Wah, Ada Tempat Selfie Baru di Lokasi Wisata Alam Sumur Minyak Tua Banjarejo

Warga Banjarejo sedang bergotong royong mempersiapkan pembuatan gubuk di lokasi wisata sumur minyak tua. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga Banjarejo sedang bergotong royong mempersiapkan pembuatan gubuk di lokasi wisata sumur minyak tua. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Meski hanya sederhana, satu persatu sarana pendukung mulai disiapkan di objek wisata yang ada di Desa Banjarejo. Fasilitas terbaru adalah pembuatan gubuk di objek wisata sumur minyak tua.

Pembuatan gubuk berukuran 3 x 3 meter itu dikerjakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu kemarin. Bahan utamanya terbuat dari bambu dan atapnya berupa anyaman alang-alang yang banyak tumbuh di sekitar lokasi wisata itu.

Lokasi gubuk bambu tersebut berada di sebelah barat sumur minyak tua yang posisi tanahnya agak tinggi. Dari tempat ini orang bisa melihat jelas lokasi wisata dan menikmati pemandangan gemericik air yang keluar dari tiang besi di tengah sumur.

Pada pagi hari, dari lokasi gubug juga bisa menyaksikan keindahan matahari terbit. Dengan catatan, cuaca tidak mendung.“Pemilihan lokasi pembuatan gubuk ini sudah kita pertimbangkan dari beberapa aspek. Adanya gubuk bambu ini nantinya juga bisa dijadikan tempat selfie yang menarik bagi pengunjung,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurut Taufik, pembuatan gubuk itu dilakukan seiring makin banyaknya pengunjung yang datang ke Desa Banjarejo pascaditetapkan jadi Desa Wisata akhir Oktober lalu. Sejak akhir Oktober hingga saat ini, pengunjung yang datang ke Banjarejo tercatat sudah ada 1.500 orang.

 Di sisi lain, pembuatan gubuk di sumur bekas pengeboran minyak itu dilakukan karena lokasi di situ berada di areal terbuka dan tidak ada tumbuhan besar yang tumbuh di sekitarnya. Kondisi itu menyebabkan banyak pengunjung merasa kurang nyaman ketika datang siang hari lantaran tidak ada tempat berteduh.

“Dari sinilah muncul gagasan dari pengunjung, warga dan kelompok sadar wisata Banjarejo untuk membuat gubuk. Pembuatan gubuk itu kita lakukan secara swadaya dan saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi banyak pihak. Rencananya, di lokasi sumur tua akan kita bikin dua gubukan lagi,” jelasnya.

Taufik menyatakan, lokasi wisata itu letaknya di sebelah utara Dusun Nganggil dan berada di tanah tegalan milik Mbah Lamidi. Jarak sumur dari perkampungan penduduk sekitar satu kilometer jauhnya dan tempatnya memang agak terpencil.

Bentuk sumur ini menyerupai lingkaran dengan diameter 7 meter dan kedalamannya diperkirakan lebih dari 10 meter. Dari jarak sekitar 5 meter dari sumur sudah tercium bau menyengat, seperti bau solar. Sumur minyak ini merupakan sisa peninggalan zaman Belanda.

“Kata sesepuh di sini, sumur minyak itu peninggalan zaman Belanda dulu. Mudah-mudahan, jika diekspos media barangkali ada penelitian di sini, sehingga sumur minyak ini bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Editor : Kholistiono