Ternyata Begini Cara Napi Rutan Jepara Kabur dari Tahanan

Penjaga Rutan II B Jepara semakin meningkatkan kewaspadaan setelah salah satu napi kabur dari rutan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sudarsono napi Rumah Tahanan IIB Jepara yang kabur Selasa (19/9/2017) hingga hari ini Rabu (20/9/2017) belum tertangkap. Saat ini pihak rutan tengah bekerjasama dengan kepolisian untuk mengumpulkan keterangan. 

Kepala Rutan IIB Jepara Slamet Wiryono mengungkapkan, saat kabur Sudarsono diduga telah “merencanakan” aksi kaburnya itu. Hal itu diindikasikan dengan komunikasi antara dirinya dengan Muslikah yang merupakan adik tiri dari Sudarsono. 

“Jadi begini Sudarsono memiliki adik ipar yang juga ditahan di sini (rutan) yakni Abdul Gafur. Ia Abdul Gafur menikah dengan Muslikah yang merupakan adik tiri dari Sudarsono. Pada hari Senin (18/9/2017) sore hari, Sudarsono menelpon Muslikah supaya membawa motor Vario beserta surat-suratnya ke rutan pada pukul 07.00 WIB dengan dalih menjenguk suaminya Abdul Gafur,” katanya, Rabu sore. 

Baca Juga: Seorang Narapidana Rutan Kelas IIB Jepara Kabur

Ternyata, lanjut Slamet, Muslikah menyuruh dua orang adiknya yakni Abdul Rokhim dan Jaenal Arifin untuk menuju rutan pada pukul 07.00. 

“Sesampainya di depan rutan dua orang suruhan Muslikah kemudian bertemu dengan Sudarsono dan disuruh ke warung yang berada disamping rumah dinas yang berada di samping rutan. Kemudian, Sudarsono meminjam motor itu dengan alasan membeli sabun,” terangnya. 

Menurut Slamet, saat itu ada tiga narapidana yang berstatus tamping yang bekerja membersihkan lingkungan depan rutan. Mereka hanya diawasi oleh seorang petugas. Pada saat itu, Sudarsono mengecoh petugas dengan menyapu didepan rumah dinas yang jauh dari tempat pengawas.

Baca Juga: Begini Nasib Napi Kabur dari Rutan Jepara Bila Tertangkap

Saat ini, pihak internal rutan tengah melakukan pengejaran terhadap Sudarsono. Selain itu rutan juga bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk turut memburu napi tersebut. 

“Petugas kepolisian juga telah meminta keterangan dua orang yang membawa motor vario kesini. Kami juga tengah melakukan pengintaian dan penelusuran terhadap yang bersangkutan,” tuturnya. 

Padahal, menurut Slamet napi tersebut minggu ini sudah bisa pulang karena menjalani Cuti Bersyarat. Surat permintaanya pun telah sampai di Kanwil Kemenkumham.

Saat ditanya apakah ada sanksi bagi petugas pengawas, Slamet mengatakan menyerahkannya kepada atasannya. 

“Untuk hukuman saya serahkan kepada atasan saya, termasuk (hukuman) untuk saya saya serahkan kepada atasan saya,” urainya.

Editor: Supriyadi

Seorang Narapidana Rutan Kelas IIB Jepara Kabur

Seorang petugas berjaga di Rutan Kelas IIB Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sudarsono narapidana Rutan Kelas IIB Jepara kabur. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/9/2017) pagi sekitar pukul 07.00. Hingga kini napi kasus penipuan itu masih menjadi buron petugas. 

Karutan IIB Jepara Slamet Wuryono membenarkan hal tersebut. Ia menyebut napi tersebut akan bebas bersyarat pada pekan ini. 

“Dia (napi kabur) minggu ini sebenarnya sudah akan pulang, sudah dalam proses cuti bersyarat sudah aman seharusnya. Sudarsono saat itu ditugasi sebagai tukang parkir didepan. Namun yang bersangkutan lantas kabur,” katanya dihubungi Selasa sore. 

Adapun, narapidana tersebut melarikan  sebuah motor pengunjung rutan merk Honda Vario bernopol K 4508 NQ. 

Saat ini, lanjut Slamet pihaknya sedang melakukan perburuan terhadap narapidana tersebut. Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan pengumpulan informasi terkait keberadaan seorang warga binaan rutan itu, melalui keluarga terdekat napi. 

“Ia merupakan napi kasus penipuan, terkena hukuman selama satu tahun lima bulan. Sudarsono mengajukan cuti bersyarat, suratnya pun sudah sampai ke Kantor Wilayah, tinggal tunggu saja sebenarnya,” urainya. 

Terkait pengamanan, Slamet bilang pihaknya telah melakukan penjagaan terhadap narapidana baik didalam, maupun mereka yang telah berasimilasi dengan lingkungan luar. 

Editor: Supriyadi

Anjing Pemburu Celeng Bakal Dilibatkan untuk Melacak Keberadaan Si Brewok

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Keberadaan Wardi alias Brewok yang masih misterius sejak pelariannya dari Rumah Tahanan (Rutan) Rembang pada Rabu (3/2/2016) lalu, memaksa pihak rutan untuk melakukan berbagai hal.

Salah satu hal yang akan dilakukan pihak Rutan Rembang untuk meringkus dan menjebloskan kembali Brewok ke jeruji besi, yakni dengan melibatkan anjing pemburu celeng sebagai anjing pelacak jejak Brewok di hutan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Rutan Rembang Suyatno. Menurutnya, saat ini tim pencari dari rutan sedang berkoordinasi untuk melibatkan anjing pelacak milik warga untuk memburu Brewok.

“Saat ini tim pencari akan melibatkan anjing pelacak, mungkin kalau masih ada di hutan. Sebagai sarananya, pakaian bekas yang pernah dipakai oleh Wardi akan dilacak oleh anjing itu melalui bau keringatnya,” ujarnya.

Dibeberkan Suyatno, saat ini pihaknya sedang berkoordinasi dengan salah satu warga Kelurahan Sumber Mulyo,Kecamatan Sedan, yang memiliki anjing tersebut. “Masih berkoordinasi dengan Pak Nur, pemilik Anjing itu. Karena, anjingnya saat ini sedang digunakan untuk berburu celeng di hutan,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini Brewok diduga kuat masih bersembunyi di Hutan Juwet yang merupakan wilayah Kecamatan Sedan dan berbatasan dengan Kecamatan Sale.

Pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dan meminta bantuan dari Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kebonharjo guna memperkuat data dan informasi.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : Lebih Sepekan Diburu, Si Brewok Belum Juga Berhasil Diringkus

Lebih Sepekan Diburu, Si Brewok Belum Juga Berhasil Diringkus

Tim dari Rutan Rembangmasih melakukan pencarian terhadap Wardi alias Brewok yang kabur dari rutan (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Tim dari Rutan Rembangmasih melakukan pencarian terhadap Wardi alias Brewok yang kabur dari rutan (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Wardi alias Brewok, tahanan titipan Kejaksaan Negeri Rembang yang kabur dari rutan pada Rabu (3/2/2016) dini hari, hingga kini masih belum berhasil diringkus. lebih 200 jam, Brewok mampumengecoh tim gabungan.

“Tim kami hingga saat ini masih terus mencari. Untuk saat ini, Brewokmasih ada di sekitar Alas Juwet. Ada 6 atau 7 petugas yang mengepung disana,” ujar Suyatno, Kepala Rutan Rembang saat dihubungi MuriaNewsCom, Kamis (11/2/2016).

Menurutnya, saat ini Brewok diduga kuat masih bersembunyi di Hutan Juwet yang merupakan wilayah Kecamatan Sedan dan berbatasan dengan Kecamatan Sale.

Pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dan meminta bantuan dari Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kebonharjo guna memperkuat data dan informasi terkait keberadaan Brewok. “Kemarin minta dukungan, termasuk dari KPH Kebonharjo,” terangnya.

Katanya, sempat ada laporan dari Kepala Desa Gonggang terkait informasi keberadaan Brewok di desanya pada Minggu (7/2/2016) malam, yang sempat masuk ke RT 03.
Namun, ketika tim dari rutan datang ke Desa Gonggang pada Senin siang, ternyata sudah tidak ada. Kendati sempat mendapat laporan tersebut, pihak rutan tetap menduga Brewok masih bersembunyi di Hutan Juwet. “Kemungkinan Wardi keluar dari hutan memang ada, tapi insting teman-teman, Wardi masih berada di hutan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Baca juga : 2 Tahanan Hilang Misterius dari Rutan Rembang

Polisi Rembang Kembali Blusukan Ke Hutan untuk Tangkap 2 Tahanan yang Kabur

Petugas Kepolisan Polsek Sedan bersama tim gabungan blusukan menyisir hutan di desa Mojosari untuk menangkap tahanan titipan jaksa penuntut umum yang kabur dari Rutan Rembang, Kamis (4/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Petugas Kepolisan Polsek Sedan bersama tim gabungan blusukan menyisir hutan di desa Mojosari untuk menangkap tahanan titipan jaksa penuntut umum yang kabur dari Rutan Rembang, Kamis (4/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pihak kepolisian di Rembang kembali kembali blusukan ke hutan untuk menangkap penjahat yang kabur dari rutan.

Baca juga : Satu Tahanan yang Kabur dari Rutan Rembang Ditangkap Saat Bakar Jagung

Setelah beberapa waktu lalu, aparat dari Polres Rembang terlibat aksi seperti dalam film box office Fast and Furious dan melakukan pengepungan semalaman untuk menangkap pelaku pencurian ponsel, di kebun tebu daerah Gegersimo, Kecamatan Pamotan. Kali ini, pihak Polsek Sedan bersama tim gabungan dari Rutan Rembang dan Koramil, menyisir hutan di Mojosari, Kecamatan Sedan, untuk menangkap dua tahanan titipan jaksa yang kabur dari rutan, sejak Rabu (3/2/2016) malam sampai Kamis (4/2/2016).

Kapolsek Sedan, AKP Joko Purnomo menjelaskan salah satu orang yang diburu tertangkap setelah dilakukan pengejaran dan pengepungan semalaman di Petak I Hutan Kebon Harjo, wilayah Desa Mojosari. Orang yang ditangkap bernama Muhamad Yudi alias Cakil (22) warga warga Bangunrejo, RT 01 RW 02, Pamotan Rembang.

”Setelah mendapat informasi dari masyarakat, ada pelarian yang datang ke Desa Mojosari, kebetulan di sana ada temannya. Kemudian kami bersama tim gabungan langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran, mulai tadi malam hingga tadi pagi pukul 06.30 WIB,” jelasnya singkat.

Sementara Kepala Rutan Rembang, Suyatno menjelaskan lebih rinci terkait penangkapan Cakil. Menurutnya, setelah dilakukan penggerebekan dan ternyata kedua terdakwa itu sudah melarikan diri ke hutan, tim gabungan segera menyebar di sekitar lokasi hutan. ”Kita kepung akses-akses jalan yang kemungkinan bisa dilewati olehnya,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Suyatno, selain mengepung, tim gabungan tersebut juga menyisir ke dalam hutan. Baru kemudian tim gabungan ini keluar dari hutan pada pukul 02.00 dini hari. ”Kira-kira jam dua baru keluar, terus kita menunggu sampai fajar. Setelah itu, kami bentuk tim lagi untuk masuk hutan kira-kira jam enam pagi,” tambahnya.

Suyatno mengaku menggerakkan anggotanya secara total untuk melakukan penangkapan dua terdakwa yang melarikan diri itu, hanya menyisakan lima orang petugas pria di rutan. ”Dari rutan hampir semua tenaga laki-laki kita fokuskan untuk penangkapan ini, kira-kira dua puluhan. Di rutan, kami sisakan petugas penjagaan 5 orang laki-laki,” tandasnya.

Baca juga :

Usai Tahanan Kabur, Pohon di Depan Rutan Rembang Dipangkas

2 Tahanan yang Kabur dari Rutan Rembang Diduga Panjat Dinding dan Lewat Atap 

Dua Tahanan yang Kabur Dari Rutan Rembang, Ternyata Sudah Keluar Masuk Penjara Selama 6 kali

Editor : Titis Ayu Winarni

Satu Tahanan yang Kabur dari Rutan Rembang Ditangkap Saat Bakar Jagung

akil, salah satu tahanan titipan kejaksaan yang kabur dari Rutan Rembang berhasil ditangkap (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

akil, salah satu tahanan titipan kejaksaan yang kabur dari Rutan Rembang berhasil ditangkap (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Satu dari dua tahanan titipan kejaksaan yang kabur dari Rutan Rembang kemarin, berhasil ditangkap di Petak I Wilayah Hutan Kebon Harjo, Desa Mojosari, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Kamis (4/2/2016) sekira pukul 06.30 WIB.

Kepala Rutan Rembang Suyatno mengatakan, dua tahanan yakni Wardi dan Cakil yang kabur terdetekasi melarikan diri ke rumah saudaranya Wardi yang bernama Khosin warga Mojosari. Sehabis magrib, ada warga yang melihat keduanya, kemudian melapor ke Polsek Sedan.

“Kemudian kami segera persiapan untuk penggrebekan, setelah diadakan penggrebekan ternyata keduanya sudah tidak ada,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Baca Juga : Usai Tahanan Kabur, Pohondi Depan Rutan Rembang Dipangkas

Berbekal informasi dari warga yang rumahnya digrebek itu, tim gabungan yang terdiri dari petugas rutan, anggota Polsek Sedan dan koramil, serta dibantu sejumlah masyarakat segera menyisir hutan yang berada di Desa Mojosari.”Dari pengakuan saudaranya tersebut, dua orang itu lari ke hutan,” bebernya.

Setelah melakukan pengepungan dan penyisiran hutan semalaman, kata Suyatno, kedua orang yang diburu belum ditemukan. Baru keesokan harinya, Cakil berhasil ditangkap ketika sedang membakar jagung di hutan itu. Sementara Wardi berhasil kembali meloloskan diri. “Cakil tertangkap tadi pagi ketika sedang membakar jagung. Namun, Wardi berhasil meloloskan diri,” kata Suyatno.

Dijelaskan, setelah berhasil melarikan diri dari penjara, keduanya menaiki bus kecil dari depan rutan menuju ke Pamotan. “Kalau pengakuan yang sudah tertangkap, dari depan kantor mereka naik bus kecil ke arah Pamotan,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Sedan AKP Joko Purnomo menegaskan, hingga saat ini pihak kepolisian dan tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap Wardi. “Yang satu melarikan diri, masih dalam pengejaran,” tegasnya.

Menurutnya, tempat tertangkapnya Cakil merupakan hutan wilayah Kebonharjo, namun masih berada di Desa Mojosari.

Editor : Kholistiono

Berita terkait : 2 Tahanan Hilang Misterius dari Rutan Rembang

2 Tahanan yang Kabur dari Rutan Rembang Diduga Panjat Dinding dan Lewat Atap

Kepala Rutan Rembang Suyatno memantau CCTV di kantornya, Rabu (3/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kepala Rutan Rembang Suyatno memantau CCTV di kantornya, Rabu (3/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Wardi alias Brewok dan Muhamad Yudi alias Cakil, dua tahanan titipan kejari yang melarikan diri dari Rutan Rembang, diduga memanjat dinding dan melewati atap rutan.
“Kalau dugaan, kemungkinan melompat atap, tapi tidak ada jejaknya. Kami ada CCTV di lokasi dekat kamar mereka, tapi hasilnya belum bisa dilihat,” ungkap Kepala Rutan Rembang Suyatno kepada MuriaNewsCom, Rabu (3/2/2016).

Suyatno mengaku tidak menemukan jejak kaki ataupun petunjuk lainnya terkait kaburnya dua tahanan kejaksaan tersebut. “Jejak kaki tidak ada, padahal tadi malam sempat gerimis. Seharusnya kan terlihat. Selain itu, di sana juga ada banyak barang pecah belah, tapi masih rapi semua. Kalau buru-buru kan barangnya pecah semua,” tambahnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan, kedua tahanan titipan JPU itu diduga kuat keluar memanjat dinding dan berjalan di atas atap. “Hasil olah TKP, diduga pelaku merusak gembok pintu sel, kemudian keluar dengan memanjat tembok atau dinding samping selatan ruang tahanan,” jelasnya kepada MuriaNewsCom di Rutan Rembang.

Setelah berhasil keluar, kata Eko, keduanya kemudian berjalan melalui atap dan turun ke jalan umum sebelah barat rutan. Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya dua buah paku, satu sandal yang diduga milik pelaku, dan sebuah genteng yang pecah.

Editor : Kholistiono 

Dua Tahanan yang Kabur Dari Rutan Rembang, Ternyata Sudah Keluar Masuk Penjara Selama 6 kali

Wardi alias Brewok (44) dan Muhamad Yudi alias Cakil (24) bersama seorang penadah, ketika ditangkap Sat Reskrim Polres Rembang dalam gelar perkara di Mapolres, Jumat (27/11/2015) lalu. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Wardi alias Brewok (44) dan Muhamad Yudi alias Cakil (24) bersama seorang penadah, ketika ditangkap Sat Reskrim Polres Rembang dalam gelar perkara di Mapolres, Jumat (27/11/2015) lalu. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Wardi alias Brewok (44) dan Muhamad Yudi alias Cakil (24), dua tahanan titipan jaksa penuntut umum (JPU) yang melarikan diri dari rutan Rembang, ternyata sudak keluar masuk penjara sebanyak 6 kali.

Hal tersebut diungkapkan oleh kepala rutan Rembang, Suyatno kepada awak media di kantornya, Rabu (3/2/2016). Dikatakan olehnya, berdasarkan catatan di bagian registrasi rutan Rembang, Wardi sudah enam kali mendekam di rumah tahanan Kelas IIB yang berada di Jalan Diponegoro No. 100 Rembang itu.

”Selama saya di sini, kurang lebih selama satu tahun ini, dia sudah masuk dua kali ke rutan Rembang. Namun, kata petugas di bagian registrasi yang bersangkutan sudah masuk rutan dengan jumlah total sebanyak 6 kali,” katanya.

Menurutnya, Wardi dan Yudi dijebloskan ke rutan karena kasus pencurian sepeda motor yang merupakan titipan JPU sejak tanggal 21 Januari 2016 dan akan habis tanggal 10 Februari 2016.

Keduanya berhasil melarikan diri dari ruang sel khusus karantina atau ruang isolasi rutan Rembang, Rabu (3/2/2016). ”Dimasukan ke sini karena kasus pencurian sepeda motor,” tambah Suyatno.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan keduanya merupakan spesialis pencurian sepeda motor. Menurutnya, keduanya merupakan residivis 4 kali dengan kasus pencurian sepeda motor. Keduanya dibekuk polisi di Gresik pada tanggal 24 November 2015 yang lalu. ”Sudah residivis 4 kali untuk kasus pencurian sepeda motor,” tandasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

2 Tahanan Hilang Misterius dari Rutan Rembang

tahanan kabur (e)

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Rembang Suyatno menunjukkan foto dan identitas tahanan yang kabur dari rutan (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Dua orang tahanan kejaksaanyang dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Rembang kabur pada Rabu (3/2/2016). Terkait kaburnya dua tahanan tersebut, pihak rutan justru merasa heran lantaran tidak ditemukan jejak-jejak pelarian keduanya.

Kepala Rutan Rembang Suyatno mengatakan, saat diketahui kondisi sel kedua tahanan jaksa tersebut dalam kondisi rusak. Meskipun ada CCTV di sekitar sel keduanya, namun sejauh ini belum membuahkan hasil.

“Pintunya di rusak, namun anehnya, setelah kami periksa lokasi sekitar tidak ditemukan jejak-jejaknya. Ada CCTV juga, tapi hasilnya belum bisa dilihat,” katanya kepada MuriaNeasCom.

Suyatno menjelaskan, terkait kronologi kaburnya dua tahanan itu diperkirakaan sekira pukul 02.00 sampai 04.00 WIB. Menurutnya, petugas mengetahui adanya dua tahanan yang kabur, ketika seorang petugas hendak memasak sekaligus melakukan kontrol keliling.

“Jam 02.00 WIB masih ada ketika dicek oleh petugas. Terus ketika jam 04.00 WIB, ada petugas mau masak sekalian kontrol keliling, petugas melihat pintunya sudah dirusak dan sudah tidak ada di kamar,” jelasnya.

Dibeberkan olehnya, kedua tahanan jaksa yang kabur diketahui bernama Wardi alias Brewo warga Gonggang RT 01 RW 01 Sarang, Rembang dan Muhamad Yudi alias Cakil warga Bangunrejo RT 01 RW 02 Pamotan, Rembang.

Pihak rutan segera melaporkan kejadian tersebut ke Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Rembang. Hingga saat ini, pihak Sat Reskrim masih melakukan olah tempat kejadian perkara di Rutan Rembang.

Editor : Kholistiono