Kalah Jauh Soal Popularitas, Sudirman Yakin Bisa Tekuk Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Litbang Kompas merilis hasil survei tentang Pilgub Jateng 2018. Dari survei itu, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin berada di atas angin. Tingkat elektabilitas dan popularitas Ganjar-Yasin jauh mengungguli pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Tingkat elektabilitas (keterpilihan) Ganjar-Yasin disebut sebesar 79,0 %, sementara Sudirman Said-Ida Fauziyah 11,8 %.

Begitu juga dengan tingkat popularitas. Dari survei yang digelar akhir Februari hingga awal Maret 2018 itu, popularitas Ganjar mencapai 78,4 % dan Taj Yasin 16,3 %. Sementara Sudirman Said punya kepopuleran sebanyak 26,0 % dan Ida Fauziyah 12,4 %.

Menanggapi hasil survei itu, Sudirman Said mengaku santai. Bahkan ia tetap punya keyakinan bisa mengejar dan menekuk popularitas dan elektabilitas Ganjar Pranowo.

Ia menyebut, wajar jika Ganjar mempunyai kepopuleran tinggi, karena dia merupakan calon petahana.

“Di mana-mana incumbent pasti lebih kuat. Tapi suatu ketika hasilnya bisa cross atau menyalip. Meski pun 79 persen, tapi itu soal dikenal,” katanya.

Bahkan jika tingkat popularitas calon petahana tidak tinggi, maka perlu dipertanyakan tentang kinerjanya selama ini. ”Kalau kepala daerah yang sudah kerja lima tahun levelnya tidak mencapai segitu, ya ngapain selama ini?” ujarnya.

Baca : Sudirman Klaim Tingkat Elektabilitasnya Mulai Kejar Ganjar

Ia menjelaskan, hasil survei tersebut akan menjadi pemicu kerja kerasnya. Ia pun mengaku semua survei dijadikan cermin. Kalau assessment yang dipakai bukan cuma survei kuantitatif, namun kualitatif.

“Dulu saya di pasar saya dicuekin orang. Namun sekarang mulai ditegur, disapa, diminta foto. Itu kan ukuran,” tandanya.

Dengan kata lain, menurutnya, tidak ada jalan lain selain meningkatkan interaksi dengan masyarakat. Dengan dikerjakan bersamaan antara calon dengan tim.

Sebelumnya Sudirman Said juga menyebut jika tingkat elektabilitasnya mulai mengejar Ganjar Pranowo. Ia pun yakin, tren kenaikan itu akan terus terjadi hingga pada hari pemungutan suara mendatang.

Editor : Ali Muntoha

Ini Janji Sudirman-Ida Pada Guru Madrasah Diniyah

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada pondok pesantren, sekolah agama,  maupun guru pendidikan nonformal.

Hal itu ditegaskan Sudirman saat bersilaturahmi dengan Pengurus Forum Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jateng, LP Maarif NU Jateng,  Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jateng, Persatuan Guru NU (Pergunu), Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI), dan guru honorer di Semarang, Selasa (13/2/2018). Cawagub Ida Fauziyah juga hadir dalam acara tersebut.

Menurut Sudirman, komitmen tersebut telah dia tuangkan dalam janji kerja yang akan dia lakukan bersama pasangannya, Ida Fauziyah.

“Kita akan memperkuat pendidikan berbasis akhlak dan karakter dengan memberikan dukungan pada sekolah agama, guru ngaji, guru agama, maupun guru pendidikan nonformal,” katanya.

Paslon nomor urut dua ini menyatakan, keberadaan lembaga tersebut maupun orang-orang, akan sangat mendukung pendidikan karakter di provinsi ini. “Bersama bu Ida, kita sudah berkomitmen bahwa APBD kita nantinya salah satunya adalah pro pesantren,” ujarnya.

Pengurus Forum Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jateng KH Fadlullah Turmudzi mengatakan, di provinsi ini ada sekitar 5.800 pondok pesantren. “Dari jumlah itu, 3.400 ponpes berada di bawah naungan RMI,” katanya.

Pengurus Ponpes Apik Kaliwungu Kendal ini berharap jika Sudirman Said dan Ida Fauziyah terpilih, ada aturan khusus untuk ponpes dan madrasah diniyah. “Kita harapkan ada perda khusus ponpes maupun madrasah diniyah,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sering Diserang Sudirman Soal Kartu Tani, Begini Jawaban Ganjar

MuriaNewsCom, Pemalang – Calon Gubernur Jateng Sudirman Said sering menyebut jika program Kartu Tani menyusahkan petani. Bahkan mantan Menteri ESDM ini bereencana merombak program andalan cagub petahana Ganjar Pranowo tersebut.

Salah satu alasan yang disebut Sudirman Said yakni program Kartu Tani justru membuat petani kesulitan untuk mendapatkan atau menebus pupuk bersubsidi.

Namun Ganjar Pranowo punya pendapat lain. Ganjar menyebut jika susahnya petani mendapatkan pupuk bersubsidi bukan karena Kartu Tani, melainkan karena alokasi pupuk dari pemerintah pusat ke Jateng yang kurang.

Senin (12/3/2018) hari ini, Ganjar mengunjungi sejumlah kios pengecer pupuk di Pemalang. Dalam kunjungan itu, para pemilik kios menyebut jika pembelian pupuk dengan kartu tani tidak sulit.

Bagi petani yang sudah memiliki Kartu Tani, pembelian bisa dengan uang cash. Petani tidak perlu memiliki tabungan di bank. Bagi yang belum memiliki kartu pun tetap bisa membeli dengan membawa KTP dan SPPT lahan yang digarap.

Justru kesulitan pengecer karena suplai pupuk dari pabrik sangat kurang. Akibatnya para petani tidak bisa mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan. “Ya akhirnya harus dibagi-bagi sesuai yang ada,” kata Siti Lestari, pemilik kios Sugeng Tani di Pasar Kalimas, Pemalang.

Hal yang sama diungkapkan Roimah, pemilik kios Muliana Tani, Desa Kejene, Randudongkal, Pemalang.

“Kalau petani sawah tidak ada masalah dengan Kartu Tani, semua bisa membeli meski stoknya terbatas, cuma petani jagung yang belum mendapat karena usulan RDKK belum ada,” katanya.

Ganjar kemudian menelepon beberapa pejabat di Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng. Ia mendapatkan informasi bahwa alokasi pupuk dari Kementerian Pertanian tidak sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani.

Sebagai contoh, pupuk urea cuma turun 90 persen dari RDKK, SP-36 malah hanya sekitar 48 persen. Begitu juga dengan NPK Phonska dan ZA yang turunnya jauh lebih kecil dari RDKK.

Baca juga: 

Dari informasi tersebut, Ganjar menelepon Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Suara Amran bisa didengar seluruh petani dan pengecer karena di-loudspeaker.

Ganjar menyampaikan alokasi pupuk yang kurang. Selain itu juga perihal pupuk untuk petani jagung yang belum ada jatahnya.

Dalam sambungan telepon itu. Amran mengatakan akan menambah suplai pupuk di Jateng. Ia bahkan langsung menghubungi pimpinan pabrik pupuk, agar segera datang ke Pemalang menyelesaikan masalah tersebut. “Saya sudah telepon dirutnya, besok segera datang ke Pemalang pak gub,” kata Amran.

Kepada wartawan, Ganjar mengatakan, persoalan Kartu Tani saat ini telah dipolitisasi sehingga seolah-olah menyusahkan petani. Padahal di lapangan, fakta sebenarnya tidak seperti itu.

“Bahwa masih dibutuhkan waktu untuk penyesuaian, ya. Tapi kesulitan pupuk rupanya lebih dikarenakan kurangnya suplai yang dikirim dari pabrik,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Bakal Persempit Langkah Spekulan, Ini Cara yang Ditawarkan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said memiliki trik khusus untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar. Yakni memotong atau menyederhanakan matai rantai distribusi.

“Sebenarnya kalau harga naik dan turun itu hal yang biasa, yang penting jangan terlalu ekstrim, seperti harga bawang merah, di Brebes itu harganya Rp 7.000 saja, tapi di tenpat lain ternyata bisa mencapai Rp24 ribu,” kata Sudirman.

Menurutnya, spekulan tidak boleh mendominasi atau mendikte harga. Salah satu konsep yang bisa dilakukan adalah  Jateng sebagai produsen makanan, seperti sayur mayur, beras dan sebagainya bisa kerja sama, umpamanya dengan Provinsi DKI Jakarta.

Kerja sama tersebut, bisa dalam bentuk kerja sama antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kalau dipercaya masyarakat Jateng memimpin, saya ingin menggandengkan dua BUMD, Jateng-DKI Jakarta. Kalau pasokannya bisa terus menerus kan harga lebih stabil,” ujarnya.

Sudirman juga mengaku sangat menaruh perhatian pada keberadaan pasar tradisional. Karena pasar tradisional merupakan denyut nadi ekonomi masyarakat di daerah.

Oleh sebab itu dalam setiap kunjungan ke daerah ia selalu menyempatkan diri mengunjungi pasar tradisional di Jateng.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Janjikan Petani Lansia Diberi Tunjangan Pensiun

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziyah mengusung program Tani Mandiri dalam kampanye. Dalam program tersebut petani yang sudah berumur lanjut (lansia) akan mendapat tunjangan pensiun.

“Uang sehari-hari untuk petani pensiun harus diperhatikan. Pemerintah harus mulai memberi perhatian petani sepuh, karena banyak di antara mereka menunggu belas kasihan,” katanya.

Menurut mantan Menteri ESDM ini, negara tidak boleh diam atas kondisi tersebut. Karena mereka juga  pembayar pajak yang baik.

“Negara tidak boleh diam,  mereka juga bayar pajak, masak hari tuanya dibiarkan terlantar, tidak fair, untuk idenya pembayaran  nanti bisa dipikirkan,” ujarnya.

Selain memperhatikan petani lanjut usia, Sudirman juga berjanji membantu menyelesaikan polemik kelangkaan pupuk yang kerap terjadi di tingkat petani.

Ia menyebut, sering mendapat keluhan dari petani. Ia mencontohkan ada petani yang membutuhkan pupuk sebanyak 3 kuintal, namun hanya mendapat jatah jauh dari kebutuhan, sehingga pertumbuhan tanaman petani tak maksimal.

“Saya tadi dicurhati, ada petani yang kebutuhan pupuknya tiga kwintal hanya diberi jatah dua kilogram. Angka itu sangat ekstrim, sehingga persoalan seperti ini harus diselesaikan, melalui program tani mandiri,” jelasnya lagi.

Bentuk perhatian kepada petani tersebut, imbuh Pak Dirman adalah bagian dari 22 janji kerja yang muaranya adalah target pengurangan kemiskinan dari 12,23 persen menjadi enam persen.

Ia mnegakui target tersebut cukup ambisius, namun ia yakin bisa dilaksanakan. Termasuk penyediaan lima  juta lapangan kerja yang berdampak pada program nelayan, pertanian, infrastuktur, perempuan sampai pariwisata.

“Kemiskinan dikurangi, lapangan kerja bertambah, itu temenan mboten ngapusi mboten korupsi,” paparnya.

Sementara itu, Ida Fauziyah juga menyebut jika posisi petani harus benar-benar diposisikan sebagai pahlawan. Sebab keberadaannya menopang kondisi pangan masyarakat. “Jangan sampai petani dibuat susah, dan bingung karena kesulitan mencari pupuk,” terangnya.

Mantan ketua umum Fatayat ini menyatakan, selama ini petani punya semangat untuk menanam. Hanya saja, semangatnya jadi hilang karena susah mencari pupuk.

Kondisi itu, kata Ida, harus segera dibenahi. Bersama Sudirman Said dirinya sudah menyiapkan program petani mukti.

“Program ini memberikan jaminan ketersediaan pupuk melalui pemangkasan mata rantai distribusinya,” paparnya.

Selain memudahkan petani dalam urusan pupuk, dirinya juga mengusung apresiasi kepada para petani, seperti menyiapkan dana pensiun, hingga memberikan besasiswa kepada anak-anak petani. “Anak-anak petani juga punya kesempatan mendapatkan pendidikan tersebaik,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Klaim Tingkat Elektabilitasnya Mulai Kejar Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jateng Sudirman Said mengklaim tingkat keterpilihannya (elektabilitas) terus mengalami peningkatan. Bahkan ia menyakini elektabilitasnya sudah mengejar calon petahana Ganjar Pranowo.

Selama ini berdasarkan beberapa survei tingkat popularitas dan elektabilitas Ganjar Pranowo memang masih sangat tinggi. Namun klaim Sudirman menyebut, kini jarak antara dirinya dengan petahana tidak terlalu lebar.

Ini dikatakan Sudirman saat mengikuti pengukuhan dan konsolidasi tim pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah tingkat kabupaten/kota se-Jateng, di Semarang, Selasa (6/3/2018).

“Elektabilitas kami memang masih di bawah petahana. Tapi trennya terus naik dan jaraknya makin sempit. Kalau trennya seperti ini terus, insyaa Allah seperti kata  Pak Sandi Uno (Wagub DKI Jakarta) kemarin, Jateng akan punya pemimpin baru,” kata Sudirman.

Ia memastikan, akan mengerahkan tim pemenangan untuk terus meningkatkan tren elektabilitas. Selain itu, ia juga menekankan pada timnya untuk menguatkan sosialiasi kandidat nomor dua. Karena survei membuktikan pengenalan kandidat oleh masyarakat mampu mengubah pilihan masyarakat.

Meski demikian, ia menyebut jika survei bukan satu-satunya instrumen pemenangan. Kerja lapangan yang akan jadi penentu.

“Karena iti teruslah bersiap. Kegiatan hari ini salah satu tahap penting untuk bergerak secara siatematis dan terencana. Kita syukuri dan apresiasi semua organ parpol beserta seluruh elemen pendukungnya bergerak terus.  Perlahan tapi pasti, mesin Partai dan tim pemenangan akan semakin solid,” jelas dia.

Selain tim pemenangan dan kader parpol pendukung, ia juga menyebut ada 33 elemen pendukung nonpartai yang terus bergerak.

Editor : Ali Muntoha

Ayo Obah, Program OK OCE Ala Sudirman Said

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah bakal mengadopsi program OK OCE seperti di DKI Jakarta. Adopsi program ini oleh Sudirman Said diberi nama ‘Ayo Obah’.

Bahkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno didatangkan untuk menularkan tips program OKE OCE. Seperti Minggu (4/3/2018) kemarin, Sadiaga didatangkan ke Sekretariat Bersama Relawan Pemenangan Sudirman Said – Ida Fauziah, untuk memberi pelatihan wirausaha.

Nantinya pelatihan kewirausahaan sejenis akan dilakukan di seluruh kabupaten/kotandi Jateng. Sandi menjelaskan,  seperti halnya OK OCE di Jakarta, gerakan Ayo Obah Dirman – Bu Ida juga akan melahirkan program-program yang langsung bisa dirasakan masyarakat kalangan bawah

“Saya mendapat komitmen dari Pak Dirman, upaya itu bukan hanya untuk kepentingan pilgub. ini adalah upaya untuk membuka peluang usaha rakyat Jawa Tengah, baik menang atau kalah,” katanya.

Program Ayo Obah ini menargetkan 5 juta lapangan pekerjaan. Sandi mengaku takjub dengan target itu, karena melampaui target OKE OCE di Jakarta. Pasalnya program OKE OCE hanya menargetkan 2 juta lapangan pekerjaan.

Sandi meyakini dibawah Pak Dirman Jateng Bahkan mampu mewujudkan target itu. Bahkan saat pelatihan saja Sandi sudah berhasil mempertemukan antara pengusaha IT pertanian dengan para petani.

“Mereka tadi rembugan, insyaallah itu bisa menyejahterakan masyarakat. Ini belum terpikirkan sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Sudirman Said mengakui beberapa program yang dibuatnya mengadopsi apa yang ada di Jakarta, termasuk program OK OCE yang diadopsi menjadi Ayo Obah.

“Yang baik dan bermanfaat untuk rakyat banyak tidak ada salahnya kita ikuti. Saya rasa masyarakat Jateng juga ingin merasakan manfaat program seperti OK OCE di Jakarta,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Marah Warga Jateng Disebut Nrimo Jadi Orang Miskin

MuriaNewsCom, Slawi – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengaku programnya untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng dari 12,23 persen menjadi 6 persen banyak dicibir dan dianggap tak laku. Penyebabnya, karena warga di Jateng dianggap sudah ’nrimo’ (pasarah) dengan kemiskinan.

Akan tetapi mantan Menteri ESDM itu menyebut tak percaya dengan anggapan tersebut. Menurut dia, warga Jateng bukanlah tipikal orang yang ’nrimo’ atau pasrah pada nasib, apalagi pada kemiskinan.

“Program saya untuk mengentaskan rakyat Jateng dari kemiskinan katanya tidak akan laku. Karena masyarakatnya sudah nrimo dengan kemiskinan. Saya marah ada yang beranggapan rakyat Jateng nrimo, pasrah dengan kemiskinan. Ini  sama saja mengatakan masyarakat Jateng tidak mau berubah menjadi lebih baik, lebih sejahtera,” ujar dia.

Ini dikatakan Sudirman Said saat berbicara pada acara tatap muka antara kader PAN Kabupaten Tegal dengan cagub Jateng dan Calon Bupati Tegal, Enthus Susmono, Selasa (28/2/2018) di Slawi, Kabupaten Tegal.

Ia menyebut, warga Jateng adalah orang yang selalu menginginkan perbaikan, ingin maju. Tidak mau terkukung dengan kemiskinan.

Karena itu dia optimistis program mengurangi angka kemiskinan Jateng dari 12,23 persen menjadi enam persen dalam lima tahun akan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Karena program itu akan mengentaskan warga Jateng dari kemiskinan secara signifikan.

Salah satu program yang akan dijalankan guna untuk mengentaskan kemiskinan adalah penciptaan lima juta lapangan kerja. Sudirman menyebut alasan mengapa mematok angka 5 juta lapangan pekerjaan ini.

“Jumlah penduduk miskin Jateng sekarang sekita 4,5 juta. Jadi lapangan kerja yang tersedia harus melebihi jumlah itu. Agar penurunan angka kemiskinan dapat dilakukan secara signifikan,” imbuh Dirman.

Program lain yang akan dijalankan adalah menciptakan pemerintahan yang bersih. Dengan aparat yang bersih, yang bekerja semata untuk melayani rakyat, Sudirman yakin angka kemiskinan akan turun drastis. Karena seluruh potensi dan program yang ada ditujukan semata untuk mensejahterakan rakyat. “Jadi tidak akan ada anggaran yang ditekuk atau dikorupsi,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ketika Sudirman Said Bertemu Guru yang Selamatkannya dari Putus Sekolah

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said ternyata nyaris putus sekolah. Alasannya, karena karena kesulitan ekonomi, yang membuat mantan menteri ESDM ini hampir saja tak bisa lulus dari SMA 1 Brebes.

Maklum saat itu, keluarga Sudirman Said bukanlah golongan orang mampu. Apalagi sejak ayahnya meninggal, ekonomi keluraganya makin limbung. Sudirman Said tak mampu membayar SPP dan uang gedung.

Beruntung ada LM Hermiyati. Perempuan yang kini berumur 81 tahun itu dulu merupakan guru Sudirman Said. Guru ini yang menjadi penolong Sudirman sehingga tak putus sekolah dan bisa melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi.

“Kalau bukan karena jasa Bu Mien (panggilan akrab LM Hermiyati), saya mungkin sudah putus sekolah waktu SMA,” kata Sudirman.

Minggu (25/2/2018) kemarin, Sudirman Said berkunjung ke rumah gurunya itu di Jalan Kota Baru, Brebes, Minggu (25/2/2018). Ketika bertemu, Sudirman langsung memeluk dan mencium tangan perempuan tersebut.

Sudirman mengaku tak kan bisa melupakan jasa Bu Mien. Ia pun menceritakan bagaimana susah hidupnya ketika masih remaja.

Sudirman berkisah, karena kemiskinan yang mendera keluarganya sejak ayahnya meninggal dunia, ia dan adik-adiknya kesulitan membayar uang sekolah. Penghasilan ibunya yang bekerja sebagai buruh tani dan menerima pensiun janda, tak cukup untuk biaya sekolah. ”Sekadar untuk bisa untuk makan sekeluarga pun tidak cukup,” ujarnya.

Karena itu setiap akan ujian semester selalu ada drama. Sudirman tidak kebagian nomor ujian karena belum melunasi SPP.

Ibu Mien lah yang selalu turun tangan membantu, sehingga meskipun belum melunasi SPP, Pak Dirman bisa dapat nomor ujian. ”Sebagai guru BP (bimbingan dan penyuluhan) Bu Mien sangat perhatian kepada saya,” ceritanya.

Bu Mien sendiri bercerita juga sempat mendatangi rumah Pak Dirman di Slatri. Berdialog dengan orang tua Pak Dirman, yang ketika itu sudah yatim.  “Dia anak baik, anak pintar, sayang kalau tidak bisa sekolah hanya karena tidak ada biaya,” tutur Bu Mien.

Sebagai guru, ia merasa bangga anak muridnya bisa menduduki posisi-posisi penting di pemerintahan, bahkan sampai level menteri. Dan perasaan itu sudah cukup membahagiakannya.

Ini kali ketiga Sudirman bertemu dengan Bu Mien. Pertemuan pertama setelah lulus SMA tahun 1981. Pertemuan kedua di SMA Negeri I Brebes, setelah dia selesai tugas sebagai Menteri ESDM.

Pada pertemuan kali ini, karena sudah  menganggap sebagai orang tua, Sudirman meminta doa dan restu dari atas niatnya untuk ikut mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar dan Sudirman Sama-sama ’Mikir’ Korban Longsor Brebes, Ini yang Mereka Lakukan

MuriaNewsCom, Brebes – Bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, yang menimbun puluhan warga menarik perhatian dua calon gubernur dalam Pilgub Jateng 2018, Ganjar Pranowo dan Sudirman Said. Keduanya memberi perhatian khusus terhadap bencana ini.

Sudirman Said, bahkan Jumat (23/2/2018) mengunjungi tempat pengungsian di Desa Windusakti, Kecamatan Salem, sekitar pukul 23.00 WIB. Sejak pukul 19.00 Sudirman dan rombongan sudah tiba Salem. Namun tertahan di Desa Gunung Larang, karena adanya kendaraan berat yang terhambat akibat sempitnya jalan.

”Di tempat pengungsian ini, ada sekitar 800 warga. Mereka berasal dari Desa Capar, Salem. Di Desa Pasir Panjang juga ada pengungsi, kami doakan warga disini tetap sehat selalu,” katanya.

Ia menyatakan, kehadirannya ke lokasi pengungsian adalah sebagai warga Brebes yang ikut merasakan duka mendalam atas bencana yang menimpa warga Brebes. Karenanya ketika ada warga yang meneriakkan namanya, Sudirman menukas. “Kampanyenya nanti saja!,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Pak Dirman sempat berdialog dengan pengungsi yang ditampung di Balai Desa Windusakti, serta aparat desa.

Melihat banyaknya terjadi bencana Pak Dirman menyatakan, pentingnya pembangunan berwawasan lingkungan. Lingkungan harus dijaga, hutan jangan digunduli agar banjir dan tanah longsor bisa dicegah sejak dini

Sementara Ganjar Pranowo meski tengah cuti sebagai gubernur Jateng untuk mengikuti kampanye, ternyata tak bisa tinggal diam mendengar ada bencana itu. Ia tetap memantau situasi bencana di beberapa daerah di Jawa Tengah.

Ganjar secara aktif memonitor dan mengirim beberapa petunjuk penanganan kepada BPBD dan stakeholder. Meskipun saat ini Ganjar tengah berada di Bali untuk mengikuti rapat kerja nasional (rakernas).

“Saya kan posisi cuti, jadi sifatnya bukan memerintah atau menyuruh. Posisi saya sebagai warga jadi ya dalam hal ini memohon atau meminta kepada pihak terkait untuk menangani begitu ya,” kata Ganjar, saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (22/2/2018).

Baca juga : 

Ia mengatakan, sudah meminta BPBD untuk melakukan penanganan sesuai sistem penanggulangan bencana yang telah ia buat. Ia pun mendapat laporan penanganan rutin setiap hari.

“Sejauh ini sistem berjalan baik, ketika Brebes terjadi bencana maka BPBD kabupaten sekitarnya otomatis turun membantu,” katanya.

Ganjar juga telah berkoordinasi dengan para bupati yang daerahnya terdapat bencana. Bukan hanya Brebes, namun juga Banjarnegara, Purbalingga, Kudus, dan Demak.

“Saya maunya segera ke Brebes, tapi saya tidak ingin dikira memanfaatkan atau pencitraan. Karena yang penting sekarang ini adalah penanganan korban dan koordinasi dan distribusi logistik,” jelasnya.

Dari informasi yang ia dapatkan, diketahui total korban meninggal per hari ini delapan orang. Sementara luka berat 1 orang, luka ringan 12 orang, dan masih hilang 13 orang. Selain itu banjir di Losari mengakibatkan 3 orang meninggal dunia.

Ia menyebut, untuk para korban meninggal, Pemprov Jateng memberi santuan Rp 10 juta per orang. Sedangkan untuk luka berat diberi santunan Rp 7,5 juta. Saat ini realisasi santunan menunggu pengajuan tertulis dari kabupaten.

“Untuk logistik sudah cukup, BPBD sudah mengirim lima kali ke Brebes. Bantuan gubernur sudah diserahkan Rp 50 juta, hari ini bantuan BNPB turun Rp 300 juta. Karung-karung juga sudah dikirimkan 10 ribu karung,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Nelayan Merasa Dibohongi, Sudirman Said Minta Ada Solusi Permanen Soal Cantrang

MuriaNewsCom, Tegal – Permasalahan yang dihadapi nelayan cantrang, hingga kini sebenarnya belum mendapatkan solusi yang terbaik. Kebijakan presiden yang kembali memperbolehkan kapal cantrang kembali berlayar, dinilai bukan solusi jangka panjang.

Oleh karenanya, calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said pemerintah pusat memberi solusi permanen menganai masalah ini.

“Saya berharap segera ada regulasi yang dapat membuat para nelayan bisa berlayar secepatnya dan selama-lamanya, tanpa ada hambatan,” katanya.

Sudirman Said menyebut banyak mendapat keluhan dari para nelayan. Termasuk ketika Rabu (21/2/2018) kemarin, saat berdialog dengan ratusan nelayan di kampung nelayan Muara Reja, Tegal.

Dia kembali menegaskan, nelayan dan pemerintah harus memiliki solusi permanen, bukan solusi yang setelah satu tahun dijalankan setelah itu diributkan lagi, terutama dalam hal cantrang.

“Secara praktis saat ini nelayan tidak bisa bekerja karena tidak punya alternatif. Dan itu membuat nelayan sangat tidak tenang karena tidak bisa melaut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, para nelayan juga kembali mengeluhkan mengeluhkan mengenai cantrang. Kebijakan presiden yang memperbolehkan cantrang melaut, ternyata berbeda saat di lapangan.

“Para nelayan merasa dibohongi. Presiden sudah membolehkan cantrang, tapi kenyataannya nelayan yang ingin melaut dihambat dengan aturan-aturan yang memberatkan nelayan,” kata sesepuh nelayan Tegal, Hadi Santoso.

Nelayan lainnya, Said Aqil mengatakan, sampai saat ini dirinya was-was jika melaut, karena adanya peraturan khususnya soal cantrang.

“Saya dan kawan-kawan saat ini melaut tidak tenang. Masak mencari ikan di laut sendiri seperti melaut di negeri orang, di tempat asing,” akunya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Bakal Rombak Kartu Tani yang Dipopulerkan Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyatakan akan merombak pelaksanaan program Kartu Tani. Program ini menjadi unggulan Ganjar Pranowo, selama menjabat sebagai gubernur, bahkan juga diadopsi oleh pemerintah pusat.

Alasan Sudirman Said ingin merombak program ini, karena ia menyebut ada banyak kekurangan dalam pelaksanaanya. Ia menyebut, dalam setiap pertemuan dengan petani, keluhan soal kartu petani selalu muncul.

“Suara petani di mana-mana sama. Kartu petani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani,” kata Sudirman.

Mantan Menteri ESDM mengakui, konsep dan niat program kartu tani sejatinya baik. Hanya saja menurutnya, pelaksanaannya harus ditata ulang. Prinsipnya harus sederhana dan memudahkan petani, bukan sebaliknya.

“Eksekusinya kedodoran karena kurang persiapan dan sosialiasi. Semangatnya mendorong transaksi nontunai, tapi petani kita belum seluruhnya siap,” ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan dialog dengan sejumlah kepala desa dan pengurus Gapoktan, Dirman menyatakan akan memperbaiki cara pelaksanaan Kartu Tani. Sehingga bukan saja memudahkan tetapi juga menguntungkan buat petani.

“Kalau saya terpilih jadi gubernur, kita akan revisi total cara pelaksanaanya.  Prinsip sederhana dan memudahkan harus diterapkan.  Kartu Tani harus memudahkan hidup petani yang sudah sulit, bukannya menambah kesulitan,” papar dia.

Sementara itu, dalam beberapa kesempatan Ganjar Pranowo menyebut jika program Kartu Tani sudah cukup berhasil. Bahkan program ini telah diadopsi oleh pemerintah pusat untuk diterapkan di seluruh Indonesia.

Launching Kartu Tani. (dok)

Bahkan sejak Kartu Tani diaplikasikan di Jawa Tengah, tidak pernah terdengar ada kasus penyelundupan pupuk seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca : Kartu Tani Diklaim Berhasil Berantas Mafia Pupuk di Jateng

Ganjar mengatakan, keberadaan Kartu Tani adalah salah satu modernisasi pertanian. Sebab di dalam Kartu Tani terdapat data luas lahan, jumlah pupuk dan juga komoditas pertanian yang ditanam.

“Jadi pemerintah juga bisa melihat komoditas yang ditanam apa. Itu bisa untuk mengetahui kalau harga naik, sebentar lagi ada yang panen atau tidak. Ini kan mempermudah,” katanya.

Dikatakannya, ide Kartu Tani didasari oleh dua hal. Yakni maraknya penyelundupan pupuk bersubsidi yang mengakibatkan kelangkaan pupuk di suatu wilayah. Selain itu data petani yang amburadul, sehingga program bantuan pertanian sering tidak tepat sasaran.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI) jumlah petani di Jateng (per Desember 2017) sebanyak 2.576.676 orang dan luas lahan pertanian 1.386.062 hektare.

Kartu Tani yang telah tercetak sebanyak 2.228.839 lembar. Dari jumlah tersebut telah dibagikan kepada petani sebanyak 2.147.454 lembar, atau sudah 96 persen terdistribusi.

Meski demikian, diakuinya beberapa kekurangan dalam penerapan kartu tani masih ada. Sebab sebuah sistem baru tidak mungkin bisa langsung terlaksana sempurna 100 persen.

”Selain penyempurnaan sistem yang terus dilakukan, keberhasilan Kartu Tani juga membutuhkan dukungan dari petani untuk mengubah paradigma dari pertanian tradisional ke pertanian modern,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Catat dan Tagih! Sudirman Said Janjikan Bangun 100 Usaha Baru di Tiap Kecamatan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur Jateng, Sudirman Said memawarkan gebrakan baru untuk menekan angka kemiskinan di provinsi ini. Mantan menteri ESDM ini manargetkan menurunkan angka kemiskinan dari 13 persen menjadi 6 persen.

Ia mengaku punya cara yang tepat untuk mencapai target ini. Yakni menciptakan 100 usaha baru di tiap kecamatan di seluruh Jawa Tengah. Selain itu, cara yang akan dilakukan yakni menumbuhkan satu juta wirausahawan perempuan.

”Dengan cara-cara ini akan membuka 5 juta lapangan kerja baru. Banyak yang pesimis, tapi insya Allah kita bisa melakukan,” kata Sudirman, Sabtu (17/2/2018).

Ini dikatakan Sudirman Said saat memberikan orasi politik dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Kabupaten Semarang, di Ungaran.

Namun Sudirman Said tak memaparkan detil bagaimana merealisasikan janji tersebut. Termasuk bagaimana masalah permodalan dan pemasaran yang sering menjadi kendala UMKM yang baru tumbuh.

Masalah kemiskinan memang selalu menjadi isu yang sering diangkat dalam pilkada. Karena semakin hari jumlah pengangguran semakin banyak.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Sudirman Said berujar bahwa memangkas kemiskinan tidaklah sulit. Yang diperlukan hanyalah seorang manajer yang mampu mengelola sumber daya alam dan manusia di Jawa Tengah, untuk kemudian memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Ia yakin, dengan pengalaman profesionalnya memimpin sejumlah lembaga, baik swasta maupun BUMN,  akan mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan di Jateng. Misalnya, ketika di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, Dirman mengklaim berhasil mengelola pembangunan 125 ribu rumah dalam waktu empat tahun.

Ia juga mengungkapkan, menjadi kepala daerah tidak sesulit menjadi eksekutif perusahaan. Eksekutif perusahaan uang harus cari sendiri, sementara kepala daerah anggaran disiapkan, birokrat pendukung juga ada, tinggal melaksanakan program.

“Jadi semua disiapkan, tinggal jalan. Jadi kalau bekerja semata untuk kepentingan rakyat, tidak ada yang sulit. Termasuk memberantas kemiskinan,” urai Pak Dirman.

Ia juga memastikan, akan mengutaman pembangunan infrastruktur. Terutama soft infrastruktur atau infrastruktur lunak, yakni pembangunan manusia. Yakni membangun jiwa dan moral masyarakat, untuk menekan sikap koruptif.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Nyatakan Dukung Alat Tangkap Cantrang

MuriaNewsCom, Brebes – Calon gubernur Jateng Sudirman Said menyatakan mendukung penggunaan alat tangkap cantrang untuk para nelayan. Ia pun menyatakan mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo yang kembali memperbolehkan nelayan menggunakan kapal cantrang.

“Dibolehkannya kembali penggunaan cantrang selain menghidupkan kembali mata pencaharian nelayan, juga usaha-usaha yang terkait dengan penangkapan ikan, yang menghidupi ratusan ribu pekerja,” kata Sudirman Said.

Kepada para nelayan mantan Menteri ESDM ini berpesan untuk memperkuat organisasi agar dapat menyuarakan aspirasi. Perbanyak dialog dengan pengambil kebijakan, termasuk pemerimtah pusat dan daerah

Ia juga menjanjikan akan memberi perhatian pada nasib nelayan jika kelak terpilih sebagai pemimpin di Jateng. Di antaranya dengan memberikan perhatian pada pendidikan anak-anak nelayan.

“Titip kepada ibu-ibu nelayan agar mengutamakan pendidikan anak anaknya. Insyaa Allah jika dipercaya masyarakat Jateng, saya akan memperhatikan masalah ini,” paparnya.

Haji Amin, perajin tambang kapal dari Desa Kubangwungu, Brebes saat Pak Dirman mengunjungi sentra pembuatan tambang kapal miliknya menyebut, jika sejak kembali diperbolehkan cantrang beroperasi industri tambang kembali menggelit. Industri ini sempat lesu karena pemesanan tambang merosot tajam.

“Biasanya kami mengirim 100 sampai 120 ton per bulan, sejak cantrang dilarang pengiriman antara 30-40 ton per bulan. Akibatnya banyak karyawan yang harus dirumahkan,” cerita Haji Amin, salah seorang

Sekarang, sambung Amin, usahanya mulai menggeliat lagi. Pesanan mulai meningkat seiring dengan dibolehkannya kembali penggunaan cantrang.

Editor : Ali Muntoha

Kunjungi Korban Banjir di Tegal, Solusi Ini yang Ditawarkan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Tegal – Calon gubernur Jateng, Sudirman Said, Kamis (15/2/2018) mengunjungi lokasi banjir di Dukuhturi, Kecamatan Margadana, kota Tegal. Ia mengunjungi rumah-rumah yang terkena banjir, serta tempat-tempat pengungsian.

Banjir di Kecamatan Margadana terjadi sejak akhir pekan lalu. Ada dua kelurahan yang tergenang banjir dengan ketinggian 30-40 cm, yakni di Kelurahan Sumurpanggang dan di Kelurahan Krandon.

Di sela-sela mengunjungi lokasi banjir ini, Sudirman Said melontarkan pandangannya tentang penanganan banjir. Menurut dia, penanganan banjir di kawasan ini perlu dilakukan dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, perlu adanya sinergitas lintas wilayah (hulu dan hilir) dan wilayah penopang Tegal dan Brebes. sebagai daerah terdampak banjir dalam penyelesaian banjir di wilayah Tegal dan Brebes. ”Ini salah satu kunci, selain hal lain yang bisa dilakukan, seperti drainase yang bagus,”katanya.

Selain pengelolaan wilayah hulu untuk meminimalkan pengundulan hutan, alih fungsi lahan menjadi poin penting. Begitu juga penataan ruang di hulu hingga hilir, diikuti pembuatan daerah serapan air dan ruang terbuka hijau di kawasan banjir.

Secara khusus, Dirman mengapresiasi gerak cepat relawan Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam melakukan langkah penanganan terhadap bencana banjir.

“Saya diajak ke sini dan melihat betapa relawan begitu gerak cepat menangani banjir. Para warga pun secara mandiri bisa mengatasi hal ini, termasuk diantaranya distribusi bantuan hingga pembuatan dapur umum, ini hal yang positif,”ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirman juga sempat berdialog dan membantu ibu-ibu memasak di dapur umum.  Warga antusias menyambut kedatangan cagub yang didukung oleh Gerindra, PAN, PKS, dan PKB ini.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said : Kami Tak Akan Berkhianat dan Jadi Pasien KPK

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said memastikan ia dan pasangannya Ida Fauziyah tak akan menambah daftar panjang kepala daerah yang tertangkap KPK karena korupsi.

Jika terpilih, pasangan Sudirman-Ida menjanjikan akan berupaya menciptakan pemerintahan yang bersih, yang berpihak pada kepentingan orang banyak.

“Kami ikut Pilkada tidak untuk menambah panjang daftar kepala daerah yang berurusan dengan KPK. Kami hadir semata untuk mengisi ruang perbaikan yang ada di Jawa Tengah,” kata Sudirman di hadapan tim pemenangan, Jumat (9/2/2018).

Sudirman menyebut dirinya adalah aktivis antikorupsi, sehingga tak akan mengkhianati perjuangan pemberantasan korupsi yang sudah puluhan tahun dijalaninya. Demikian juga dengan Ida Fuziyah, yang disebutnya selama empat periode sebagai anggota legislatif integritasnya tetap terjaga.

“Kami memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun Jawa Tengah. Kami sepakat menciptakan pemerintahan yang bersih. Kami berjanji tidak akan menghianati warga Jawa Tengah dengan ikut-ikutan korupsi jika terpilih kelak,” tandas Pak Dirman.

Ia menjanjikan, nantinya akan menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih. Dia akan mengajak pejabat dan birokrat untuk melawan korupsi.

“Saya tidak ingin dianggap bersih sendirian. Pejabat dan aparat di bawah saya juga harus bersih. Karena hanya dengan pemerintahan yang bersihlah pembangunan di Jawa Tengah bisa dilaksanakan dengan maksimal,” terang dia.

Ia juga menanggapi tentang tuduhan yang dialamatkan kepada gubernur petahana Ganjar Pranowo dalam kasus korupsi E-KTP. Ia meminta masyarakat tidak buru-buru menjatuhkan vonis. Masyarakat, katanya, harus menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

“Jangan buru-buru menjatuhkan vonis. Biarkan mekanisme hukum bekerja. Dan saya menyakini sebagai lembaga yang memiliki kepercayaan publik yang tinggi, KPK tidak akan sembrono,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Anies-Sandi Hingga Para Artis Bakal Turun ke Jateng Menangkan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi dipastikan akan turun ke Jawa Tengah menjadi juru kampanye pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam Pilgub Jateng 2018.

Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid mengatakan, dua pemimpin Jakarta itu sudah memastikan akan ikut berkampanye. Selain itu menurut dia, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan seluruh ketua umum parpol pengusung Sudirman-Ida juga bakal turun ke Jateng.

“Anies-Sandi sudah bicara sama saya akan turun ke Jawa Tengah. Pak Sudirman Said ini termasuk dapurnya Pak Anies-Sandi dan ketua tim sinkornisasi setelah menjabat,” kata Wahid, kemarin.

Beberapa artis juga dijadwalkan akan turun berkampanye. Seperti Jamal Mirdad, Rachel Maryam, Arzeti dan lainnya.

Disinggung tentang prediksi lumbung suara, Wahid menyakini pasangan yang diusung Gerindra, PKS, PAN dan PKB itu akan menang di wilayah Pantura. Hanya saja menurut dia, wilayah Solo Raya akan menjadi yang sulit. ”Pertempuran paling berat Solo Raya, jelas. Pantura Insyaallah kita kuasai,” terangnya.

Meski ada beberapa wilayah yang dianggap sulit dimenangkan, Wahid memastikan pihaknya akan bertarung secara fair dalam Pilgub Jateng kali ini. Ia pun menepis kekhawatiran PDIP, tentang kekhawatiran adanya canvassing atau penggunaan berita buruk, seperti Obor Rakyat.

“Memang ini suhu politik menghangat. Tapi canvassing? Tidak ada,” terangnya.

Wahid menambahkan pihaknya akan berusaha menjaga suhu politik agar kondusif. Ia juga berjanji dari internal partai atau pendukung akan menghindari penggunaan isu Sara dan juga black campaign.

“Masa kepentingan 2 menit mengorbankan tetangga, saudara kita. Persoalan akan bertambah dengan isu panas, itu datang dari orang tidak bertanggungjawab, justru dari unsur luar, justru tidak dari kalangan partai dan tim pemenangan,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sowan ke Kediaman KH Ahmad Fathoni Grobogan, Ini yang Diminta Ida Fauziah

MuriaNewsCom, GroboganBakal calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah melangsungkan kunjungan ke Grobogan, Jumat (2/2/2018) malam. Ada dua agenda yang dilangsungkan Ida dalam kunjungannya kali ini.

Agenda pertama yang dilakukan Ida adalah bertamu di kediaman KH Ahmad Fatoni di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan. Pasangan Sudirman Said itu tiba di rumah pengasuh Ponpes Manba’ul ‘Ullum sekitar pukul 20.30 WIB.

Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo serta sejumlah pengurus lainnya ikut mendampingi Ida dalam kesempatan itu. Tampak pula, Ketua DPC Partai Gerindra Grobogan Sugeng Prasetyo dan Ketua PC GP Ansor Grobogan Fatoni. Hampir satu jam lamanya, Ida berada di tempat ini.

Menurut Ida, sebelum ke Grobogan, sudah mengunjungi tokoh ulama di Kudus, Jepara dan Rembang. Ida mengaku, silaturahmi yang dilakukan adalah dalam rangka meminta doa restu dari para ulama.

”Tujuan utama adalah silaturahmi dan minta doa restu. Saya juga meminta masukan dari para kiai, bagaimana langkah terbaik yang harus dilakukan,” kata Ida.

Setelah bersilaturahmi dengan banyak ulama, Ida merasa langkahnya semakin mantap dan ringan. Ia optimistis akan bisa memenangkan pertarungan politik dalam Pilkada Jateng bulan Juni nanti. Untuk meraih kemenangan, targetnya tidak hanya meraih simpati dari kalangan NU, namun juga dari masyarakat luas.

”Saya dan Pak Sudirman Said sudah bagi-bagi tugas berkeliling Jateng. Targetnya menang,” imbuhnya.

Dari kediaman KH Ahmad Fatoni, Ida melanjutkan agenda keduanya. Yakni, berkunjung ke kediaman almarhum Miftakhul Huda di Dusun Tahunan, Desa Putatsari, Kecamatan Grobogan untuk menyampaikan duka cita dan memberikan santunan pada istri Huda.

Huda merupakan korban kecelakaan yang menimpa rombongan Banser Grobogan di jalan tol Banyumanik, Semarang, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu, rombongan dalam perjalanan pulang setelah mengikuti Diklat PKL dan Kursus Banser Lanjutan (Susbala) selama empat hari di Ungaran.

Editor: Supriyadi

Safari ke Ulama NU Pantura Timur, Ida Berharap Dulang Suara Kaum Nahdliyin

MuriaNewsCom, Kudus – Ida Fauziyah Bakal Calon Wagub Jateng, bersafari ke ulama-ulama pantura timur. Ia mengaku tengah menggalang dukungan dan restu dari kyai sepuh dan kalangan NU di Kudus, Jepara, Blora, Rembang dan Grobogan.

Perjalanan Ida dimulai dari Kudus. Di Kota Kretek ia mengaku sowan ke beberapa ulama seperti Kyai Sya’roni Ahmadi dan KH Badawi Basyir. Di Rembang ia memiliki agenda untuk berkunjung ke Kyai Mustofa Bisri.

“Ini kunjungan saya bagi, antara saya dan Pak Sudirman (bakal calon gubernur jateng) agar efektif dan bisa menjangkau semua,” katanya kepada awak media di Kantor PCNU Kudus, Rabu (1/2/2018).

Baca: Datang ke Kudus, ‎Ida Fauziyah Minta Doa Yi Sya’roni Ahmadi

Disinggung mengenai kunjungannya ke kiai-kiai sepun Nahdlatul Ulama, Ida mengakui doa dan restu dari mereka untuk mengunduh suara Nahdliyin memang yang utama. Akan tetapi dirinya mengatakan, kunjungannya akan merangkul seluruh warga di Jawa Tengah.

“Bagi saya NU utama, namun tidak lantas hanya NU, semua warga masyarakat Jawa Tengah juga penting untuk silaturahmi,” tuturnya.

Selain wilayah eks karisidenan Pati, Ida menyebut telah mengunjungi pengurus NU yang ada di Demak, maupun Wonosobo, dan Banjarnegara.

Disinggung mengenai statusnya yang bukan asli putri Jateng, Ida menampik hal itu. Meskipun ia keanggotaanya di DPR berasal dari Dapil Jatim, akan tetapi dirinya sudah menjadi bagian dari warga Jawa Tengah.

“Saya orang Jateng kok, suami saya orang Jawa Tengah. Ketika suami saya pulang ke Banjarnegara, saya juga merasa ikut pulang. Begitu pula saat pulang ke Mojokerto. Tidak ada halangan,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Datang ke Kudus, ‎Ida Fauziyah Minta Doa Yi Sya’roni Ahmadi

MuriaNewsCom, Kudus – Ida Fauziyah Bakal Calon Wagub Jateng menyambangi ulama kharismatik Kudus Kiai Sya’roni Ahmadi, Kamis (1/2/2018). Ia mengaku meminta doa khusus kepada kyai sepuh tersebut.

“Agar diberikan kemudahan dalam menjalani (tahapan Pilkada Jateng 2018). Kalau meminta didoakan iya tentu saja, selain itu kami juga diberikan pesan-pesan khusus, namun rahasia itu. Intinya diberikan doa agar memiliki kekuatan,” ujarnya didepan awak media yang menunggunya di Kantor PCNU Kudus.

Ia berkata, doa dan wejangan dari kiai merupakan dorongan semangat baginya untuk menapaki tahapan Pilkada. Selain doa, Ida mengaku meminta masukan-masukan sebagai bekal dirinya, kelak jika menjadi wakil gubernur Jateng.

Selain ke Kudus, Ida mengaku juga akan bersafari ke wilayah pantura lain. Sehabis ke Kota Kretek, hari ini ia berencana menuju Jepara, lalu kembali lagi ke Kudus, malam nanti. Setelahnya, ia akan menyambangi kyai-kyai di Kabupaten Rembang.

“Setelah ini saya ke Jepara, nanti malam kembali lagi ke Kudus untuk sowan ke Mbah Basir, Mbah Badawi dan Ketua Muslimat NU. Besok saya juga akan ke Rembang, menemui Gus Mus beserta Nyai Kholil Bisri,” ucap pendamping Sudirman Said dalam Pilgub Jateng itu.

Disinggung mengenai akankah ia menyambangi Kyai Maimoen Zubair, Ida menjawab hal itu mungkin saja dilakukannya.

“Iya itu mungkin dilakukan, tapi nanti kunjungannya hanya akan sampai ke Grobogan dan Blora,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Jika Jadi Gubernur, Sudirman Said Bakal Panggil Investor Bangun Energi Listrik Terbarukan

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said berjanji jika terpilih jadi gubernur akan membangun energi listri dari energi baru terbarukan (EBT). Bahkan ia menyatakan akan memanggil para investor untuk membangun listrik energi terbarukan ini.

Ini dikatakan Sudirman dalam seminar Masa Depan Energi dan Sumber Daya Alam/mineral di Jateng, yang digelar Dewan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Rabu (24/1/2018).

“Kalau dipilih rakyat Jateng jadi gubernur, saya akan panggil para pengusaha pembangkit listrik untuk meningkatkan bauran EBT di pembangkitnya. Saya kira kalau pemimpinnya jujur, tidak punya kepentingan pribadi dan kelompok, pengusaha akan nurut,” kata Dirman.

Ia menyebut, saat ini bauran EBT di Jateng baru 4 persen dari 7.299 megawatt, atau sekitar 337 megawatt. Masih jauh di bawah ratas-rata nasional yang 9 persen.

Padahal menurut dia, untuk menghadapi ancaman habisnya energi fosil, energi baru terbarukan harus didorong, guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Apalagi sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) bauran energi nasional, tahun 2025 kontribusi EBT diharapkan mencapai 23 persen.

“Namun target tersebut nampaknya sulit dicapai. Karena hinga akhir tahun 2017 baurannya baru mencapai sekitar 9 persen. Dengan tingkat pertumbuhan EBT rata-rata hanya 0,54 persen per tahun sulit target bauran 23 persen tahun 2025 tercapai,” ujarnya.

Dirman memaparkan, saat menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), ia mengaku sangat mendorong pembangunan EBT. Meskipun saat itu dia mendapat tentangan, karena mahalnya investasi untuk membangun pembangkit EBT.

“Mahal karena kapasitas yang dibangun masih kecil. Kalau kapasitasnya besar dalam jangka panjang akan murah, dan mengurangi ketergantungan pada BBM impor,” terang dia.

Editor : Ali Muntoha

Pilgub Jateng : Ida Bakal Blusukan Hingga ke RT untuk Rayu Pemilih

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon wakil gubernur Jateng, Ida Fauziyah memastikan bakal blusukan sampai ke tingkat RT untuk menarik calon pemilih dalam Pilgub Jateng 2018. Ida yang menjadi wakil Sudirman Said ini akan melihat berbagai persoalan yang dihadapi warga, termasuk masalah kemiskinan.

Menurutnya, pergerakan hingga ke tingkat paling bawah yakni RY ini untuk mengenalkan program-programnya dalam pembangunan Jawa Tengah. Pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah ini menyebut, untuk mewujudkan Jateng bebas kemiskinan yakni dengan prinsip “Ganyar” (Ganti Anyar).

“Mukti harus bareng, tidak golongan tertentu. Dengan berbagai variabel pembangunan yang kami usung untuk mengurangi angka kemiskinan. Untuk mewujudkan itu pemimpinnya harus ganyar, ganti anyar,” katanya.

Menurutnya, saat ini tingkat kemiskinan di Jawa Tengah hingga akhir 2017 kemarin telah mencapai 13, 58 persen atau 4,577 jiwa. Tak cuma itu, katanya dari 35 kabupaten/kota, masih ada 15 daerah yang masuk kategori miskin.

Yakni Kabupaten Wonosobo, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Sragen, Cilacap, Demak, Purworejo, Grobogan, dan Demak. Penanggulangan kemiskinan nantinya diurai dari tingkat desa.

“Majelis desa yang akan melakukan pengawalan, yang gerakannya sampai tingkat RT,” bebernya.

Majelis desa merupakan ruang relawan calon gubernur-calon wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziah di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan dengan warga.

Relawan ini melakukan pergerakan hingga tingkat RT. Relawan yang tergabung di tingkat RT inilah yang akan menjadi ujung tombak Tim Relawan Pergerakan Merah Putih.

Sementara Ketua DPC PKB Kota Semarang, Soemarmo HS menekankan pentingnya jangan hanya seremonial jika terjun ke masyarakat. “Tidur di rumah warga, ngobrol dengan masyarakat. Karena pada waktu menjelang tidur itulah obrolan-obrolan jujur dari masyarakat keluar,” ujar Soemarmo.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Sebut Impor Saat Panen Raya Adalah Bencana Ekonomi

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jateng, Sudirman Said kembali mengeluarkan kritikan tentang rencana pemerintah yang akan mendatangkan beras impor. Mantan Menteri ESDM itu menyebut, rencana impor itu sebagai bencana ekonomi, lantaran dilakukan saat panen raya.

Ia menyebut, rencana impor akan merugikan jutaan petani,  karena harga komoditas hasil panen akan anjlok. “Ini bencana ekonomi. Pemerintah harus turun tangan dan harus menunjukkan keberpihakannya pada petani,” katanya.

Hal ini dikatakan Sudirman Said saat bertemu dengn Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bawang, di Brebes, akhir pekan lalu. Menurut dia, sama seperti bencana alam, dalam hal ini juga harus ada upaya penyelamatan agar nasib petani tak semakin terpuruk.

Dalam kesempatan itu, para petani bawang juga mengeluhkan tentang anjloknya harga komoditi tersebut. Ketua Asosiasi Bawang Indonesia, Juwari. Dia mengatakan, terpuruknya harga bawang merah saat panen bukan kali ini saja, karena selalu terjadi di setiap panen.

Menjawab keluhan para petani bawang terabut Pak Dirman menyampaikan, saat ini dirinya belum punya wewenang apa-apa untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani. Baik petani bawang maupun petani padi yang tengah menghadapi ancaman beras impor.

“Sekarang saya baru bisa urun rembug mencari solusi. Tetapi kalau saya terpilih saya punya program untuk memuliakan petani. Saya akan larang beras impor masuk Jawa Tengah. Dan saya akan mendorong manajemen pascapanen agar harga komoditi pertanian terjaga,” terang Pak Dirman.

Editor : Ali Muntoha

PKS Jateng Bakal Habis-habisan Menangkan Sudirman-Ida

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan akan habis-habisan dalam memenangkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah di Pilgub Jateng 2018. Partai ini akan mengerahkan ribuan kader dan simpatisan mulai dari kampanye hingga saat coblosan pada 27 Juni 2018 mendatang.

Hal ini ditegaskan Presiden PKS, Muhammad Sohibul Iman di sela Rapat Kerja Wilayah dan Konsolidasi Pengurus DPW PKS Jateng, di Kota Semarang, Minggu (21/1/2018). Ia menyatakan, PKS akan all out dalam pilgub kali ini.

Ia mengatakan, PKS Jateng telah membuktikan kesolidan kader lewat agenda-agendanya dalam 3 bulan terakhir.

“PKS Jawa Tengah bisa kerahkan massa kader yang luar biasa. Saya hadir saat 2.300 kader perempuan PKS Jateng diberikan pelatihan kerelawanan. Total lebih dari 3.000 kader relawan laki-laki juga bisa dikumpulkan dan digerakkan,”katanya.

Sohibul juga menyebut, potensi kader yang dimiliki PKS Jateng harus dimaksimalkan untuk pemenangan Pilgub Jateng. “Semua kader kita gerakkan di bawah. Semua potensi ini harus dimaksimalkan untuk pemenangan Pak Dirman dan Mbak Ida,”ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Sohibul meminta kepada partai pendukung dan elemen pendukung Dirman-Ida juga harus bersatu dan samakan visi untuk memenangkan Dirman-Ida juga untuk memperluas pelayanan kita untuk rakyat terkhusus Jateng.

“Pilgub ini bukan perang untuk saling menjatuhkan satu sama lain tapi ber-fastabiqul khoirot dan terus berkhidmat untuk rakyat,”pungkasnya.

Sekretaris Wilayah Dakwah (Wilda) Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Kamal Fauzi menyebut, PKS harus terus mendengar suara rakyat.

“Konsistensi kita untuk mendengar suara dan aspirasi rakyat harus dipertahankan. Sekaligus bahwa kita harus mendengar aspirasi dari siapapun untuk memberikan perubahan bagi rakyat,” kata Kamal.

Editor : Ali Muntoha

Janji Sudirman Said Jika Jadi Gubernur : Beras Impor Saya Larang Masuk

[bs-quote quote=”Mendatangkan beras impor itu bukan solusi. Itu hanya malas berpikir dan bekerja mencari jalan ke luar” style=”style-5″ align=”left” author_name=”Sudirman Said” author_job=”Bakal Calon Gubernur Jateng”][/bs-quote]

MuriaNewsCom, Semarang – Rencana pemerintah yang akan mendatangkan beras impor ke dalam negeri, juga mendapat tentangan dari bakal calon gubernur Jateng, Sudirman Said. Ia bahkan berjanji jika nanti terpilih sebagai gubernur, akan melarang beras impor masuk ke provinsi ini.

Ia menilai, mendatangkan impor bukan sebuah solusi untuk mengurai kenaikan harga beras di pasaran. Justru menurut dia, masuknya beras impor akan menyusahkan bahkan mematikan petani.

“Kalau saya gubernur, saya akan larang beras impor masuk Jateng, karena itu akan mematikan ruang gerak petani Jateng,” katanya.

Ia juga menyebut, mengimpor beras bukanlah solusi yang tepat. Ia juga menyentil pejabat yang memunculkan rencana untuk mengimpor beras ini sebagai akibat dari pejabat yang malas berpikir.

“Mendatangkan beras impor itu bukan solusi. Itu hanya malas berpikir dan bekerja mencari jalan ke luar,” ujarnya.

Menurut dia, mengimpor beras sama dengan mematikan peluang bagi para petani untuk memproduksi beras. Kebijakan-kebijakan seperti ini menurut dia, hanya akan menjadikan petani kecil sebagai korban dari permainan para pedagang besar.

“Pemerintah harus turun tangan, kalau tidak mampu membantu meringankan, sekurang-kurangnya tidak menambah beban para petani. Impor beras itu menambah beban petani,” katanya lagi.

Sudirman mengungkapkan, angka-angka yang dipelajarinya selama ini Provinsi Jateng mampu mencukupi kebutuhan berasnya sendiri. Sehingga menurut dia, ada yang tidak nyambung antara beras yang dibutuhkan masyarakat dengan stok Bulog.

“Stok di Bulog juga kuallitas berasnya harus disegarkan, harus dicek dan diperbaiiki agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat mau membeli beras Bulog. Selera masyarakat meningkat sementara stok beras yang ada kualitasnya rendah,” terang Dirman.

Ia mengemukakan, salah satu program kerjanya jika terpilih sebagai gubernur Jateng adalah memuliakan petani. Dengan melindungi petani maka Jateng akan selalu dapat memenuhi kebutuhan pangannya secara swasembada.

Editor : Ali Muntoha