Kota Semarang Raih Penghargaan Internasional di Singapura

Instagram

MuriaNewsCom, Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pergi ke Singapura, tepatnya di The Swissotel Merchant Court, Kamis (21/9/2017). Hal itu dilakukannya karena Kota Semarang meraih penghargaan bertaraf internasional dalam ajang SIP Planning Awards.

Raihan istimewa Kota Semarang itu dipamerkan Hendi­—sapaan akrab Hendrar Prihadi—melalui akun Instagramnya. Dengan mengunggah foto saat dirinya menerima penghargaan tersebut, Hendi mengungkapkan dirinya menerima penghargaan Best Urban Design atau Desain Perkotaan Terbaik yang berhasil diraih Kota Semarang dalam ajang tersebut.

BacaBikin Heboh, Semburan Air Setinggi 30 Meter Muncul di Blora

“Malam ini menerima penghargaan Best Urban Design 2017 untuk Kota Semarang di Singapura – Mari terus #BergerakBersama,” ungkap orang nomor wahid di ibu kota Jateng itu di akun Instagramnya, @hendrarprihadi.

BacaNgeri, Motor Jadul yang Dipamerkan di Stadion Joyokusumo Pati Ini Harganya Setara Pajero Sport

Hendi menyatakan Kota Semarang mendapatkan penghargaan tersebut untuk prestasi atas desain revitalisasi Pasar Johar. Desain revitalisasi Pasar Johar di Kota Semarang itu dianggap paling menarik lantaran berorientasi pada pengadaan lahan hijau serta fasilitas bagi pejalan kaki.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Haryanto Konsultasi ke Singapura untuk Pembangunan Pati

Bupati Pati Haryanto (kanan) bersama Wabup Pati Saiful Arifin, seusai dilantik Gubernur Jawa Tengah, Selasa (22/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto mengonsultasikan pengembangan wisata di Kabupaten Pati hingga ke Singapura dan Australia. Hal itu disampaikan Haryanto, usai dilantik sebagai Bupati Pati, Selasa (22/8/2017).

“Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan teman arsitektur dari Singapura dan Australia. Saya minta tolong untuk membantu perencanaan pembangunan di Pati, termasuk wisata,” ujarnya.

Sejumlah tempat wisata yang rencana akan dikembangkan lebih lanjut, antara lain Gunung Rowo, Gua Wareh, Jolong, dan Jrahi. Jauh-jauh hari, beberapa tempat wisata itu direncanakan untuk dibangun dengan tujuan menarik investasi.

Sebab, program pembangunan di Pati lima tahun ke depan tidak hanya fokus pada infrastruktur saja, tetapi juga wisata. Selain mengakomodasi potensi lokal, dunia pariwisata dinilai ikut meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Untuk wisata, saya sudah berkonsultasi kepada arsitektur tersebut. Sejumlah wisata di Pati yang saya sebutkan tadi itu pantasnya dibuat bagaimana biar memiliki daya tarik bagi pengunjung,” kata Haryanto.

Hanya saja, upaya untuk pengembangan wisata masih dalam tahap perencanaan. Ke depan, pembangunan infrastruktur berbasis pengembangan wisata akan dianggarkan sehingga Pati menjadi lebih dikenal dengan pariwisatanya.

“Pengembangan wisata sudah masuk dalam program Noto Projo Mbangun Deso. Doakan agar rencana untuk membangun Pati berjalan lancar dan sukses. Semuanya untuk warga Pati,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi