Ada 3 Siswa SMA di Jepara yang Bakal Ikuti Ujian Susulan

Pemotor melewati SMAN 1 Jepara, Kamis (13/4/2017). Pada pelaksanaan UN ini, ada tiga siswa yang bakal ikuti ujian susulan, salah satunya dari SMAN 1 Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Hari terakhir UNBK dan UNKP tingkat SMA Jepara relatif tak menemui kendala berarti. Meskipun demikian, tercatat ada tiga siswa yang tak mengikuti ujian karena sakit. 

Hal itu dikatakan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Jepara, Udik Agus Dwi Wahyudi, Kamis (13/4/2017). Menurutnya, jika sesuai rencana, ketiganya akan mengikuti ujian susulan. 

“Kemarin itu ada yang sakit sehingga tak bisa mengikuti proses ujian. SMAN 1 Jepara ada satu siswa, SMAN 1 Mayong satu dan SMAN 1 Welahan satu. Mereka dijadwalkan akan mengikuti ujian susulan di sekolah masing-masing pada minggu depan,” kata dia. 

Disinggung mengenai kendala teknik, Udik mengatakan, hal itu sempat dialami oleh beberapa siswa di sekolah. Dirinya merinci, kendala itu di antaranya kesulitan log in ataupun jaringan. 

Namun demikian, hal itu tak menjadi soal. Karena permasalahan dapat langsung ditanggulangi oleh operator ujian. 

“Hal itu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Hal itu terkait perangkat yang dimiliki oleh sekolah. Sementara bagi siswa kendala itu tak menjadi masalah, karena masih memiliki hak mengerjakan sama dengan teman lainnya,” paparnya.

Perlu diketahi, ujian nasional SMA/MA di Jepara diikuti 7.104 siswa-siswi. Jumlah itu terdiri dari 4.912 murid yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan 2.192 peserta Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil.

Editor : Kholistiono

Lulusan SMP di Jepara Pilih Sekolah di Luar Kota

Jpeg

MuriaNewsCom, Jepara – Selain banyak yang tidak melanjutkan sekolah. Siswa lulusan SMP di Kabupaten Jepara juga ternyata banyak yang memilih melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di luar daerah.

Dari catatan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara, saat ini tercatat 777 siswa lulusan sederaja SMP di Kabupaten Jepara yang memilih melanjutkan sekolah ke daerah lain.

Hal itu seperti yang dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ali Maftuh. Menurutnya,  ada banyak factor yang melatar belakangi banyaknya siswa lulusan SMP yang enggan melanjutkan sekolah di Kabupaten Jepara.

“Faktornya macam-macam kalau mereka memilih melanjutkan ke sekolah di luar daerah. Ada yang karena orang tua yang kerja di luar kota dan ada yang karena memang memilih sekolah yang mereka anggap lebih bagus dibanding di Jepara,” ungkapnya.

Sayangnya, lanjut Ali, sebagian besar siswa-siswa yang memilih melanjutkan sekolah ke luar daerah adalah siswa berprestasi. Itu yang kemudian menjadi kerugian tersendiri bagi Kabupaten Jepara.

“Kalau mereka memiliki prestasi di ajang nasional maupun internasional, yang dibawa pasti nama sekolahnya. Bukan nama kota asal dia. Itu yang menjadi kerugian tersendiri bagi Kabupaten Jepara karena banyak siswa berprestasi yang sekolah di luar daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebaliknya hanya ada sedikit siswa dari luar daerah yang sekolah di Kabupaten Jepara. Rata-rata mereka adalah siswa yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Jepara, seperti Demak dan Pati.

“Kalau siswa luar daerah yang sekolah di Jepara setiap tahunnya rata-rata 200 anak. Yaitu anak-anak dari Kabupaten Demak yang tinggal di daerah perbatasan dengan Jepara,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami