Parmusi Perintahkan Anggotanya Menangkan Sudirman-Ida

MuriaNewsCom, Solo – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi), Sabtu (31/3/2018) mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah.

Tak hanya mendukung, Parmusi juga siap menyosialisaiksn dan memenangkan pasangan nomor urut dua tersebut. Deklarasi dukungan dilakukan dalam Musyawarah Kerja dan Orientasi Dai Pengurus Wilayah Jawa Tengah Parmusi 2018.

“Dari kandidat yang ada, kami menilai Pak Dirman yang pantas didukung Parmusi untuk menjadi pimpinan di Jawa Tengah,” Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam.

Ia menyebut, Sudirman Said memiliki rekam jejak yang baik, jujur, bersih, dan kompeten. Sehingga Parmusi meyakini, Dirman akan bisa membangun Jateng menjadi provinsi yang maju.

Usamah berpesan agar kader Parmusi tidak setengah-setengah dalam mendukung paslon  “Jangan sekadar mendukung. Dukungan Parmusi harus dukungan total. Kalian harus menjadi agen untuk mensosialisasikan. Harus kerja untuk memenangkan Pak Dirman,” katanya lagi.

Hal senada disampaikan Ketua Wilayah Jateng Parmusi, Anding Kusmanto. Parmusi Jateng siap memenangkan pasangan Sudirman-Ida. “Pak Dirman adalah pemimpin yang lahir dari masjid. Jika menjadi pemimpin tentunya akan memperhatikan nasib umat.” Ujar dia.

Sementara Sudirman menyambut gembira dukungan Parmusi. Menurutnya, bergabungnya Parmusi akan menambah kuat barisan pendukung pasangan Dirman-Ida.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan Parmusi. Hadirnya Parmusi menambah kekuatan untuk merebut hati masyarakat,” kata Pak Dirman.

Editor : Ali Muntoha

Rhoma Irama Kepincut Slogan Sudirman Said di Pilgub Jateng

MuriaNewsCom, Jakarta – Raja Dangdut Rhoma Irama mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah dalam Pilgub Jateng 2018. Rhoma menyebut alasannya mendukung pasangan ini karena kepincut dengan slogan yang diusung Sudirman-Ida, yakni Jateng ‘Mukti Tanpa Korupsi’.

Deklarasi dilakukan di Jakarta, Selasa (27/3/2018) yang dihadiri Sudirman Said dan perwakilan tim parpol koalisi pendukung Sudirman-Ida. Politisi PPP Lulung Lunggana juga terlihat hadir dalam deklarasi tersebut.

Rhoma menyebut, dukungan pada pasangan Sudirman-Ida didasarkan pada adanya kesamaan visi dalam membangun bangsa, termasuk di dalamnya membangun Jateng.

Selain itu menurut dia, slogan yang diusung pasangan ini menurut dia, sangat relevan dengan kondisi Indonesia hari ini di mana ratusan pejabat daerah, termasuk gubernur, bupati dan walikota terlibat dalam kasus korupsi.

“Dukungan saya dalam setiap Pilkada di seluruh Indonesia tidak didasarkan pada siapa yang elektabilitasnya paling tinggi, bukan yang paling banyak uangnya. Bukan yang paling besar bayarannya. Tapi pada adanya kesamaan visi dalam membangun bangsa,” katanya dalam rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Rhoma menyebut, dalam memilih pemimpin kriteria kami adalah Islam, shiddiq (benar), amanah (jujur), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (cerdas). Sudirman Said menurut dia, memiliki kriteria itu sehingga pantas untuk didukung dan dimenangkan.

Rhoma juga bakal turun ke Jateng untuk mengkampanyekan Sudirman-Ida. Termasuk ia menjanjikan untuk mengerahkan pendukungnya di Jateng untuk memenangkan pasangan ini.

Elemen pendukung tersebut antara lain Forsa (Fans of Rhoma Irama dan Soneta Group) dan Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Mushola Indonesia (Fahmi Tamami) di mana Rhoma Irama menjadi Ketua Umum.

Sementara itu Sudirman menyatakan, dukungan Rhoma Irama menjadi energi baru dalam perjuangannya merebut hati masyarakat Jateng. Pasalnya penggemar Rhoma Irama masih sangat banyak di sepanjang pantai utara Jawa sampai ke selatan.

“Ini energi baru buat kami. Dan kami berterima kasih kepada Bang Haji yang bersedia menjadi bagian dari perjuangan kami di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Ida Fauziyah Terus Disambati Minimnya Ketersediaan Pupuk

MuriaNewsCom, Sragen – Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah terus mendapat keluhan dari petani terkait ketersediaan pupuk. Begitu juga ketika mengunjungi petani di Sragen, ia mendapat kelihan tentang sulitnya mendapat pupuk.

“Saya itu jadi petani sejak kecil, turun temurun. Tanpa adanya pupuk ya sulit untuk meningkatkan produksi. Saya paham akan hal ini,” ujar Sadimin, warga Masaran, Kabupaten Sragen saat bertemu Ida Fauziyah, Minggu (18/3/2018).

Mendapat keluhan itu, Ida menanyakan apakah melihat debat kandidat gubernur-wakil gubernur Jateng, Kamis (15/3/2018) malam lalu. Kata Ida, dalam debat itu, urusan pupuk saat ini tertata baik “Siapa bilang sae (baik)? Kalo debat, debat saya juga berani berdebat. Saya gak percaya pak gubernur,” kata Sadimin.

Sadimin pun menegaskan, saat ini semua petani kesulitan mendapatkan pupuk. “Kalau mau swasembada beras atau pangan, pupuk harus diperbanyak,” bebernya.

Baginya, kata Sadimin, harga pupuk cukup mahal tak masalah, asalkan ketersediaan terjaga. “Harga mahal pun kita beli, karena memang kita butuh agar tanaman kita produksi,” terangnya.

Dia mengakui, ada upaya baik dalam setiap peraturan yang ditetapkan pemerintah. Hanya saja soal pelaksanaan di bawah selalu nol. “Gak bener kalau di bawah itu pupuk aman. Semua petani nyatanya kesulitan,” tegasnya.

Baca juga : 

Sementara itu, Ida Fauziyah menyebut, program Kartu Tani kemungkinan niatnya baik. Namun seiring banyak keluhan soal sulitnya mendapat pupuk, dirinya bersama Sudirman Said bakal melakukan evaluasi. “Kita gagas adanya program petani mukti,” jelasnya.

Bagian dari petani mukti itu adalah bagaimana meyakinkan kepada masyarakat bahwa pupuk aman tersedia. “Mungkin soal subsidi terbatas. Tapi tentu bukan berarti dibiarkan saja, sehingga petani kesulitan,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Prabowo Bakal Katrol Popularitas Sudirman-Ida dengan Cara Ini

MuriaNewsCom, Semarang – Tingkat popularitas dan elektabilitas pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah, masih tertinggal jauh dari pasangan calon Ganjar Pranowo-Taj Yasin.

Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan tingkat keterpilihan pasangan ini. Salah satunya dengan turun tangannya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Prabowo akan turun ke Jateng untuk mengkampanyekan pasangan nomor urut 2 ini.

Ketua Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Abdul Wachid, Prabowo akan mulai safari kampanye di Jateng mulai April 2018. Ada 10 daerah di Jateng yang akan jadi titik kampanye Prabowo untuk menarik pemilih.

Beliau (Prabowo) akan berbicara kepada masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat hingga petani secara langsung. Intinya berdialog,”katanya.

Ia menyebut, keterlibatan Prabowo akan menjadi pemacau bagi parpol koalisi untuk memenangkan Sudirman-Ida. Terlebih lagi, katanya, sejauh ini Sudirman-Ida masih sangat ketinggalan dengan sang petahana Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Taj Yasin.

“Masih ada waktu. Kita akan kejar terus. Kenaikannya Pak Sudirman juga sudah lumayan baik. Relawan, mesin partai, dan tokoh-tokoh masyarakat pendukung untuk tetap bergerak,” jelasnya.

Baca : Kalah Jauh Soal Popularitas, Sudirman Yakin Bisa Tekuk Ganjar

Survei terbaru dari Litbang Kompas memang menunjukkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin di atas angin, baik di tingkat popularitas maupun elektabilitas.

Tingkat elektabilitas (keterpilihan) Ganjar-Yasin disebut sebesar 79,0 %, sementara Sudirman Said-Ida Fauziyah 11,8 %.

Begitu juga dengan tingkat popularitas. Dari survei yang digelar akhir Februari hingga awal Maret 2018 itu, popularitas Ganjar mencapai 78,4 % dan Taj Yasin 16,3 %. Sementara Sudirman Said punya kepopuleran sebanyak 26,0 % dan Ida Fauziyah 12,4 %.

Editor : Ali Muntoha

Ini Janji Sudirman-Ida Pada Guru Madrasah Diniyah

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan kepada pondok pesantren, sekolah agama,  maupun guru pendidikan nonformal.

Hal itu ditegaskan Sudirman saat bersilaturahmi dengan Pengurus Forum Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jateng, LP Maarif NU Jateng,  Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jateng, Persatuan Guru NU (Pergunu), Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI), dan guru honorer di Semarang, Selasa (13/2/2018). Cawagub Ida Fauziyah juga hadir dalam acara tersebut.

Menurut Sudirman, komitmen tersebut telah dia tuangkan dalam janji kerja yang akan dia lakukan bersama pasangannya, Ida Fauziyah.

“Kita akan memperkuat pendidikan berbasis akhlak dan karakter dengan memberikan dukungan pada sekolah agama, guru ngaji, guru agama, maupun guru pendidikan nonformal,” katanya.

Paslon nomor urut dua ini menyatakan, keberadaan lembaga tersebut maupun orang-orang, akan sangat mendukung pendidikan karakter di provinsi ini. “Bersama bu Ida, kita sudah berkomitmen bahwa APBD kita nantinya salah satunya adalah pro pesantren,” ujarnya.

Pengurus Forum Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jateng KH Fadlullah Turmudzi mengatakan, di provinsi ini ada sekitar 5.800 pondok pesantren. “Dari jumlah itu, 3.400 ponpes berada di bawah naungan RMI,” katanya.

Pengurus Ponpes Apik Kaliwungu Kendal ini berharap jika Sudirman Said dan Ida Fauziyah terpilih, ada aturan khusus untuk ponpes dan madrasah diniyah. “Kita harapkan ada perda khusus ponpes maupun madrasah diniyah,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Bakal Persempit Langkah Spekulan, Ini Cara yang Ditawarkan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said memiliki trik khusus untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasar. Yakni memotong atau menyederhanakan matai rantai distribusi.

“Sebenarnya kalau harga naik dan turun itu hal yang biasa, yang penting jangan terlalu ekstrim, seperti harga bawang merah, di Brebes itu harganya Rp 7.000 saja, tapi di tenpat lain ternyata bisa mencapai Rp24 ribu,” kata Sudirman.

Menurutnya, spekulan tidak boleh mendominasi atau mendikte harga. Salah satu konsep yang bisa dilakukan adalah  Jateng sebagai produsen makanan, seperti sayur mayur, beras dan sebagainya bisa kerja sama, umpamanya dengan Provinsi DKI Jakarta.

Kerja sama tersebut, bisa dalam bentuk kerja sama antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Kalau dipercaya masyarakat Jateng memimpin, saya ingin menggandengkan dua BUMD, Jateng-DKI Jakarta. Kalau pasokannya bisa terus menerus kan harga lebih stabil,” ujarnya.

Sudirman juga mengaku sangat menaruh perhatian pada keberadaan pasar tradisional. Karena pasar tradisional merupakan denyut nadi ekonomi masyarakat di daerah.

Oleh sebab itu dalam setiap kunjungan ke daerah ia selalu menyempatkan diri mengunjungi pasar tradisional di Jateng.

Editor : Ali Muntoha

Tak Hanya Kartu Tani, Sudirman-Ida Juga Bakal Evaluasi Program 5 Hari Sekolah

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah mengkritisi beberapa program yang telah dijalankan calon petahana Ganjar Pranowo. Setelah sebelumnya berjanji akan merombak program Kartu Tani, pasangan ini giliran mengangkat soal sekolah 5 hari.

Ida Fauziyah menyebut akan mengevaluasi program yang sudah dijalankan di Jateng tersebut. “Lima hari sekolah yang sudah berlaku di Jawa Tengah banyak dikeluhkan,” katanya.

Ini dikatakan Ida ketika berkunjung ke Pondok Pesantren Al Anwar, Kabupaten Purworejo, Rabu (7/3/2018). Ida menyebut, program lima hari sekolah cenderung mengorbankan pendidikan karakter dari pendidikan agama.

Menurut dia, waktu siswa habis di sekolah umum, sehingga pendidikan karakter dari TPQ atau madin jadi terabaikan. Menurut dia, banyak ulama yang tak menyetujui program tersebut.

“Ini aspirasi para ulama yang disampaikan kepada saya. Ini akan jadi pertimbangan khusus bagi Pak Sudirman Said dan saya jika nanti memimpin Jawa Tengah,” ujarnya.

Begitu juga ketika bersilaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) ida juga mengaku mendapat keluha terkait minimnya perhatian pemprov terhadap madrasah diniyah dan pondok pesantren.

Salah satu keluhan yang disampaikan berkaitan tidak adanya bantuan sosial dari pemerintah provinsi.

Program lima hari sekolah dicanangkan Ganjar Pranowo untuk tingkat SMA/SMK di Jateng. Tujuannya agar siswa mempunyai waktu cukup banyak dengan keluarga karena pada Sabtu dan Minggu siswa libur sekolah.

Baca : Sudirman Bakal Rombak Kartu Tani yang Dipopulerkan Ganjar

Sebelumnya, Sudirman Said juga menyebut akan merombak program Kartu Tani yang telah dijalankan sejak kepemimpinan Ganjar Pranowo. Ia menyebut, banyak keluhan dari petani mengenai program itu dan cenderung menyusahkan petani.

“Suara petani di mana-mana sama. Kartu petani bukannya memudahkan malah menyulitkan petani,” kata Sudirman.

Mantan Menteri ESDM mengakui, konsep dan niat program kartu tani sejatinya baik. Hanya saja menurutnya, pelaksanaannya harus ditata ulang. Prinsipnya harus sederhana dan memudahkan petani, bukan sebaliknya.

“Eksekusinya kedodoran karena kurang persiapan dan sosialiasi. Semangatnya mendorong transaksi nontunai, tapi petani kita belum seluruhnya siap,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Klaim Tingkat Elektabilitasnya Mulai Kejar Ganjar

MuriaNewsCom, Semarang – Calon Gubernur Jateng Sudirman Said mengklaim tingkat keterpilihannya (elektabilitas) terus mengalami peningkatan. Bahkan ia menyakini elektabilitasnya sudah mengejar calon petahana Ganjar Pranowo.

Selama ini berdasarkan beberapa survei tingkat popularitas dan elektabilitas Ganjar Pranowo memang masih sangat tinggi. Namun klaim Sudirman menyebut, kini jarak antara dirinya dengan petahana tidak terlalu lebar.

Ini dikatakan Sudirman saat mengikuti pengukuhan dan konsolidasi tim pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah tingkat kabupaten/kota se-Jateng, di Semarang, Selasa (6/3/2018).

“Elektabilitas kami memang masih di bawah petahana. Tapi trennya terus naik dan jaraknya makin sempit. Kalau trennya seperti ini terus, insyaa Allah seperti kata  Pak Sandi Uno (Wagub DKI Jakarta) kemarin, Jateng akan punya pemimpin baru,” kata Sudirman.

Ia memastikan, akan mengerahkan tim pemenangan untuk terus meningkatkan tren elektabilitas. Selain itu, ia juga menekankan pada timnya untuk menguatkan sosialiasi kandidat nomor dua. Karena survei membuktikan pengenalan kandidat oleh masyarakat mampu mengubah pilihan masyarakat.

Meski demikian, ia menyebut jika survei bukan satu-satunya instrumen pemenangan. Kerja lapangan yang akan jadi penentu.

“Karena iti teruslah bersiap. Kegiatan hari ini salah satu tahap penting untuk bergerak secara siatematis dan terencana. Kita syukuri dan apresiasi semua organ parpol beserta seluruh elemen pendukungnya bergerak terus.  Perlahan tapi pasti, mesin Partai dan tim pemenangan akan semakin solid,” jelas dia.

Selain tim pemenangan dan kader parpol pendukung, ia juga menyebut ada 33 elemen pendukung nonpartai yang terus bergerak.

Editor : Ali Muntoha

Cagub-Cawagub Jateng Dilarang Tampil Sembarangan di TV, Ini Alasannya

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah dilarang sembarangan tampil di televisi. Mereka juga dilarang menjadi bintang tamu program tv, main sentron ataupun drama.

Larangan ini dikeluarkan Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Jawa Tengah selama masa kapanye Pilgub Jateng 2018. Komisioner KPID Jateng, Rofiuddin menyebut, larangan tersebut dikeluarkan agar saluran televisi tidak dijadikan alat kampanye terselubung bagi para paslon.

“Bahkan sekadar jadi pembaca acara dalam program televise pun tidak boleh. karena dapat menimbulkan kampanye terselubung,” ujar Rofiuddin.

Ia khawatir apabila paslon dibiarkan tampil di televisi, maka kecenderungan yang bisa tampil adalah paslon yang punya akses untuk terus menerus menggunakan media tersebut untuk berkampanye.

“Kami selalu mengawasi, sempat ada dugaan, ada salah satu calon gubernur yang tampil di televisi. Tapi kami sudah klarifikasi dulu, belum ada pelanggaran,” katanya.

Ketua KPID Jateng, Budi Setyo Purnomo menyebut larangan ini juga berlaku untuk lembaga penyiaran televisi. Larangan ini menurut dia, telah diatur dalam Surat Edaran (SE) KPI tentang Penyiaran Masa Kampanye Pilkada 2018.

Budi mengatakan dalam kontestasi Pilkada 2018, para peserta sudah difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tampil di lembaga penyiaran melalui debat maupun iklan.

Sesuai dengan PKPU No. 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pilkada, lembaga penyiaran diperbolehkan menyiarkan kegiatan kampanye dengan syarat mematuhi kode etik jurnalistik, etika penyiaran, dan ketentuan perundang-undangan.

Televisi maupun radio yang menyiarkan Pilkada 2018 harus netral, berimbang, obyektif, dan proporsional. Penayangan calon sebagai narasumber maupun pemberitaan harus berimbang dan tidak boleh hanya satu calon saja.

“Televisi maupun radio juga dilarang menayangkan iklan kampanye selain yang dibiayai KPU. Termasuk menayangkan calon sebagai pemeran iklan selain yang dibiaya KPU,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Marah Warga Jateng Disebut Nrimo Jadi Orang Miskin

MuriaNewsCom, Slawi – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengaku programnya untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng dari 12,23 persen menjadi 6 persen banyak dicibir dan dianggap tak laku. Penyebabnya, karena warga di Jateng dianggap sudah ’nrimo’ (pasarah) dengan kemiskinan.

Akan tetapi mantan Menteri ESDM itu menyebut tak percaya dengan anggapan tersebut. Menurut dia, warga Jateng bukanlah tipikal orang yang ’nrimo’ atau pasrah pada nasib, apalagi pada kemiskinan.

“Program saya untuk mengentaskan rakyat Jateng dari kemiskinan katanya tidak akan laku. Karena masyarakatnya sudah nrimo dengan kemiskinan. Saya marah ada yang beranggapan rakyat Jateng nrimo, pasrah dengan kemiskinan. Ini  sama saja mengatakan masyarakat Jateng tidak mau berubah menjadi lebih baik, lebih sejahtera,” ujar dia.

Ini dikatakan Sudirman Said saat berbicara pada acara tatap muka antara kader PAN Kabupaten Tegal dengan cagub Jateng dan Calon Bupati Tegal, Enthus Susmono, Selasa (28/2/2018) di Slawi, Kabupaten Tegal.

Ia menyebut, warga Jateng adalah orang yang selalu menginginkan perbaikan, ingin maju. Tidak mau terkukung dengan kemiskinan.

Karena itu dia optimistis program mengurangi angka kemiskinan Jateng dari 12,23 persen menjadi enam persen dalam lima tahun akan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Karena program itu akan mengentaskan warga Jateng dari kemiskinan secara signifikan.

Salah satu program yang akan dijalankan guna untuk mengentaskan kemiskinan adalah penciptaan lima juta lapangan kerja. Sudirman menyebut alasan mengapa mematok angka 5 juta lapangan pekerjaan ini.

“Jumlah penduduk miskin Jateng sekarang sekita 4,5 juta. Jadi lapangan kerja yang tersedia harus melebihi jumlah itu. Agar penurunan angka kemiskinan dapat dilakukan secara signifikan,” imbuh Dirman.

Program lain yang akan dijalankan adalah menciptakan pemerintahan yang bersih. Dengan aparat yang bersih, yang bekerja semata untuk melayani rakyat, Sudirman yakin angka kemiskinan akan turun drastis. Karena seluruh potensi dan program yang ada ditujukan semata untuk mensejahterakan rakyat. “Jadi tidak akan ada anggaran yang ditekuk atau dikorupsi,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha

DIrman-Ida Janji Ciptakan 5 Juta Lapangan Kerja di Jateng

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Sudirman Said-Ida Fauziyah menjanjikan akan membuka 5 juta lapangan pekerjaan jika terpilih pada Pilgub Jateng 2018.

Pembukaan lapangan pekerjaan ini masuk dalam 22 janji kerja yang beberapa waktu lalu telah dilaunching. Janji ini kembali digaungkan ketika Ida Fauziyah menghadiri launcing bakal calon anggota dewan dri PKS di Hotel Patrajasa, Semarang, Minggu (25/2/2018) kemarin.

Menurut Ida, 22 janji tersebut jika diperas, intinya ada pada pentingnya menurunkan angka kemiskinan hingga 6 persen. Dalam rumusannya, ia berkomitmen menciptakan lapangan kerja bagi 5 juta masyarakat Jawa tengah dalam waktu 5 tahun.

“Kesemuanya ini tentunya tidak dapat ia sampaikan ke masyarakat satu per satu. Namun melalui interaksi bakal caleg dan konstituen, dapat menyebarkan ini dengan massif,” katanya.

Pada launching dan ikrar BCAD (bakal calon anggota dewan) PKS Jawa tengah ini, dihadiri pula bacaleg PKS termuda, Aisyah Amalia (21 tahun) yang akan mengikuti pemilihan di dapil VIII Jateng (Kabupaten Cilacap dan Banyumas). Aisyah saat ini masih berstatus mahasiswi semester 8 pada jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Abdul Fikri Faqih, menjelaskan bahwa launching nama-nama bacaleg ini sangat penting dilakukan sejak dini, sebagai bentuk kesiapan PKS menyongsong Pemilu 2019.

“ini sebagai bentuk partai modern. Mengakomodir kaum muda, dan sejak dini, telah siap sejak dini. Sosialisasi bacaleg sejak dini ini agar masyarakat dapat berinteraksi dan menyampaikan kritik dan sarannya secara langsung,” katanya.

Sebelumnya, Sudirman Said juga menyebut dalam program kerja pengentasan kemiskinan itu pihaknya menjanjikan akan menumbuhkan 100 usaha baru di tiap kecamatan. Selain itu, cara yang akan dilakukan yakni menumbuhkan satu juta wirausahawan perempuan.

”Dengan cara-cara ini akan membuka 5 juta lapangan kerja baru. Banyak yang pesimis, tapi insya Allah kita bisa melakukan,” kata Sudirman, Sabtu (17/2/2018).

Ini dikatakan Sudirman Said saat memberikan orasi politik dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Kabupaten Semarang, di Ungaran.

Namun Sudirman Said tak memaparkan detil bagaimana merealisasikan janji tersebut. Termasuk bagaimana masalah permodalan dan pemasaran yang sering menjadi kendala UMKM yang baru tumbuh.

Masalah kemiskinan memang selalu menjadi isu yang sering diangkat dalam pilkada. Karena semakin hari jumlah pengangguran semakin banyak.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman-Ida Luncurkan 22 Janji Kerja, Hapus Korupsi Jadi Prioritas Entaskan Kemiskinan

MuriaNewsCom, Semarang – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah Sudirman Said – Ida Fauziah meluncurkan 22 janji kerja. Dari puluhan janji tersebut, masalah korupsi menjadi yang paling diprioritaskan. Pasangan ini ingin menjadikan Jateng Mukti tanpa Korupsi.

Sudirman menyebut, korupsi menjadi sebab beragam persoalan di Jateng, termasuk kemiskinan. Akibat korupsi menurut dia, Jateng menduduki peringkat kedua sebagai provinsi termiskin di Indonesia. Angka kemiskinan mencapai 12.23 persen.

“Kuncinya pada komitmen pemimpin pada pemberantasan korupsi. Cukuplah 93 kepala daerah yang ditangkap KPK. Kita tidak akan menambah jumlah itu lagi,” katanya.

Mantan Menteri ESDM itu menyebut, kemajuan di Jawa Tengah juga sangat bergantung pada penyusunan APBD yang berpihak pada rakyat. “Mungkin selama ini penyusunannya baik. Tapi terkendala pelaksananya tidak baik. Atau sebaliknya, pelaksananya baik namun perencanaannya tidak baik,” urainya.

Ia memaparkan tiga prioritas strategis jika dirinya bersama Ida Fauziah terpilih sebagai gubernur Jawa Tengah. Yang pertama yakni akan menekan kemiskinan secara drastis, dari 12,23 persen menjadi 6 persen.

”Kedua, menyediakan lima juta lapangan kerja. Ketiga membangun pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi,” katanya.

Ketiga program prioritas tersebut diterjemahkan lewat 22 janji kerja yang dicanangkan. Sudirman mengatakan 22 jani itu merupakan masalah-masalah paling mendasar di Jawa Tengah.

“Menekan secara drastis kemiskinan, bukanlah hal mustahil. Dan telah menjadi kesepakatan kita untuk semua program bermuara pada tiga program prioritas tersebut,” ujarnya.

Sementara itu Ida Fauziah menambahkan bahwa 22 janji tersebut sebagai jalan menjemput masyarakat Jawa Tengah untuk lebih baik lagi. “Bukan persoalan percaya diri atau tidak, tapi saya rasa ini optimisme yang harus kami tularkan kepada masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Catat dan Tagih! Sudirman Said Janjikan Bangun 100 Usaha Baru di Tiap Kecamatan

MuriaNewsCom, Semarang – Calon gubernur Jateng, Sudirman Said memawarkan gebrakan baru untuk menekan angka kemiskinan di provinsi ini. Mantan menteri ESDM ini manargetkan menurunkan angka kemiskinan dari 13 persen menjadi 6 persen.

Ia mengaku punya cara yang tepat untuk mencapai target ini. Yakni menciptakan 100 usaha baru di tiap kecamatan di seluruh Jawa Tengah. Selain itu, cara yang akan dilakukan yakni menumbuhkan satu juta wirausahawan perempuan.

”Dengan cara-cara ini akan membuka 5 juta lapangan kerja baru. Banyak yang pesimis, tapi insya Allah kita bisa melakukan,” kata Sudirman, Sabtu (17/2/2018).

Ini dikatakan Sudirman Said saat memberikan orasi politik dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKS Kabupaten Semarang, di Ungaran.

Namun Sudirman Said tak memaparkan detil bagaimana merealisasikan janji tersebut. Termasuk bagaimana masalah permodalan dan pemasaran yang sering menjadi kendala UMKM yang baru tumbuh.

Masalah kemiskinan memang selalu menjadi isu yang sering diangkat dalam pilkada. Karena semakin hari jumlah pengangguran semakin banyak.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Sudirman Said berujar bahwa memangkas kemiskinan tidaklah sulit. Yang diperlukan hanyalah seorang manajer yang mampu mengelola sumber daya alam dan manusia di Jawa Tengah, untuk kemudian memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Ia yakin, dengan pengalaman profesionalnya memimpin sejumlah lembaga, baik swasta maupun BUMN,  akan mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan di Jateng. Misalnya, ketika di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, Dirman mengklaim berhasil mengelola pembangunan 125 ribu rumah dalam waktu empat tahun.

Ia juga mengungkapkan, menjadi kepala daerah tidak sesulit menjadi eksekutif perusahaan. Eksekutif perusahaan uang harus cari sendiri, sementara kepala daerah anggaran disiapkan, birokrat pendukung juga ada, tinggal melaksanakan program.

“Jadi semua disiapkan, tinggal jalan. Jadi kalau bekerja semata untuk kepentingan rakyat, tidak ada yang sulit. Termasuk memberantas kemiskinan,” urai Pak Dirman.

Ia juga memastikan, akan mengutaman pembangunan infrastruktur. Terutama soft infrastruktur atau infrastruktur lunak, yakni pembangunan manusia. Yakni membangun jiwa dan moral masyarakat, untuk menekan sikap koruptif.

Editor : Ali Muntoha

Cagub Boleh Keluarkan Rp 64,7 M untuk Kampanye, Ini Besaran Dana Kampanye Ganjar dan Sudirman

MuriaNewsCom, Semarang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah telah menetapkan batasan dana kampanye untuk dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Jateng 2018. Para kandidat diperbolehkan menggunakan dana kampanye maksimal Rp 64,7 miliar.

Setiap pasangan calon tidak boleh mengeluarkan dana melebihi ketentuan itu untuk berkampanye. Dan saat ini, KPU Jawa Tengah telah menerima laporan dana kampanye dari dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Dari laporan itu, dana kampanye pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah tercatat yang paling banyak. Pasangan yang diusung koalisi Partai Gerindra, PKS, PAN dan PKB ini melaporkan dana kampanye sebesar Rp 550 juta.

Sementara pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang diusung PDIP, PPP, NasDem dan Demokrat melaporkan dana kampanye sebesar Rp 200 juta.

Namun dana kampanye yang dilaporkan ini baru dana awal kampanye, belum merupakan dana secara total yang dikeluarkan masing-masing calon.

Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, menyebutkan pelaporan awal dana kampanye itu sesuai dengan ketentuan Pasal 26 PKPU Nomor 5 Tahun 2017. Ia menyebut, dana yang dilaporkan saat ini baru sebatas laporan awal.

“Itu belum seluruhnya. Jumlah dana keseluruhan yang digunakan untuk kampanye akan dilaporkan nanti paling lambat tiga hari setelah masa kampanye berakhir,” kata Joko.

Masa kampanye telah dimulai sejak Kamis (15/2/2018) dan akan berakhir 23 Juni 2018 mendatang. Setelah masa kampanye usai, seluruh pasangan calon diwajibkan melaporkan dana yang telah dihabiskan untuk berkampanye.

Selama proses kampanye, KPU Jateng memberi fasilitas berupa alat peraga kampanye (APK), termasuk debat terbuka yang disiarkan langsung di stasiun televisi.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said Nyatakan Dukung Alat Tangkap Cantrang

MuriaNewsCom, Brebes – Calon gubernur Jateng Sudirman Said menyatakan mendukung penggunaan alat tangkap cantrang untuk para nelayan. Ia pun menyatakan mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo yang kembali memperbolehkan nelayan menggunakan kapal cantrang.

“Dibolehkannya kembali penggunaan cantrang selain menghidupkan kembali mata pencaharian nelayan, juga usaha-usaha yang terkait dengan penangkapan ikan, yang menghidupi ratusan ribu pekerja,” kata Sudirman Said.

Kepada para nelayan mantan Menteri ESDM ini berpesan untuk memperkuat organisasi agar dapat menyuarakan aspirasi. Perbanyak dialog dengan pengambil kebijakan, termasuk pemerimtah pusat dan daerah

Ia juga menjanjikan akan memberi perhatian pada nasib nelayan jika kelak terpilih sebagai pemimpin di Jateng. Di antaranya dengan memberikan perhatian pada pendidikan anak-anak nelayan.

“Titip kepada ibu-ibu nelayan agar mengutamakan pendidikan anak anaknya. Insyaa Allah jika dipercaya masyarakat Jateng, saya akan memperhatikan masalah ini,” paparnya.

Haji Amin, perajin tambang kapal dari Desa Kubangwungu, Brebes saat Pak Dirman mengunjungi sentra pembuatan tambang kapal miliknya menyebut, jika sejak kembali diperbolehkan cantrang beroperasi industri tambang kembali menggelit. Industri ini sempat lesu karena pemesanan tambang merosot tajam.

“Biasanya kami mengirim 100 sampai 120 ton per bulan, sejak cantrang dilarang pengiriman antara 30-40 ton per bulan. Akibatnya banyak karyawan yang harus dirumahkan,” cerita Haji Amin, salah seorang

Sekarang, sambung Amin, usahanya mulai menggeliat lagi. Pesanan mulai meningkat seiring dengan dibolehkannya kembali penggunaan cantrang.

Editor : Ali Muntoha

Kunjungi Korban Banjir di Tegal, Solusi Ini yang Ditawarkan Sudirman Said

MuriaNewsCom, Tegal – Calon gubernur Jateng, Sudirman Said, Kamis (15/2/2018) mengunjungi lokasi banjir di Dukuhturi, Kecamatan Margadana, kota Tegal. Ia mengunjungi rumah-rumah yang terkena banjir, serta tempat-tempat pengungsian.

Banjir di Kecamatan Margadana terjadi sejak akhir pekan lalu. Ada dua kelurahan yang tergenang banjir dengan ketinggian 30-40 cm, yakni di Kelurahan Sumurpanggang dan di Kelurahan Krandon.

Di sela-sela mengunjungi lokasi banjir ini, Sudirman Said melontarkan pandangannya tentang penanganan banjir. Menurut dia, penanganan banjir di kawasan ini perlu dilakukan dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, perlu adanya sinergitas lintas wilayah (hulu dan hilir) dan wilayah penopang Tegal dan Brebes. sebagai daerah terdampak banjir dalam penyelesaian banjir di wilayah Tegal dan Brebes. ”Ini salah satu kunci, selain hal lain yang bisa dilakukan, seperti drainase yang bagus,”katanya.

Selain pengelolaan wilayah hulu untuk meminimalkan pengundulan hutan, alih fungsi lahan menjadi poin penting. Begitu juga penataan ruang di hulu hingga hilir, diikuti pembuatan daerah serapan air dan ruang terbuka hijau di kawasan banjir.

Secara khusus, Dirman mengapresiasi gerak cepat relawan Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam melakukan langkah penanganan terhadap bencana banjir.

“Saya diajak ke sini dan melihat betapa relawan begitu gerak cepat menangani banjir. Para warga pun secara mandiri bisa mengatasi hal ini, termasuk diantaranya distribusi bantuan hingga pembuatan dapur umum, ini hal yang positif,”ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirman juga sempat berdialog dan membantu ibu-ibu memasak di dapur umum.  Warga antusias menyambut kedatangan cagub yang didukung oleh Gerindra, PAN, PKS, dan PKB ini.

Editor : Ali Muntoha

Gus Yasin Bersyukur Dapat Nomor 1, Sudirman : Saya Sudah Feeling Nomor 2

MuriaNewsCom, Semarang – Dua pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jateng sudah mendapat nomor urut dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018, dalam pengundian yang dilakukan KPU, Selasa (13/2/2018) malam. Kedua pasangan calon sama-sama memaknai nomor urut yang mereka dapatkan sebagai sebuah kemenangan.

Baik pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin yang mendapat nomor 1 dan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang memperoleh nomor 2, sama-sama yakin nomor tersebut adalah isyarat mereka akan memenangi pilgub.

Ganjar-Yasin menganggap nomor satu adalah isyarat mereka akan memimpin perolehan suara, sehingga akan menang. Sementara Sudirman-Ida menyebut angka 2 melambangkan ’victory’ yang juga berarti kemenangan.

Ditanya wartawan usai pengundian nomor urut, Ganjar yang didampingi pasangannya Taj Yasin tidak banyak mengungkapkan jawaban dan hanya memberikan empat patah kata. “Menang, insya Allah, Bismillah,” katanya.

Saat memberikan sambutan usai pengundian nomor urut Ganjar juga memastikan, pihaknya telah berkomitmen mengikuti pilkada yang damai.

“Saya dan Gus Yasin bergandengan tangan. Pilkada aman dan tenang, becik dan nyenengke, kita bikin contoh untuk Indonesia,” tandas Ganjar.

Begitu juga dengan Gus Yasin yang mengaku bersyukur mendapatkan angka 1 sebagai nomor urut dalam pilgub. Menurut putra Mbah Maimoen Zubair ini, nomor satu memiliki arti diberi kesempatan satu periode lagi.

“Ini nomor berkah dan artinya Pak Ganjar diberi kesempatan satu periode lagi memimpin Jawa Tengah,” katanya singkat.

Sementara Sudirman Said juga optimistis nomor urut 2 yang didapatkan. “Saya optimis, alhamdulillah dapat nomor 2, ini victory, berarti kemenangan,” ungkapnya.

Baca : Ganjar-Yasin Nomor 1 Dirman-Ida Urut 2, Pendukung Sempat Bentrok

Sudirman mengatakan, dia sudah feeling kalau mendapat nomor dua. Selain berarti victory, jelas Sudirman Said, nomor 2 juga memiliki arti dwi warna seperti yang ada pada bendera kita merah putih.

“ini sudah feeling saya, nomor dua merah putih, saya optimis nomor dua akan jaya. Sila kedua adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, warna bendera kita dwi warna,” ujarnya.

Dirman menegaskan, dirinya dan pasangannya berkomitmen tidak akan menambah jumlah kepala daerah yang tersandung kasus hukum.

“Kami berjanji tidak ingin menambah jumlah kepala daerah yang tertangkap KPK. Kami berdua, Mbak Ida Fauziyah dan saya Sudirman Said, beserta seluruh Partai-partai koalisi dan barisan relawan berikrar ingin membangun pemerintahan yang bersih; yang dimulai dengan kepemimpinan yang bersih, yang benar benar bekerja hanya untuk rakyat,” tandas Dirman.

Begitu juga dengan Ida Fauziyah  yang menyebut jika nomor dua adalah nomor keberuntungan.” Kita mulai dengan gembira pesta demokrasi,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar-Yasin dan Dirman-Ida Diajak Kampanye Damai di CFD Semarang

MuriaNewsCom, Semarang – Selasa (13/2/2018) malam ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, akan mengundi nomor urut bagi pasangan Ganjar Panowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziyah, untuk mengikuti kontestasi Pilgub Jateng 2018.

Setelah masing-masing pasangan mendapatkan nomor urut, masa kampanye pun langsung dimulai, yakni muai 15 Februari 2018. KPU berniat mengajak dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng ini untuk mengikuti kampanye damai yang akan digelar pada Minggu (18/2/2018) mendatang.

Kampanye damai ini akan digelar dalam even car free day (CFD) di kawasan Jalan Pahlawan dan Simpang Lima Semarang. Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo berharap dua pasangan calon ikut dalam kampanye damai ini.

“Gerakan kampanye damai akan dimulai pada 18 Februari. Para paslon kami berharap bisa meluangkan waktu untuk berkampanye. Timses harus segera mengurus surat izin kepada pihak berwajib,” katanya.

Menurutnya, even CFD diambil sebagai momen memulai kampanye damai karena berbagai pertimbangan. Selain berbarengan pada akhir pekan, pemilihan hari bebas berkendara karena selama ini menjadi pusat keramaian di Kota Semarang.

“Tanggal 18 Februari pas Minggu. Karena tidak mungkin menggeser acaranya, maka kami nanti masuk ke sela-sela kegiatan masyarakat yang beraktivitas di CFD,” tuturnya.

Kampanye Pilkada Damai, begitulah tagline KPU juga akan dimeriahkan dengan pelepasan burung merpati di Jalan Pahlawan. Selanjutnya, kedua paslon berkelilingi sampai Jalan Pemuda dan kembali lagi ke Pahlawan.

“Tentunya kami sedang berkoordinasi dengan aparat TNI/Polri polri untuk mengurus semua perizinan acaranya,” ujar Joko.

Lebih jauh lagi, Joko mengatakan saat ini pihaknya sudah mengurus semua pengadaan alat peraga kampanye (APK) serta foto para paslon untuk ditempelkan di baliho.

Ia mengungkapkan APK nantinya akan dipasang di 350 titik di Jawa Tengah. Ia pun optimistis pengadaan alat peraga kampanye sudah beres setelah pengundian nomor urut paslon.

Untuk proses selanjutnya, KPU tinggal menjadwalkan pendistribusian ke tiap daerah dan disusul rancangan visi dan misi kedua paslon Pilgub.

Editor : Ali Muntoha

Sudirman Said : Kami Tak Akan Berkhianat dan Jadi Pasien KPK

MuriaNewsCom, Semarang – Bakal calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said memastikan ia dan pasangannya Ida Fauziyah tak akan menambah daftar panjang kepala daerah yang tertangkap KPK karena korupsi.

Jika terpilih, pasangan Sudirman-Ida menjanjikan akan berupaya menciptakan pemerintahan yang bersih, yang berpihak pada kepentingan orang banyak.

“Kami ikut Pilkada tidak untuk menambah panjang daftar kepala daerah yang berurusan dengan KPK. Kami hadir semata untuk mengisi ruang perbaikan yang ada di Jawa Tengah,” kata Sudirman di hadapan tim pemenangan, Jumat (9/2/2018).

Sudirman menyebut dirinya adalah aktivis antikorupsi, sehingga tak akan mengkhianati perjuangan pemberantasan korupsi yang sudah puluhan tahun dijalaninya. Demikian juga dengan Ida Fuziyah, yang disebutnya selama empat periode sebagai anggota legislatif integritasnya tetap terjaga.

“Kami memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun Jawa Tengah. Kami sepakat menciptakan pemerintahan yang bersih. Kami berjanji tidak akan menghianati warga Jawa Tengah dengan ikut-ikutan korupsi jika terpilih kelak,” tandas Pak Dirman.

Ia menjanjikan, nantinya akan menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih. Dia akan mengajak pejabat dan birokrat untuk melawan korupsi.

“Saya tidak ingin dianggap bersih sendirian. Pejabat dan aparat di bawah saya juga harus bersih. Karena hanya dengan pemerintahan yang bersihlah pembangunan di Jawa Tengah bisa dilaksanakan dengan maksimal,” terang dia.

Ia juga menanggapi tentang tuduhan yang dialamatkan kepada gubernur petahana Ganjar Pranowo dalam kasus korupsi E-KTP. Ia meminta masyarakat tidak buru-buru menjatuhkan vonis. Masyarakat, katanya, harus menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

“Jangan buru-buru menjatuhkan vonis. Biarkan mekanisme hukum bekerja. Dan saya menyakini sebagai lembaga yang memiliki kepercayaan publik yang tinggi, KPK tidak akan sembrono,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha