Banyak Eks Simpatisan PKI di Jepara

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara, Istono. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jepara, Istono. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ternyata di wilayah Kabupaten Jepara terdapat banyak eks simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Meski begitu, sampai saat ini kondisinya dipastikan masih aman, tidak ada gejolak dan belum ditemukan adanya kelompok mereka yang melakukan pergerakan dan menggunakan atribut PKI.

Hal itu seperti yang disampaikan pihak Pemkab Jepara, melalui Bakesbangpol dan dari pihak TNI Kodim 0719 Jepara. Jumlah eks simpatisan PKI di Kabupaten Jepara terbilang cukup banyak, dan mereka tersebar di sejumlah Kecamatan yang ada di Jepara.

”Saat ini eks simpatisan PKI berbaur baik dengan masyarakat setempat. Mereka jangan diutik-utik karena sampai sekarang tidak ada masalah, justru kalau diungkit-ungkit mereka akan bersikap eksklusif,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BakesbangpolJepara, Istono kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, meski eks simpatisan PKI tersebar di beberapa kecamatan, sampai saat ini belum dijumpai peredaran atribut partai terlarang di masyarakat. Kegiatan keorganisasian yang diselenggarakan eks simpatisan PKI juga tidak ada.

”Pemakaian atribut seperti kaos atau lainnya yang ada lambang partai terlarang belum kami temukan,” katanya.

Pihaknya juga mengaku mendapat informasi dari eks simpatisan PKI, bahwa di sejumlah tempat di Jepara diduga menjadi lokasi kuburan massal. Meski begitu, informasi tersebut belum begitu jelas.

”Informasi yang saya terima sejumlah tempat diduga jadi kuburan masal. Itu seperti di Pantai Kartini dan di hutan Jati di Kecamatan Kembang,” terangnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol, Inf. Ahmad Basuki mengatakan, jumlah eks simpatisan PKI di Kabupaten Jepara memang cukup banyak. Tetapi mereka sebatas sebagai eks simpatisan, sehingga tidak ada kekhawatiran.

”Kalau mengenai dugaan adanya kuburan missal, kami belum menerima laporan. Beda dengan Pati,” katanya secara terpisah.

Editor: Supriyadi