Siswa SMP di Kudus Ogah Terima Bantuan KIP, Dana Senilai Rp 3,4 Miliar Tak Tersalurkan

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi. (MuriaNewsCom)

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dana bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Kabupaten Kudus senilai Rp 3,44 miliar dari pemerintah pusat tahun 2015 tak tersalurkan. Ini lantaran siswa penerima KIP ogah mengambil dana tersebut tanpa alasan jelas.

Kabid Dikdas pada Disdikpora Kudus Kasmudi mengungkapkan, bantuan pendidikan tersebut merupakan bantuan yang diberikan tahun 2015 lalu, dengan sasaran 4.588 siswa SMP yang tersebar di 20 SMP di Kudus.

”Ini khusus SMP saja. Sedang bantuan yang diterima, nominalnya adalah Rp 750 ribu untuk tiap siswanya,” katanya kepada MuriaNewsCom

Hanya, ribuan siswa tersebut tidak mengambil bantuan tersebut. Padahal dana tersebut sudah diketahui pihak sekolah. ”Kalau mengenai alasan kenapa sampai tidak mengambil, hingga kini belum diketahui. Karena penyalurannya langsung ke sekolah,” ujarnya.

Meski begitu, bantuan tersebut masih digulirkan tahun ini. Namun, prosesnya berbeda dibanding tahun lalu. Untuk proses KIP tahun ini sedang [roses distribusi, yang langsung diberikan ke siswa melalui keluarga.

”Makanya kami tidak tahu jumlah persis penerimanya. Yang pasti, data yang ada sekarang sejumlah empat ribuan itu yang belum mencairkan,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Cara Unik Siswa SMPN 1 Undaan Kudus Sebelum Masuk ke Sekolah

Siswa SMPN 1 Undaan Kudus melakukan aksi unik bersalaman sebelum masuk ke sekolah. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Siswa SMPN 1 Undaan Kudus melakukan aksi unik bersalaman sebelum masuk ke sekolah. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Ada cara unik siswa SMPN 1 Undaan Kudus sebelum masuk ke sekolah. Dan tidak semua sekolah melakukan hal tersebut.

Ya, setiap pagi hari pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB di tepi jalan Kudus Purwodadi, tepatnya di depan SMPN 1 Undaan, siswa melakukan kegiatan keren.

Siswa-siswi SMP N 1 Undaan berdiri berjajar dan memanjang. Hal itu dilakukan karena mereka akan bersalaman dengan guru dan sesama rekannya sebelum memasuki gerbang sekolah.

Kepala SMPN 1 Undaan Mukhif Noor mengatakan, siswa siswi wajib berjabat tangan dengan guru dan rekannya. Supaya mereka bisa lebih akrab. “Biar lebih saling mengenal satu sama lain,” kata Mukhif.

Tak hanya itu, sekolah juga mengatur sistem cara bersalamannya. Yakni dengan cara, untuk sebelah utara yang menghadap ke selatan ditempati siswi dan sebelah selatan menghadap utara ditempati siswa. Nantinya itu untuk menyambut siswa-siswi yang berdatangan.

Bagi siswa, mereka menyalami atau menyambut rekannya sesama putra, sedangkan siswi untuk bersalaman dengan siswi. Dari pantauan MuriaNewsCom, sebanyak 728 siswa-siswi bersalaman, dan ada juga yang saling cium pipi kakan dan kiri.

“Untuk pendidikan semacam ini memang ampuh untuk mengakrabkan satu sama lainnya. Khususnya bagi kakak kelas dan adik kelas,” ujarnya.

Diketahui, cara berjabat tangan serta saling bertatap muka ini sudah dijalankannya satu tahun terkahir. Dan diakui oleh pihak sekolah, kegiatan ini bisa mengurangi kesenjangan sosial di antara siswa.

“Sikap mereka juga mengajarkan agar lebih sopan, tawadu dan berkepribadian baik antar sesama dan orang yang lebih tua,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Siswa MTS NU Raudlatul Shibyan Peganjaran Ikuti UTS

Lebih kurang  300 siswa MTs NU Raudlatus Shibyan Peganjaran mengikuti UTS Gasal tahun ajaran 2015/2016. Kegiatan ini dimulai 3-8 oktober. Madrasah yang terletak di Jl. Dewi Sartika Nomor 252 Peganjaran ini mengikuti Kaldik dari LP. Ma'arif Kudus. Abdul Hadi, Kepala MTs NU Raudlatul Shibyan menyampaikan, dalam menghadapi UTS tersebut, siswa diminta mempersiapkan diri, mulai dari catatan buku dan selalu gemar mebaca buku sekolah, sehingga nanti mendapatkan nilai yang maksimal. (Pengirim : Najib Azza)

Lebih kurang 300 siswa MTs NU Raudlatus Shibyan Peganjaran mengikuti UTS Gasal tahun ajaran 2015/2016. Kegiatan ini dimulai 3-8 oktober. Madrasah yang terletak di Jl. Dewi Sartika Nomor 252 Peganjaran ini mengikuti Kaldik dari LP. Ma’arif Kudus.
Abdul Hadi, Kepala MTs NU Raudlatul Shibyan menyampaikan, dalam menghadapi UTS tersebut, siswa diminta mempersiapkan diri, mulai dari catatan buku dan selalu gemar mebaca buku sekolah, sehingga nanti mendapatkan nilai yang maksimal. (Pengirim : Najib Azza)

Obsesi SMP 1Dawe Kudus jadikan Sekolahnya Biar Lebih Rindang

Siswa melakukan penanaman di areal SMP 1 Dawe Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa melakukan penanaman di areal SMP 1 Dawe Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Saat ini SMP 1 Dawe Kudus giatkan penanaman di sekolahnya. Hal itu karena sekolah ingin membuat penghijauan beserta anak didiknya di lingkungan sekolah. Karenanya, semua siswa maupun guru diharapkan membawa satu jenis tanaman. Baik tanaman berbunga maupun buah buahan.

Kepala SMP 1 Dawe Aksis Dermawan menjelaskan, kegiatan menanam penghijauan ini merupakan tanggung jawab bersama.

”Setiap siswa diimbau bawa tanaman bunga, dan guru bawa tanaman buah,” katanya.

Penekanan penghijauan yang dilakukan itu, diharapkan akan membuat sekolah menjadi rindang. Imbasnya adalah lingkungan sekolah menjadi lebih adem dan nyaman. Sedangkan proses penanamannya juga dilakukan bersama-sama. Hal itu membuat komunikasi lebih erat.

“Meskipun sekolah ini berada di wilayah lereng Gunung Muria yang sejuk, tetapi penghijauan juga harus dijaga,”ujarnya.

Menurutnya, pohon yang ditanam pada taman depan kelas masing masing siswa nantinya juga akan selalu disiram, dirawat, serta dimanfaatkan. Dia menambahkan, yang penting bagi pihak sekolah bisa memberikan
pendidikan mengenai pentingnya penghijauan. (Edy Sutriyono/AKROM HAZAMI)

SMP 1 Kudus Beri Kelonggaran Jam Masuk Sekolah Bagi Siswa yang Mengikuti Salat Id

Guru agama SMP 1 Kudus Suyanto (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Guru agama SMP 1 Kudus Suyanto (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Warga Muhammdiyah di seluruh Indonesia hari ini serempak melaksanakan salat Idul Adha. Terkait hal ini, beberapa sekolah di Kudus, memberikan kebijakan, yakni kelonggaran waktu bagi siswa yang hari ini ikut melaksanakan salat id.

Salah satunya adalah SMP 1 Kudus. Pihak sekolah, memberikan kelonggaran jam masuk sekolah terhadap siswa yang ikut salat id hari ini. Hal tersebut, sebagai salah satu bentuk menghargai keyakinan umat muslim.

Guru agama SMP 1 Kudus Suyanto menjelaskan, meskipun ada perbedaan mengenai pelaksanaan salat Idul Adha, namun, pihak sekolah tetap menghormati siswa yang menjalankan salah di hari Rabu (23/9/2015).

Meski demikian, dirinya berharap agar siswa benar-benar jujur, jika ada yang melaksanakan salat id pada hari ini, yakni dengan memberitahukan kepada guru melalui izin tertulis. Sehingga, pihak sekolah dapat memberikan toleransi kepada siswa.

“Alhamdulillah siswa yang merayakan salat Idul Adha pada hari ini sudah izin sebelumnya. Yaitu menggunakan surat izin. Untuk itu, kami memberikan kelonggaran bagi siswa tersebut, dan tentunya usai salat id kembali masuk sekolah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, beberapa sekolah lainnya di Kudus katanya, juga sebelumnya melakukan koordinasi mengenai kebijakan tersebut. Sehingga, kebijakan serupa juga diterapkan di sekolah lain. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Sekolah Hebat di Kudus Ini Butuh Kelas Khusus Olahraga Biar Lebih Jos

Guru olahraga SMP 1 Jati Kudus Sanyoto (kanan) dan Wakil Kesiswaan Sunaryo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Guru olahraga SMP 1 Jati Kudus Sanyoto (kanan) dan Wakil Kesiswaan Sunaryo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – SMP 1 Jati Kudus berharap memiliki kelas olahraga. Mengingat, prestasi siswanya di bidang olahraga tidak bisa dianggap remeh. Mulai dari prestasi di kejuaraan olahraga tingkat kabupaten, provinsi, hingga kaliber nasional.

Wakil Kesiswaan SMP 1 Jati Sunaryo menjelaskan, pihaknya sangat menginginkan kelas khusus bagi siswa yang berprestasi di bidang olahraga. ”Sebab siswa SMP ini banyak yang meraih juara olahraga. Selain itu, bila dihitung prestasi olahraga ini sudah cukup banyak,” kata Sunaryo, Kamis (20/8/2015).

Menurutnya, hal itu membuat sekolahnya bisa bersaing dengan SMP lainnya. Prestasi olahraga itu di antaranya di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di tingkat

kabupaten pada tahun 2015 ini. Pada saat Popda, SMP 1 Jati bisa menyabet 14 emas. Itupun belum yang lainnya baik perak atau perunggu.

Menurut guru olahraga, Sanyoto, sekolahnya mengusulkan untuk mendapat kelas khusus bagi siswa yang berprestasi olahraga. Sekolah yang mempunyai siswa sekitar 832 orang itu juga pernah meraih kejuaran nasional pada olahraga beladirinya.

“Selain POPDA bisa meraih hasil maksimal di tingkat kabupaten, kami juga pernah mendapat juara pencak silat O2SN di Jakarta tahun pelajaran 2014/2015 atas nama Savira Dwi Mailani dan karete di UGM Yogyakarta di kejuaraan nasional karate atas namaLutfia Agustina,”ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Duh, Kok Bisa Gara gara Warung, KPK Panggil SMP di Kudus

Siswa membeli alat tulis di toko kejujuran yang tidak berpenjaga di SMP Keluarga Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa membeli alat tulis di toko kejujuran yang tidak berpenjaga di SMP Keluarga Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Salah satu program pendidikan yang diterapkan SMP Keluarga Kudus ialah praktik kejujuran degan mendirikan warung kejujuran.

Dengan adanya sistem pendidikan yang mengedepankan sikap, karakter terhadap anak tersebut, sekolah yang berdiri tahun 1950 ini sempat dipanggil pihak komisi pemberantas korupsi (KPK) untuk diajak kerja sama.

Kepala SMP Keluarga Kudus Anastasia Herning Tri Widiastuti mengatakan, alangkah bijaknya bila jujur tersebut bisa dipraktikkan secara nyata ke dalam kehidupan sehari hari.

”Untuk praktik sikap tesebut memang kami terapkan warung kejujuran. Warung tersebut merupakan sebuah toko kecil yang menyediakan peralatan sekolah,” katanya.

Warung itu tidak berpenjaga. Sehinggga setiap siswa yang berbelanja di tempat tersebut hanya disuguhi kotak tempat uang dan buku untuk mencatat barang yang dibeli.

Dengan hanya disediakannya kotak tempat uang dan buku tersebut, secara otomatis dapat mendeteksi tingkat kejujuran setiap siwa.

Sebab keberadaan barang dagangan tersebut setiap harinya akan dicek berdasarkan uang masuk dan catatan barang yang ada di buku tersebut. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Siswa SMP di Kudus Ingin Saingi TNI

Kegiatan PBB dilakukan siswa SMP2 Dawe, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Tidak hanya TNI maupun polisi yang bisa melakukan sikap bela negara. Siswa juga bisa melakukan hal itu.

Siswa melakukan bela negara bukan perkara mudah. Karena, sekolah harus serius mendidik siswanya agar mampu menjadi pembela negara.

Hal itulah yang ditunjukkan siswa SMP 2 Dawe. Sekolah tersebut kerap berkoordinasi dengan TNI maupun polisi dalam mendidik putra-putrinya menumbuhkan sikap tersebut.

Salah satu siswa Nur Rois menjelaskan, sikap membela negara itu bukan harus menjadi TNI atau polisi lebih dulu. Akan tetapi sikap itu bisa tumbuh lantaran bisa membela negara dengan berbagai hal.

Timbuhnya sikap itu bisa dilakukan, seperti menjuarai lomba, belajar dengan giat, serta bersungguh sungguh atau tanggung jawab dalam tugas sekolah sekolah.

“Selain di bidang akademik, bela negara juga bisa melalui tanggung jawab dari sebuah kegiatan. Sepertri halnya latihan pasukan baris berbaris ini. Latihan tersebut harus didasari kekompakan, ketepatan waktu dan tanggung jawab,” ujarnya.

Wakil Kepala SMP 2 Dawe, Fatimah mengatakan, siswa bisa melatih jiwanya untuk bela negara. “Memang saat ini kita lakukan pendidikan itu.

Seperti dengan siswa melakukan kegiatan OSIS, dan pramuka. Akan tetapi dalam pelaksanaanya kita fokuskan di jam seusai sekolah,” ungkapnya.

Meurutnya, dalam pelaksanaan yang digelar sesusai pulang sekolah tersebut nantinya akan bisa maksimal. Sebab tidak akan mengganggu waktu belajar. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Dikelilingi Tanaman Hias SMP 1 Jati Kudus Berhawa Sejuk

SMP 1 Jati Kudus yang terletak di Getas Pejaten, Jati, Kudus dikenal sebagai sekolah yang memiliki kontur keindahan lingkungan. (MURIANEWS/HANA RATRI)

KUDUS – SMP 1 Jati Kudus yang terletak di Getas Pejaten, Jati, Kudus, telah dikenal masyarakat sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Kudus. Sekolah ini selain dikenal prestasinya yang bagus, juga sebagai sekolah yang memiliki kontur keindahan lingkungan. Hal tersebut dilihat dari berbagai tanaman hias yang mengelilingi sudut sekolah berlantai dua ini.

Lanjutkan membaca