SMP 1 Kudus Beri Kelonggaran Jam Masuk Sekolah Bagi Siswa yang Mengikuti Salat Id

Guru agama SMP 1 Kudus Suyanto (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Guru agama SMP 1 Kudus Suyanto (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Warga Muhammdiyah di seluruh Indonesia hari ini serempak melaksanakan salat Idul Adha. Terkait hal ini, beberapa sekolah di Kudus, memberikan kebijakan, yakni kelonggaran waktu bagi siswa yang hari ini ikut melaksanakan salat id.

Salah satunya adalah SMP 1 Kudus. Pihak sekolah, memberikan kelonggaran jam masuk sekolah terhadap siswa yang ikut salat id hari ini. Hal tersebut, sebagai salah satu bentuk menghargai keyakinan umat muslim.

Guru agama SMP 1 Kudus Suyanto menjelaskan, meskipun ada perbedaan mengenai pelaksanaan salat Idul Adha, namun, pihak sekolah tetap menghormati siswa yang menjalankan salah di hari Rabu (23/9/2015).

Meski demikian, dirinya berharap agar siswa benar-benar jujur, jika ada yang melaksanakan salat id pada hari ini, yakni dengan memberitahukan kepada guru melalui izin tertulis. Sehingga, pihak sekolah dapat memberikan toleransi kepada siswa.

“Alhamdulillah siswa yang merayakan salat Idul Adha pada hari ini sudah izin sebelumnya. Yaitu menggunakan surat izin. Untuk itu, kami memberikan kelonggaran bagi siswa tersebut, dan tentunya usai salat id kembali masuk sekolah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, beberapa sekolah lainnya di Kudus katanya, juga sebelumnya melakukan koordinasi mengenai kebijakan tersebut. Sehingga, kebijakan serupa juga diterapkan di sekolah lain. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

SMP 1 Jati Matangkan Pembinaan Atlet Voli

Beberapa siswa SMP 1 Jati yang tergabung dalam tim voli (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa siswa SMP 1 Jati yang tergabung dalam tim voli (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Tim voli putri SMP 1 Jati Kudus atau lebih dikenal dengan sebutanSajaku, saat ini fokus terhadap pembinaan pemain. Hal ini, supaya tim yang saat ini sudah dimiliki memiliki kader penerus.

Pelatih Tim Voli Sajaku Ulin Nihayati mengungkapkan,olahraga voli merupakan salah satu kegiatan eskul yang ada di SMP 1 Jati. Untuk latihannya sendiri, katanya dilakukan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.

“Dengan adanya latihan rutin ini, kita harapkan bisa mendapatkan bibit-bibit baru. Kemudian, tentunya latihan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan berbagai agenda lomba yang sudah siap menunggu,” katanya.

Menurutnya, proses kaderisasi sangat penting, agar SMP 1 Jati terus berprestasi dalam bidang olahraga voli. Untuk itu, sejak dini, pihaknya melakukan pembinaan.

“Untuk sementara ini, kita sudah bisa melihat kualitas mereka. Yaitusekitar 22 siswa dari kelas VII dan kelas VIII. Selain itu, sebanyak 9siswa dari VII sudah bisa meningkat pengetahuannya. Sementara
itu, dari kelas VII ada 5 orang. Anak-anak ini diharapkan bisa menggantikan kakak kelasnya,” ujarnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Sekolah Hebat di Kudus Ini Butuh Kelas Khusus Olahraga Biar Lebih Jos

Guru olahraga SMP 1 Jati Kudus Sanyoto (kanan) dan Wakil Kesiswaan Sunaryo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Guru olahraga SMP 1 Jati Kudus Sanyoto (kanan) dan Wakil Kesiswaan Sunaryo (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – SMP 1 Jati Kudus berharap memiliki kelas olahraga. Mengingat, prestasi siswanya di bidang olahraga tidak bisa dianggap remeh. Mulai dari prestasi di kejuaraan olahraga tingkat kabupaten, provinsi, hingga kaliber nasional.

Wakil Kesiswaan SMP 1 Jati Sunaryo menjelaskan, pihaknya sangat menginginkan kelas khusus bagi siswa yang berprestasi di bidang olahraga. ”Sebab siswa SMP ini banyak yang meraih juara olahraga. Selain itu, bila dihitung prestasi olahraga ini sudah cukup banyak,” kata Sunaryo, Kamis (20/8/2015).

Menurutnya, hal itu membuat sekolahnya bisa bersaing dengan SMP lainnya. Prestasi olahraga itu di antaranya di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di tingkat

kabupaten pada tahun 2015 ini. Pada saat Popda, SMP 1 Jati bisa menyabet 14 emas. Itupun belum yang lainnya baik perak atau perunggu.

Menurut guru olahraga, Sanyoto, sekolahnya mengusulkan untuk mendapat kelas khusus bagi siswa yang berprestasi olahraga. Sekolah yang mempunyai siswa sekitar 832 orang itu juga pernah meraih kejuaran nasional pada olahraga beladirinya.

“Selain POPDA bisa meraih hasil maksimal di tingkat kabupaten, kami juga pernah mendapat juara pencak silat O2SN di Jakarta tahun pelajaran 2014/2015 atas nama Savira Dwi Mailani dan karete di UGM Yogyakarta di kejuaraan nasional karate atas namaLutfia Agustina,”ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)