Gelar Razia, Polisi di Grobogan Kaget Ada Emak-emak jadi Sopir Truk

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan razia dalam rangka Operasi Mandali digelar di wilayah Kecamatan Kradenan, Kamis (18/1/2018). Dalam kegiatan ini, sempat ada kejadian yang bikin kaget petugas.

Hal ini terjadi ketika salah satu petugas razia menghentikan sebuah truk warna kuning yang melaju dari arah timur guna memeriksa kelengkapan kendaraan. Setelah kendaraan dengan nomor polisi K 1306 MP berhenti, sopir truk langsung membuka kaca pintunya.

Saat itulah terlihat jelas kalau sopir truk itu ternyata seorang perempuan. Saat petugas mendekat, perempuan yang memakai kerudung warna pink itu langsung menyodorkan surat kelengkapan kendaraannya.

Saat diperiksa, semua surat kendaraannya ternyata lengkap. Bahkan, sopir perempuan ini juga punya SIM B1 yang sesuai dengan peruntukkannya. Dari data SIM diketahui, emak-emak berusia 38 yang jadi sopir truk itu bernama Suswati, warga Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus.

”Ibu yang mengendarai truk tadi semua suratnya lengkap. Saya salut dan mengapresiasi ibu tadi. Surat kendaraannya lengkap, punya SIM dan pakai sabuk pengaman,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi yang memimpin razia tersebut.

Menurutnya, kendaraan truk yang dikemudikan perempuan itu tidak membawa muatan. Rencananya, sopir akan mengambil barang di daerah Wirosari.

Afandi menambahkan, dalam razia tadi, pihaknya masih mendapati 155 pengendara yang terjaring pelanggaran. Terkait kondisi itu, ia mengimbau kepada seluruh  pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

”Kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas,” katanya.

Editor: Supriyadi

Ribuan Pemohon Mulai Ambil Kartu SIM di Satlantas Pati

Nafil dan temannya, Nella, pemohon asal Tanjunganom, Gabus menunjukkan kartu SIM di Kantor Satlantas Polres Pati, Senin (16/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pembuatan kartu surat izin mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Pati sempat terkendala, karena material kartu dari pusat belum turun. Namun, saat ini sudah ada 9.000 kartu yang sudah mulai dicetak.

“Material kartu SIM sudah mulai didropping ke wilayah secara bertahap, sekarang Satlantas Pati terima 9.000 kartu. Kita sudah proses dan serahkan kepada pemohon yang mengajukan pada Juli sampai Agustus,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari, Senin (16/10/2017).

Setiap bulan, pemohon kartu SIM di Pati mencapai 4.000 hingga 5.000 pemohon. Karena itu, dropping 9.000 material SIM diserahkan kepada pemohon yang mengajukan pada Juli dan Agustus sesuai dengan antrian.

Mereka yang sudah mengajukan permohonan pada Juli dan Agustus dihubungi petugas melalui telepon seluler, serta diumumkan lewat media sosial yang dimiliki Satlantas Pati. Syaratnya, pemohon cukup menunjukkan surat keterangan pengganti SIM sementara yang diberikan pada saat pendaftaran.

“Masih ada sekitar 9.000 pemohon yang belum bisa mengambil kartu SIM, karena material dari pusat turun ke wilayah secara bertahap. Pemohon yang belum mendapatkan kartu diharapkan bersabar sesuai dengan antrian,” kata AKP Ikrar.

Nafil Amrul Annafi (18), pemohon SIM asal Tanjunganom, Gabus menuturkan, dia bersama temannya, Nella Noviana mengajukan SIM pada Juli 2017 lalu. Lantaran material SIM belum tersedia, dia menggunakan surat pengganti SIM sementara.

“Sempat kena operasi lalu lintas, saya tunjukkan surat SIM sementara. Tapi sekarang sudah punya kartu SIM, karena saya mengajukan pada Juli 2017 lalu,” tutur Nafil.

Sebelumnya, Nafil mendapatkan pesan singkat dari Satlantas untuk segera mengambil surat SIM karena sudah jadi. Dia bersama temannya lantas menyerahkan surat SIM sementara dan mengambil kartu SIM di Kantor Satlantas Polres Pati.

Editor: Supriyadi

Nyabu Sambil Nyetir, 2 Sopir Truk Kepergok Polisi Grobogan

Dua orang sopir truk yang konangan nyabu diperiksa di Mapolres Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain perangkat desa yang tertangkap nyabu, ada pula dua pelaku kejahatan serupa yang dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Grobogan, Jumat (17/3/2017). Yakni, Adi Susanto (35) warga Kelurahan Simpang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo Jatim, dan Susilo Utomo (39) warga Jalan Wijaya Kusuma, Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto Jatim.

Kedua warga Jawa Timur ini bekerja sebagai sopir truk lintas provinsi. Kedua sopir ini dicokok polisi saat sedang nyabu di atas kendaraan yang diparkir di depan warung makan di daerah Rejosari, Kecamatan Grobogan.

“Dua pelaku kami tangkap saat menggunakan narkoba hari Kamis 2 Maret 2017 sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasatres Narkoba AKP Abdul Fatah saat gelar perkara, Jumat (17/3/2017).

Selain pelaku, sejumlah barang bukti ikut pula diamankan. Yakni, seperangkat alat hisap dan paket sabu sebesar 0,1 gram. Kemudian, ada dua ponsel dan satu unit truk bernomor polisi S 8401 UP yang juga diamankan untuk barang bukti.

Satria menambahkan, pengangkapan itu bermula dari informasi dari masyarakat terkait dengan daerah sekitar warung tempat mangkal sopir truk yang dijadikan lokasi konsumsi narkoba. Setelah diselidiki cukup lama, anggota akhirnya mendapati dua sopir yang sedang menggunakan barang terlarang tersebut.

Editor : Akrom Hazami