Terkait Adanya Dugaan Kekerasan di SMPN 2 Lasem, Begini Sikap Kepsek

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Terkait adanya dugaan kasus kekerasan yang dilakukan oknum guru terhadap salah satu siswa di SMPN 2 Lasem, Kabupaten Rembang, Kepala SMPN 2 Lasem Isti Chomawati meminta semua pihak untuk tetap tenang dan bijak menyikapi hal tersebut.

Apalagi, katanya, sejauh ini dirinya sebagai kepala sekolah belum mengetahui adanya kasus tersebut. Meskipun, saat ini kasus itu sudah sampai di Polres Rembang. Sebab, ada salah satu orang tua siswa yang mengadu terkait tindakan kekerasan yang dilakukan oleh salah satu oknum guru.

“Kami minta semua bijak. Sejauh ini, baik dari keluarga korban atau yang diduga sebagai pelaku belum bisa dikonfirmasi. Dari orang tua siswa juga sebelumnya tak ada mengadu atau melapor ke kami jika ada dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru,” ujarnya.

Pihaknya, katanya, juga selalu melakukan koordinasi kepada wali murid. Untuk itu, pihaknya meminta semua nomor wali murid, agar memudahkan pihak sekolah untuk melakukan koordinasi.

“Dalam hal ini, kami juga terus mengimbau kepada guru agar tidak memberikan sanksi fisik kepada siswa, jika siswa melakukan kesalahan. Seperti halnya ketika tidak mengerjakan tugas atau lainnya. Sanksi bisa diberikan dengan cara lain yang lebih mendidik dan membuat siswa jera untuk mengulanginya,” katanya.

Sementara itu, ketika kami mencoba menemui korban dan oknum guru yang diduga menjadi pelaku kekerasan, hingga kini belum bisa ditemui. Sebab, saat ini sedang libur sekolah dalam rangka latihan ujian. “Saat ini siswa pada libur sekolah. Sebab ruangannya dibuat untuk latihan ujian. Sehingga orangnya tidak ada,” ungkapnya.

Pun demikian, ketika kami mencoba menyambangi rumah korban, pihak keluarga juga tidak bisa ditemui.

Editor : Kholistiono

Ada Oknum Guru yang Diduga Lakukan Kekerasan Kepada Siswa, Kepala SMPN 2 Lasem Ngaku Tidak Tahu

Kepala SMPN 2 Lasem Isti Chomawati, saat diwawancarai MuriaNewsCom, Rabu (1/3/2017). Dirinya mengaku tidak tahu jika ada dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru terhadap siswa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Praktik kekerasaan terhadap siswa yang dilakukan oknum guru, diduga terjadi di SMPN 2 Lasem, Kabupaten Rembang. Kasus tersebut diketahui, setelah adanya laporan dari salah satu orang tua siswa ke Polres Rembang.

“Memang ada laporan yang masuk terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru terhadap siswa. Laporan tersebut masuk pada tanggal 28 Februari 2017  kemarin,” ujar Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka.

Berdasarkan laporan, dugaan kekerasaan dilakukan pada hari  Jumat (24/2/2017). Peristiwa itu terjadi, ketika kegiatan kebersihan. Siswa yang berinisial RH yang merupakan korban, ketika itu membawa satu ekor ular yang dimasukkan ke dalam botol dan dibawa ke dalam kelas. Melihat ulah sang murid, oknum guru DH atau pelaku menegur RH agar membuang ular keluar kelas.

Setelah itu, guru tersebut melihat tugas siswa. Namun tugas RH yang diberikan belum selesai. Sehingga guru tersebut marah dan  diduga melakukan pemukulan terhadap RH. Hingga saat ini, kasus tersebut sudah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rembang. Berdasarkan bukti visum, polisi akan menindak lanjuti laporan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMP Negeri 2 Lasem Isti Chomawati mengaku tidak mendengar adanya dugaan tindakan kekerasan yang dialami salah satu siswanya yang dilakukan oleh oknum guru beberapa waktu lalu.

Isti Chomawati mengatakan, pihaknya akan  melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada yang bersangkutan. Sebab, pihaknya juga belum mendapatkan laporan, baik dari oknum guru yang bersangkutan, ataupun dari orang tua siswa yang diduga jadi korban tindak  kekerasan.

“Loh, kami malah tidak tau adanya kejadian tersebut. Sebab dari yang bersangkutan dan orang tua wali juga tidak ada laporan kepada pihak sekolah tentang kejadian ini,” katanya.

Ia mengakui, jika oknum guru berinisial DH tersebut merupakan guru  IPS yang mengajar di kelas 7B SMP Negeri 2 Lasem. Sementara, siswa yang  berisial RH juga merupakan siswa kelas 7B yang diduga mengalami kekerasan  saat jam belajar di sekolah.

Editor : Kholistiono