Gembong Investasi Bodong Ratusan Miliar Diringkus Polresta Surakarta

Polisi meringkus gembong investasi bodong yang telah buron selama 2,5 tahun. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Surakarta – Seorang gembong penipuan investasi emas, bernama Yusak Sie Haryanto berhasil diringkus aparat Polresta Surakarta. Dia ditangkap setelah 2,5 tahun buron, karena membawa kabur uang korban yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Tersangka dibekuk saat bersembungi di kawasan Prambanan, Kabupaten Klaten, pada Senin (11/12/2017) pukul 16.30 WIB.

“Pelaku kita tangkap berdasarkan bantuan dari Satlantas Polres Klaten dan dibackup Ditreskrimum Polda Jateng,” kata Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi, di Mapolresta Surakarta, Rabu (13/12/2017).

Menurut dia, pelaku melakukan penipuan dengan menawarkan investasi jual beli emas, tetapi tidak ada barangnya. Jika ada emasnya hanya untuk mengelabui korbannya.

Pelaku melakukan aksi penipuan dengan modus menawarkan profit 10-20 persen per pekan kepada investornya. Aksinya terus berlangsung dalam kurun waktu sejak 2013 hingga 2015.

“Agar korban percaya, profit benar-benar diberikan sekali dua kali, setelah itu korban menambah investasi lalu menghilang dan induknya tidak dikembalikan,” ujarnya.

Selama buron, pelaku selalu berpindah-pindah dan memiliki banyak tempat kontrakan, sehingga polisi agak kesulitan menemukan pelaku.

Tim penyidik masih melakukan pengembangan ada kemungkinan pelaku lainnya.
Pelaku tersebut diketahui mencari dana dari para korban dengan melalui 12 orang yang menjadi agennya.

”Tim penyidik kini sedang melakukan pengembangan terkait pelaku penipuan investasi bodong lainnya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Warga Karanganyar Terserang Difteri Karena Tak Pernah Imunisasi

Seorang siswa tengah menjalani imunisasi di sekolah. Imunisasi disebut sebagai salah satu cara untuk menghindari penyakit difteri. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Karanganyar – Satu warga Kabupaten Karanganyar tercatat pernah terinveksi penyakit difteri. Kasus ini terjadi pada Juni 2017 lalu. Beruntung korban dapat diselamatkan setelah dilakukan penanganan yang intensif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karanganyar, Rita Sari Dwei kepada wartawan, Selasa (12/12/2017) menyebut, jika korban yang tererang difteri tak pernah diimuniasi.

Beruntung menurut dia, karena saat merasakan gejalan sakit korban langsung berobat. Sehingga tim medis bisa langsung mendeteksi jika korban terinveksi difteri.

Ia menyebut, saat itu Dinas Kesehatan langsung berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan penanganan. Pasalnya, untuk menangani kasus ini cukup rumit dan mahal.

”Untuk menangani harus disuntik serum antidifteri. Serumnya saat itu di Solo Raya tidak ada, hanya ada di pusat, provinsi juga tidak punya,” katanya.

Ia menyebut, satu serum untuk disuntikkan pada korban harhanya sekitar Rp 2,5 juta. Padahal yang dibutuhkan tidak cukup satu serum. Untuk penanganan korban waktu itu, menurut dia, tim medis harus menyuntikkan empat serum sekaligus.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan pemeriksaan kepada orang-orang di sekitar korban, untuk memeriksa apa ada yang tertular atau tidak.

”Kami periksa orang-orang di dekatnya, keluarganya, gurunya, teman sekolah, ada nggak kuman difteri. Lalu kita kasih obat profilaksis agar kuman tidak merajalela,” ujarnya.

Saat ini menurutnya, Dinkes Karanganyar semakin gencar menyosialisasikan imuniasi. Karena imunisasi bisa membentengi anak dari penyakit difteri.

“Dari kasus itu, saya minta orang tua jangan egois. Karena anaknya tidak pernah imunisasi jadi terkena difteri. Bahayanya bisa menyebabkan kematian dan menular,” terangnya.

Dia mengatakan, corynebacterium diphtheriae atau bakteri penyebab difteri menyebar melalui udara. Daya tahan tubuh menjadi kunci utama untuk menangkal bakteri tersebut.

“Udara itu bakterinya komplet, kalau dalam kondisi tidak imun, orang pasti bisa sakit. Intinya jangan sampai nggak imunisasi, udah itu saja, kalau kebal nggak akan kena,” paparnya.

Menurut dia, gejala terkena difteri bisa dikenali sejak awal. Yakni ada keluhan panas, sulit menelan, sakit tenggorokan, dan agak sesak napas. Jika menemukan tanda-tanda itu masyarakat diimbau segera berobat.

”Karena selaput putih lama-lama bisa memenuhi amandel lalu tidak bisa bernapas, terpaksa leher dibolong agar bisa bernapas. Yang bahaya racunnya bisa menyebar ke jantung dan otak,” katanya menjelaskan.

Difteri adalah salah satu jenis penyakit menular dan cukup berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Difteri, akan menyumbat saluran pernapasan atas atau toksinnya yang bersifat “pathogen” yang bisa menimbulkan komplikasi seperti gagal nafas. 

Bagi penderita difteri biasanya masa inkubasi yaitu antara 2 hingga 6 hari. Oleh karena hal yang tidak kalah penting mengantisipasi difteri adalah melakukan imunisasi DPT yang kurang dari satu tahun selama tiga kali, boster umur 2 tahun, masuk SD, dan kelas lima.

Editor : Ali Muntoha

Simulasi Pembangunan Fly Over Manahan Solo, Jalur KA Ditutup Total

Sejumlah pekerja mulai melakukan pembangunan flyover Manahan Solo. (Facebook)

MuriaNewsCom, Solo – Perlintasan Kereta Api (KA) Manahan, ditutup total selama 24 jam pada Rabu (4/10/2017) mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB hari berikutnya, terkait rencana pembangunan ‘fly over’ Manahan yang dijadwalkan mulai dikerjakan bulan depan.

Penutupan perlintasan sebidang disertai pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan tersebut, merupakan simulasi rekayasa manajemen lalu lintas akibat pembangunan ‘fly over’ Manahan yang dipastikan mengakibatkan penumpukan kendaraan di sejumlah ruas jalan terdampak.

Dilansir krjogja.com, Kepala Dinas Perhubungan, Hari prihatno, kepada wartawan, di kantornya, Selasa (3/10/2017), mengungkapkan, tingkat kepadatan arus lalu lintas di perlintasan sebidang Manahan,  rata-rata mencapai 2 ribu unit per jam.

Dengan begitu, selama proses pembangunan fly over, 2 ribu unit kendaraan per jam yang biasanya melintas di perlintasan Manahan, mesti dialihkan ke ruas jalan lain, sehingga diperlukan rekayasa manajemen lalu lintas secara cermat, agar tak terjadi kemacetan.

Selama 24 jam simulasi penutupan perlintasan sebidang Manahan, jelas Hari, ruas Jalan Slamet Riyadi segmen Gedengan hingga Purwosari yang semula satu arah, diberlakukan sistem dua arah, dilengkapi rambu ‘road barier’.

Demikian halnya Jalan Hasanudin mulai dari simpang tiga Jalan Ciptomangunkusumo sampai simpang empat Pasar Nongko, dari dua arah diberlakukan untuk arus lalu lintas satu arah. Sistem satu arah, juga diberlakukan pada ruas Jalan RM said segmen Pasar Nongko hingga simpang empat pemuda, serta Jalan MT Haryono.

Sedangkan perubahan arus lalu lintas lain, diberlakukan pada ruas Jalan Hasanudin dari simpang tiga Kelurahan Punggawan hingga Jalan Soepomo menjadi dua arah, lalu Jalan KS Tubun segmen simpang empat Polresta hingga simpang tiga jalan Menteri Supeno yang semula dua arah, menjadi satu arah.

“Sedangkan Jalan Kalitan tetap diberlakukan satu arah disertai kewajiban semua kendaraan ketika memasuki kawasan Jalan Moewardi, berbelok ke kiri,” jelasnya.

Kepadatan arus lalu lintas di sekitar perlintasan sebidang Manahan, jelas Hari, memang sangat tinggi, sehingga rekayasa manajemen lalu lintas dimulai dari kawasan simpang empat Purwosari yang berjarak sekitar empat kilometer dari titik perlintasan KA Manahan.

Seluruh rambu lalu lintas terkait dengan pengalihan arus, saat ini sudah terpasang, dan saat simulasi akan ditempatkan sejumlah personal selama 24 jam penuh secara bergiliran.

Dia berharap, pada saatnya nanti perlintasan sebidang Manahan benar-benar ditutup terkait pembangunan fly over, arus lalu lintas berjalan lancar, selain pula pengguna jalan sedikit banyak mulai familiar. Meski begitu dia menyarankan, saat perlintas sebidang Manahan ditutup total selama pembangunan fly over berlangsung, masyarakat sejak awal mencari celah ruas jalan lain, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pada ruas jalan tertentu.

Editor : Akrom Hazami

Pesan Presiden RI saat Hadiri Silatnas MTA di Surakarta

Presiden Indonesia Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara Silatnas MTA III di Surakarta, Minggu. (Tribratanews Polres Surakarta)

MuriaNewsCom, Solo – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) III di Stadion Manahan Surakarta, Minggu (17/09/2017).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Tatang Sulaiman, Ketua MTA Ustaz Ahmad Sukina, perwakilan MTA tiap provinsi serta para forkopimda Jawa tengah.

Dalam sambutanya, Presiden RI mengucapkan terima kasih kepada panitia karena sukses  menyelenggarakan acara tersebut.

 “Jagalah ukuwah persaudaraan ukuwah islmaiyah antara umat beragama dan jangan sampai terpecah belah bangsa Indonesia ini” kata Presiden.

Dirinya kepada keluarga besar MTA untuk bergandengan tangan menyebarkan kasih sayang dakwah.

“Dakwah yang mengajarkan untuk menjaga Pancasila menjaga Bhinneka tunggal Ika dan berpegang teguh kepada undang-undang 1945” tambah Presiden.

Sementara menyikapi masalah Muslim di berbagai negara, Presiden menegaskan bangsa Indonesia selalu ikut serta bereaksi positif, karena negara kita memegang teguh amanat konstitusi, yakni kita wajib memelihara ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sederet masalah yang masih menimpa seperti Palestina belum merdeka, Suriah, Irak, Yaman, dan Libya, masih perang, serta konflik serta Afghanistan.

Dibeberkannya upaya Indonesia seperti pada 2016, Indonesia membuka kedutaan besar kehormatan di Ramallah, Palestina, dan atas permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggelar konferensi tingkat tinggi luar biasa mengenai Palestina Al-Quds Al-Sharif di Jakarta 2016. 

Indonesia juga telah membangun Islamic Center untuk mendukung pendidikan anak-anak.  Indonesia juga membangun masjid Indonesia di Kabul 2016. Tak lama lagi, Indonesia mengajak ulama-ulama Afghanistan ke Indonesia untuk saling belajar, saling berbagi untuk membangun Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Indonesia juga tidak tinggal diam dengan persoalan etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Menteri Luar Negeri telah diutus bertemu  dengan Aung San Suu Kyi dan militer Myanmar agar kekerasan bisa dihentikan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Begini Nasib Pencuri Mobil Permaisuri Raja Surakarta

Polisi menunjukkan mobil raja Solo yang dicuri adik permaisuri. (Foto: KBR)

MuriaNewsCom, Solo – Pencuri mobil milik permaisuri Keraton Kasunanan Surakarta berhasil diringkus Kepolisian Resor Kota Surakarta. Pelaku ditangkap di Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Wakil Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai di Solo, Senin, mengatakan pelaku yang mencuri mobil adalah W (45), warga Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo.

“Kami menangkap pelaku yang ternyata masih adik kandung dari korban, di rumahnya Desa Telukan Grogol Sukoharjo, pada Kamis (10/8), sekitar pukul 06.00 WIB,” kata Andy Rifai yang didampingi Kasat Reskim Kompol Agus Puryadi dikutip dari Antarajateng.com.

Selain itu, polisi saat melakukan penggeledahan di rumah pelaku ditemukan sejumlah barang bukti barang-barang yang ada di dalam mobil korban, ternyata disimpan di dalam tas milik tersangka di rumahnya.

Barang bukti yang ditemukan di rumah pelaku antara lain STNK mobil atas nama KRAY. Adipati Pradapaningsih alamat Keraton RT 01/01 Baluwarti Pasar Kliwon Surakarta, plat nomor mobil AD 7220 AH, kunci mobil Pajero, sepasang spion, 12 keping CD, satu bungkus dupa, alat pengukur tekanan ban, plat nomor palsu AD 88 AR, dan lima buah sekring mobil.

“Barang barang ini, ditemukan di rumah pelaku. Padahal, barang-barang itu, sebelumnya tersimpan di dalam kotak dash board mobil milik korban,” katanya.

Menurut Andy, pihaknya mengungkap hilangnya mobil milik permaisuri tersebut berawal dari ada laporan kasus pencurian mobil milik korban saat di parkir Central Parkir Sasono Keraton Surakarta Baluwarti Solo, pada tanggal 3 Juli 2017.

“Kami kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan monitor CCTV yang dipasang di lokasi kejadian. Namun, alat CCTV ternyata sudah dimatikan oleh pelaku sebelum dia melakukan aksinya sehingga tidak terekam di monitor,” katanya.

Namun, mobil milik korban yang hilang telah ditemukan saat parkir di Jalan Martadinata di Pasar Gede Surakarta, pada tanggal 30 Juli 2017. Polisi langsung melakukan mengembangan dan mengarah ke pelaku.

Polisi setelah melakukan serangkaian penyelidikan berhasil mengungkap pelakunya, ternyata adik kandung  KRAY Adipati Pradapaningsih. Polisi melakukan penangkapan kepada pelaku di rumahnya pada Kamis (10/8), sekitar pukul 06.00 WIB.

“Pelaku sempat mengelak perbuatannya. Namun, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang ditemukan di rumah pelaku, akhirnya mengakui. Pelaku mengaku nekat mengambil mobil kakaknya karena faktor ekonomi,” katanya.

Pelaku mengaku selama mengambil mobil milik korban dengan mengganti plat nomor asli AD 7220AH dengan nomor palsu AD 88 AR untuk mengelabuhi agar tidak diketahui pemiliknya.

Andy mengatakan peristiwa kasus pencurian dalam keluarga tersebut, pihak korban setelah tahu pelakunya adik kandungnya kemudian mencabut perkara ini. Namun, polisi akan melakukan pendalaman kasus itu.

Atas perbuatan pelaku bisa dijerat dengan Pasal 367 KUHP, tentang Kasus Tindak Pidana Pencurian, ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami