Satlantas Polres Kudus Masih Selidiki Peristiwa Tabrakan di Ngembal Rejo

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Lalu Lintas Polres Kudus masih menyelidiki kasus tabrakan Mobil versus motor, yang mengakibatkan dua remaja tewas, Minggu (11/2/2018) malam. Saat ini petugas sedang mendalami keterangan dari saksi-saksi.

Hal itu dikatakan Kanit Lakalantas Polres Kudus Iptu Ngatmin, Senin (12/2/2018). Menurutnya, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi terkait kejadian tersebut.

Adapun, kronologi kejadian terjadi saat mobil Honda Jazz bernomor K 7539 XA, yang dikendarai AA melaju dari arah timur ke Barat. Sampai di tempat kejadian yakni Jl Jendral Sudirman, Turut Desa Ngembal Rejo, Kecamatan Bae, pengemudi menabrak motor yang dikendarai oleh Melly dan memboncengkan Siti.

Diduga, pengendara mobil saat itu tak memperhatikan arus lalu lintas, saat melintas di tempat kejadian peristiwa. Akibatnya, dua remaja yang ditabrak mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia.

“Pengendara mobil dan kendaraan sudah kami amankan di Mapolres Kudus,” ujar Kanit lakalantas Polres Kudus Ngatmin.

Menurutnya, hingga saat ini prosesnya masih lidik. “Kita masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, karena hingga dengan sekarang keterangan dari saksi dan pengemudi belum sinkron. Nanti putusannya dari pemeriksaan (apakah lanjut ke proses penyidikan),” tuturnya.

Sementara itu, di dunia maya video terkait lakalantas tersebut tersebar luas. Seperti yang dibagikan oleh akun facebook Kudus Viral, yang memperlihatkan warga geram dengan pengemudi Honda Jazz yang dianggap kabur setelah menabrak. Mereka lantas mengejar kendaraan tersebut dan sempat menghentikannya.

Editor : Supriyadi

Pria Tanpa Identitas Jadi Korban Tabrak Lari di Jalan Purwodadi-Kudus, Ini Ciri-cirinya

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang pria tak dikenal menjadi korban kecelakaan di jalan Purwodadi-Kudus, Jumat (26/1/2018) malam. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawa pria ini tidak berhasil diselamatkan karena mengalami luka parah di bagian kepala. Jenazahnya masih berada di RSUD Purwodadi hingga siang tadi.

Sampai saat ini, identitas korban belum diketahui.  Adapun ciri-cirinya antara lain, bertubuh gempal, rambut pendek, memakai celana pendek kolor, kaos oblong warna hijau dan sarung kotak-kotak yang diikatkan pada pinggang layaknya sabuk.

Korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Tinggi tubuh sekitar 165 dengan berat badan 75 kg.

“Korban tidak membawa tanda pengenal apapun. Di lokasi kejadian juga tidak kita temukan bukti identitas dan warga sekitar juga tidak mengenali korban. Bagi yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut bisa mengecek ke kamar jenazah RSUD Purwodadi,” jelas Kanit Laka Satlantas Polres Grobogan Ipda Candra, Sabtu (27/1/2018).

Ia menjelaskan, peristiwa kecelakaan juga terjadi di.jalur Brati-Klambu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat kejadian, korban berjalan kaki dari arah timur menuju ke barat. Sesampai di lokasi, korban mendadak berjalan ke tengah jalan.

Dalam waktu bersamaan, ada mobil Suzuki APV nopol K 8472 FK yang melaju di belakangnya. Karena jarak terlalu dekat, mobil yang dikendarai Moch Sofie, warga Jati, Kudus sempat menyenggol korban.

Korban yang tersenggol mobil akhirnya terjatuh di sisi kiri jalan. Nah, dalam waktu bersamaan ada sebuah kendaraan tak dikenal melaju dari arah timur menuju ke barat dengan kecepatan tinggi.

Kendaraan yang diperkirakan jenis kijang warna putih ini kemudian menabrak pria yang dalam posisi tergeletak di pinggir jalan tersebut. Usai menabrak korban, kendaraan tak dikenal itu langsung melarikan diri.

Editor: Supriyadi

Nyenggol Truk, Warga Tambakromo Pati Tewas di Jalan, Sopirnya Kabur

Polisi tengah melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan, Jalan Tambakromo-Kayen, Kamis (16/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pengendara sepeda motor Supra bernomor polisi K 4826 EH bernama Saribun (57), warga Sinomwidodo, Tambakromo, Pati, meninggal dunia di lokasi setelah tertabrak truk di Jalan Tambakromo-Kayen, Kamis (16/11/2017).

Korban meninggal dunia lantaran kepala mengalami cedera dan pendarahan berat. Sementara truk yang menabrak tidak diketahui identitasnya karena kabur.

Ningrum, salah satu saksi mengatakan, kejadian bermula saat truk berjalan dari barat ke timur, sedangkan korban melaju dari arah yang sama. Korban yang membawa dua karung pupuk dan cangkul berusaha mendahului truk.

Namun, karung pupuk tersebut menyenggol badan truk sehingga korban jatuh. “Setelah itu, truk melarikan diri. Korban tergeletak di jalan,” ujar Ningrum.

Peristiwa tersebut sempat menjadi tontonan warga setempat. Polisi yang mengetahui informasi tersebut lantas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Aparat kepolisian juga tengah melakukan pendalaman untuk mencari sopir truk yang kabur tersebut.

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengimbau kepada pengguna jalan untuk memperhatikan barang bawaan saat berkendara. Sebab, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi.

“Hati-hati dalam berkendara dan kelengkapan kendaraan itu untuk keselamatan diri sendiri. Jadi kami imbau untuk selalu waspada dalam berkendara,” imbau AKP Ikrar.

Editor : Ali Muntoha

Pengendara Honda Beat Jadi Korban Tabrak Lari di Jalan Demaan-Tegalsambi Jepara

 

 

Kecelakaan

  MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kabupaten Jepara. Kali ini terjadi Jalan Demaan – Tegalsambi, Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Kota Jepara. Kecelakaan ini terjadi antara sepeda motor Honda Beat bernomor polisi K 6150 HV dengan kendaraan yang belumdiketahui identitasnya. Hal ini, karena lawannya sudah melarikan diri.

Satu korban mengalami luka bernama Aris Kurniawan warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung, Jepara. Korban yang mengendarai Honda Beat tersebut mengalami luka di bagian kepala setelah ditabrak kendaraan lainnya yang tak diketahui identitasnya itu.

Peristiwa ini terjasi sekitar pukul 22.00 WIB, Senin (25/4/2016) malam tadi. Awalnya, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat berjalan dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang. Sesampai di tempat kejadian peristiwa (TKP), korban berjalan mendahului kendaraan lain kemudian terjadi singgungan antara kedua kendaraan tersebut.

“Diduga, karena kekurang hati-hatian dari masing-masing pengendara.Sebab kondisi jalan halus dan mulus, tanpa ada lubang,” kata Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama melalui salah satu stafnya kepada MuriaNewsCom, Selasa (26/4/2016).

Menurut dia, korban yang mengalami luka di bagian kepala tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini Jepara. Sedangkan, sepeda motor yang dikendarai dalam kondisi rusak bagian bodi sisi kanan dan kiri.

“Beruntung, korban tidak mengalami luka parah. Dia dirawat di RSUD Kartini Jepara. Sedangkan kondisi kendaraan rusak parah. Sampai saat ini lawannya masih belum diketahui, karena begitu peristiwa kecelakaan langsung lari dan tidak ada yang mengetahui pasti,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Ternyata Korban Tabrak Lari yang Tewas di Kaliori Adalah Seorang Pengembara

kecelakaan

 

REMBANG – Suyatno (52) warga Desa Juntikedokan, RT 01 RW 05 Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menjadi korban tabrak lari di Jalan Pantura Kaliori Kabupaten Rembang, Selasa (12/1/2016).

Suyatno yang diketahui berjalan kaki ketika insiden tragis menimpanya itu, ternyata seorang pengembara. Hal itu diungkapkan oleh Kasat Lantas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi usai melakukan olah tempat kejadian perkara, Selasa (12/1/2016) pagi.

Menurut Ghifar, Suyatno dilihat dari penampilannya memang merupakan seorang pejalan kaki yang menempuh jarak jauh guna melakukan tirakat. ”Dari penampilannya, korban memang pejalan kaki jarak jauh yang melakukan semacam tirakat yang juga membawa tongkat,” terangnya.

Hal itu diperkuat, lanjut Ghifar, dengan adanya seorang pejalan kaki lainnya yang juga warga Indramayu. ”Setelah olah TKP, kami juga bertemu dengan pejalan kaki lain yang membawa tongkat. Dia juga dari Indramayu, namun ketika kami tanyai terkait identitas dan alamat korban yang meninggal dunia. Yang bersangkutan mengaku tidak kenal karena jarak antar kecamatan keduanya cukup jauh,” tandasnya.

Sementara terkait pengemudi kendaraan yang melarikan diri setelah menabrak pejalan kaki hingga tewas itu, menurut Ghifar merupakan kendaraan besar. ”Dilihat dari kondisi korban yang mengenaskan, tidak mungkin ditabrak sepeda motor. Ya, kendaraan besar seperti truk ke atas. Mungkin pengendara tidak tahu kalau telah menabrak korban, bisa saja mengetahui tapi langsung kabur,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Ini Nama Dua Penumpang Minibus Jurusan Kudus-Jepara yang Mengalami Kecelakaan

Minibus jurusan Kudus-Jepara yang mengalami kecelakaan sedang dievakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Minibus jurusan Kudus-Jepara yang mengalami kecelakaan sedang dievakuasi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Minibus jurusan Kudus- Jepara yang mengangkut 16 penumpang mengalami kecelakaan di jalan Soekarno Hatta km.03 Desa Senenan, Kecamatan Kota Jepara, pagi tadi. Minibus menabrak pohon dan akhirnya terguling.

Dari 16 penumpang, selain supir dan kernet yang mengalami patah tulang, setidaknya dua penumpang mengalami luka parah.

Data yang diperoleh MuriaNewsCom, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tersebut. Sebanyak 16 penumpang sebagian besar mengalami luka ringan. ”Korban luka-luka langsung dibawa ke RSUD Kartini Jepara,” ujar Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama kepada MuriaNewsCom, Kamis (3/9/2015).

Andhika membeberkan, penumpang minibus yang mengalami patah tulang yaitu, Sunarto (57), warga Desa Kuwawor, Kecamatan Sukolilo, Pati dan Umi Mukhayaroh (37), warga RT 14 RW 03 Desa Lebuawu,Kecamatan Pecangaan, Jepara.

Sedangkan identitas luka parah lain yakni pengemudi Kunarso (45), warga Pasuruan Lor,Kecamatan Jati, Kudus, dan seorang kernet bernama Puji Lestanto (40) Pasuruan Lor,Kecamatan Jati, Kudus.

Akibat peristiwa ini, jalur Jepara – Kudus sempat tersendat. Itu lantaran banyaknya pengguna jalan yang mengurangi laju kendaraannya untuk melihat peristiwa dan proses evakuasi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Minibus Jurusan Kudus-Jepara Tabrak Pohon

Kondisi mini bus jurusan Kudus-Jepara yang rusak usai menabrak pohon dan terguling (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kondisi mini bus jurusan Kudus-Jepara yang rusak usai menabrak pohon dan terguling (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Mini bus jurusan Jepara – Kudus mengalami kecelakaan di jalan Soekarno Hatta km 03 Desa Senenan, Kecamatan Kota. Mini bus bernomor polisi K 1644 BC itu menabrak pohon di pinggir jalan dan akhirnya terguling.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama mengatakan, mini bus tersebut dikemudikan Kunarso, warga RT 2 RW 3 Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

“Dia melaju kencang dari arah Kudus. Saat melintas di Jalan Soekarno-Hatta Km. 03 Jepara, bus yang berpenumpang 16 orang itu terguling,” ujar Andhika kepada MuriaNewsCom, Kamis (3/9/2015).

Dia juga menyampaikan, kejadian kecelakaan lalulintas ini, bermula saat ada mobil pick up yang tidak diketahui identitasnya, tiba-tiba masuk jalur bus. Kemudian bus memghindar dan menabrak trotoar

”Karena kecepatan tinggi, sopir bus tidak sempat mengerem, lalu menabrak trotoar. Bus berhenti dan terguling setelah menabrak pohon. Kemudian untuk mobil pick up yang tak diketahui identitasnya, langsung kabur,” kataya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)