SMK Cordova Margoyoso Gelar Workshop  Manajemen Sekolah Berbasis TI

MuriaNewsCom, Pati – SMK Cordova baru-baru ini mengadakan workshop manajeman sekolah berbasis Teknologi Informasi (TI). Workshop diselenggarakan oleh Forum SMK Pesantren se Jawa Tengah dalam rangka peningkatan kapasitas SMK khususnya yang berbasis pondok pesantren dengan  diikuti 27 perwakilan SMK se Jateng.

Menurut Lutfi Thomafi, Ketua Forum SMK Pesantren Jawa Tengah, kegiatan seperti ini adalah bagian dari pengembangan kurikulum SMK Pesantren. SMK Pesantren harus mempunyai visi yang maju dalam pengembangan manajemen berbasis teknologi informasi.

”SMK Pesantren mempunyai pola pengelolaan yang lebih kompleks, dibanding SMK biasa karena umumnya juga mengelola pesantren dan murid yang berasal dari berbagai wilayah yang berjauhan,” katanya melalui siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Melalui Manajemen berbasis Teknologi Infomasi ini, lanjutnya, diharapkan bisa lebih efesien dan penyebaran informasi kepada wali murid yang berjauhan dapat mudah dilakukan melalui teknologi informasi.

Sementara, SMK Cordova ditunjuk sebagai nara sumber dalam workshop tersebut karena telah manarapkan tata kelola sekolah berbasis teknologi informasi.

Muhammad Niam, Kepala Sekolah yang menciptakan aplikasi Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren [SIMAPES] mengatakan bahwa SMK Cordova telah sepenuhnya menerapkan manajemen sekolah berbasis teknologi informasi.

Sistem informasi siswa, sistem akademis, keuangan, manajeman asrama, ujian berbasis komputer, e-learning dan e-rapor telah diterapkan semua di SMK Cordova. Teknologi harus kita manfaatkan untuk efesiensi kerja, tambahnya.

Pengembangan sistem manajeman pendidikan berbasis teknologi informasi, ternyata mendorong guru-guru muda di SMK Cordova lebih kreatif dan produktif sehingga aplikasi-aplikasi sekolah diciptakan di SMK Cordaova.

Aplikasi yang telah dikembangkan oleh guru-guru SMK Cordova antara lain, Sistem E-learning, yaitu aplikasi pembelajaran jarak jauh yang biasanya digunakan untuk murid-murid yang sedang praktek kerja industri. Selain itu, juga ada aplikasi Cordova Computer Based Test yang merupakan aplikasi untuk melaksanakan ujian berbasis komputer.

Aplikasi ini selain dipakai di SMK Cordova juga telah dipakai oleh beberapa sekolah dari tingkat SMP sampai SLTA di wilayah Pati.

Editor: Supriyadi

SMK Cordova Kajen Adakan Pesantren Kilat  

Siswa dan santriwati mengikuti kegiatan pesantren kilat. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Pati – SMK Cordova Kajen, Pati bekerja sama dengan Komunitas Peace-Santren mengadakan training nilai-nilai perdamaian yang dikemas dalam kegiatan pesantren kilat, pada Jumat (9/6/17).

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 150 siswa SMK Cordova ini, santri dan santriwati PMH Al- Kautsar Kajen Margoyoso Pati dan Pondok Pesantren Ummul Quro’.

Kegiatan tersebut merupakan acara puncak dari pesantren kilat yang diadakan setiap tahun di Pesantren PMH Al-Kautsar asuhan KH Ahmad Zacky Fuad Abdullah yang mengelola SMK dan Madrasah Diniyah Formal.

Acara pesantren kilat yang berlangsung selama 15 hari tersebut difokuskan kepada pengenalan nilai-nilai dasar perdamaian dan anti kekerasan melalui training dan permainan.

“Nilai-nilai perdamaian tersebut seperti keberagamaan, memerangi ungkapan kebencian, rantai kasih sayang dan toleransi. Selama pesantren kilat, mereka juga mengkaji hadist-hadist Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan nilai-nilai perdamaian,” ujar Muhammad Niam, Kepala SMK Cordova, seperti rilis yang diterima MuriaNewsCom.

Dirinya juga menyatakan, jika nilai-nilai perdamaian dan anti kekerasan harus dijadikan salah satu tujuan pendidikan di lingkungan pesantren. Kurikulum Perdamaian dan anti kekerasan perlu dikembangkan di lingkungan pesantren.

“Dewasa ini ada beberapa pesantren yang dituduh terlibat kegiatan terorisme. Anggapan tersebut harus diluruskan melalui kegiatan-kegiatan seperti Peace-Santren ini,” imbuhnya.

Para peserta pesantren kilat Peace-Santren tampak sangat antusias dan gembira karena kegiatan-kegiatan dikemas dalam bentuk permainan-permaianan, outbond, hiburan dan  aktivitas-aktivitas ice breaking oleh para instruktur dari Komunitas Peace-Santren, yaitu wadah santri-santri alumni Sekolah Perdamaian Peace Promotion Institute Mathaliul Falah, Pati.

Komunitas ini mengembangkan modul-modul training nilai-nilai perdamaian dan anti kekerasan serta sering mengadakan training untuk sekolah-sekolah dan lembaga keagamaan di lingkungan Nahdlatu Ulama Pati.

Editor : Kholistiono