Stiker PKL Kurang, Dinas Berencana Cetak Ulang

Gerobak PKL

 

KUDUS – Nampaknya stiker khusus PKL yang telah dibagikan, masih belum dapat memenuhi kuota jumlah PKL di Kudus. Bahkan kekurangan lebih dari separuh PKL yang terdaftar.

Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti mengatakan, dalam pembuatan stiker khusus itu, pihaknya hanya mencetak 1500 stiker saja. Padahal, data yang dimiliki, jumlah PKL yang membutuhkan hingga 3000 lebih.

”Banyak yang meminta stiker itu. Jadi nanti pasti kita kasih semuanya setelah kita cetakkan lagi stiker yang sama persis seperti yang sudah ditempel dan dibagikan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Cara tersebut, adalah persetujuan PKL. Sebab tidak semua PKL dapat, kecuali yang masuk dalam paguyuban. Selain itu, tertempelnya stiker tersebut juga tidak menjamin lapaknya bakal aman dari tertib aturan. Sebab kalaupun pedagang masih melanggar, seperti berjualan di trotoar bukan pada jam jualan juga bakal ditangani.

Dia menjelaskan, dalam acara Gebyar PKL juga bukan diwajibkan pedagang datang untuk mendapat stiker. Sebab meskipun tidak ikut, pedagang tetap mendapat stiker asalkan bergabung dalam paguyuban PKL.

”Banyak laporan kalau yang tidak ikut tidak boleh berdagang lagi. Itu tidak benar, karena Gebyar PKL adalah pestanya PKL,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Tanpa Stiker Khusus, PKL di Kudus Bakal Diobrak Abrik

Stiker PKL (e)

Stiker khusus PKL sebagai penanda PKL yang legal. Jika pada gerobak, lapak, mapun tenda tidak terdapat stiker tersebut, PKL terancam digusur. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Rencana penataan PKL di Kudus, semakin digalakkan. Termasuk pada 2016, pemkab Kudus megeluarkan stiker khusus untuk para PKL. Jika nantinya dalam lapak maupun tenda PKL tidak tertempel stiker, maka PKL dianggap ilegal dan terancam digusur.

Hal itu disampaikan Plt kepala Dinas Dagsar Kudus Sudiharti. Menurutnya, stiker khusus itu sudah dibagikan kepada para PKL. Sehingga tinggal menunggu petugas dalam melakukan penindakan berupa pengecekan saja.

”Saat gebyar PKL 5 Januari lalu langsung dibagikan. Jadi kalau dicek, stiker harus ada pada tiap PKL,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sadi Dupardi Danu (61) seorang pedagang sekaligus ketua paguyuban di Jalan Mangga, Kecamatan Kudus Kota membenarkan hal itu. Dia menuturkan kalau saat gebyar PKL sudah dibagikan stiker itu.

Bahkan, saat itu petugas langsung meminta menempelkan stiker pada gerobak yang dimiliki pedagang. Sehingga kini semua angggota paguyuban, gerobak PKL-nya sudah tertempeli stiker.

”Sudah ada, jadi jika mau dioperasi sudah aman karena sudah ada strikernya. Jumlahnya 15 pedagang untuk paguyuban kami,” jelasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)