Tak Terima Diputus, Residivis Pembunuhan Ini Perkosa Mantan Pacarnya

MuriaNewsCom, Solo – Seorang pemuda bernama Raka Sinuarga (22) warga Kampung Kauman, Pasar Kliwon, Solo, diseret ke kantor polisi, karena mencoba memperkosa mantan pacarnya yang masih di bawah umur. Motif pencabulan itu, karena sakit hati setelah diputus.

Korbannya adalah seorang gadis berinisial Sh yang masih berumur 16 tahun. Pelaku mencabuli mantan pacarnya itu di kamar kos korban di Jalan Ir Juanda, Purwodiningratan, Jebres, Solo, pada Senin (26/3/2018) malam.

Kini pemuda tersebut diamankan dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Jebres. Dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika pelaku ternyata seorang residivis kasus pembunuhan.

Saat usianya masih 15 tahun, pelaku melakukan pembunuhan di Makam Untoroloyo, Jebres, Solo pada 2 Januari 2011 lalu. Dalam kasus ini, pelaku dijatuhi vonis tujuh tahun dan ditahan di LP Nusakambangan, Cilacap.

Belum beberapa lama ke luar dari penjara, kini pemuda tersebut harus kembali berurusan dengan masalah hukum, karena kasus pencabulan.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, melalui Kapolsek Jebres, Kompol Juliana mengatakan, dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui perbuatan terhadap mantan pacarnya tersebut.

”Motifnya karena merasa sakit hati diputuskan cintanya oleh korban. Pelaku mengaku kenal dengan korban melalui media sosial dan berpacaran selama empat bulan,” katanya dikutip dari Antara Jateng, Rabu (28/3/2018).

Saat beraksi, pelaku mendatangi korban dengan memanjat atap menuju ke belakang rumah kos korban. Pelaku kemudian memacah pintu kaca, dan mencoba memerkosa mantan pacarnya.

Warga yang mengetahui adanya kegaduhan di dalam kamar kos korban langsung merangsek menuju lokasi. Melihat peristiwa itu, warga langsung naik pitam dan menyeret pelaku ke kantor polisi.

Sebelum diamankan polisi, pelaku sempat dihajar warga yang emosi melihat kejadian tersebut. Apalagi saat diamankan, pelaku ternyata dalam kondisi mabuk setelah menenggak minuman keras jenis ciu.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pecahan kaca, baju milik korban, tiga ponsel yang telah dirusak. Tersangka dijerat Pasal 82 Undang Undang RI No.17/2016, tentang Perlindungan Anak (PA) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Bayi Baru Lahir Itu Menjerit Kedinginan Telungkup di Lantai Tambal Ban Jebres

MuriaNewsCom, Solo – Bayi laki-laki baru lahir ditemukan dalam kondisi telungkup di lantai sebuah warung yang juga digunakan sebagai bengkel tambal ban di Jalan Ir Juanda, Jebres, Solo, Selasa (27/2/2018) dini hari. Saat ditemukan bayi itu menangis menjerit karena kedinginan.

Bayi malang itu ditemukan masih lengkap dengan tali pusar. Diduga bayi itu sengaja dibuang oleh orang tuanya yang tak bertanggungjawab. Saat ditemukan, bayi itu mengenakan baju warna putih bergambar motif boneka.

Sementara di dekatnya, terdapat kaus orang dewasa lengan pendek warna kuning dan selembar popok kain warna putih. Bayi ini kali pertama ditemukan Aditya Bayu Kusuma (30) dan Dinar Royyanto (33), saat pulang ke rumah dari berjualan susu segar sekitar pukul 01.25 WIB.

Dalam keterangannya, Bayu meyebut mengetahui ada bayi itu karena ada suara aneh seperti tangisan.

Karena curiga, mereka pun mencari sumber suara, dan menemukan bayi itu dalam kondisi telungkup di lantai membujur ke selatan. ”Saya langsung beritahu warga kalau ada bayi yang dibuang di tempat itu,” katanya.

Warga juga langsung berkerumun ke lokasi. Beberapa di antaranya melapork ke polisi untuk mengevakuasi bayi tersebut.

Kapolsek Jebres, Kompol Juliana menyebut, bayi tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke Klinik Bhayangkara untuk mendapat perawatan. Saat diperiksa, bayi itu mempunyai berat 2,5 kilogram dan panjang 40-50 cm.

“Kami menduga bahwa bayi tersebut dilahirkan sendiri tanpa adanya bantuan dari siapapun, karena tali pusarnya ditali rafia,” katanya.

Pihaknya sedang melakukan penyilidikan dan mencari informasi soal adanya warga yang hamil sekitar kampung kejadian. Selain itu, pihaknya juga sedang mengecek Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap siap yang tega membuang bayi itu.

Editor : Ali Muntoha

Bocah 4 Tahun Disiksa Ayah Tiri di Solo, Mulut Dilakban Tubuh Diikat dan Disiram Air Panas

MuriaNewsCom, Solo – kasus kekerasan terhadap anak terus saja terjadi. Seorang bocah laki-laki berumur empat tahun berinisial P ditemukan dalam kondisi terikat dan mulut dilakban, di sebuah hotel di kawasan Banjarsari, Solo.

Tubuh bocah itu dipenuhi luka-luka. Bahkan di sejumlah titik tubuh bocah malang itu juga ditemukan luka melepuh bekas tersiram air panas. Pelaku penganiayaan adalah Dedi (33) ayah tiri korban dan adiknya, Iwan (31).

Keduanya tercatat sebagai warga Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat. Mereka bersama Maria yang merupakan ibu kandung korban, tinggal di sebuah indekos di Solo.

Bocah ini diketahui sudah disekap selama tiga hari di dalam hotel tersebut. Kasus ini terungkap dari kecurigaan pegawai hotel yang sering mendengar suara teriakan di dalam kamar. Kecurigaan itu langsung dilaporkan ke polisi, Jumat (16/2/2018) kemarin.

”Polisi yang datang untuk memeriksa, menemukan anak itu dalam kondisi terikat kaki dan tangannya. Mulutnya juga dilakban,” kata Kapolsek Banjarsari, Kompol I Komang Sarjana dalam jumpa pers di mapolsek, Sabtu (17/2/2018).

Saat ditemukan, korban hanya berdua saja dengan Iwan. Namun beberapa saat kemudian, Dedi datang ke hotel, dan langsung diamankan polisi.

Dari hasil pemeriksaan, Dedi mengaku sebagai ayah tiri korban, setelah menikah secara siri dengan Maria. Polisi menduga, Iwan menganiaya korban atas perintah Dedi.

“Dedi ini ngakunya ayah tiri korban. Dia diduga yang menyuruh Iwan untuk melakukan tindak kekerasan,” ujar Komang.

Tersangka penyekapan dan penganiayaan (baju tahanan) saat gelar kasus di Mapolsek Banjarsari. (detik.com)

Aksi penganiayaan terhadap korban ini diduga sudah lama terjadi. Ini terlihat dari hasil pemeriksaan tubuh korban yang ditemukan sejumlah luka, termasuk pada bagian kemaluannya. Di beberapa titik juga terdapat luka yang sudah mengering.

“Ada bekas lukanya sudah mengering, mengelupas, terutama di sekitar kemaluan, tangan kanan kiri juga mengelupas,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui ada sejumlah luka yang baru beberapa hari terjadi. Salah satunya, kulit badan korban yang melepuh terkena air panas. “Banyak kulit yang melepuh bekas tumpahan air panas, luka-luka di bibir, muka lebam, kaki sementara masih bisa digerakan, tapi kesakitan,” terangnya.

Korban kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan didampingi psikolog. Korban tidak mau bertemu orang tuanya, termasuk dengan Maria ibu kandung korban.

“Korban tidak mau bertemu orang tuanya. Hanya mau bertemu polisi, mungkin merasa aman,” kata kapolsek.

Dua kakak beradik yang menganiaya bocah ini, kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan ibu kandung P, Maria, yang diduga mengetahui kejadian tersebut masih diperiksa sebagai saksi.

Sementara Dedi mengaku tak pernah menyiksa anak tirinya. Ia mengakui menyuruh adiknya untuk mengikat korban, karena disebutnya korban terlalu nakal.

“Saat itu saya mau Imlekan, saya titipkan ke Iwan. Saya nyuruh Iwan (mengikat) karena anaknya nakal. Kenakalan anak itu saya sudah tahu sejak lama, tapi tidak pernah menyiksa. Terakhir dia buang air besar sembarangan, dilempar ke mana-mana,” aku Dedi.

Kedua tersangka kini dijerat dengan pasal 77 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Mereka diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Nyelonong Masuk Rel, Mobil Picanto Remuk Terjepit Kereta di Solo

MuriaNewsCom, Solo – Sebuah mobil KIA Picanto yang dengan pelat nomor sementara AD 7296 XX, Kamis (25/1/2018) subuh tiba-tiba nyelonong ke jalur rel kerata api (KA) di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Padahal saat itu tengah melaku KA 302 Batara Kresna yang baru berangkat dari Stasiun Purwosari.

Akibatnya, mobil berwana putih itu langsung menabrak bagian depan kereta dan terjepit hingga berjam-jam. Kondisi mobil hancur hingga nyaris tak berbentuk.

Mobil itu diketahui dikendarai seorang wanita. Beruntung perempuan tersebut berhasil diselamatkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Identitas perempuan itu diketahui bernama RR Intan Ayu Kusuma Pratiwi. Intan hingga saat ini masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Solo. Pengemudi tak mengalami luka parah, hanya saja masih syok dengan tabrakan itu.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.07 WIB, di Simpang Tiga Stadion Sriwedari. Saat itu KA Btara Kresna baru memulai pemberangkatan pertama dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Wonogiri.

Diduga kecelakan itu akibat kesalahan pengemudi mobil yang tak berhati-hati. Kasatlantas Polres Surakarta, Kompol Imam Safi’i mengatakan, dari keterangan saksi  Intan diduga tidak melihat adanya KA Batara Kresna melintas di rel di pinggir Jalan Slamet Riyadi. Akibatnya, sopir mobil berpelat putih itu terjepit sampai dua jam.

“Jalan Slamet Riyadi sebelum jam 6 kan masih contraflow. Mobil ini dari arah timur sepertinya tidak memperhatikan ada kereta dari arah barat,” kata Imam di lokasi kejadian, Kamis (25/1/2018).

Ia menjelaskan sebenarnya KA Bathara Kresna ini saat melintas di Jalan Slamet Riyadi, melintas pelan.

“Jadi memang protapnya seperti itu. Jalan dengan kecepatan 20-30 km/jam, sampai ke Wonogiri. Kuat dugaan pengemudi tak berhati-hati saat belok dan tak melihat Batara Kresna melaju,” ungkapnya.

Proses evakuasi mobil yang terjepit kereta itu memakan waktu yang cukup lama. Petugas SAR, Dishub Solo, Damkar Solo dan pihak kepolisian dikerahkan untuk proses evakuasi.

Petugas juga mendatangan unimog dan crane untuk memindahkan mobil. Proses evakuasi baru berhasil dilakukan sekitar pukul 06.10 WIB.

Akibat ditabrak mobil itu, roda kereta pun anjlok dari rel. Proses evakuasi memeakan waktu yang lama sehingga menyebabkan kemacetan yang cukup parah di sekitar lokasi kejadian.

Editor : Ali Muntoha

Tembok Keraton Solo Ambruk Pas Hari Lahir PB XII, Ada Pertanda Apa?

MuriaNewsCom, Solo – Tembok di kompleks Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tiba-tiba ambruk. Tembok yang tepatnya berada di Dalem Prabuwinatan (samping Sasana Mulya) itu ambruk pada Senin (15/1/2018) malam.

Belum diketahui penyebab ambruknya tembok ini, namun diperkirakan ambruknya tembok ini karena faktor usia. Pasalnya, sejak kali pertama dibangun, tembok itu belum pernah direnovasi.

Tembok ini dibangun sekitar tahun 1920an, pada masa pemerintahan Paku Buwono X. Dilansir Detikcom, Selasa (16/12018) Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo, menyebut tembok ini dibangun saat listrik baru masuk di Solo.

Sejak saat itu, kata dia, tembok tersebut belum pernah direvitalisasi. Hal tersebut disebabkan karena tembok tersebut merupakan masuk sebagai benda cagar budaya, sehingga harus melalui proses-proses khusus.

“Belum pernah direkonstruksi. Ini juga karena ada rencana pemerintah pusat untuk merevitalisasi seluruh kawasan keraton, namun secara bertahap,” ujarnya.

Bangunan yang berbatasan dengan ndalem Prabuwinatan tersebut dahulu merupakan gedung sentra pusat pelistrikan untuk seluruh keraton. Adapun yang terdampak tembok roboh adalah bangunan di sisi barat Sasono Putro, kediaman pribadi Paku Buwono XIII.

“Setelah peristiwa itu, tembok gedung sentra sendiri masih berdiri, tapi sudah mau ambruk juga karena menempel dengan tembok yang sudah ambruk,” katanya.

Sementara itu, Adik Paku Buwono (PB) XIII, G.R.Ay. Koes Moertiyah (Mbak Moeng) mengaku sudah punya firasat jika tembok itu akan ambruk.

Ia meyebut, saat melintas di kawasan itu pada Senin sore, sudah merasakan jika tembok setinggi 3 meter dengan panjang 10 meter itu bakal roboh.

“Pukul 16.00 WIB saya sempat lewat depan sana, melihat kok tambah miring ya, jangan-jangan bakal ambruk. Malah ambruk tenan,” kata Mbak Moeng dikutip dari Solopos.com.

Robohnya tembok ini pun memunculkan kisah tersendiri. Karena robohnya tembok berbarengan dengan kelahiran almarhum PB XII, yakni Selasa Legi.

Sejumlah abdi dalem keraton melakukan ritual agar proses evakuasi dan pengecekan lokasi berjalan lancar. Jika tidak ada ritual, pihak keraton khawatir para pekerja bakal mengalami gangguan saat berada di lokasi.

Untuk sementara waktu, jalan di depan tembok ambruk tersebut disterilkan dan ditutup untuk kendaraan bermotor. Ini dilakukan untuk memudahkan proses pembersihan kawasan serta identifikasi runtuhnya tembok.

Rencananya, gedung sentra yang sudah tidak digunakan itu juga akan dirobohkan, namun menunggu koordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Editor : Ali Muntoha

Dua TKW Ilegal Selundupkan Sabu 2 Kg dari Malaysia ke Solo

MuriaNewsCom, Solo – Dua orang tenaga kerja wanita (TKW) ilegal asal Madura dan Lombok, ditangkap Bea Cukai Surakarta, saat mendarat di Bandara Adi Soemarmo. Mereka ditangkap setelah kepergok menyelundupkan sabu seberat 2 kg dari Malaysia.

Dua TKW yang ditangkap yakni Sarideh (25) asal Madura dan Almira (21) asal Lombok. Sarideh kedapatan membawa sabu seberat 970 gram dan Almira 972 gram sabu.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, Kunto Prasti Trenggono, mengatakan penangkapan kedua TKW itu dilakukan Selasa (9/1/2018) kemarin, sekitar pukul 14.35.

Mereka ditangkap setelah turun dari pesawat Air Asia AK 356 dari Kuala Lumpur. Sabu yang dibawa kedua permepuan ini terdeteksi alat X-ray, sehingga petugas langsung melakukan pengamanan.

“Dari Kuala Lumpur mereka berangkat bersama. Saat diperiksa ditemukan methamphetamine (sabu),” katanya dikutip dari detikcom, Rabu (10/1/2018).

Dari pemeriksaan diketahui jika dua perempuan ini sudah tiga tahun kerja di Malaysia secara ilegal. Keduanya pun langsung diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah untuk dikembangkan lebih lanjut.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Tri Agus Heru, mengatakan sebelum menangkap dua pelaku, pihaknya telah mendapatkan informasi akan adanya penyelundupan narkoba. Petugas kemudian mencurigai kedua wanita tersebut.

“Sabu-sabu dimasukkan ke dasar kardus kemudian ditutup dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari agar tidak kelihatan,” kata Tri Agus.

Sabu-sabu tersebut, kata Tri merupakan produksi Tiongkok yang diedarkan oleh bandar dari Malaysia berinisial RZ. Kedua tersangka dijanjikan imbalan Rp 30 juta per orang.

“Ini jaringan internasional Indonesia-Malaysia. Pengakuan tersangka, ini akan dibawa ke Jawa Timur melalui jalur darat. Tiba di sini katanya ada yang menjemput,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

 

Gas 3 Kg Tersambar Listrik, Laundry di Solo Terbakar

MuriaNewsCom, Solo – Sebuah tempat pencucian, Beauty Laundry di Jalan Kahuripan, Nomor 78, Kampung Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (10/1/2018) terbakar, hingga menghanguskan seluruh isi bangunan.

Kebakaran diduga akibat gas 3 kg yang bocor yang terkena percikan api dari korsleting listrik. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, dan api berhasil dipadamkan satu jam kemudian.

Dilansir dari Solopos.com, sebelum terjadi kebakaran di wilayah Sumber sudah terjadi pemadaman listrik sejak pagi hari. Akibat pemadaman ini, karyawan laundry menggunakan gas elpiji untuk mengoperasikan mesin pengering pakaian.

Saat proses pengeringan baju, karyawan mencium bau gas, disusul kemudian ada korselting listing di kabel mesin cuci, sehingga menyambar gas 3 kg dan langsung meledak.

Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana membenarkan adanya kebakaran di tempat usaha Beauty Laundry di Sumber. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Sedangkan kerugian sementara ditaksir senilai Rp 25 juta.

“Kami pastikan kebakaran ini terjadi karena korsleting listrik kemudian menyambar elpiji 3 kilogram sehingga terjadi kebakaran,” katanya.

Salah seorang warga yang kebetulan melintas di dekat lokasi kejadian, Aditya, mengatakan melihat kepulan asap tebal di kios laundry yang tepat berada di pinggir jalan.

“Pas melintas ada asap hitam, kelihatan baju-bajunya terbakar. Orang-orang membantu memadamkan api. Tadi sekitar pukul 09.30 WIB,” ungkap dia.

Editor : Ali Muntoha

Tak Mau Rekam E-KTP, Status Kependudukan 4 Ribu Orang Dinonaktifkan

MuriaNewsCom, Solo – Sebanyak 4.000 warga di Kota Solo status kependudukannya dinonaktifkan. Ini dilakukan lantaran, hingga akhir 2017 ribuan orang tersebut belum melakukan perekaman E-KTP.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan tindakan ini, sebagai sanksi tegas setelah sebelumnya melakukan berbagai upaya untuk mengajak warga melakukan perekaman.

Dilansir dari Solopos.com, Kasi Identitas dan Catatan Kependudukan Dispendukcapil Solo, Subandi menyebut, pihaknya telah memberi batas waktu hingga 21 Desember 2017 bagi warga yang belum melakukan perekaman. Namun hingga batas usai, masih ada 4 ribu orang yang belum rekam data.

Merujuk data dari total wajib E-KTP di Solo sekitar 424.000-an, Dispendukcapil mencatat hingga awal Desember lalu jumlah warga belum rekam data e-KTP ada sekitar 8.300-an orang. Dari data tersebut 50 % merespons dengan melayangkan surat balasan kepada pemkot.

Sebagian besar warga diketahui belum rekam data e-KTP karena pindah alamat, meninggal dunia, serta berada di luar negeri.

“Nah 50 % lagi atau sekitar 4.000 warga tidak ada respons. Jadi terpaksa mulai 2 Januari ini status kependudukannya kami nonaktifkan,” katanya.

Meski demikian, penonaktifan status kependudukan itu bukan permanen. Status kependudukan untuk ribuan warga ini bisa diaktifkan kembali dengan datang ke Kantor Dispendukcapil dan melakukan perekaman E-KTP.

Editor : Ali Muntoha

Sempat Kejar-kejaran, Mobil Berkaca Bolong Ini Ditinggal Kabur dalam Kondisi Menyala

Kaca belakang mobil Oddesey bolong saat terlibat aksi kejar-kejaran di Solo. (FB Info Cegatan Solo)

MuriaNewsCom, Semarang – Sebuah video yang beredar di media sosial bikin heboh warga di kawasan Solo Raya. Dalam video terekam sebuah mobil Oddesey yang kaca belakangnya bolong

terlibat aksi kejar-kejaran.

Oleh netizen, mobil itu disebut dikendarai para perampok dan tengah kabur dari kejaran polisi. Ada juga yang menyebut jika mobil tersebut lari setelah terlibat tabrak lari.

Mobil berpelat nomor B 2934 BA itu, Senin (18/12/2017) kemarin ternyata ditemukan di Dukuh Gemblung, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Saat ditemukan mesin mobil masih dalam kondisi menyala.

Sementara pengemudi dan penumpang mobil melarikan diri saat didekati warga. Saat ditemukan kaca bagian belakang samping pecah.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto menyebut, mobil itu ditemukan warga sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu menurut dia, warga melihat seorang laki-laki dan perempuan langsung kabur dari dalam mobil.

“Mobilnya ditemukan di gang buntu. Di dalam mobil ada laki-laki dan perempuan yang langsung lari ke kebun tebu,” katanya kepada wartawan di sela rapat koordinasi lintas sektoral jelang Natal dan Tahun Baru di Hotel Patrajasa Semarang, Selasa (19/12/2017).

Ia menyebut, warga sempat melakukan pengejaran dua orang yang kabur itu namun tidak tertangkap. Dari keterangan sejumlah saksi, polisi sudah mendata ciri-ciri penumpang yang melarikan diri itu.

“Laki-laki perawakan tinggi. Perempuan sekitar 150 cm tingginya, pakai dres putih lari ke utara ke ladang tebu. Saksi (warga) mengejar tapi tidak didapatkan,” terang Henik.

Menurutnya, hingga kini jajarannya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan melakukan penyelidikan.

Kendati demikian, pihaknya mendapatkan informasi jika pengendara mobil terlibat aksi penipuan sehingga dilakukan pengejaran. Terkait siapa yang mengejar, Henik masih mengumpulkan keterangan.

“Informasi yang kita terima dari serse di Solo, semacam penipuan, dikejar dari Salatiga,” pungkas Henik.
Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai juga memastikan jika kasus tersebut bukan perampokan. Kondisi kaca pecah bukan karena tembakan, melainkan lemparan batu.

Editor : Ali Muntoha

Laki-laki Ini Coba Bunuh Kekasihnya Gara-gara Tak Mau Diajak Berhubungan Intim

Polisi membekuk pelaku percobaan pembunuhan terhadap Handayani, dan terancam hukuman 15 tahun penjara. (Tribtaranews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Solo – Wahyu Hermawan (32), warga Mojosongo, Jebres, Surakarta, kini mendekam di sel tahanan, setelah mencoba membunuh kekasihnya dan membawa kabur motornya.

Pria ini berang lantaran kekasihnya yang diketahui bernama Handayani, warga Banjarsari, menolak saat diajak berhubungan intim. Korban dicekik, kepalanya dibenturkan ke tembok berkali-kali hingga tak sadarkan diri.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (12/12/2017) di kamar kos tersangka, yang berada di Jalan Tentara Pelajar. Di dalam kamar kos itu, korban awalnya dirayu dan diajak berhubungan intim.

”Namun korban terus menolak dan melawan. Korban langsung dicekik dan kepalnya dibenturkan ke tembok sebanyak 5-6 kali. Korban juga dibekap dengan bantal hingga kehabisan nafas,” kata Kapolsek Jebres, Kompol Juliana.

Dan setelah korban dianggap meninggal, pelaku mengecek nadi korban untuk meyakinkan bahwa korban telah meninggal dunia. Setelah yakin tersangka keluar kos, menggunakan sepeda motor milik korban untuk mencari makan.

”Beberapa saat kemudian, tersangka kembali lagi ke tempat kos dan sekali lagi tersangka memastikan korban telah meninggal dunia dengan mengecek nadi korban lagi,” ujarnya.

Setelah yakin korban meninggal kemudian tersangka menggeser korban ke dekat pintu agar korban tidak kelihatan dari luar. Kemudian tersangka keluar kos dengan membawa barang – barang milik korban.

Sepeda motor Honda Beat, HP dan uang ratusan ribu rupiah dibawa kabur. Sekitar 2 jam kemudian, korban tersadar dari pingsan kemudian berteriak minta tolong. Oleh warga sekitar, korban langsung dilarikan ke RS dr Oen Kandang Sapi.

Kasus itu pun kemudian dilaporkan ke Polsek Jebres, dan Unit Reskrim Polsek Jebres melakukan pengejaran terhadap pelaku. Selang enam jam kemudian, pelaku berhasil dibekuk di daerah Pasar Kliwon, beserta barang-barang milik korban.

”Kasus ini masih terus kita dalami. Tersangka kami jerat dengan pasal berlapis, pasal 53 jo 338 KUHP dan pasal 365 ayat 1 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Nutup Jalan Sembarangan Buat Kawinan di Solo Bisa Didenda Rp 50 Juta

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Solo – Warga biasa menutup jalan untuk berbagai keperluan secara sembarangan, termasuk untuk keperluan hajatan pernikahan. Namun hal ini sering dikeluhkan masyarakat, lantaran mengganggu.

Namun menutup jalan secara sembarangan di Kota Solo, sebentar lagi tidak bakal bisa. Bahkan kalau ada warga yang nekat menutup jalan dengan melanggar ketentuan, bisa didenda Rp 50 juta. Tak hanya itu saja, pelanggar juga bisa dikenai hukuman kurungan penjara selama tiga tahun.

Dikutip dari Solopos.com, Sabtu (9/12/2017) DPRD Solo kini tengah menyiapkan rancangan perda (raperda) yang mengatur tentang penyelenggaraan jalan daerah. Raperda ini merupakan inisiatif dari Komisi II DPRD Solo.

Dalam raperda itu nanti akan diatur sanksi bagi masyarakat yang mengganggu jalan, menutup jalan, hingga menghilangkan rambu.

Sebelumnya, DPRD Solo menggelar focus group discussion (FGD) Raperda tentang penyelenggaraan jalan daerah di Kantor DPRD Solo, Rabu (6/12/2017). Hal ini menyusul banyaknya keluhan dari masyarat terkait jalan serta ketidaktahuan warga soal aturan jalan di Kota Solo.

Anggota Komisi II DPRD Solo, Taufiqurrahman, mengatakan pencantuman sanksi baik administratif maupun pidana untuk menimbulkan efek jera bagi masyarakat yang melanggar aturan terkait jalan daerah ini.

“Tentunya sanksi disebutkan sebagai ketentuan dalam sebuah regulasi. Ada larangan-larangan yang akan kami cantumkan terkait jalan sehinga bagi yang melanggarnya akan memeroleh hukuman,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Dokter Gadungan di Sukoharjo Tipu Gadis dan Bawa Kabur Motornya

Dokter gadungan yang membawa kabur motor milik seorang perempuan saat diamankan di Polsek Grogol. (Tribrtanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Sukoharjo – Seorang dokter gadungan berinisial PBA alias Aldo Lumut (43), warga Dukuh Puroasri, Desa Puro, Kecamatan Karang Malang, Sragen, berhasil membodohi seorang gadis.

Ia memikat Dewi Angraini, warga Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, dengan diiming-imingi menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Namun nyatanya, dokter gadungan yang mengaku berdinas di RS dr Oen Solo, itu justru membawa kabur sepeda motor milik korban.

Kini, Aldo Lumut telah dibekuk anggota Polsek Grogol, Polres Sukoharjo dan dijebloskan ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Grogol, AKP Dany Herlambang mengatakan, tersangka dibekuk pada Selasa (5/12/2017). Menurutnya, aksi tipu-tipu ini bukan kali pertama dilakukan oleh tersangka.

“Pelaku sudah berulang kali melakukan aksi penipuan dan penggelapan. Korban terakhir adalah Dewi Angraini warga Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri,” katanya.

Pelaku yang menggunakan kedok sebagai seorang dokter menipu korbannya dengan modus di iming -imingi menjadi PNS. Modusnya, pelaku mengajak korbannya untuk bertemu di suatu tempat, lalu mengajak korbannya untuk berkeliling menggunakan sepeda motor milik korban.

Tas yang berisi surat-surat milik korban seperti KTP, SIM dan STNK, serta sejumlah uang dimasukkan ke dalam jok kendaraan.

“Hingga akhirnya sampai di gerbang Rumah Sakit Dr Oen. Di situ korban disuruh untuk turun sedangkan pelaku membawa sepeda motor milik korban untuk diparkir. Untuk meyakinkan korbanya pelaku beralasan untuk menemui pasienya,” jelas Dany Herlambang.

Namun motor milik korban itu justru dibawa kabur. Korban yang akhirnya sadar telah ditipu langsung melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

Hingga kini, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut. Polisi memeriksa pelaku dan memanggil sejumlah saksi untuk mencari korban lain. ’Untuk sementara tersangka kami jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

9 Warga Tiongkok Dideportasi karena Langgar Izin

Petugas Kantor Imigrasi Kelas 1 Surakarta bersama Korem 074/Warastratama menunjukan bafang bukti dokuman paspor sembilan warga asing asal Tiongkok yang dideportasi di Kantor Imigrasi Surakarta, Selasa (21/11/2017). (Foto:ANTARAJATENG.COM/Bambang Dwi)

MuriaNewsCom, Solo – Kantor Imigrasi Kelas 1 Kota Surakarta berhasil mengamankan dan mendeportasi sembilan warga asing asal Tiongkok karena melakukan pelanggaran izin tinggal di Indonesia.

Dilansir Antarajateng.com, sembilan warga asing tersebut masuk ke Indonesia dengan dokumen perjalanan dan izin tinggal sah, tetapi mereka menyalahgunakan dengan ikut bekerja sebagai tenaga survei pembangunan rumah di Wonogiri, kata Kepala Seksi Pengawasan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta, Sigit Wahyuniarto, di Solo, Selasa (21/11/2017). 

Menurut Sigit Wahyuniarto, kesembilan warga asing tersebut ke Indonesia melalui Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta menggunakan paspor izin tinggal kunjungan pada tanggal 3 November 2017. Mereka kemudian menuju ke Desa Bulusulur, Kabupaten Wonogiri, pada 7 November, melakukan aktivitas survei lokasi untuk pembangunan perumahan.

Pihaknya berhasil mengungkap kasus tersebut berawal dari informasi adanya warga asing asal Tiongkok di Wonogori. Pihaknya menindaklanjuti bersama tim gabungan Kepolisian, TNI, Kejaksaan dan petugas Kesbangpol setempat melakukan pemantauan ke lokasi Desa Bulusulur, Kabupaten Wonogiri, Senin (20/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Kami menemukan sembilan warga Tiongkok yang menggunakan visa kunjungan untuk berkegiatan pada daerah tersebut yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” kata Sigit.

Menurut dia, kesembilan warga asing tersebut melakukan kegiatan mengukur kelayakan lahan di antaranya struktur tanah, jenis bahan bangunan yang dipakai di Indonesia, serta sistem pembuangan bagi proyek pembangunan 142 rumah.

Tim gabungan langsung melakukan pemeriksaan kepada sembilan warga asing, dan mereka patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menaati perturan perundang-undangan, serta penyalahgunaan izin tinggal yang dimiliknya.

“Kesembilan warga asing ini, dikenakan tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi dan pencantuman namanya dalam daftar tangkal. Hal ini, sesuai Pasal 75 ayat 1 dan 122 huruf a Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2011,” katanya.

Sembilan warga Tiongkok tersebut yakni Xu Yong Chun (30), Yang Zhenfang (49), Zhai Shuming (53), Zhang Yuefeng (42), Zhao Yujin (52), Liang Zhijun (43), T Ding (20), Zhiqiang Tian (46), dan Yang Jingang (46). Mereka dideportasi melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolali, Selasa ini, sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut Kepala Seksi Intelejen Korem 074/Warastratama Mayor Inf Teguh Wibowo, awalnya warga asing asal Tiongkok tersebut jumlahnya 10 orang dengan tujuan Wonogiri, tetapi satu orang lainnya sudah kembali ke negaranya, sehingga sisanya tinggal sembilan.

“Kami mendapat laporan masyarakat setempat memberikan informasi kehadiran warga asing cukup mengganggu warga setempat yang memiliki adat berbeda. Kami bersama Kantor Imigrasi dan aparat gabungan lainnya mengamankan warga asing itu. Mereka kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Surakarta untuk diproses,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

 

Kahiyang-Bobby Resmi jadi Pasangan Suami Istri

Suasana resepsi pernikahan Kahiyang Ayu, dengan Muhammad Bobby Nasution di Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11/2017). (Capture Youtube)

MuriaNewsCom, Solo – Presiden Joko Widodo menikahkan putri semata wayangnya, Kahiyang Ayu, dengan Muhammad Bobby Nasution di Graha Saba Buana, Solo, Rabu (8/11/2017).

“Saya nikahkan dan saya jodohkan anak kandung perempuan saya Kahiyang Ayu dengan engkau Muhammad Bobby Afif Nasution bin Insinyur Haji Erwin Nasution almarhum dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 80 gram dibayar tunai,” demikian ucapan ijab Presiden Joko Widodo saat prosesi akad nikah berlangsung di Graha Saba Buana, dilansir dari Antarajateng.com.

Ucapan itu langsung disambut oleh Bobby dengan pernyataan qobul. “Saya terima nikah dan jodohnya Kahiyang Ayu binti Joko Widodo dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 80 gram dibayar tunai,” sambut Bobby.

Kemudian kedua saksi pernikahan yaitu Wapres Jusuf Kalla dan Darmin Nasution menjawab “sah” akad nikah tersebut.

Dalam acara tersebut yang bertindak selaku pelantun ayat suci Al Quran yaitu Agus Maarif, khutbah nikah oleh Said Aqil Siradj dan doa pernikahan oleh Haedar Nasir.

Menurut laporan Antara di ruang Graha Saba Buana, sebelumnya rombongan keluarga Muhammad Bobby Nasution yang menumpang kereta kencana dari Hotel Alila Solo menuju Graha Saba Buana tiba pada sekitar pukul 08.50 WIB.

Keluarga mempelai wanita tiba lebih dulu dan keluarga Jokowi menjemput calon mempelai pria diantar ke meja akad nikah.

Bobby mengenakan pakaian beskap adat Jawa berwarna hitam. Keluarga Presiden juga menumpang kereta kencana dari kediaman di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber untuk menuju gedung tersebut.

Ibu Negara Iriana Jokowi menuntun sang putri menuju meja Ijab Qobul. Kahiyang mengenakan pakaian kebaya adat Jawa berwarna hitam dihiasi rangkaian bunga melati di kepalanya.

Tampak sejumlah tokoh nasional mendatangi Gedung Graha Saba Buana mengikuti resepsi pernikahan. Terlihat mantan pejabat negara, di antaranya Dahlan Iskan dan Timur Pradopo yang berjalan dari persimpangan Sumber hingga lokasi gedung.

Selain itu, terlihat pula putri Presiden pertama Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri dengan didampingi putranya, Paudrakarna.

Tokoh nasional yang juga mulai terlihat di antaranya Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X, dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istri Ani Yudhoyono juga menghadiri acara akad nikah itu. SBY bersama istri juga putra tertua, Agus Harimurti dan istri Anisa.

Selain itu, tamu VVIP lainnya yang hadir pada acara akad nikah Kahiyang-Bobby, Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama istri Mufidah Jusuf Kalla yang tiba di Graha Saba beberapa menit kemudian setelah SBY.

Bahkan, mantan Presiden RI Megawati juga hadir pada acara akad nikah bersama putrinya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani. 

Sejumlah anggota kabinet Jokowi yang hadir pada acara akad nikah Kahiyang-Bobby antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang juga sebagai penerima tamu, dan beberapa duta besar dari negara sahabat

Selain tokoh nasional dan pejabat negara, di sepanjang Jalan Letjen Suprapto sudah dipenuhi oleh ratusan orang baik dari masyarakat sekitar maupun para relawan Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo menyatakan acara pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution tergolong relatif sederhana.

“Ya relatiflah ya, yang namanya sederhana, wong kita ini juga punya hajatan di kampung, ya kan,” kata Presiden Joko Widodo usai gladiresik acara pernikahan Kahiyang-Bobby di depan Graha Saba Buana Kota Solo, Selasa.

Presiden Jokowi menyebutkan gedung yang akan dipakai untuk hajatan itu juga gedung milik sendiri. “Katering juga sendiri, panitia juga sendiri,” kata Jokowi sambil menunjuk putra sulungnya Gibran Rakabuming.

Ia meminta agar acara pernikahan putrinya tidak dibandingkan dengan yang lainnya. “Jadi jangan dibandingkan dengan yang lain. Kita ini hajatannya di kampung, di daerah, jadi ya adanya seperti ini,” katanya.

Salah satu warga, Sri Rezeki, mengatakan dari pukul 06.00 WIB sudah datang ke lokasi pernikahan tersebut. Warga Sragen ini mengatakan ingin melihat kereta kencana yang membawa kedua mempelai.

“Saya tadi berangkat pagi biar dapat tempat yang lebih enak tapi ternyata banyak juga yang mau lihat,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Pria Tewas Tertabrak KA hingga Terpental ke Sungai Bengawan Solo

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Solo — Petugas Polsek Jebres, SAR UNS, dan BPBD Solo, Selasa (31/10/2017), akhirnya menemukan jasad orang tidak dikenal yang tertabrak kereta api (KA) di Jembatan Jurug, Pucangsawit, Jebres dan terpental ke Sungai Bengawan Solo.

Dilansir dari Solopos.com, Kapolsek Jebres Kompol Juliana mewakili Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan petugas menemukan jasad korban saat menyusuri Sungai Bengawan Solo dari Pucangsawit sampai Jebres.

Dia mengatakan jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang tertumpuk sampah di pinggir Sungai Bengawan Solo di wilayah Kelurahan Jebres, pukul 13.00 WIB.

“Kami langsung mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke RSUD [Rumah Sakit Umum Daerah] dr. Moewardi, Jebres untuk di autopsi. Jasad korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi kejadian,” ujar Juliana.

Ia menjelaskan korban dipastikan laki-laki dengan ciri-ciri mengenakan baju warna cokelat lengan panjang, celana pendek warna biru, mengenakan ikat pinggang biru, dan usianya sekitar 40 tahun.

Namun polisi tidak menemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di tubuh korban. Ditanya apakah korban pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI), Juliana, mengatakan tidak bisa memastikan.

“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian. Kondisi korban mengalami luka parah pada bagian kepala,” kata dia.

Editor : Akrom Hazami

Pebisnis Startup Solo Dapat Dukungan Pemkot

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Solo – Para pelaku usaha bisnis ‘startup’ atau rintisan di Kota Solo akan mendapatkan dorongan sebagai bentuk dukungan dari pemerintah kota setempat. Tujuannya agar bisnis rintisan bisa bersaing di era sekarang ini. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Surakarta Nur Haryani.

“Setiap tahun kami berupaya melatih 350 wirausaha baru. Jumlah saat ini di bawah binaan Dinas Koperasi dan UMKM sekitar 2.900,” kata Nur dikutip dari Antarajateng.com.

Saat ini di Kota Solo, jumlahnya mencapai sekitar 43.800 UKM. Jumlah itu merupakan binaan dari SKPD di Pemerintah Kota Solo. Nur menambahkan, pelatihan tersebut penting agar pelaku usaha bisa menikmati program bantuan dari pemerintah pusat. Seperti program Startup Capital.

Di Kota Solo saat ini, baru ada lima UKM yang telah menikmati prorgram Startup Capital. Jumlah itu akan terus bertambah lagi. Di antaranya, Pemkot Solo mengadakan pelatihan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan jumlah peserta 200 pelaku UKM. Dari jumah itu, 15 UKM bisa mengikuti program Startup Capital. Nantinya pelaku usaha bisa mendapatkan hibah modal usaha. Dengan nilainya bisa sampai Rp 13 juta.

Pelatihan tersebut untuk pelaku UKM skala kecil. Sejauh ini, bisnis rintisan di Solo berkembang pesat. Termasuk juga potensinya yang siap bersaing. Mereka juga bisa bergerak di tataran online, atau offline.

Editor : Akrom Hazami

Kasus Penipuan Paspampres Gadungan di Solo Diselidiki

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Solo – Kepolisian Resor Kota Surakarta sedang melakukan penyelidikan kasus penipuan dengan korban empat pengusaha rumah makan di Kota Solo dan sekitarnya.

Dilansir dari Antarajateng.com, Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo melalui Kasat Reskrim Kompol Agus Purwadi, di Solo, Jumat, mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan seorang pelaku bernisial B (38) yang mengaku anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) gadungan melakukan penipuan terhadap pengusaha rumah makan di Solo, dan sekitarnya, pada Sabtu (14/10).

Empat pengusaha rumah makan yang menjadi korban penipuan tersebut satu di wilayah Solo Rumah Makan Ayam Goreng Pak Cipto Mojosongo, Jebres, sedangkan lainnya di Sragen, dan Sukoharjo, dan Karanganyar.

Menurut Agus Puryadi pelaku B melakukan penipuan dengan mendatangi tempat pengusaha rumah makan memanfaatkan moment dengan alasan rencana pernikahan Putri Presiden, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution, pada 8 November mendatang.

Pelaku mendatangi korbannya berlagak sebagai anggota Paspampres dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol). Pelaku bergaya mencoba menu yang dijual rumah makan dan menyatakan cocok untuk menu hidangan pesta pernikahan Kahiyang-Bobby.

Pelaku kemudian meminta sejumlah pengusaha rumah makan tersebut datang ke Hotel Novotel Solo, dengan membawa sampel menu makanan untuk diuji di laboratorium. Ada sembilan orang dari pengusaha rumah makan itu, datang ke Hotel Novotel, dan pelaku meminta semua telepon genggam dengan alasan dipasangi “Global Positioning System” (GPS).

Namun, pelaku yang membawa sembilan unit telepon genggam milik korbannya langsung melarikan diri. Dan, para korban baru sadar jika ada penipuan setelah pelaku tidak pernah kembali lagi ke hotel.

“Kami kemudian melakukan penyelidikan setelah para korban melaporkan kejadian ini, ke polisi. Kami melakukan dengan memeriksa dari rekaman closed circuit television (CCTV) yang dipasang di hotel itu,” katanya.

Menurut dia, dari hasil pengembangan pelaku ternyata sebelumnya juga pernah melakukan penipuan dengan modus sama terhadap pemilik Rumah Makan Adem Ayem Solo, dan Bebek Goreng Pak Slamet Kartasura, Sukoharjo, tetapi korban diminta datang sebuah hotel di Boyolali pada Juli 2017.

Polisi sudah mengantungi identitas pelaku melalui CCTV, dan kini sedang melakukan pengejaran.  Ia mengatakan dari hasil keterangan korban, pelaku dengan cara akan memesan makanan kepada korbanya dengan harga Rp20.000 per porsi dengan jumlah sebanyak 8.000 porsi per hari.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan waspada dengan berbagai tindak penipuan untuk mengelabuhi korbannya dengan cara yang sama.

Editor : Akrom Hazami

 

Railbus Batara Kresna Sambar Pamong Desa di Sukoharjo

Railbus Batara Kresna melintas di salah satu titik. (cc20330.blogspot.co.id)

MuriaNewsCom, Sukoharjo – Seorang pamong Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Pardiman, tertabrak Railbus Batara Kresna jurusan Solo-Wonogiri di perlintasan kereta api (KA) tanpa penjaga di Dusun Dompilan, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Jumat (20/10/2017) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban yang terluka langsung dibawa ke RSUI Kustati Solo untuk mendapatkan perawatan medis.

Dilansir dari solopos.com, kejadian bermula saat Pardiman mengendarai sepeda motor Honda Beat AD 2418 AEB dari arah barat menuju timur.

Saat dia melewati perlintasan KA tanpa penjaga menuju Kantor Kepala Desa Gentan, tiba-tiba muncul Batara Kresna dari arah utara atau Solo. Lokomotif kereta api menyambar sepeda motor bagian belakang yang dikendarai Pardiman.

“Korban sempat terseret hingga tiga meter saat ditabrak kereta api. Untungnya, laju kereta api cukup pelan sehingga luka yang diderita korban tak terlalu parah,” kata saksi mata, Sugeng, di lokasi kejadian.

Kepala Desa Gentan, Hartanto, mengatakan Pardiman menjabat sebagai kepala urusan pemerintahan Desa Gentan. Saat kejadian, ia hendak pulang menuju balai desa setelah mengurus keperluan administrasi di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sukoharjo.

“Saya tadi ikut mengantar Pardiman ke rumah sakit. Korban menderita luka di bagian kaki dan punggung. Sekarang sudah sadar,” ujar dia.

Editor : Akrom Hazami

 

Crane Hotel di Solo Ambruk Timpa Rumah Ketua RT, Penghuni Lari Tunggang Langgang

Crane pembangunan Hotel Swiss Bell di Solo ambruk dan menimpa rumah ketua RT setempat. (Foto : detik.com)

MuriaNewsCom, Solo – Crane untuk pembangunan Hotel Swiss Bell di Kampung Cinderejo Lor RT 002 /RW 006, Gilingan, Banjarsari, Solo, Senin (16/9/2017), pagi ambruk. Crane milik PT Surya Buana Perkasa (SBP) itu menimpa rumah ketua RT setempat, Benny Suardi (65).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.45 WIB. Alat berat untuk memindah material itu ambruk menimpa bagian dapur rumah tersebut. Pada saat kejadian ada tiga orang tengah memasak di dalam dapur.

Alhasil mereka langsung tunggang langgang untuk menyelamatkan diri. Sehingga tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tiga karyawan saya yang sedang memasak sayur langsung melarikan diri. Kalau tidak lari kemungkinan akan menjadi korban,” katanya kepada wartawan.

Menurut dia, pada jam-jam itu karyawannya memang biasa masak untuk usaha warung. Beruntung saat crane ambruk, mereka berhasil menyelamatkan diri.

Suarsdi menyebut, ia mendapat laporan warga yang menyebut sejak tiga hari lalu crane itu sudah terlihat miring. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kontraktor agar segera diperbaiki.

“Namun, tidak ditindaklanjuti kontraktor hingga akhirnya crane ambruk pada Senin pagi menimpa rumah,” ujarnya.

Baca : Hotel Lorin Solo Terbakar, Tamu Hotel Berlarian Keluar

Kepala Keamanan pembangunan Hotel Swiss Bell, Ayub Purwanto, membenarkan ada crane milik kontraktor ambruk mengenai rumah warga. Crane ambruk akibat tanah longsor di bagian bawah tiang.

“Kami siap memperbaiki rumah warga yang rusak akibat tertimpa crane yang ambruk. Sebenarnya pihak kontraktor akan memperbaiki crane yang miring akibat tanah longsor. Namun, crane sudah keburu ambruk duluan,” katanya dikutip dari solopos.com.

Ia menjelaskan pembangunan hotel saat ini baru tahap membangun basement. Hotel rencanaya akan dibangun 20 lantai. Setiap hari ada sebanyak 40 orang yang bekerja dari pagi sampai malam.

“Kami menghentikan sementara pekerjaan sampai batas waktu tidak ditemtukan setelah kejadian crane ambruk. Kasus ini ditangani Polsek Banjarsari,” kata Ayub.

Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana mengatakan. lokasi pembangunan hotel diberikan garis polisi setelah kejadian. Dia menambahkan empat pekerja diminta keterangan terkait musibah itu.

Usai kejadian itu pagar-pagar proyek tersebut telah digaris polisi. Tidak tampak aktivitas apapun di dalam proyek itu.

Editor : Ali Muntoha

Batik Solo Sasar Pasar Anak Muda

Pekerja menyelesaikan proses pembuatan batik di daerah Solo. (Facebook)

MuriaNewsCom, Solo – Perkembangan zaman ternyata tak menyurutkan bisnis batik tradisional di Kota Solo. Era persaingan global justru membuat para pengusaha semakin kreatif berkarya.

Dilansir dari detik.com, Pengurus Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Surakarta, Gunawan Setiawan mengungkapkan pasar untuk produk batik kini telah meluas. Anak muda kini juga menjadi target pasar para pengusaha batik.

“Untuk anak muda tentu kita sesuaikan motif, model dan warnanya. Analisa saya, jangan dibuat yang terlalu berat. Buat motif-motif yang kekinian,” kata Gunawan di tempat pembuatan batik miliknya, Kauman, Solo, Senin (2/10/2017).

Meski kekinian, motif yang dijual tetap harus berdasarkan motif pakem. Menurutnya, banyak motif tradisi yang masih bisa dieksplorasi agar bisa menyesuaikan zaman.

“Dengan kita mempertahankan motif pakem tradisional, menjadi salah satu modal kita untuk mengembangkan batik. Masalah desain, model peruntukkannya disesuaikan saja. Kalau tradisi kita tinggalkan, apa bedanya Indonesia dengan lainnya,” ujar dia.

Menurutnya, pengusaha batik Solo harus mengubah pola pikirnya agar produk batik disukai anak muda. Sebab, batik Solo khas dengan gaya sogan, yaitu warna kuning kecoklatan.

“Solo kendalanya di situ. Remaja kan biasanya cerah, dinamis. Sedangkan warna Solo kan biasanya elegan, berwibawa. Tapi untuk anak muda tetap kita sesuaikan keinginan pasar,” katanya.

Dia mencontohkan, batik kreasinya memadukan motif ceplok khas Solo dengan warna putih dan hitam. Model pakaiannya didesain rompi atau bolero untuk wanita. “Contoh lain, motif pisang Bali khas Solo dipadu warna cokelat kemerahan, didesain model slim fit untuk pria,” pungkas dia.

Editor : Akrom Hazami

Petualangan 3 Copet Spesialis Penumpang Bus di Solo Berakhir

FOTO ILUSTRASI (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Sepintar-pintarnya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Pepatah itu menggambarkan tertangkapnya tiga pencopet kawakan di wilayah Solo. Tiga orang pencopet yang biasa beroperasi di sejumlah bus AKAP di daerah Serengan, Solo, akhirnya dibekuk polisi setempat.

Ketiga pelaku tersebut,  Mulut (51) warga Kragilan Kadipiro Banjarsari Solo; Muji Lesmono (48) warga Bibis Baru Nusukan; dan Joko Ariyanto (49) warga Balong Sudiroprajan Solo.

Di hadapan wartawan, Polsek Serengan melakukan gelar perkara, Jumat (22/9/2017).  Kapolsek Serengan Kompol Giyono, menjelaskan, bahwa ketiga pelaku ditangkap beberapa hari lalu.

Baca :  Gara-gara Kambing Ribut, Pemilik Rumah di Tambirejo Grobogan Ini Selamat dari Kebakaran

Para pelaku melakukan aksinya terakhir pada 6 Agustus 2017. Saat itu, pelaku beraksi di salah satu bus yang melintas di Jalan Yos Sudarso Geblekgan Solo. Dengan korbannya salah satu warga Wonogiri, Nila Ningrum.

Kerugian yang didera akibat ulah mereka pada hari itu berupa ponsel Lenovo, surat identitas, kartu ATM BRI, dan uang Rp 200 ribu. “Polisi mendapatkan laporan dari korban tak lama setelah kejadian,” kata Giyono.

Dilansir dari Antarajateng.com, polisi segera melakukan penyelidikan selama satu bulan kemudian baru berhasil mengungkap kasus tersebut dengan menangkap tiga pelakunya. Giyono mengatakan polisi berhasil mengungkap setelah salah satu pelaku mengambil uang milik korban dengan menggunakan kartu ATM BRI di kawasan Mojosongo Solo, senilai Rp5 juta.

“Kami mengecek identitas pelaku melalui monitor CCTV di ATM BRI Mojosongo, dan hasil itu, kemudian dicocokan dengan keterangan saksi awak bus terkait. Kami awalnya berhasil menangkap tersangka Joko Ariyanto di depan Pasar Telukan Grogol Sukoharjo, pada tanggal 13 September,” ucapnya.

Polisi melakukan pengembangan dari hasil penangkapan tersangka Ari, kemudian menangkap tersangka Mulut dan Muji Lesmono di rumahnya masing-masing, Kamis (21/9) sekitar pukul 10.00 WIB. “Tersangka mengaku melakukan aksi pencopetan di dalam bus AKAP sudah selama 10 tahun ini, dan baru ditangkap di Solo,” ungkap Giyono.

Tersangka Ari berperan menghadang-hadangi jalannya calon korbanya saat turun dari bus, sedangkan tersangka Mulut dan Lesmono sebagai eksekusi atau mengambil barang-barang di tas korbannya.

Tersangaka mengaku hasil dari kejahatan dibagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagian untuk foya-foya. Atas perbuatan ketiga tersangka dikenai Pasal 363 KUHP, tentang Pencurian dengan Pemberatan terhadap barang dan dilakukan secara bersama-sama, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Pesan Presiden RI saat Hadiri Silatnas MTA di Surakarta

Presiden Indonesia Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara Silatnas MTA III di Surakarta, Minggu. (Tribratanews Polres Surakarta)

MuriaNewsCom, Solo – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) III di Stadion Manahan Surakarta, Minggu (17/09/2017).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Tatang Sulaiman, Ketua MTA Ustaz Ahmad Sukina, perwakilan MTA tiap provinsi serta para forkopimda Jawa tengah.

Dalam sambutanya, Presiden RI mengucapkan terima kasih kepada panitia karena sukses  menyelenggarakan acara tersebut.

 “Jagalah ukuwah persaudaraan ukuwah islmaiyah antara umat beragama dan jangan sampai terpecah belah bangsa Indonesia ini” kata Presiden.

Dirinya kepada keluarga besar MTA untuk bergandengan tangan menyebarkan kasih sayang dakwah.

“Dakwah yang mengajarkan untuk menjaga Pancasila menjaga Bhinneka tunggal Ika dan berpegang teguh kepada undang-undang 1945” tambah Presiden.

Sementara menyikapi masalah Muslim di berbagai negara, Presiden menegaskan bangsa Indonesia selalu ikut serta bereaksi positif, karena negara kita memegang teguh amanat konstitusi, yakni kita wajib memelihara ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sederet masalah yang masih menimpa seperti Palestina belum merdeka, Suriah, Irak, Yaman, dan Libya, masih perang, serta konflik serta Afghanistan.

Dibeberkannya upaya Indonesia seperti pada 2016, Indonesia membuka kedutaan besar kehormatan di Ramallah, Palestina, dan atas permintaan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggelar konferensi tingkat tinggi luar biasa mengenai Palestina Al-Quds Al-Sharif di Jakarta 2016. 

Indonesia juga telah membangun Islamic Center untuk mendukung pendidikan anak-anak.  Indonesia juga membangun masjid Indonesia di Kabul 2016. Tak lama lagi, Indonesia mengajak ulama-ulama Afghanistan ke Indonesia untuk saling belajar, saling berbagi untuk membangun Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

Indonesia juga tidak tinggal diam dengan persoalan etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Menteri Luar Negeri telah diutus bertemu  dengan Aung San Suu Kyi dan militer Myanmar agar kekerasan bisa dihentikan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

6 Pelaku Narkoba Diringkus Polisi Surakarta

Foto Ilustrasi (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Kepolisian Resor Kota Surakarta mengamankan enam tersangka penyalagunaan sabu-sabu di lokasi berbeda di kota itu sejak pertengahan Agustus hingga September 2017.

Kepala Polresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo didampingi Kasat Narkoba Kompol Edy Sulistyanto di Solo, Selasa, mengatakan enam pelaku tersebut, yakni Siti Nurani (33), warga Samanggi Pasar Kliwon, Agus Ari Wijayanto (41), warga Gedong Kadipiro, Brian Cahyanto (25), warga Jebres, Agus Setiyanto (40), warga Balong, Sudiroprajan, Jebres, Agung Nugroho (37), warga Pajang, Laweyan, dan Hisyam (41), warga Semanggi, Pasar Kliwon Solo.

Selain itu, petugas Satuan Narkoba Polres Kota Surakarta juga berhasil menemukan sabu-sabu dengan tersangka tersebut yang totalnya 15 gram, yang kini diamankan sebagai barang bukti.

Polisi awalnya menangkap tersangka Siti Nurani di rumahnya, kampung Semanggi Pasar Kliwon Solo, pada 14 Agustus dan menemukan paket sabu-sabu seberat 12,94 gram, dompet, dan telepon genggam. Nurani berperan sebagai kurir narkoba.

Polisi menangkap pelaku lainnya Agus Ari Wijayanto di Kampung Gedong Kadipiro, Banjarsari Solo, pada 23 Agustus. Barang bukti yang diamankan berupa paket kecil sabu-sabu 0,06 gram dan sepeda motor Honda Supra X berpelat nomor AD 2182 FU. 

Polisi juga menangkap tersangka lainnya, Brian Cahyono di Kampung Tegalharjo, Jebres Solo, pada 27 Agustus dengan barang bukti sabu-sabu 0,25 gram. Pihaknya menangkap Hisyam di rumahnya, Kampung Semanggi Pasar Kliwon Solo, Senin (4/9) dengan barang bukti paket sabu-sabu 0,6 gram. 

Pelaku lainnya, Agus Setiyanto ditangkap di Kampung Balong Jebres, dengan barang bukti sabu-sabu 4,66 gram dan Agung Nugrogo di Kampung Karangturi Pajang, Laweyan Solo, dengan barang bukti sabu-sabu 0,29 gram dan dua butir pil penenang.

Atas perbuatannya, para tersangka dapat dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 dan Pasal 112 Ayat  ) UU No.35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan minimal lima tahun penjara. 

Ia mengimbau masyarakat ikut memerangi peredaran narkoba, khususnya di Kota Solo. “Karena memberantas jaringan narkoba bukan hanya tugas polisi, tetapi semua pihak juga ikut terlibat,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Editor : Akrom Hazami

6 Penjahat Jaringan Palembang Tak Berkutik di Solo

Foto Ilustrasi (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Kepolisian Resor Kota Surakarta berhasil membekuk kelompok penjahat jaringan Palembang yang beroperasi melakukan pencurian dengan pemberatan di wilayah Kota Solo.

“Kami berhasil menangkap enam pelaku dari kelompok Palembang yang melakukan aksinya di rumah makan Omah Sinten di Jalan Diponegoro No.34 di depan Mangkunegaran dan RM masakan Korea di Dr Rajiman Solo,” kata Wakil Kepala Polresta Surakarta AKBP Andhy Rifai di Mapolresta Surakarta, Senin (11/9/2017) dikutip dari Antarajateng.com.

Menurut Andhy, keenam pelaku tersebut melakukan aksinya semuanya di rumah makan yang sering didatangi pelanggan warga asing. Korban yang menjadi sasaran rata-rata warga asing.

Enam pelaku kasus pencurian dengan pemberatan tersebut yakni Jimmi Harpani (38) warga Gumawang RT 02 RW 01 Belitang Sumatera Selatan, Aan Saputra (37) warga Jalan Munggang No.13 RT 03 RW 04 Desa Balekambang Kramatjati Jakarta Timur. Kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas karena sempat melawan saat ditangkap oleh petugas.

Pelaku lainnya yakni Jhon Hanes Andersen (41) warga Jalan Karya Bakti RT 002 RW 008 kelurahan Parung Serab Cildug Kota Banten, Apriyadi (37) warga Selamanjar RT 02 RW 03 Batununggal, Cibadak Sukabumi, Effendi (42) warga Dusun II Agung RT 02 Lempung Ogan Komering Ilir Sumsel, dan AA (16) warga Sumsel.

Menurut Andhy Rifai kawanan penjahat kelompok Palembang tersebut melakukan aksinya selain di wilayah Solo, juga Surabaya, Bali, Magelang, dan Yogyakarta.

“Kami setelah mendapat laporan dari korban warga asing tasnya hilang dicuri di Rumah Makan Omah Sinten dan RM Korea langsung melakukan penyelidikan dengan milihat rekaman CCTV,” kata Andhy yang didampingi Kasat Rekrim Kompol Agus Puryadi.

Menurut dia, setelah mengetahui identitas para pelaku langsung dilakukan pengejaran. Petugas berhasil membekuk para pelaku saat menginap di Hotel Surya Andresa Penggung Klaten, Minggu (10/9/2017).

Menurut dia, dari hasil penangkapan tersebut ditemukan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka antara lain sebuah kamera video merek Sony Alfa, Handy Cam merek JVC, paspor atas nama Sandra Goettsch Geb Gutekunts no.C4VR37KWT, dan empat paspor lainnya milik warga asing serta dua lembar recehan uang 50 dolar AS.

Selain itu, polisi juga berhasil menyita sebuah mobil Xenia warna hitam nopol B 1427 SQZ yang digunakan sebagai sarana aksi kejahatan. 

“Tersangka Jimmi Harpani merupakan seorang residifis dengan kasus yang sama di Cilegon. Jimmi ini sebagai otak atau yangmelakukan perencanaan, sedangkan Aan berperan membawa hasil curiannya, sedangkan lainnya bertugas membantu,” katanya.

Atas perbuatan para tersangka dapat dijerat dengan Pasal 363 KUHP, tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancaman maksimal penjara selama tujuh tahun.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemuda Boyolali Ini Nekat Bawa Kabur Uang Kurban Sebesar Rp 1 Miliar, Begini Nasibnya Sekarang

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Solo – WDP (25), warga Kampung Turi, Kelurahan Cemani, Grogol, Solo, ini terbilang nekat. Ia berani menipu puluhan warga dan membawa kabur uang pesanan untuk membeli hewan kurban.

Tak tanggung-tanggung, uang yang dibawa kabur mencapai Rp 1 miliar. Namun petualangannya di dunia tipu-tipu tak berlangsung lama, ia telah dicokok polisi dan dijebloskan ke sel tahanan.

Kapolresta Surakarta AKBP Ribut Hari Wibowo, Senin (4/9/2017) mengatakan, pihaknya bergerak setelah mendapatkan laporan warga. Ia menyebut sementara ada 32 korban yang berhasil dikelaubi pelaku.

Pelaku dibekuk depan Pasar Ampel, Boyolali, Minggu (3/9/2017). Saat dibekuk, pelaku tak berkutik dan digelandang untuk mencari barang bukti. “Kerugian dari para korban ditaksir mencapai Rp 1 miliar. Kasusnya terus kami kembangkan,” katanya.

Modus yang digunakan yakni, pelaku menerima pesanan dan uang pembelian hewan kurban sapi dari warga atau kelompok petani. Namun hewan kurban itu tak pernah dikirimkan kepada para korbannya. Justru hewan tersebut dijual kembali dengan harga yang lebih murah kepada pembeli lain.

”Pengakuannya (pelaku), uang hasil menjual hewan kurban itu digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka mengaku ada tiga kelompok yang menjaid korban penipuan tersebut. Yakni petani asal Wonogiri, investor dan warga masyarakat yang membeli hewan ternak untuk kurban.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa ditipu kasus hewan kurban ini untuk segera melapor ke Polresta Surakarta.

Sementara dari hasil penangkapan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya uang tunai sebesar Rp 217 juta, dan buku tabungan BCA. Polisi juga mengamankan nota jual beli sapi dan dua buah HP.

Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi telah menetapkannya sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 372/ 378 KUHP, tentang Penipuan. Dengan jeratan pasal ini, tersangka terancam hukuman enam tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha