Obsesi SMP 1Dawe Kudus jadikan Sekolahnya Biar Lebih Rindang

Siswa melakukan penanaman di areal SMP 1 Dawe Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa melakukan penanaman di areal SMP 1 Dawe Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Saat ini SMP 1 Dawe Kudus giatkan penanaman di sekolahnya. Hal itu karena sekolah ingin membuat penghijauan beserta anak didiknya di lingkungan sekolah. Karenanya, semua siswa maupun guru diharapkan membawa satu jenis tanaman. Baik tanaman berbunga maupun buah buahan.

Kepala SMP 1 Dawe Aksis Dermawan menjelaskan, kegiatan menanam penghijauan ini merupakan tanggung jawab bersama.

”Setiap siswa diimbau bawa tanaman bunga, dan guru bawa tanaman buah,” katanya.

Penekanan penghijauan yang dilakukan itu, diharapkan akan membuat sekolah menjadi rindang. Imbasnya adalah lingkungan sekolah menjadi lebih adem dan nyaman. Sedangkan proses penanamannya juga dilakukan bersama-sama. Hal itu membuat komunikasi lebih erat.

“Meskipun sekolah ini berada di wilayah lereng Gunung Muria yang sejuk, tetapi penghijauan juga harus dijaga,”ujarnya.

Menurutnya, pohon yang ditanam pada taman depan kelas masing masing siswa nantinya juga akan selalu disiram, dirawat, serta dimanfaatkan. Dia menambahkan, yang penting bagi pihak sekolah bisa memberikan
pendidikan mengenai pentingnya penghijauan. (Edy Sutriyono/AKROM HAZAMI)

SMP 1 Kudus Beri Kelonggaran Jam Masuk Sekolah Bagi Siswa yang Mengikuti Salat Id

Guru agama SMP 1 Kudus Suyanto (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Guru agama SMP 1 Kudus Suyanto (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Warga Muhammdiyah di seluruh Indonesia hari ini serempak melaksanakan salat Idul Adha. Terkait hal ini, beberapa sekolah di Kudus, memberikan kebijakan, yakni kelonggaran waktu bagi siswa yang hari ini ikut melaksanakan salat id.

Salah satunya adalah SMP 1 Kudus. Pihak sekolah, memberikan kelonggaran jam masuk sekolah terhadap siswa yang ikut salat id hari ini. Hal tersebut, sebagai salah satu bentuk menghargai keyakinan umat muslim.

Guru agama SMP 1 Kudus Suyanto menjelaskan, meskipun ada perbedaan mengenai pelaksanaan salat Idul Adha, namun, pihak sekolah tetap menghormati siswa yang menjalankan salah di hari Rabu (23/9/2015).

Meski demikian, dirinya berharap agar siswa benar-benar jujur, jika ada yang melaksanakan salat id pada hari ini, yakni dengan memberitahukan kepada guru melalui izin tertulis. Sehingga, pihak sekolah dapat memberikan toleransi kepada siswa.

“Alhamdulillah siswa yang merayakan salat Idul Adha pada hari ini sudah izin sebelumnya. Yaitu menggunakan surat izin. Untuk itu, kami memberikan kelonggaran bagi siswa tersebut, dan tentunya usai salat id kembali masuk sekolah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, beberapa sekolah lainnya di Kudus katanya, juga sebelumnya melakukan koordinasi mengenai kebijakan tersebut. Sehingga, kebijakan serupa juga diterapkan di sekolah lain. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

SMP 4 Kudus Lakukan Penilaian Secara Ketat Terhadap Guru

Kepala SMP 4 Kudus Fakhrudin (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

Kepala SMP 4 Kudus Fakhrudin (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Untuk memberikan motivasi terhadap guru dalam mendidik siswa, SMP 4 Kudus memberikan penilaian kepada masing-masing guru. Hal ini perlu dilakukan, agar kualitas tenaga pendidik terus meningkat.

Kepala SMP 4 Kudus Fakhrudin mengatakan, jika pihaknya melakukan supervisi terhadap semua guru. Jika lolos dalam supervisi tersebut, pihaknya akan memberikan piagam penghargaan, yang nantinya dapat digunakan sebagai penunjang syarat untuk sertifikasi.

”Bukan hanya siswa saja yang mendapatkan penilaian, tapi, kami dari pihak sekolah juga memberikan penilaian terhadap semua guru. Hal ini, agar kualitas tenaga pendidikan lebih bagus dan mau untuk terus meningkatkan invoasi maupun prestasi,” katanya.

Dalam hal penilain, katanya, diambil dari beberapa sisi, khususnya dalam proses kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, tim penilai ada yang ikut terlibat langsung dalam pembelajaran di kelas, bersama dengan siswa.

Dengan cara seperti ini, tim menilai bisa melihat secara langsung bagaimana guru menyampaikan pelajaran kepada siswa.

Bukan hanya itu saja, untuk penilaian, juga langsung diberikan oleh siswa. ”Kami meminta dan mendengarkan dari siswa mengenai proses pembelajaran yang disampaikan masing-masing guru. Karena, siswa merupakan pelaku langsung, apakah memahami apa yang disampaikan guru atau justru bosan,” ungkapnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)