Belajar Purbakala, Ratusan Siswa SMPN 2 Ngaringan Grobogan Geruduk Desa Banjarejo

Ratusan siswa SMPN 2 Ngaringan belajar masalah purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Selasa (19/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, sempat dibikin kaget dengan kedatangan ratusan siswa yang berasal dari SMPN 2 Ngaringan, Selasa (19/12/2017). Terlebih, saat ratusan siswa berserta puluhan guru itu langsung ‘menduduki’ balaidesa Banjarejo.

Berbeda dengan warganya, perangkat desa Banjarejo justru bersikap santai ketika didatangi ratusan siswa tersebut. Bahkan, mereka langsung menyambut kedatangan mereka di halaman balaidesa.

“Selamat datang buat adik-adik dari SMPN 2  Ngaringan berikut kepala sekolah dan para guru. Terima kasih atas kedatangannya ke Desa Banjarejo. Mohon maaf, Pak Kades tidak bisa menyambut karena sedang menunaikan ibadah umrah,” kata Kaur Kesra Desa Banjarejo Budi Setyo Utomo saat menyambut kedatangan siswa dan guru itu.

Budi yang juga dikenal sebagai penemu fosil handal itu terpaksa harus menggunakan megaphone agar suaranya bisa terdengar semua orang.

Menurutnya, beberapa hari lalu, sudah dikabari pihak sekolah terkait rencana kedatangan siswa dan guru ke Desa Banjarejo. Budi merasa bangga Desa Banjarejo jadi pilihan untuk tempat pembelajaran purbakala bagi para siswa.

Ratusan siswa SMPN 2 Ngaringan belajar masalah purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Selasa (19/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah disambut kedatangannya di balaidesa, ratusan siswa didampingi para guru selanjutnya bergerak menuju rumah Kades Ahmad Taufik. Tujuannya, untuk melihat koleksi dan mencari informasi seputar benda purbakala yang selama ini disimpan disitu.

Para siswa yang jumlahnya cukup banyak terpaksa harus bergantian masuk ke dalam ruangan tempat penyimpanan benda purbakala dan cagar budaya. Saat berada di lokasi ini, ratusan siswa juga mendapat hiburan kotekan lesung dari warga setempat.

Kepala SMPN 2 Ngaringan Nurhadi menyatakan, jumlah rombongan terdiri 325 siswa dan 31 orang guru dan staf TU. Menurutnya, kegiatan belajar purbakala dilakukan untuk menambah pengetahuan siswa dan para guru. Selain itu, kunjungan ke Desa Banjarejo juga dilakukan untuk mengisi waktu setelah para siswa menjalani ujian akhir semester (UAS) beberapa hari lalu.

“Ini merupakan kunjungan kita yang kedua kalinya. Pada bulan Maret tahun 2016, kami juga datang kesini dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-14 SMPN 2 Ngaringan,” ujarnya. (NAO)

Editor: Supriyadi