Jenazah Siswi SMPN 1 Pulokulon Grobogan Korban Kecelakaan di Tol Cipali Tiba di Rumah Duka

Jenazah Linda Berta Jaya siswi SMPN 1 Pulokulon yang jadi korban kecelakaan di tol Cipali tiba di rumah duka di Dusun Krajan, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Jumat (27/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, jenazah Linda Berta Jaya akhirnya tiba di rumah duka yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan.

Linda merupakan siswi SMPN 1 Pulokulon, Grobogan yang jadi korban kecelakaan bus rombongan wisata di tol Cipali, Jumat (27/10/2017) dinihari.

Jenazah korban kecelakaan tiba di rumah duka selepas magrib, sekitar pukul 18.15 WIB. Jenazah yang sudah dibalut kain kafan itu dibawa mobil ambulans milik Pusksemas Keliling Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Setelah tiba di rumah duka, sejumlah warga langsung menurunkan jenazah dari ambulans dengan momor polisi T 9948 T tersebut.

Rencananya, jenazah akan disemayamkan beberapa saat di rumah duka. Setelah itu, jenazah akan disalatkan di masjid dan langsung dilakukan proses pemakaman di makam umum desa setempat.

Namun, proses pemakaman sempat tertunda. Hal itu disebabkan turunnya hujan deras di wilayah Kecamatan Pulokulon, mulai menjelang Isak.

“Rencana malam ini akan dilakukan pemakaman. Kita masih menunggu hujan reda dulu,” kata Kepala Desa Panunggalan Muslikin Amna.

Seperti diberitakan, musibah kecelakaan menimpa rombongan wisata SMPN 1 Pulokulon, Grobogan, Jumat (27/10/2017) dinihari. Salah satu bus yang mengangut peserta wisata mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di tol Cipali, Jawa Barat.

Rombongan wisata yang diikuti guru dan siswa kelas VII tersebut menggunakan enam unit bus. Satu kendaraan yang mengalami musibah adalah bus nomor lima.

Petugas Senkom Tol Cipali saat dimintai keterangan membenarkan adanya satu unit bus yang mengalami kecelakaan. Kejadiannya sekitar pukul 02.30 WIB. 

Editor: Supriyadi

Ternyata Begini Kronologi Kecelakaan Bus Wisata SMPN 1 Pulokulon Grobogan di Tol Cipali

Seorang siswi SMPN 1 Pulokulon Grobogan meninggal dalam kecelakaan bus di tol Cipali. (FACEBOOK)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kecelakaan yang menimpa salah satu bus rombongan wisata SMPN 1 Pulokulon, Grobogan, ternyata terjadi saat berangkat. Rombongan wisata dengan biro Alfin Tour Semarang itu berangkat menggunakan 6 unit bus PO Subur Jaya.

”Rombongan wisata berangkat Kamis sore kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Pemberangkatan rombongan wisata dari depan sekolahan,” kata Arifin, salah seorang wali murid yang ikut menyaksikan keberangkatan rombongan wisata tersebut.

Baca: Bus Rombongan Wisata SMPN 1 Pulokulon Grobogan Kecelakaan di Tol Cipali

Jumlah rombongan wisata ada 274 orang. Terdiri 274 siswa kelas VIII dan 22 guru pendamping.

Rencananya, rombongan wisata ini akan mengunjungi beberapa lokasi di Jakarta dan Bandung. Antara lain, lubang buaya, monas, GSA, Dufan, Pantai Ria Ancol, museum geologi Bandung dan Cibaduyut.

Namun, musibah terjadi saat rombongan berada di tol Cipali KM 182. Kala itu, rombongan melintasi jalur tol Jumat dinihari sekitar pukul 02.30 WIB, bus berlabel nomor 5 mengalami kecelakaan tunggal menabrak pagar pembatas bahu jalan.

Baca: Seorang Siswi SMPN 1 Pulokulon Grobogan Jadi Korban Kecelakaan di Tol Cipali

Dugaan sementara, kecelakaan tunggal tersebut terjadi lantaran sang sopir mengantuk dan tak bisa mengemudikan dengan baik.

Akibatnya, ada satu siswi yang dipastikan jadi korban meninggal. Siswi tersebut bernama Linda Berta Jaya yang beralamat di Dusun Krajan, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon. Beberapa siswa lainnya pun dikabarkan mengalami luka ringan akibat terbentur bodi kendaraan.

”Laporan dari pihak sekolah, korban yang sudah dipastikan meninggal adalah satu siswi tersebut. Kalau kabar yang menyebutkan ada korban seorang tour leader, saya belum tahu. Pihak sekolah belum melaporkan adanya korban meninggal lainnya,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Pudjo Albachrun, Jumat (27/10/2017).

Baca: Begini Suasana Rumah Duka Korban Kecelakaan Bus Wisata SMPN 1 Pulokulon di Tol Cipali

Pudjo mengaku sangat berduka atas terjadinya musibah tersebut. Secara pribadi maupun pimpinan institusi, dia menyampaikan bela sungkawa pada keluarga korban. Dia juga meminta pihak sekolah agar segera mengurus hak-hak korban.

”Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami dari keluarga besar Dinas Pendidikan Grobogan ikut berduka dengan musibah itu,” kata mantan Kepala Bappeda tersebut.

Meski sempat mengalami musibah, namun acara wisata ke Jakarta dan Bandung akhirnya tetap berlanjut.

”Acara wisata memang dilanjutkan meski dalam suasana duka. Keputusan ini diambil setelah dilakukan berbagai pertimbangan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi