Pemkab Pati Usulkan 12,7 Juta Tabung Elpiji di 2018

MuriaNewsCom, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengusulkan elpiji tiga kilogram sebanyak 12.790.320 tabung. Usulan itu, guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Pati yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Kasubag Industri Perdagangan Koperasi dan UMKM bagian Perekonomian Suwardi mengatakan, selama 2017, penggunaan elpiji melon capai 9,7 juta tabung. Tiap tahun selalu ada peningkatan penggunaan, untuk itu di 2018 juga dilakukan penambahan usulan.

“Ada selisih tiga jutaan usulan kami. Namun biasanya ada pengurangan alokasi dari usulan yang kami berikan,” katanya.

Selisih yang cukup banyak, kata dia, lantaran produk UMKM kecil di Pati berkembang banyak. Dengan demikian, maka kebutuhan elpiji bersubsidi itu juga meningkat.

Dia menambahkan, selain para pelaku UMKM kecil, pengguna Elpiji tiga kilogram juga berasal dari kalangan nelayan kecil di Pati yang beralih dari BBM ke elpiji. Mau tidak mau, dampaknya akan pada alokasi elpiji tiga kilogram.

“Hingga saat ini masih belum ada kabar alokasi yang kami terima. Biasanya, dilakukan kordinasi terlebih dahulu sebelum alokasinya digedok,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Pertamina Jamin Tak Ada Gejolak Harga Elpiji di Jateng

Petugas menurun Elpiji tiga kilogram saat operasi pasar di Kecamatan Jati. Pertamina memastikan tak ada gejolak harga elpiji di masyarakat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Semarang – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV menjamin ketersediaan elpiji di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istiemwa Yogyakarta (DIY) aman dan tidak terjadi gejolak harga. Terutama saat momen Natal dan Tahun Baru 2018.

“Kami sudah mengecek ke beberapa pangkalan, tidak terjadi antrean, stok di pangkalan juga masih banyak,” kata GM PT Pertamina MOR IV, Yanuar Budi Hartono dikuti dari Antara Jateng, Senin (11/12/2017).

Menurut dia, jika ada kekosongan, itu karena baru ditukar pembeli dan masih menunggu dari agen. ”Kondisi di Jateng dan DIY normal,” ujarnya.

Yanuar juga memastikan bahwa ketersediaan elpiji akan aman, sehingga masyarakat diharapkan membeli elpiji sesuai kebutuhan. Apalagi elpiji juga bisa dibeli di pangkalan elpiji yang ada di SPBU.

Sebelumnya, tambah Yanuar, Pertamina juga sempat melakukan operasi pasar di sejumlah SPBU salah satunya di SPBU Jalan Fatmawati Semarang.

Akan tetapi, hasilnya penjualan normal dan tidak ada pembelian yang berlebihan, meskipun sudah menyosisalisasikan kepara para lurah dan camat terkait mengenai operasi pasar tersebut.

“Kondisi itu akan berbeda jika kondisi di lapangan kosong. Kalau kondisi kosong, sekejap sudah habis. Kemarin bahkan masih sisa. Dari 360 tabung elpiji, hanya 105 yang terjual,” terangnya.

Yanuar memastikan kondisi di Jateng-DIY aman, karena PT Pertamina siap memberikan tambahan pasokan sesuai kebutuhan masyarakat. Selain itu masyarkaat bisa mendapatkan elpiji di mana saja, termasuk pangkalan elpiji yang berada di masing-masing SPBU.

“Kami akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagian besar SPBU sudah menjadi pangkalan elpiji. Sehingga saat hari Minggu libur, masyarakat masih tetap bisa mendapatkan elpiji di pangkalan SPBU. Kondisi ini juga dapat menjadi stabilisator harga elpiji baik 3 kg, Bright Gas 5.5 kg, maupun yang 12 kg,” kata Yanuar.

Editor : Ali Muntoha