Tahun Baru 2018, Ini Resolusi Para Pemimpin di Pati

MuriaNewsCom, Pati – Perayaan Tahun Baru 2018 yang digelar di kawasan Alun-alun Pati berlangsung meriah. Perhelatan akbar tersebut dimulai dari Minggu (31/12/2017) pukul 21.30 WIB hingga Senin (1/1/2018) pukul 01.00 WIB.

Tahun baru ditandai dengan pesta kembang api dan aksi tiup terompet. Sebelumnya, warga Pati dihibur dengan beragam kegiatan pentas seni, dari ketoprak hingga konser musik dangdut.

Bupati Pati Haryanto menyampaikan sebuah resolusi dalam momentum pergantian tahun tersebut. Salah satunya, ia akan terus melakukan pembangunan di Pati dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami memohon doa dan dukungan kepada warga Pati supaya pembangunan infrastruktur di Pati tahun ini bisa berjalan lancar sesuai kebutuhan warga. Dengan infrastruktur yang baik, kami berharap kesejahteraan warga bisa meningkat,” ujar Haryanto.

Ia juga meminta maaf kepada warga Pati bila ada janji politik periode sebelumnya yang belum terlaksana. Namun, ia berjanji akan memenuhinya tahun ini.

“Bila janji politik kami belum terlaksana pada periode sebelumnya, kami mohon maaf. Periode ini, mulai 2018, pelan-pelan akan kami penuhi,” imbuhnya.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menambahkan, pihaknya bersama Bupati akan melakukan gebrakan dari berbagai sektor sesuai dengan semangat Noto Projo Mbangun Deso.

Dalam visi tersebut, pemerintahan akan terus ditata dan desa akan dibangun. “Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah supaya Pati ke depan semakin maju dan gemah ripah lohjinawi,” harapnya.

Sementara itu, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan bersama Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan akan bersinergi untuk menciptakan situasi Kabupaten Pati yang aman dan kondusif.

Terlebih, tugas TNI-Polri saat ini bukan hanya di bidang keamanan saja. Kedua instansi tersebut bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) harus bersinergi untuk memajukan daerahnya di berbagai bidang, mulai dari keamanan, pertanian, hingga bidang sumber daya manusia (SDM).

“TNI dan Polri siap membantu warga Pati, termasuk bila terjadi persoalan dan polemik di tengah-tengah masyarakat,” tandas Letkol Arm Arief.

Editor : Ali Muntoha

Libur Akhir Tahun, Pantai Bandengan Sedot Ribuan Pelancong

MuriaNewsCom, Jepara – Libur akhir tahun obyek wisata Pantai Tirto Samudra, Bandengan di Jepara dipadati sekitar 2.000 wisatawan.

Namun jumlah itu diperkirakan masih bisa bertambah, karena puncak liburan diperkirakan berada di tanggal 1 Januari 2018.

Sabtu (30/12/2017) pelancong yang datang kebanyakan berasal dari luar Jepara. Mereka mengaku sengaja datang ke ‎obyek wisata tersebut guna menghabiskan sisa liburan akhir tahun.

Seperti Netta (18), ia mengaku datang ke Bumi Kartini dari Ibukota Jakarta, untuk menikmati liburan akhir tahun.

“Ke sini dengan keluarga, ya karena ingin berkunjung ke pantai ini mumpung ada libur akhir tahun,” ujarnya, seusai bermain air.

Hal serupa diakui oleh Manggar, pelancong dari Semarang itu datang bersama tujuh anggota keluarganya lain.

“Cari suasana baru saja, yang selain pantai di Semarang. Disini pantainya bagus pasirnya putih,” ungkapnya.

Pengunjung memadati area Pantai Tirto Samudera atau yang lebih kondang disebut Pantai Bandengan, menghabiskan sisa liburan akhir tahun, Sabtu (30/12/2017).
(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Selain mandi dan bermain pasir laut, wisatawan terlihat menikmati wahana bahana boatspeed boat atau sekedar bersantai di tikar.

Petugas loket di Pantai Bandengan Purwanto mengatakan, hari ini pantai dikunjungi sekitar 2000 orang. Jika dibandingkan dengan hari biasa, ada kenaikan sekira 40 persen.

“Kami perkirakan, puncak kunjungan akan ada di tanggal 1 Januari (2018). Namun kenaikan biasanya dimulai pada tanggal 31 Desember 2017‎,” jelasnya.

Meski demikian, wisata pantai sangat bergantung pada kondisi cuaca. Pihaknya berharap agar intensitas hujan tidak begitu tinggi hingga musim liburan berakhir.

“Kalau di pantai kan tujuannya mandi di laut, nah kalau hujan ya biasanya pengunjung batal berwisata ke pantai. Alhamdulillah beberapa hari ini cerah, di Natal kemarin juga cerah,” pungkas Purnomo.

Editor : Ali Muntoha

Jelang Tahun Baru, Pembuat Terompet di Pati Kebanjiran Order

Rasmin sedang menjemur terompet naga di samping rumahnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rasmin, pembuat terompet asal Desa Puri, Kecamatan Pati kebanjiran order menjelang Tahun Baru 2018.

Saat ini, puluhan ribu terompet sudah ia produksi. Tak perlu pusing menjual, ragam terompet buatan Rasiman sudah diambil pedagang dari Pati, Juwana, Trangkil dan Gembong.

Satu terompet, Rasiman biasanya mengambil untung Rp 2 ribu. Pasalnya, terompet itu dijual kepada pedagang yang selanjutnya diecer kepada pembeli.

“Saya mulai produksi sejak Oktober lalu. Soalnya orderannya banyak sampai puluhan ribu. Belum lagi ada kendala cuaca hujan sehingga pengeringan lem pada terompet terganggu,” ujar Rasmin, Selasa (26/12/2017).

Aneka jenis terompet yang ia produksi, di antaranya bentuk naga, drumband, sunduk, drot dan terompet biasa. Dalam sehari, Rasmin mampu memproduksi sekitar seratus terompet dengan dibantu beberapa pekerja.

Semuanya dilakukan secara manual. Sementara kertas yang dipesan sudah dipotong di mana Rasmin membeli kertas.

“Saya sudah memproduksi terompet sejak 30 tahun yang lalu. Dalam sehari-hari, saya jualan mainan. Produksi terompet saya lakukan saat menjelang Tahun Baru,” tuturnya.

Kendati keuntungannya terkesan sedikit, tapi bila dihitung dalam jumlah puluhan ribu terompet, keuntungan bersih Rasman dalam memproduksi terompet bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Dalam produksi 20.000 terompet saja, Rasmin sanggup meraup untung Rp 40 juta. Namun, keuntungan tersebut masih digunakan untuk membayar beberapa orang yang dipekerjakannya.

Editor: Supriyadi

Polisi Larang Ada Paksaan Gunakan Atribut Natal di Kebumen

Pegawai SPBU mengenakan atribut Natal saat melayani pembeli. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kebumen – Kepolisian Resor (Polres) Kebumen melarang perusahaan memaksa karyawannya untuk mengenakan atribut Natal dalam perayaan hari besar umat Kristiani ini. Tak hanya itu, pengusaha juga diminta memberikan waktu khusus bagi umat Nasrani untuk beribadah.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 di Kebumen aman dan tentram.

Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada para pengusaha untuk tak memaksa karyawan nonnasrani untuk mengenakan atribut Natal. Ini dilakukan untuk menghindari adanya gesekan di masyarakat, seperti yang terjadi di beberapa tempat tahun-tahun sebelumnya.

”Kami minta agar tak ada paksaan kepada warga non nasrani untuk menganakan atribut Natal. Kami juga melarang adanya aksi sweeping,” katanya.

Jumat (22/12/2017) sore kemarin, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan ormas keagamaan dan tokoh lintas agama di Hotel Maxolie, untuk membahas menganai masalah ini.

Dalam kesempatan itu, ia meminta agar ormas-ormas tertentu tak melakukan aksi sweeping. Ia mengimbau, jika menemukan adanya kegiatan yang meresahkan, segera laporkan ke polisi, dan aparat yang akan membubarkan.

”Kami juga mengajak tokoh lintas agama untuk patroli bersama selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Ini untuk menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua FKUB Kebumen, M Dawamudin. Pihaknya menginginkan Kebumen yang kondusif selama Natal dan Tahun Baru.

Ketua MUI, yang juga hadir dalam acara tersebut menginginkan agar dalam perayaan Natal, para pengusaha memberikan waktu kepada karyawan untuk melaksanakan ibadah. Pihaknya juga meminta agar supaya, tidak ada paksaaan mengajak selain warganya untuk mengenakan atribut natal selama perayaan Natal.

Editor : Ali Muntoha

Belum Muncul Ancaman Ganggu Natal dan Tahun Baru di Kudus

Kendaraan operasional yang akan digunakan dalam Operasi Lilin Candi 2017 di Kabupaten Kudus disiagakan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya 500 lebih petugas disiagakan selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2017. Mereka akan melakukan pengamanan selama perayaan Natal dan pergantian tahun.

Ratusan petugas tersebut, meliputi jajaran Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, Satpol PP dan ormas.

Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, ratusan petugas tersebut akan dibagi dalam berbagai tugas. Di antaranya siaga di pos penjagaan, serta berpatroli secaray bergantian.

“Dari ratusan petugas untuk pengamanan sebagian besar dari jajaran Polres Kudus, yaitu mencapai 365 petugas,” katanya usai Apel Pasukan Operasi Lilin Candi di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (21/12/2017).

Menurut dia, kondisi Kudus hingga kini masih aman. Ancaman-ancaman juga belum muncul saat akhir tahun ini. Namun, kewaspadaan tetap dilakukan apalagi saat perayaan hari besar seperi Natal dan Tahun Baru. 

Sementara, Bupati Kudus Musthofa juga menyampaikan hal yang sama. Bahwa Kudus masih dalam suasana aman dan terkendali. Untuk itu, pihaknya juga meminta bersama-sama menciptakan suasana yang aman agar masyarakat Kudus tetap aman. 

“Ini ada dari kepolisian, kodim, Satpol PP dan wakil rakyat yang bersinergi. Sehingga tetap menciptakan Kudus yang aman,” ujarnya.

Dalam kegiatan gelar pasukan tersebut, juga dilakukan pengecekan kendaraan dari Polres Kudus. Kendaraan dicek untuk memastikan kalau kondisinya baik, sehingga saat operasi bisa maksimal digunakan.

Editor : Ali Muntoha

Ribuan Polisi-TNI Amankan Natal dan Tahun Baru di Pati

Forkopimda Pati mengecek kendaraan aparat yang akan digunakan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan anggota polisi dan TNI siap mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 di Kabupaten Pati. Hal itu disampaikan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, seusai mengikuti apel gelar pasukan lilin candi di Alun-alun Pati, Kamis (21/12/2017).

“Kami bersama Kodim 0718/Pati dan instansi terkait bersinergi untuk melakukan pengamanan penuh pada perayaan Natal dan Tahun Baru di Pati. Semuanya sudah siap, dari personel hingga sarana dan prasarana,” ujar AKBP Maulana.

Pihak kepolisian sudah menyiagakan sedikitnya 852 personel yang akan ditempatkan di 182 gereja di Pati. Mereka masih mendapatkan bantuan kendali operasi (BKO) dari Brimob sebanyak satu peleton.

Belum lagi, ratusan prajurit TNI yang juga sudah disiagakan untuk mengamankan gereja. Mereka bersama anggota kepolisian disebar di gereja-gereja besar maupun kecil.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan, beberapa kemungkinan ancaman dan gangguan yang perlu diantisipasi, antara lain serangan teror, kemacetan lalu lintas, bencana alam, bahan pokok dan aksi sweeping ormas.

“Kami berharap, Operasi Lilin Candi 2017 yang dimulai pada 23 Desember 2017 bisa mengamankan warga Pati dari berbagai kemungkinan ancaman dan gangguan,” harap Haryanto.

Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan menambahkan, prajurit TNI siap membantu tugas pokok polisi. Seluruh potensi kerawanan wilayah sudah dipetakan. Kemungkinan adanya aksi teror dan kejahatan konvensional juga sudah dipetakan.

“Kami juga sudah melakukan pendekatan dengan elemen masyarakat, sehingga aparat dan warga bisa bersinergi dalam mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru,” pungkas Letkol Arm Arief.

Editor : Ali Muntoha