Puluhan Warga Demo, Tuntut Pilkada Jepara Diulang

Puluhan warga melakukan aksi demonstrasi menuntut agar Pilkada Jepara diulang, Rabu (22/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi menggelar aksi demonstrasi di Jalan Yos Sudarso atau lebih tepatnya berada di sebelah utara Kantor KPU Jepara Rabu (22/2/2017) siang.

Pendemo menilai, pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak netral. Untuk itu, mereka menuntut agar pelaksanaan pilkada diulang dan menuntut agar komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara diganti.

Selain menuntut pilkada ulang, demonstran juga menyebut jika penarikan formulir C6 atau formulir untuk pemberitahuan untuk memberikan suara kepada pemilih oleh KPU Jepara bermasalah.

Koordinator aksi dari Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi Sofyan Hadi mengatakan, demokrasi tidak murah. Sehingga KPU harus mundur, sebab tidak bisa menjalankan amanah dengan baik. “Aksi ini bukan sekejap saja. Namun  akan ada aksi lanjutan untuk mengawasi ketidakberesan pilkada,” katanya.

Perlu diketahui, aksi demonstrasi ini, juga bertepatan dengan kegiatan rekapitulasi perolehan suara Pilkada Jepara tingkat kabupaten di Kantor KPU Jepara.

Editor : Kholistiono

Besok,KPU Jepara Gelar Pleno Rekapitulasi Suara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara akan menggelar rapat pleno rekapitulasi suara pada Rabu (22/2/2017) besok. Hal ini disampaikan Komisioner KPU Jepara Subchan Zuhri usar rapat koordinasi pra rekapitulasi di kantor KPU Jepara, Jalan Yos Sudarso, Selasa (21/2/2017).

Dari rapat koordinasi persiapan pleno rakapitulasi yang diikuti pihak kepolisian, TNI, kejaksaan, tim sukses paslon, Panwas, Disdukcapil, Kesbangkol, Satpol PP dan beberapa pihak terkait lainnya, menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya, paslon boleh mengikutsertakan  tim IT bersama saksi.

“Untuk masing-masing paslon, bisa menghadirkan dua orang saksi dan dua orang tim IT. Hanya saja, nantinya, yang boleh melakukan interupsi atau yang berbicara di dalam rapat pleno,yakni saksi. Tim IT hanya melakukan perekapan data saja,” ujarnya.

Kemudian, masing-masing paslon, juga telah sepakat untuk tidak membawa massa pada saat rapat pleno rekapitulasi suara besok. Hal tersebut, untuk meminimalkan adanya potensi gesekan atau hal lain yang tidak diinginkan.

Sementara itu, mengenai sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) seusai rekapitulasi tingkat kabupaten, ia mengutarakan, bahwa pendaftaran administratif mengenai hal itu bisa dilakukan tiga hari kedepan setelah rekapitulasi.

“Rencana rekapitulasi memang 22 hingga 23 Februari mendatang. Bilamana kegiatan rekap itu bisa diselesaikan pada waktu sehari, maka hasilnya bisa diumumkan. Namun untuk langkah PHPU, maka bisa dilakukan pendaftaran gugatan pada 3 hari kerja kedepan usai rekapitulasi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

KPU Jepara Persilakan Tim Paslon Kroscek Jumlah Formulir C6 yang Ditarik

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara M. Haidar fitri. Dirinya mempersilakan tim sukses paslon untuk mengkroscek data formulir C6 yang dikembalikan ke KPU. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom,Jepara – Ketua  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara M. Haidar fitri mengatakan, pihaknya mempersilakan kepada tim sukses Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara nomor urut 1 Subroto-Nur Yahmah (Sulaiman) untuk untuk mengkroscek data atau jumlah formulir C6 yang ditarik lagi oleh KPU.

Menurutnya, sebelumnya rincian formulir C6 atau formulir pemberitahuan untuk memberikan suara kepada pemilih sudah diberikan kepada semua pasangan calon. Baik untuk Paslon Subroto-Nur Yahman ataupun Paslon Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi.

“Kalau mau mengkroscek ya monggo tak masalah. Akan tetapi, intinya dari pengembalian formulir C6 ke KPU Jepara itu untuk menyelamatkan C6 yang tidak terpakai. Supaya tidak disalahgunakan.Kemudian, kami juga jelaskan, untuk klasifikasi tidak dikenal, itu artinya, bahwa pemilih tersebut lupa dicoret dari DPT, sedangkan untuk yang klasifikasi lain-lain, itu artinya pemilih ganda, dua-duanya dapat formulir C6 maupun cetakan C6-nya ganda. Sedangkan klasifikasi tidak dapat ditemui, itu artinya, pemilih sedang merantau atau keluar kota,” ujarnya.

Sebelumnya, Calon Bupati Jepara nomor urut 1 Subroto mempertanyakan jumlah riil formulir C6, yakni formulir pemberitahuan untuk memberikan suara kepada pemilih yang dikembalikan ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara sebelum hari pencoblosan.

Menurutnya, jumlah formulir C6 yang dikembalikan ke KPU Jepara dengan jumlah 53.632 lembar, dinilai cukup fantastis dan masih menjadi tanda tanya besar bagi calon bupati. Untuk itu, menurutnya perlu ada pembuktian secara ilmiah dari KPU, sehingga tidak menimbulkan prasangka negatif bagi tim sukses.

“Jumlah itu harus dibuktikan secara ilmiah.Meskipun jumlah itu ada klasifikasinya tersendiri, baik itu mulai dari meninggal dunia, pindah alamat, tidak dikenal, tidak dapat ditemui dan klasifikasi lain-lain.Namun, yang tak habis pikir itu, untuk klasifikasi yang meninggal dunia dan yang jumlahnya mencapai lebih tiga ribu. Masak, orang meninggal dunia sebanyak 3 ribuan orang dalam waktu dua bulan,” ujar Subroto.

Menurutnya, sejak Daftar Pemilih Tetap (DPT) ditetapkan pada Desember 2016 sebanyak 858.958, terhitung selama dua bulan, yakni dari Desember hingga Januari 2017, orang meninggal lebih dari 3 ribu. Jika hal itu dikalkulasi secara ilmiah, katanya, setiap desa ada orang meninggal rata-rata ada 10 hingga 20 orang. Hal itu menurutnya sangat aneh dan sudah dikroscek ke Kantor Disdukcapil, yang datanya disebut tidak sesuai.

Editor : Kholistiono

Pasangan Subroto-Nur Yahman Unggul di Rutan Jepara

Proses pemungutan suara yang berlangsung di Aula Rutan Kelas II B Jepara, Rabu (15/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara nomor urut 1 Subroto-Nur Yahman (Sulaiman) mendapatkan perolehan suara sebanyak 84 di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Jepara. Sulaiman unggul atas pesaingnya Ahmad Marzuqi-Dian Kristiandi yang memperoleh 63 suara.

Pemungutan suara yang digelar di Aula Rutan Jepara ini berlangsung mulai sekitar pukul 07.50 WIB hgingga pukul 09.00 WIB. Sementara, penghitungan surat suara dilakukan mulai pukul 13.00 WIB. Penghitungan surat suara berakhir sekitar pukul 13.45 WIB.

“Paslon Sulaiman mendapat  84 suara. Sementara Paslon Marzuqi-Dian Kristiandi (Madani) mendapat 63 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 16 surat suara. Surat suara tidak sah, karena tidak dicoblos sama sekali, dicoblos dua-duanya, dan ada juga yang dicoblos di luar kotak,” ujar Ketua Kelompok Pantia Pemungutan Suara (KPPS) Ahmad Syaifuddin Anif.

Syaifuddin mengatakan, data awal napi yang punya hak suara berjumlah 171 orang. Jumlah itu berkurang lantaran satu napi meninggal dunia. Sisanya, 38 napi habis masa pidana.

Data ditambah napi yang sebelumnya belum masuk DPT sebanyak 33 napi. Sebanyak 30 napi menggunakan hak suaranya. Sisanya tiga napi tidak bisa memilih karena ditangguhkan. Sehingga total napi yang menggunakan hak suara sebanyak 164 pemilih. ”Tiga napi ditangguhkan karena habis masa pidana,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Panwas Jepara Tak Bisa Tindak Anak-anak Ikut Kampanye Terbuka

Tampak salah satu anak hadir dalam kampanye terbuka Paslon Bupati dan Wakil Bupati Jepara Subtroto-Nur Yahman, di Alun-alun II Jepara, Sabtu (11/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara nomor urut 1 Subroto-Nur Yahman (Sulaiman) menggelar kampanye terbuka di Alun-alun II Jepara, pada Sabtu (11/2/2017).Dari massa yang hadir, pada acara kampanye terbuka pasangan tersebut, tampak anak-anak juga hadir dalam kesempatan itu.

Terkait dengan keberadaan anak-anak pada kampanye terbuka tersebut, Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Jepara, Arifin mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi atas keterlibatan anak-anak dalam kampanye terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati itu.

“Dalam peraturannya, tidak ada klausul yang menyebutkan anak-anak dilarang ikut serta dalam kampanye terbuka. Tidak ada penjelasan khusus dan juga tidak disebutkan secara khusus kalau anak-anak dilarang ikut serta dalam kampanye terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Nur Yahman Ingin Warga Jepara Tidak Ada Lagi yang Jadi Kuli

 

Atas hal tersebut pihaknya tidak bisa serta-merta mengategorikan keterlibatan anak-anak dalam kampanye itu bagian dari pelanggaran kampanye. Pihaknya juga tidak bisa menindak atau memproses keterlibatan anak-anak dalam kampanye terbuka.”Kalau ada anak-anak yang hadir dalam kampanye terbuka mengenakan kaus atau seragam paslon, paling kita tegur,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Nur Yahman Ingin Warga Jepara Tidak Ada Lagi yang Jadi Kuli

Nur Yahman, Calon Bupati Jepara saat melakukan orasi di hadapan ribuan pendukung dan simpatisan pada kampanye terbuka di Alun-alun II Jepara, Sabtu (11/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Kampanye terbuka Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara nomor urut 1 Subroto – Nuryahman (Sulaiman) digelar di Alun-alun II Jepara, Sabtu (11/2/2017).

Dalam orasinya Calon Wakil Bupati Nur Yahman berjanji bakal menyejahterakan warga Jepara.”Bila kami terpilih untuk memimpin Jepara lima tahun ke depan, maka kami akan membangun Jepara dengan baik,” ujarnya.

Dirinya berharap untuk lima tahun ke depan, bisa menjadikan warga Jepara lebih maju dan sejahtera. “Paling tidak jadi juragan, dan tidak ada yang jadi kuli. Tidak boleh miskin, sehingga Jepara ini bisa mendunia,” ungkapnya.

Dari pantuan MuriaNewsCom, meski dalam kampanye terbuka tersebut diguyur hujan deras, namun, ribuan pendukung dan simpatisan paslon nomor 1 tersebut tetap antusias untuk mengikuti kampanye terbuka hingga selesai.

Bahkan, tampak ada warga rela membawa anaknya yang masih kecil untuk mengikuti kampanye terbuka. Kondisi ini sempat membuat petugas harus bertindak untuk mengevakuasi anak tersebut ke atas panggung, karena sempat terhimpit massa yang berdesakan.

Editor : Kholistiono

Lho, Cabup Jepara Subroto Langsung Pergi Usai Tahu Dapat Nomor Urut 1

Calon Wakil Bupati Nur Yahman, tidak didampingi calon bupati Subroto, saat menerima nomor urut penetapan calon, di Jepara. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono

MuriaNewsCom, Jepara – Ketua Tim Sukses Kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati Subroto-Nur Yahman, Sutarjo, mengatakan Subroto tiba-tiba pergi tinggalkan ruangan rapat pleno sebelum pemberian nomor KPU.

Dirinya mengatakan bahwa yang bersangkutan ada acara mendadak. Sehingga penerimaan papan nomor paslon yang diberikan oleh KPU harus diterima oleh cawabupnya, Nur Yahman. “Pak broto keluar tadi lagi ada keperluan. Apakah ketemu bu menteri atau siapa. Sebab tadi kan ada Menteri LH datang ke Jepara. Penerimaan papan nomor paslon oleh KPU itu kan boleh diterima oleh cawabup saja, tak apa apa,” kata Sutarjo.

Calonnya mendapat nomor urut 1. Pihaknya yakin bahwa nomor urut 1 yang didapat merupakan perlambang baik. “Bahwa itu sebuah simbol bahwa Tuhan itu ada, dan Tuhan akan meridai kita menjadi pemenang. Saya yakin bisa 65 persen suara,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya belum memprediksi kecamatan mana saja yang berpotensi menjadi basis atau pendukung terbesar calonnya. “Dari 16 kecamatan, kita belum tahu kecamatan mana saja yang akan menjadi kantong kantong suara itu. Sebab masa kampanye juga masih lama. Dan nantinya setelah kita kampanye maka akan bisa kita lihat, setelah evaluasi kinerja tim dan sebagainya,” ungkap Sutarjo.

Dirinya juga memastikan bahwa paslon yang diusung oleh  Partai Nasdem, PKB, PKS, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP dan Hanura ini bisa mendapatkan dukungan bagus. Selain itu, meski dirinya sebagai Wakil Ketua DPC PPP Jepara, ia tetap akan mematuhi instruksi DPP PPP yang mengimbau kader mendukung paslon, Subroto-Nur Yahman.

“Meski saya wakilnya pak Marzuqi dalam organisasi partai, namun saya saat ini mendukung Subroto-Nur Yahman lantaran patuh dengan DPP PPP yang ada. Sebab instruksi DPP PPP itu mendukung Subroto,” pungkasnya.

Perlu diketahui, setelah nomor tersebut diberikan oleh KPU, puluhan pendukung Subroto-Nur Yahman langsung menyanyikan yel-yel sambil membawa nomor urut yang sudah disiapkan.

Editor : Akrom Hazami

Berkas Persyaratan Bakal Paslon Subroto-Nur Yahman Belum Lengkap

Bakal paslon Subroto-Nur Yahman menyerahkan berkas persyaratan kepada KPU Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bakal paslon Subroto-Nur Yahman menyerahkan berkas persyaratan kepada KPU Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Berkas persyaratan yang diberikan ke KPU Jepara dari bakal pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jepara untuk Pilkada 2017 Subroto-Nur Yahman alias “Sulaiman” ternyata belum lengkap. Sehingga KPU Jepara belum bisa memberikan tanda terima berkas yang diberikan oleh pihak paslon.

Hal itu seperti yang disampaikan Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri ditemui usai menerima rombongan bakal paslon tersebut. Menurutnya, pendaftaran bakal paslon Subroto-Nur Yahman memang belum diberi tanda terima karena masih ada persyaratan pencalonan  yang belum lengkap.

“Ya, kami belum memberikan tanda terima karena berkasnya belum lengkap,” ujar M Haidar Fitri kepada MuriaNewsCom, Jumat (23/9/2016)

Menurutnya, bakal paslon yang diusung sembilan partai politik itu, perlu melengkapi beberapa persyaratan, seperti formulir B, B 1-4. Dari sembilan parpol pengusung, kata dia, delapan parpol di antaranya sudah lengkap, sedangkan satu parpol masih harus melengkapi beberapa persyaratan.

Parpol tersebut merupakan PPP karena dalam pendaftaran hari ini, ketua DPC PPP Jepara tidak bisa hadir, sehingga diambil alih oleh DPP PPP. Hanya, DPP PPP memberikan mandat kepada pengurus DPW PPP Jateng.

“Sesuai ketentuan, penandatangan harus dari DPP PPP bukan dari DPW PPP. Terkecuali surat mandatnya dilengkapi surat keterangan dari instansi berwenang terkait alasan ketua DPC PPP Jepara berhalangan hadir,” terangnya.

Karena merupakan satu kesatuan, delapan parpol yang berkasnya dinyatakan lengkap tidak bisa diberi tanda terima terlebih dahulu dan masih harus menunggu pemenuhan kelengkapan persyaratan dari PPP.

“Kami akan menunggunya maksimal hingga pukul 24.00 WIB. Jika tidak bisa melengkapi, informasinya parpol pengusungnya diperkirakan hanya delapan parpol,” ujarnya.

Meskipun hanya delapan parpol, kata dia, sudah memenuhi syarat minimal parpol gabungan harus memiliki 10 kursi karena jumlah total kursi dari delapan parpol sebanyak 31 kursi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP Jateng Istajib mengatakan pihaknya segera melengkapi persyaratan yang masih kurang. Pihaknya yakin tidak sampai pukul 24.00 WIB sudah dilengkapi. “Kami perkirakan sebelum pukul 18.00 WIB sudah bisa diserahkan ke KPU Jepara,” katanya.

Formulir B, B 1-4 sesuai keterangan KPU Jepara, formulir B merupakan surat pernyataan pengajuan pasangan calon oleh gabungan partai politik, formulir B1 terkait rekomendasi persetujuan DPP masing-masing parpol terhadap bakal calon, formulir B2 terkait kesepakatan parpol untuk berkoalisi.

Editor : Akrom Hazami

Subroto-Nuryahman Resmi Mendaftar ke KPU sebagai Bakal Paslon Bupati dan Wabup Pilkada Jepara

Bakal Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Jepara 2017, Subroto-Nur Yahman mendaftarkan diri ke kantor KPU setempat, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bakal Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Jepara 2017, Subroto-Nur Yahman mendaftarkan diri ke kantor KPU setempat, Jumat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Bakal Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Jepara 2017, Subroto-Nur Yahman resmi mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Mereka mendaftar didampingi para pendukung dan partai politik pengusung, Jumat (23/9/2016).

Proses pendaftaran dilakukan dengan datang ke kantor KPU Jepara. Mereka berjalan kaki dari kantor pemenangan paslon di jalan Pemuda. Mereka berjalan ke arah jalan RA Kartini kemudian sampai di jalan Yos Sudarso. Jaraknya sekitar 2 kilometer.

Partai politik yang mengusungnya adalah Partai NasDem, Hanura, PAN, Demokrat, PKS, Gerindra, Golkar, PKB, dan PPP. Selain mereka, sejumlah komunitas seniman di Jepara juga ikut mengantar melalui suguhan tarian yang mengiringi bakal paslon.

Sesampai di kantor KPU Jepara sekitar pukul 10.00 WIB, bakal paslon “Sulaiman” ini mengisi daftar hadir di depan kantor KPU Jepara. Sebelum membubuhkan tanda tangan daftar hadir, mereka melakukan doa bersama.

Sejumlah pimpinan partai politik pengusung terlihat hadir dalam agenda penting ini. Mereka menjadi saksi dalam prosesi tersebut.

Di sisi lain, sejumlah aparat keamanan berjaga-jaga di sejumlah titik. Selain melakukan pengamanan arus lalu lintas , juga menjaga kantor KPU Jepara.

“Kami sudah mengkonsep prosesi ini. Memang sengaja ada karnaval budayanya. Selain perencanaan prosesi ini juga persiapan administratif sudah kami persiapkan,” ujar koordinator lapangan proses pendaftaran Paslon Sulaiman ini, Yasin kepada MuriaNewsCom.

Usai melakukan registrasi hadir, bakal Paslon Sulaiman memasuki ruang utama kantor KPU Jepara. Sedangkan komisioner KPU Jepara telah menunggu di dalam ruangan tersebut. Sementara ratusan pendukung berada di luar ruangan sambil menikmati sejumlah hiburan.

Editor : Akrom Hazami

Marzuqi dan Subroto Daftar ke KPU Jepara  Hari Terakhir

Foto Bakal Paslon Bupati dan Wabup Jepara Ahmad Marzuqi-Dian Kristandi, dan Subroto-Nur Yahman. (MuriaNewsCom)

Foto Bakal Paslon Bupati Jepara Ahmad Marzuqi-Dian Kristandi, dan Subroto-Nur Yahman. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Dua bakal pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Jepara 2017 direncanakan mendaftar ke kantor KPU Jepara di hari terakhir masa pendaftaran, yakni Jumat (23/9/2016). Meski di hari yang sama, kontestan Pilkada tersebut tidak dilakukan secara bersamaan.

Bakal calon wabup Dian Kristiandi mengatakan, dia dan pasangannya Ahmad Marzuqi  akan mendaftar ke KPU Jepara besok, Jumat 23 September 2016.

“Jumat siang kami baru mendaftar. Seluruh elemen partai nantinya juga akan ikut ke KPU,” ujar Dian kepada MuriaNewsCom, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya, sejumlah persiapan sudah dilakukan. Nantinya akan ada sejumlah pendukung yang turut mengantar ke kantor KPU Jepara.

Sementara itu, koordinator antara partai dalam koalisi besar partai pengusung Subroto – Nur Yahman, Pratikno menyatakan, bakal paslon yang diusung akan mendaftar ke KPU Jepara, Jumat.

Rencana itu berbeda dengan rencana awal yang dijadwalkan melakukan pendaftaran pada Kamis (22/9/2016) ini. Menurut Pratikno, jadwal pendaftaran terpaksa diundur karena ada hal yang harus diselesaikan.

“Rencananya pagi jam 07.30 WIB baru akan mendaftar. Semula memang dijadwalkan hari ini, tapi ada hal teknis yang belum siap, maka diundur besok pagi,” kata Pratikno yang juga Ketua DPD NasDem Jepara.

Selain diikuti seluruh kader partai pengusung dan pedukung, Pratikno menambahkan, pendaftaran Subroto – Nur Yahman ke KPU juga akan diiringi atraksi kesenian. Itu seperti tanjidor, barongsai, dan rebana. Diperkirakan, 1.000 orang lebih bakal mengiringi Subroto – Nur Yahman ke KPU.

“Dan para ketua partai pengusung dan pendukung juga ikut mengantar ke KPU,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, hari kedua masa pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Jepara dalam Pilkada Jepaar 2017 di kantor KPU Jepara, masih tampak sepi.

Di depan kantor KPU plhanya ada petugas keamanan yaknu anggota polisi dan Satpol PP tengah berjaga-jaga. Di ruangan berukuran 64 meter persegi itu, KPU menyiapkan sejumlah meja untuk regristasi pendaftaran.

Editor : Akrom Hazami

Kekuatan Bakal Paslon Pilkada Jepara Subroto – Nur Yahman Kian Tampak

bakal calon

Bakal Paslon Bupati dan Wabup Subroto-Nur Yahman bersama pendukungnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kekuatan bakal pasangan calon (Paslon) dalam Pilkada Jepara 2017 yakni Subroto – Nur Yahman semakin tampak.  Karena mereka didukung oleh banyak partai politik.

Subroto – Nur Yahman didukung oleh koalisi yang terdiri dari Partai Nasdem, Partai Gerindra, PKB, Partai Golkar PAN, PKS, Demokrat, dan Hanura yang total memiliki 40 kursi di DPRD Jepara.

Bahkan sebagian partai telah mendatkan rekomendasi dari pusat untuk mendukung paslon tersebut.

Di antara rekomendasi dari pusat yang telah keluar adalah partai Nasdem, PAN dan Golkar. Ketua DPD NasDem Jepara, Pratikno mengatakan,  selain itu, rekomendasi dari DPP Partai Hanura dikabarkan juga sudah turun. Sedangkan untuk partai lain yang masuk koalisi, ia mengaku belum memperoleh informasi itu.

“Dalam waktu dekat, pasangan Subroto-Nur Yahman akan kami deklarasikan bersama-sama. Kemungkinan deklarasi akan dilakukan usai perayaan HUT Kemerdekaan RI,” ujar Pratikno, Sabtu (6/8/2016).

Soliditas pimpinan partai di level kabupaten sejauh ini masih kuat untuk mengusung bakal paslon Subroto-NurYahman. Itu membuat Pratikno yakin jika rekomendasi DPP partai yang belum, akan jatuh ke paslon itu. Sebab DPP selalu mempertimbangkan usulan dari masin partai di level bawah.

“Kita di daerah tetap diminta memberikan pertimbangan. Sedangkan pimpinan cabang atau daerah partai yang masuk dalam koalisi besar masih solid. Logikanya, rekomendasi tetap akan mengusung nama Subroto-Nur Yahman,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD Golkar Jepara Jafar. Menurutnya, sejauh ini partainya sudah menyatakan dukungan dan mengusung bakal paslon Subroto – Nur Yahman. “Tidak ada masalah dan sejauh ini masih kompak,” katanya.

Sementara itu, dari pihak lain, selain Subroto – Nur Yahman, baru ada satu bakal paslon lain yang menyatakan akan maju dalam Pilkada Jepara 2017, yakni Syamsul Anwar – Mayadina Rahma. Namun, bakal paslon ini memilih maju melalui jalur perseorangan atau independen.

Dikabarkan, bakal paslon ini telah mengumpulkan 50 ribu lebih dukungan berupa fotokopi KTP yang didapatkan dari warga Jepara. Mendekati masa penyerahan persyaratan dukungan jalur perseorangan tersebut, tim sukses dari bakal paslon ini optimistis mampu mengumpulkan dukungan melebihi syarat minimal yang ditetapkan oleh KPU Jepara sebanyak 63.119 KTP.

“Kami optimistis mampu mengumpulkan dukungan melebihi batas minimal yang ditetapkan KPU. Bahkan jauh lebih banyak,” kata salah satu tim sukses, Lukman Hakim.

Editor : Akrom Hazami

 

Subroto-Nur Yahman Resmi Diusung Golkar Maju di Pilkada Jepara

Subroto - Nur Yahman mendeklarasikan diri sebagai pasangan dalam Pilkada Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Subroto – Nur Yahman mendeklarasikan diri sebagai pasangan dalam Pilkada Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Teka-teki siapa sosok yang bakal mendampingi Subroto dalam Pemilihan Daerah (Pilkada) Jepara 2017 akhirnya terjawab. Subroto akan berpasangan dengan  Nur Yahman, sosok yang telah dua kali menjadi calon Bupati Jepara pada pilkada sebelumnya. Kepastian tersebut muncul dari partai Golkar, yang mendeklarasikan pasangan itu di kantor DPD Golkar Jepara, Jumat (29/7/2016).

Deklarasi itu digelar setelah DPD Golkar Jepara menerima rekomendasi dari DPP Golkar. Deklarasi digelar setelah pengurus partai berlambang pohon beringin ini menggelar Musda IX, membentuk kepengurusan baru.

Bakal pasangan calon bupati-wakil pupati itu juga disetujui oleh beberapa partai lain. Salah satunya adalah partai Nasdem. Meski belum mendeklarasikan bakal pasangan itu, Nasdem dikabarkan telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Nasdem untuk mengusung pasangan tersebut.

Partai Nasdem juga hadir dalam deklarasi yang digelar oleh Golkar tersebut. Selain Nasdem, juga ada dua partai lain yang hadir yakni Hanura dan PAN. Masing-masing diwakili oleh pengurus partai tersebut.

Saat prosesi deklarasi, Japar yang terpilih kembali sebagai ketua DPD Partai Golkar Jepara secara aklamasi pada Musda IX itu menegaskan, jajaran pengurus, kader dan simpatisan harus membantu untuk memenangkan calon yang diusung Partai Golkar dan beberapa Parpol lain. Ia juga berpesan agar Golkar kembali dibesarkan.

“Pengurus teras Partai Golkar Jepara tidak bisa menjalankan mesin partai tanpa bantuan semua pihak. Untuk itu semua pihak harus solid,” kata Japar dalam pidato politiknya.

Sementara itu, Nur Yahman mengaku senang bisa kembali berpartisipasi dalam pesta demokrasi di Jepara. Meskipun sebelumnya dua kali mencalonkan diri sebagai Bupati Jepara dan gagal, ia saat ini merasa yakin akan berhasil menang meski diposisikan sebagai wakil bupati.

“Saya sudah tidak asing dengan partai Golkar karena pilkada sebelumnya, juga mengusung saya sebagai calon bupati. Melihat peta politik di Jepara saat ini, saya berharap PDI Perjuangan juga ikut bergabung dalam koalisi. Agar bisa bersama-sama berjuang untuk Jepara,” katanya.

Editor : Akrom Hazami