Hanyut di Sungai Silugangga, Warga Rendole Pati Ditemukan Tak Bernyawa

Para relawan melakukan penyisiran di Sungai Silugangga untuk mencari korban hanyut. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Perum Rendole Indah RT 5 RW 6, Andi Cahyono (40) ditemukan meninggal dunia setelah hanyut saat berenang di Sungai Silugangga, kawasan jembatan Sampang, Tondomulyo, Jakenan , Sabtu (7/10/2017).

Ketua Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) Pati Gunawan mengatakan, korban saat itu sedang berenang untuk menyeberangi sungai sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, saat sampai di tengah, korban tidak kuat dan hanyut.

Baca Juga: Kondisi Memburuk, Istri yang Dibakar Suami di Jepara Meninggal Dunia

Mendengar hal itu, relawan yang tergabung dalam Relawan Peduli Bencana Kabupaten Pati langsung menuju lokasi kejadian. Mereka pun melakukan penyisiran untuk menemukan korban.

“Sebagian relawan sudah menyisir sungai. Kedalaman sungai memang cukup dalam, sekitar empat meteran dan arusnya cukup deras. Mungkin karena itu korban tak kuat dan terbawa arus,” ujar Gunawan.

Setelah melakukan penyisiran kurang lebih dua jam, lanjutnya, korban berhasil ditemukan. Hanya saja, nyawa korban tak tertolong. 

“Korban ditemukan sekitar pukul 17.15 WIB. Tapi sudah tak bernyawa,” ungkapnya.

Gunawan menambahkan, saat ini korban akan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Apalagi sanak saudara yang ikut melakukan pencarian sudah mengikhlaskan kepergian korban. 

Editor: Supriyadi

Baca Juga: Belok Mendadak, Emak-emak Ditabrak Mio GT di Jalan Juwana-Jakenan Pati

Warga Desa Gebang Pati Tewas Terseret Arus di Sungai Silugangga

Anggota TNI membawa jenazah korban yang hanyut di Sungai Silugangga, Senin (13/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Desa Gebang, Kecamatan Gabus, Pati, Partono (46) terpeleset dan tercebur ke Sungai Silugangga, Senin (13/2/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat Partono tengah beristirahat untuk makan, usai bekerja memanen padi dengan alat dos. Nahas, korban terpeleset dan terjatuh ke sungai.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas dan relawan melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan meninggal dunia, sebelas meter dari lokasi kejadian sekitar pukul 12.30 WIB.

“Volume air di Sungai Silugangga memang cukup tinggi, menyusul hujan yang terjadi kemarin. Korban tercebur di kedalaman lima meter dan terseret hingga sebelas meter. Arusnya  juga cukup deras,” ujar Ketua RAPI Pati, Gunawan.

Usai dilakukan visum, jenazah korban dibawa mobil Polsek Gabus untuk dibawa ke rumah duka. Dari hasil visum, korban meninggal dunia akibat kekurangan oksigen dan menelan banyak air.

Kapolsek Gabus AKP Darsono mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di bantaran Sungai Silugangga. Pasalnya, kondisi arus sungai yang deras bisa menyeret badan kendati bisa berenang. Karena itu, butuh kehati-hatian saat berada di bantaran sungai agar tidak terpeleset dan tercebur sungai.

Editor : Kholistiono

Seorang Kakek Asal Karangrowo Pati Tewas Tenggelam di Sungai Silugangga

Tim medis melakukan visum pada tubuh korban yang tenggelam di Sungai Silugangga, Desa Karangrowo, Jakenan, Rabu (11/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Tim medis melakukan visum pada tubuh korban yang tenggelam di Sungai Silugangga, Desa Karangrowo, Jakenan, Rabu (11/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang kakek bernama Sarman (75), warga Desa Karangrowo RT 7 RW 1, Kecamatan Jakenan, ditemukan meninggal dunia di Sungai Silugangga, Rabu (11/1/2017).

Sarman meninggal dunia, setelah diduga terpeleset di sungai, tenggelam dan kehabisan oksigen. Dari hasil pemeriksaan tim medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban sehingga langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

Parmijan, salah satu saksi mengatakan, korban keluar dari rumah untuk mandi di pinggiran Sungai Silugangga, depan rumahnya sendiri, sekitar pukul 10.00 WIB. Diduga, korban mengalami sakit kepala sehingga terpeleset ke dalam sungai.

“Korban punya sakit kepala. Saat itu, mungkin korban langsung terpeleset dan tenggelam di bagian sungai yang dalam,” tuturnya.

Polisi yang mendapatkan informasi langsung turun di lapangan dengan dipimpin Wakapolsek Jakenan Iptu Sahlan bersama dengan tim medis dari Puskesmas Jakenan. Korban akhirnya dibawa ke rumah duka dan dimakamkan setelah dilakukan visum.

“Hasil pemeriksaan, perut korban kemasukan banyak air dan kehabisan oksigen sehingga meninggal dunia. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Murni meninggal karena tenggelam dalam sungai,” kata tim medis, dr Sutini.

Iptu Sahlan mengimbau kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Silugangga untuk berhati-hati saat mandi di sungai tersebut. Di tengah kondisi musim hujan seperti ini, arus sungai cukup tinggi sehingga perlu waspada saat mandi.

Editor : Kholistiono