan terbaik bagi para tamu yang menginap di hotel maupun bagi masyarakat yang ingin menikmati momen spesial di tahun baru.

“Kami juga menyediakan tarif tersendiri bagi yang tidak menginap di hotel, ada paket untuk dua orang atau satu pasang,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengemukakan, mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, di Hotel Palm Beach sendiri, ketika pesta pergantian tahun tidak begitu banyak. Hal itu terkait dengan lokasi yang di gunakan memang di area pantai dan lahan yang tidak begitu luas.

“Paling sekitar 200 sampai 300 orang saja, ya cukup nyaman jika untuk menikmati momen spesial pergantian tahun dengan hiburan-hiburan yang disediakan,” imbuhnya.

Selain Palm Beach, beberapa hotel lain juga menggelar hiburan malam tahun baru, seperti D’Season Bandengan Jepara serta hotel lainnya. Di ruang yang cukup privat, mereka memanfaatkan momentum pergantian tahun dengan berbagai promo dengan menampilkan sejumlah hiburan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)