Berkeliaran di Stadion, 6 Anak Punk Diamankan Satpol PP Jepara

Satpol pp dan Dinsospermades Jepara melakukan pendataan terhadap anak punk yang diamankan dari kawasan Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (7/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja Jepara menangkap enam anak jalanan yang berkeliaran di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis (7/9/2017). Untuk mencegah mereka kembali ke jalanan, mereka dikirimkan ke panti sosial yang ada di Surakarta dan Semarang.

Kepada petugas, mereka berdalih akan menghadiri acara temu kangen grup penggemar band musik Endank Soekamti, pada hari Sabtu (9/9/2017). Bukan saja dari Jepara, keenam remaja tanggung itu ada yang berasal dari Banjarnegara, Purbalingga, Gresik dan Boyolali. 

“Kita kan mau meet and greet Kamtis (Penggemar Band Endank Soekamti) Jepara nanti tanggal 9 di Alun-alun,” kata keenam remaja itu bersahut-sahutan, ketika ditanya alasan mereka berada di Jepara. 

Agar tidak mengulangi perbuatan mereka, akhirnya Satpol PP Jepara berinisiatif untuk mengirim mereka ke panti sosial, melalui Dinsospermades. Hal itu agar juga mendapatkan pendidikan ketrampilan untk hidup. 

Kasi Rehabilitasi dan Jaminan Perlindungan Sosial Dinsospermades Jepara Joko Setyowanto mengatakan, enam orang anak jalanan tersebut akan dikirim ke dua panti yang berbeda. 

“Untuk yang perempuan (empat orang) akan dikirim ke Panti Perempuan Wanodyatama Sukoharjo. Sementara dua laki-laki, akan dikirim ke Panti Pelayanan Sosial Anak Mandiri di Semarang,” ujarnya. 

Mereka akan dibina di panti tersebut selama enam bulan. Di tempat tersebut, anak-anak jalanan tersebut akan diberi pendidikan ketrampilan seperti rias, menjahit dan berbagai ketrampilan lain. 

Mendengar keputusan tersebut, sontak anak-anak jalanan tersebut mulai mengungkapkan berbagai alasan. Mulai dari masih bersekolah, hingga rindu dengan ayah ibu. Padahal kenyataannya, anak jalanan tersebut telah meninggalkan rumah selama berhari-hari tanpa pengawasan. 

“Nanti jika ada ayah, ibu atau pihak sekolah yang mencari silakan mencari melalui Dinas Sosial atau Satpol PP Jepara. Namun sekarang kalian akan di kirim kesana untuk dapat diberi ketrampilan dan tidak berkeliaran di jalan,” jelas Joko. 

Adapun jati diri dari keenam anak jalanan tersebut adalah, FU dari Pelang Kidul Mayong, NW dari Pulung Boyolali, AAP dari Gresik, AMS dari Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, R dari Purbalingga dan G dari Bantar Waru-Banjarnegera.

Editor: Supriyadi

Awas! Atap Stadion Krida Rembang Bisa Bikin Celaka Penonton Konser

Kondisi atap tribun Stadion Krida Rembang rusak parah (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Kondisi atap tribun Stadion Krida Rembang rusak parah (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Kondisi Stadion Krida Rembang yang rusak parah membuat para penonton konser Endank Soekamti cemas. Atap tribun sebelah barat banyak yang sudah lepas lantaran tidak mampu menahan terpaan angin kencang.

Ahmad Fauzi (16) salah satu Kamtis asal Blora prihatin melihat kondisi stadion kebanggan warga Rembang itu. Fauzi yang berencana menginap di tribun stadion usai konser, mengaku khawatir kalau nanti malam hujan disertai angin kencang.

“Atapnya rusak parah dan banyak yang lepas. Kalau nanti malam hujan dan ada angin kencang, ya agak khawatir. Karena rencananya nanti malam tidur di sini,” katanya saat berbincang dengan MuriaNewsCom di Stadion Krida Rembang, Kamis (31/12/2015).

Hal senada disampaikan Fuadi (17) Kamtis asal Kebumen. Fuadi sampai di Rembang sejak kemarin (30/12/2015) sore dan tidur di tribun stadion pada malam harinya. “Tadi malam tidur di sini. Kalau takut sih tidak, tapi memang tadi malam atapnya berisik kena angin,” jelasnya.

Meski begitu, Fuadi juga berencana untuk tidur di tempat yang sama lagi usai konser nanti malam. Fuadi yang datang bersama 20 Kamtis asal Kebumen lainnya baru akan pulang, Jum’at (1/12/2015) siang. “Setelah menginap di sini, besok siang baru balik ke Kebumen,” pungkasnya. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)