KH Asnawi : Orang Hidup Harus Punya Cita- cita

KH Ahmad Asnawi saat memberikan tausiah dalam kegiatan HUT ke -39 MTs N 1 Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembicara dalam pengajian HUT MTs N 1 Kudus ke – 39 adalah KH Ahmad Asnawi, salah satu tokoh kota setempat, di halaman sekolah, Rabu (22/3/2017). Kegiatan yang didukung Sukun for Education itu berlangsung meriah.

“Ada yang memiliki cita-cita menjadi Presiden? menjadi Gubernur? menjadi bupati? Kepala desa? Atau bahkan RT? Atau mungkin mau menjadi artis?,” tanyanya kepada peserta pengajian di MTsN 1 Kudus.

Menurutnya, orang harus memiliki cita-cita, atau minimal harus mempunyai target yang harus dipenuhi. Jika tidak, maka tujuan dalam hidup bakalan berkurang tanpa adanya sebuah target.

Namun, dia juga menjelaskan kalau dalam mengejar cita-cita atau keinginan harus juga diimbangi dengan ikhtiar atau usaha. Semakin besar keinginan yang dicapai, maka ikhtiar yang dilakukan juga harus lebih kuat.

“Seperti halnya orang yang menginginkan uang, maka konsekuensinya harus bekerja. Dan bekerja itulah ikhtiar yang harus dilakukan untuk mendapatkan targetnya,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan, orang yang ingin uang rela bekerja sampai berjam-jam demi mendapatkan uang dari gaji yang diberikan. Bagi pelajar, target yang dapat diinginkan adalah ilmu yang sangat banyak. Karena, ilmu lebih banyak menghasilkan. Konsekuensinya, harus mau meluangkan waktu untuk belajar. 

Dia mencohkan memiliki sebuah ponsel seharga Rp 300 ribu. Padahal, ponsel tersebut hanya berbahan plastik yang diberikan kabel dan rangkaian. Dengan ilmu yang dari sang pembuatnya, harganya sangat mahal. “Kalau tidak ada ilmunya, Rp 20 ribu saja tidak tahu laku atau tidak. Jadi yang mahal itu adalah ilmunya,” ucapnya.

Dalam pengajian, dia juga menyampaikan seseorang harus iman kepada Qodho dan Qodar. Sebab Allah juga membuat hal yang di luar akal pikiran.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Kader IPNU-IPPNU Undaan Ikuti Kegiatan Makesta

Anggota IPNU dan IPPNU Undaan, mengikuti kegiatan yang didukung Sukun for Education yakni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) 2016 di Undaan, Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Anggota IPNU dan IPPNU Undaan, mengikuti kegiatan yang didukung Sukun for Education yakni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) 2016 di Undaan, Kudus, Sabtu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan anggota IPNU dan IPPNU Undaan, mengikuti kegiatan yang didukung Sukun for Education yakni Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) 2016. Puluhan kader NU tersebut dididik untuk menjadi kader yang militan serta tetap dalam jalur NU.

Nor Ahsin, panitia kegiatan mengungkapkan, kegiatan Makesta dilaksanakan mulai Sabtu hingga Minggu (24-25/12/2016). Kegiatan dilaksanakan di SD 3 Sambung, Kecamatan Undaan. Untuk peserta IPNU sejumlah 20 anggota dan IPPNU 35 anggota.

“Selama dua hari mereka akan diberikan berbagai materi tentang NU. Total materi yang diberikan sejumlah tujuh materi, seperti materi tentang ke-NU-an dan Aswaja,” katanya kepada MuriaNewsCom. 

Selama kegiatan, peserta dilarang meninggalkan lokasi lantaran padatnya kegiatan. Meski demikian, panitia juga merancang kegiatan dengan agak santai. Hal itu dilakukan supaya para kader tak bosan saat mengikuti Makesta.

Makesta tahun ini berbeda dari sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, lebih ditekankan pada militansi kader baru di organisasi basis NU di Undaan. Selain itu, lewat pengkaderan juga dimaksudkan untuk lebih peduli kepada sesama pemuda di Undaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut diselenggarakan rutin dua tahunan. Selama dua tahun sekali, Makesta selalu dilaksanakan oleh pengurus ranting. Dan tiap tahun, jumlah peserta selalu meningkat tiap dua tahun. Hal itu dianggap sebagai keberhasilan pengurus dalam regenerasi kepengurusan.

Dia membeberkan, kalau pengurusan di Undaan cukup aktif dalam berkegiatan. Hampir tiap bulan sekali selalu ada kegiatan. Hal tersebut menjadi daya tarik pelajar di Undaan. “Mudah-mudahan ke depannya akan lebih bagus lagi. Dan apa yang dipelajari dapat dipraktikkan serta disebarluaskan ke lingkungan sekitar. Selain itu sebagai kader juga harus peduli dengan sekitar, khususnya para pemudanya,” pungkas dia.

Editor : Akrom Hazami