Dapat Somasi dari PLN, Dukungan untuk Mantan Kabag Humas Jepara Berdatangan

Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Jepara menyampaikan keprihatinnya kepada Hadi Priyanto terhadap somasi yang dilayangkan PLN, Senin (6/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Jepara menyampaikan keprihatinnya kepada Hadi Priyanto terhadap somasi yang dilayangkan PLN, Senin (6/2/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara – Dukungan terhadap mantan Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto terkait dengan adanya somasi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Area Kudus terus mengalir.

Kali ini datang dari Lembaga Garuda Muda Indonesia (LGMI) Jepara yang menyampaikan keprihatinnya kepada Hadi Priyanto terhadap somasi yang dilayangkan PLN tersebut.

 “Keluhan Pak Hadi Priyanto di dalam akun Facebooknya, terkait listrik padam yang sering terjadi di wilayah Jepara ini memang banyak dikeluhkan masyarakat dan wajar. Selama ini memang banyak keluhan dari masyarakat terkait kinerja dan pelayanan listrik,” katanya, Sekretaris LGMI Jepara Antonius Agung, Senin (6/2/2017).

Dia melanjutkan, selama ini masyarakat Jepara sangat bertumpu pada listrik. Sehingga saat listrik byar pet, tentu hal ini sangat mengganggu aktivitas mereka. Sehingga masyarakat yang mempunyai banyak usaha kecil menengah, problemnya pasti merugi. 

Terkait hal ini, LGMI akan melayangkann surat kepada PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Area Kudus untuk juga memperbaiki pelayanannya. Ia juga berharap, dengan adanya PLTU TJB di Jepara, masyarakat di kota ukir mendapatkan pasokan atau alokasi khusus dari sana. “kami berharap, Jepara sebagai kota energi juga medapatkan pasokan khusus dari sana” ujarnya.  

Di saat yang sama, Hadi Priyanto mengucapkan terimakasih atas dukungan dari LGMI Jepara. “Postingan di Facebook beberapa hari lalu merupakan sebuah keluhan konsumen yang sudah jenuh dengan seringnya mati lampu. Apalagi, di wilayah Jepara, mati lampu bisa terjadi berkali-kali dalam satu hari,” ungkapnya.

 Sementara itu, terkait dengan kalimat yang yang diposting ketika itu adalah tulisan meme yang didapatkan dari grup WhatsApp. Karena dinilai sesuai dengan kondisi di Jepara yang sering mati lampu, ia pun menggunakan untuk status Facebook miliknya.  “Namun, setelah adanya surat somasi tersebut,  saya telah menghapusnya,” ucapnya.

Selain itu,  ia tak mempunyai anggapan bahwa postingannya tersebut akan menimbulkan permasalahan yang panjang. Apalagi sampai menyebar kemana-mana dan menjadi perbincangan publik.

Editor : Kholistiono

Terkait Kejanggalan Dalam Penulisan Tanggal di Surat Somasi untuk Hadi Priyanto, Ini Komentar Manajer PLN Rayon Jepara

Surat somasi dari pihak PLN yang dilayangkan ke Hadi Priyanto yang terdapat kejanggalan pada penulisan tanggal. (Istimewa)

Surat somasi dari pihak PLN yang dilayangkan ke Hadi Priyanto yang terdapat kejanggalan pada penulisan tanggal. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Jepara – PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Area Kudus tak terima dengan status yang diunggah oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Jepara Hadi Priyanto yang berbunyi “Segenap Direksi PT PLN (Persero) mengucapkan selamat menikmati listrik padam dan mohon maaf lahir batin.”

Status di akun Facebook tersebut diunggah pada 29 Januari 2017 lalu, yang saat ini sudah dihapus.

Terkait postingan itu, PLN mengeluarkan surat somasi. Namun, pada surat itu ada yang janggal. Yakni penulisan tanggal surat, tertera 03 Januari 2017. Padahal, unggahan status FB milik Hadi dilakukan pada tanggal 29 Januari 2017.

Apakah ini sengaja, atau kekeliruan? Yang pasti, surat itu terdapat kop PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta Area Kudus, berikut logonya. Surat juga ditandatangani oleh Manajer Didi Rahmad, lengkap dengan tanda stempel.

Baca juga : Ada yang Janggal di Surat Somasi PLN ke Pejabat Dinkominfo Jepara, Ini Lho!

Menanggapi hal ini, Manajer PLN Rayon Jepara Jaya Kurniawan, jika dirinya tidak tahu persis isi surat ataupun tanggal dari surat tersebut. “Untuk surat itu, memang saya yang yang mengantar dan diterima langsung oleh Pak Hadi. Berhubung surat itu di amplop yang masih tersegel, jadi, saya tidak berani membuka dan tidak etislah kalau membukanya,” kata Jaya.

Dirinya menyampaikan, jika tanggal atau bulan yang tertulis pada surat somasi tersebut dimungkinkan salah ketik. “Mungkin saja ada kekeliruan teknis, salah ketik. Intinya, surat itu saat saya serahkan ke Pak Hadi pada Jumat (3/2/2017) kemarin dan kondisinya masih dalam keadaan disegel,” pungkasnya.

Baca juga : Ini Isi Status FB Pejabat Dinkominfo Jepara yang Bikin PLN Berang

Editor : Kholistiono