Matahari Kudus Terbakar, Ini Kata Manajemen

MuriaNewsCom, Kudus – Manajemen Matahari Kudus masih menunggu investigasi terkait penyebab kebakaran yang melanda Kudus Plaza. Hal itu untuk memastikan jumlah kerugian yang diderita.

“Kita masih menunggu investigasi dari kepolisian, kemudian baru menentukan (jumlah kerugian). Tadi dari keterangan kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Namun baru diketahui oleh petugas piket kepada saya sekitar pukul 07.00 WIB,” ujar Djarot Trinobo, Store Manager Matahari Mall Kudus, Kamis (22/2/2018).

Ia mengungkapkan, di lantai dua Kudus Plaza yang ditempati oleh Matahari, digunakan untuk menjual fashion. Sementara di lantai tiga, digunakan sebagai bioskop dan food court.

“Kalau kami menggunakan lantai dua untuk produk fashion. Sementara lantai tiga untuk bioskop dan food court, namun manajemennya (lantai tiga) tidak kami,” imbuhnya.

Menurut Djarot, di Matahari Kudus terdapat sekitar 300 pekerja. Saat kejadian, seluruh pekerja belum masuk, sehingga tak ada korban jiwa.

Disinggung mengenai, langkah kedepan terhadap pekerja, Djarot mengaku akan melihat kondisi. Menurutnya, berbagai skenario dapat dilakukan, termasuk memindahkan sementara para pekerja ke unit usaha Matahari.

Dirinya juga mengatakan, menyewa bangunan Kudus Plaza selama 20 tahun dari Pemkab Kudus. Adapun, Matahari mulai beroperasi sejak tahun 1990.

“Kalau dari informasi tadi, api berasal dari bagian utara lantai dua gedung ini. Untuk kerugian, kita nanti hitung dulu setelah ada investigasi,” paparnya.

Editor: Supriyadi

Baca Juga:

Api yang Menghanguskan Matahari Kudus Tenyata dari Sini

MuriaNewsCom, Kudus – Api yang membakar Matahari Mall (sekarang Kudus Plaza) diduga berasal dari bagian utara gedung, lantai dua.

Hal itu dikatakan oleh Didik Hartoko Kabid Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Pemkab Kudus, Kamis (22/2/2018). Namun, untuk memastikannya perlu dilakukan uji laboratorium forensik oleh kepolisian.

“Dari saksi-saksi api diduga berasal dari sebelah utara gedung ini,” ujarnya.

Api, lanjut Didik, kemudian melalap seluruh pakaian yang ada di lantai tersebut. Sehingga menyulitkan petugas untuk menjinakan si Jago Merah.

“Kesulitannya yang terbakar adalah bahan yang mudah terbakar. Selain itu, yang ditimbulkannya juga amat pekat,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Matahari Kudus dilalap api. Kebakaran diduga mulai pada pukul 05.00 WIB. Hal itu diketahui oleh para saksi yang melihat asap tipis keluar dari gedung tersebut.

Tak lama berselang, sekitar pukul 06.00 WIB asap kian mengepul. Pedagang di lantai satu kemudian pontang-panting menyelamatkan dagangan mereka. Petugas Damkar pun berusaha memadamkan api.

Hanya, si Jago Merah kian membesar pada pukul 10.30 WIB. Terlihat api menjilat bagian luar gedung hingga membuat pedagang semakin panic.

“Api baru berhasil dijinakan sekitar pukul 12.00. Hingga saat ini petugas masih berupaya memadamkan api, dengan cara masuk ke dalam gedung,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Baca Juga: 

Api yang Membakar Matahari Kudus Mulai Dapat Dijinakan

MuriaNewsCom, Kudus – Api yang membakar Matahari Kudus berangsur-angsur dapat dijinakan oleh petugas pemadam kebakaran, Kamis (22/2/2018). Meski begitu, di beberapa tempat masih terlihat beberapa titik api, pada pukul 12.00 WIB. ‎

Kebakaran di Matahari Kudus sendiri memanjang dari bangunan bagian selatan hingga ke utara, khususnya di lantai dua. Api merembet hingga lantai tiga bangunan tersebut.

Dengan padamnya api, petugas pemadam dari Djarum bisa menerjunkan pasukan pemadam. Terlihat dua petugas menggunakan baju tahan api, dan breathing aparatus (alat bantu pernapasan) serta menggunakan helm keselamatan naik ke lantai dua Kudus Plaza.

Sementara itu, mobil pemadam kebakaran terlihat bersiaga disekitar jembatan penghubung Matahari Mall dan Hypermart.

Diberitakan sebelumnya, Matahari Kudus terbakar pada sekitar pukul 06.00 WIB. Api yang membakar diduga berasal dari lantai dua bangunan tersebut.

Api dan asap kemudian membesar setelah petugas berhasil membobol kaca di bangunan tersebut. Setelah bejibaku selama kurang lebih lima jam, petugas baru bisa mulai menjinakan api.

Hingga berita ini dibuat, proses pemadaman masih terus dilakukan dari petugas pemadam kebakaran gabungan dari Pemkab Kudus, Djarum, Pura, Nojorono dan PR Sukun.

Editor: Supriyadi

Baca Juga:

Si Jago Merah Porak-porandakan Pabrik Kerupuk di Pasuruhan Lor 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah brak pembuatan kerupuk di Desa Pasuruhan Lor RT 2/ RW 4, Kecamatan Jati diamuk Si Jagoi Merah, Senin (12/2/2018). Api diduga berasal dari oven krupuk yang ada ditempat tersebut.

Sri Lestari (40) karyawan brak itu mengatakan, kejadian nahas itu terjadi pada pukul 12.00 WIB. Saat itu ia tengah makan di samping pabrik kerupuk tersebut.

“Saat makan saya dengar ada rekan saya yang teriak, kobong-kobong. Ketika saya toleh asap sudah membumbung tinggi dari oven yang tengah dioperasikan, ” ceritanya.

Sambil mengabaikan piring makanannya, ia langsung meminta tolong kepada warga sekitar. Mereka pun langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Hanya saja, lantaran api terlalu besar, upaya untuk memadamkan api secara swadaya tak maksimal.

Saat itu, kata Lestari, oven sedang digunakan untuk mengoven krecek sekitar 2 kwintal. Bila dikonversi menjadi uang, bahan tersebut bisa menghasilkan uang sekitar Rp 3,5 juta.

Pantauan MuriaNewsCom, kerusakan tidak hanya dibagian oven kerupuk. Atap brak tersebut juga tak luput dari jilatan si jago merah.

Suharni (60) membenarkan api yang membakar brak kerupuk memang besar. Ia sendiri khawatir, jika rumahnya yang berdekatan ikut terbakar.

“Rumah saya itu hanya berbatasan tembok dengan brak kerupuk. Saat terjadi kebakaran, saya langsung menyelamatkan dua cucu saya dan dua orang anak yang dititipkan kepada saya. Apinya besar sekali kok,” tuturnya sambil sesekali memegangi lututnya yang masih bergetar.

Nor Badri, Kepala Desa Pasuruhan Lor menyebut kebakaran diduga karena oven yang bocor. Adapun, kerugian diperkirakan sekitar Rp 25 juta.

“Pemilik brak kerupuk saat kejadian tak ada ditempat. Yang ada adalah karyawan-karyawannya. Terkait kerugian, masih dalam taksiran sekitar Rp 25 juta,” ungkap dirinya.

Badri menambahkan, kebakaran itu menjadi pelajaran bagi pengusaha kerupuk lain. Menurutnya, di Desa Pasuruhan Lor terdapat sekitar 24 pengusaha penganan renyah itu.

“Kami imbau agar pengusaha lain benar-benar memperhatikan saat mengoven kerupuk. Karena bila tidak bisa saja terjadi kebakaran lain, sebab di sini adalah sentra kerupuk di Kudus,” imbau dia‎.

Dalam kejadian tersebut dikerahkan empat mobil pemadam kebakaran, untuk memadamkan api.

Editor: Supriyadi

Korsleting Listrik, Rumah di Klakahkasian Pati Ludes Dilalap Api

Polisi dan petugas pemadam kebakaran saat mencoba mengamankan barang di rumah milik warga Klakahkasian yang terbakar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Rumah milik Sarkawi (57), warga Dukuh Gondoriyo, Klakahkasian, Gembong ludes dilalap api, Rabu (27/12/2017). Kebakaran diduga karena korsleting listrik yang berasal dari stop kontak televisi dan kulkas yang berada di ruang tamu.

Korsleting mengakibatkan percikan api yang menjalar dan membakar isi rumah Sarkawi. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Sejumlah barang berharga yang hangus terbakar, di antaranya surat berharga, peranti elektronik, perabot, material rumah, dan uang tunai senilai Rp 25 juta.

Kapolsek Gembong AKP Giyanto menuturkan, kebakaran terjadi saat pemilik rumah pergi ke kebun. Kebakaran pertama kali diketahui Siti Nurkani (30), penduduk setempat.

“Saksi melihat kepulan asap muncul dari rumah Sarkawi. Banyak warga berbondong-bondong mencoba memadamkan api, tetapi kewalahan. Beberapa menit kemudian, kami bersama mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan api berhasil dipadamkan,” tuturnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mematikan jaringan listrik bila keluar rumah. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan korsleting arus listik yang paling rawan menyebabkan kebakaran rumah.

Editor: Supriyadi

Masak Air Ditinggal ke Sawah, Rumah Warga Tambirejo Grobogan Ludes Dilalap Api

Petugas damkar sedang berupaya memadamkan api yang membakar rumah warga Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran terjadi di Dusun Sendangsari, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kamis (19/10/2017). Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB itu menimpa satu rumah milik Mbah Sutiyem (60), warga yang tinggal di RT 05 RW 07.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong. Beberapa jam sebelum kejadian, pemilik rumah sudah berangkat ke sawah  bersama para petani lainnya.

Peristiwa kebakaran diketahui ketika nyala api sudah membesar dan memunculkan asap yang cukup tebal. Melihat kepulan asap tebal, para petani yang ada disawah segera berlarian menuju perkampungan.

Puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tidak lama kemudian, dua armada  pemadam kebakaran BPBD Grobogan tiba dilokasi kejadian. Akhirnya, kebakaran berhasil dipadamkan sebelum menghanguskan seluruh bangunan rumah.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Untuk tafsir kerugian material sekitar Rp 15 juta,” kata Kades Tambirejo YR Puspitanianto.

Menurutnya, rumah tidak terbakar keseluruhan. Hanya dinding dan atap bagian dapur  yang rusak parah. Diduga kebakaran disebabkan api pawon yang belum dimatikan.

“Sebelumnya, Mbah Sutiyem sempat masak air. Kemudian, sebelum dimatikan sempurna sudah ditinggal ke sawah,” katanya.

Editor: Supriyadi

Diamuk Si Jago Merah, Rumah Warga Ngraji Grobogan Ludes

Puluhan warga Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi membantu pemadaman api yang membakar rumah Sarjono, Jumat (13/10/2017) malam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Setelah beberapa pekan reda, musibah kebakaran kembali terjadi di Grobogan, Jumat (13/10/2017) malam. Sebuah rumah milik Sarjono (50), warga Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi ludes akibat amukan si jago merah yang berkobar sekitar pukul 22.30 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, namun kebakaran di wilayah RT 07, RW 02 itu mengakibatkan kerugian material hinga ratusan juta.

Satu rumah dari bahan campuran tembok dan kayu jati berukuran 8 x 12 meter berikut barang berharga yang ada di dalamnya tidak berhasil diselamatkan. Termasuk didalamnya ada seekor sapi dan sepeda motor Vario.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum api berkobar, warga sempat mendengar suara ledakan. Kemungkinan suara yang terdengar ini disebabkan hubungan arus pendek listrik.

Beberapa saat setelah terdengar letusan, warga yang mengobrol disekitar tempat itu segera mendatangi rumah korban. Saat itu, warga melihat ada kobaran api dari rumah bagian belakang yang dalam waktu singkat langsung membesar karena hembusan angin kencang.

“Saya sempat mendengar suara ledakan dan tidak lama kemudian rumah itu kebakaran,” kata Sobariyah (49), salah seorang warga setempat.

Melihat ada kebakaran, puluhan warga  berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya pemadaman ini tidak berhasil karena hembusan angin kencang dan tebatasnya persediaan air. Amukan api berhasil dipadamkan setelah regu damkar tiba di lokasi kejadian.

Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto menyatakan, asal mula api dari rumah bagian belakang yang digunakan untuk kandang sapi. Dari pemeriksaan di lokasi, kebakaran diduga disebabkan hubungan arus pendek listrik.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian material diperkirakan Rp 150 juta,” katanya.

Editor: Supriyadi

2 Penghuni Rumah di Demaan Kudus Nyaris Tewas Terkepung Api

Puluhan warga berkumpul usai memadamkan api yang menghanguskan rumah warga Demaan, Kecamatan Kota hingga ludes, Senin (18/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kebakaran rumah di Desa Demaan, RT 1/RW 3 Kecamatan Kota nyaris membakar penghuninya, Senin (18/9/2017). Saat kejadian terjadi, dua penghuni rumah masih berada di dalam rumah.

Iwan Wigento, Ketua RT 1 RW 3 mengatakan  rumah tersebut merupakan rumah milik keluarga Heriadi (58) dan Harti (54). Saat kejadian, rumah sedang ditempati Heriadi dan saudara iparnya Pujiati. Beruntung, kedua penghuni rumah berhasil diselamatkan dari amukan Jago Merah.

“Beruntung keduanya berhasil diselamatkan. Karena berkat bantuan masyarakat setempat yang yang sigap untuk membantu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Baca Juga: Rumah Warga Demaan Kudus Ludes Dilalap Si Jago Merah

Menurut dia, sebelum kejadian kebakaran, keduanya sedang memasak dalam rumah. Namun, saat kebakaran berlangsung masakan sudah matang sehingga api dianggap bukan berasal dari masakan.

Dikatakan, keduanya sempat terkepung api dan asap karena api sangat besar. Namun penyelamatan tidak terlambat hingga keduanya selamat

Disinggung soal kerugian, dia menyatakan sampai ratusan juta. Karena, selain rumah yang habis, semua perabotan juga ludes terbakar. Termasuk dengan dua TV dan dua sepeda motor beserta surat berharganya.

Editor: Supriyadi

Rumah Warga Demaan Kudus Ludes Dilalap Si Jago Merah

Kobaran api melalap rumah warga Demaan, Kecamatan Kota, Senin (18/9/2017). (MuriaNewsCOm/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah rumah di Desa Demaan, RT 1 RW 3 Kecamatan Kota,  dilalap jago merah, Senin (18/9/2017). Akibat kebakaran tersebut, rumah habis terbakar tak tersisa.

Iwan Wigento, ketua RT 1 RW 3 mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00. Saat itu, terdengar para warga meminta tolong dengan suara yang sangat panik. Karena khawatir, diapun langsung meluncur ke sumber suara.

“Saya kira ada perkelahian atau apa. Namun ternyata ada kebakaran. Saat itu persis habis sholat isya, dan api sudah sangat besar. Kemungkinan besar karena korsleting listrik,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui.

Melihat api yang sangat besar, lanjut dia, pihaknya langsung menghubungi ketua RW yang kemudian diteruskan ke pemadam kebakaran dari PT Djarum. Dalam hitungan menit mobil pemadam pun langsung sampai TKP.

Tak lama kemudian, pemadam PT PURA tibu. Dengan bantuan warga, api bisa dipadamkan sekitar jam 19.50 WIB. Pemadaman membutuhkan waktu cukup lama, lantaran lokasi rumah yang terdapat di kawasan padat pemukiman.

“Kalau sampai terlambat, maka sekelilingnya akan habis terbakar semuanya. Termasuk SMK Taman Siswa yang persis dibelakang rumah,” ujarnya.

Ditambah dia, rumah tersebut merupakan rumah milik keluarga Heriadi (58) dan Harti (54). Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan petugas masih mengecek.

Editor: Supriyadi

Lagi, Si Jago Merah Ludeskan Rumah Berbahan Kayu Jati di Padas Grobogan

Rumah milik Paimin (73) warga Desa Padas, Kecamatan Kedungjati ludes diamuk Si Jago Merah, Senin (11/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Musibah kebakaran masih jadi momok bagi warga Grobogan di musim kemarau. Semenjak kemarau datang, boleh dibilang tiap hari selalu terjadi kebakaran.

Peristiwa kebakaran terbaru terjadi di Desa Padas, Kecamatan Kedungjati, Senin (11/9/2017). Amuk kebakaran yang terjadi pukul 09.00 WIB ini menimpa rumah milik Paimin (73), warga yang tinggal di wilayah RT 02, RW 04.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, namun kebakaran itu mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 250 juta. Satu rumah dari kayu jati berukuran 12 x 12 meter berikut barang berharga yang ada di dalamnya tidak berhasil diselamatkan. Termasuk didalamnya ada uang tunai Rp 3 juta.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum api berkobar, warga sempat mendengar suara letusan. Kemungkinan letusan ini disebabkan hubungan arus pendek listrik.

Beberapa saat setelah terdengar letusan, warga yang mengobrol disekitar tempat itu segera mendatangi rumah korban yang kosong karena pemiliknya ke sawah. Saat itu, warga melihat ada kobaran api dari meteran listrik yang dalam waktu singkat langsung membesar karena hembusan angin kencang.

“Saya sempat mendengar suara ledakan dan tidak lama kemudian rumah itu kebakaran,” kata unggul (40), salah seorang warga setempat.

Melihat ada kebakaran, puluhan warga  berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya pemadaman ini tidak berhasil karena hembusan angin kencang dan tebatasnya persediaan air. Amukan api berhasil dipadamkan setelah regu damkar tiba di lokasi kejadian.

Kapolsek Kedungjati AKP Sapto menyatakan, asal mula api dari rumah bagian depan. Dari pemeriksaan di lokasi, kebakaran diduga disebabkan hubungan arus pendek listrik.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian material diperkirakan Rp 250 juta,” katanya.

Editor: Supriyadi

Ngeri!! Hingga September 2017, 100 Rumah Warga Grobogan Ludes Diamuk Api 

Sejumlah warga ikut memadamkan api yang menghanguskan salah satu rumah warga. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganAmuk kebakaran yang terjadi di Grobogan tiap musim kemarau tampaknya perlu mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak.

Alasannya, intensitas kebakaran yang terjadi sangat tinggi dan menelan kerugian material cukup besar. Bahkan, kebakaran yang terjadi sempat menimbulkan korban jiwa.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Grobogan Budi Prihantoro menyatakan, dari catatan yang dimiliki, peristiwa kebakaran hingga awal September ini ada 40 kali. Kebakaran tersebut tersebar hampir merata di 19 kecamatan.

Musibah yang terjadi pada tahun ini, sudah mengakibatkan sekitar 100 rumah warga habis terbakar. Artinya, tiap kali terjadi kebakaran, rata-rata lebih dua rumah yang terbakar.

”Intensitas kebakaran tahun ini sangat tinggi. Terutama dalam tiga bulan terakhir, saat memasuki puncak kemarau,” jelasnya.

Terkait kondisi itu, Budi meminta pada masyarakat untuk selalu waspada terhadap datangnya musibah kebakaran. Hal itu diserukan karena sebagian besar penyebab kebakaran selama ini diakibatkan ketelodoran.

Misalnya, menyalakan kompor atau bediang tanpa diawasi sehingga menyulut kebakaran. Kemudian, kebakaran juga seringkali disebabkan tidak dipadamkannya api dalam tungku dengan sempurna.

”Penyebab kebakaran ada juga karena konsleting listrik. Tapi yang paling banyak karena kurang hati-hatinya pemilik rumah,” kata Budi.

Peristiwa kebakaran yang terjadi, sebenarnya cepat diketahui warga sekitar. Namun, keterbatasan sumber air saat kemarau menjadikan upaya pemadaman pertama seringkali tidak mendatangkan hasil. Ditambah lagi, saat kemarau hampir dipastikan ada hembusan angin kencang yang mengakibatkan jika terjadi kebakaran cepat membesar.

”Berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu, setiap musim kemarau tiba maka peristiwa kebakaran mulai sering terjadi. Oleh sebab itu, saya minta semua warga agar waspada terhadap bahaya kebakaran,” katanya. 

Editor: Supriyadi

Ditinggal Panen Tembakau, Rumah Warga Karangsono Grobogan Ludes Diamuk Api

Rumah milik Tarwi, warga Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung ludes terbakar saat ditinggal panen tembakau. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganMusibah kebakaran di wilayah Grobogan masih belum kunjung berakhir. Peristiwa terbaru terjadi di Dusun Karangasem, Desa Karangsono, Kecamatan Karangrayung, Selasa (5/9/2017). 

Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB itu menimpa satu rumah milik Tarwi (60), warga yang tinggal di RT 06/RW 01.

Informasi yang didapat menyebutkan, saat kejadian rumah tersebut dalam kondisi kosong. Beberapa jam sebelum kejadian, pemilik rumah sudah berangkat ke sawah  bersama para petani lainnya untuk memanen tembakau.

Baca Juga: Bus Rombongan Peziarah Asal Purwodadi Terjun ke Jurang di Tergo Kudus

Peristiwa kebakaran diketahui ketika nyala api sudah membesar dan memunculkan asap yang cukup tebal. Melihat kepulan asap tebal, para petani yang ada disawah segera berlarian menuju perkampungan.

Puluhan warga selanjutnya berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Akhirnya, kebakaran berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan rumah didekatnya.

Baca Juga: Ini Nama-nama Korban Bus Peziarah yang Terjun ke Jurang di Tergo Kudus

Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi menyatakan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah itu. Selain surat penting dan barang berharga, ada uang tunai Rp 15 juta yang ikut hangus terbakar.

Menurutnya, dugaan sementara kebakaran disebabkan api dari tungku yang menjalar ke dinding rumah. Hal itu dimungkinkan lantaran sebelum kejadian istri korban sempat memasak dan kemudian ditinggal ke sawah untuk membantu panen tembakau.

“Kemungkinan saat pergi ke sawah, api di dapur belum padam betul sehingga memicu kebakaran,” jelasnya. 

Editor: Supriyadi

Memilukan, Sehari 2 Rumah Nenek di Grobogan Ludes Terbakar

Satu rumah milik Harti (65) di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi rata dengan tanah setelah tertimpa kebakaran, Senin (4/9/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk kesekian kalinya, musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Grobogan. Peristiwa terbaru terjadi di dua lokasi dan waktu berlainan, Senin (4/9/2016).

Kebakaran pertama terjadi di Dusun/Desa Curut, Kecamatan Penawangan sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam peristiwa ini, satu rumah milik Mbah Mirati ludes terbakar.

Kebakaran rumah nenek berusia 80 tahun diduga berasal dari api dapur yang menjalar ke tumpukan kayu kering dekat pawon. Kobaran api berhasil dipadamkan warga dibantu petugas damkar Grobogan setelah berjuang hampir satu jam lamanya.

Baru selesai berjibaku di Desa Curut, petugas damkar langsung meluncur ke Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi, usai mengisi air dalam tangki mobil. Tujuannya, untuk memadamkan kebakaran di rumah Harti (65) yang berada di Dusun Bopong.

Musibah yang menimpa rumah nenek berusia 65 tahun itu kali pertama diketahui dari kandang sapi. Diduga, kebakaran dipicu dari api bediang yang lupa dimatikan dan menjalar pada tumpukan jerami kering.

Selanjutnya, warga sekitar berupaya semampunya untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya. Salah seorang warga lainnya kemudian berinisiatif menghubungi kantor pemadam kebakaran untuk meminta pertolongan.

Meski sudah berupaya keras, namun kobaran api masih sulit dikendalikan. Amukan api baru berhasil diatasi setelah tiga unit mobil pemadam tiba dilokasi kejadian.

Selain kandang yang terbakar, korban yang terbakar adalah seekor sapi betina. Seekor sapi ini terjebak dikandang saat api berkobar tetapi akhirnya bisa melarikan diri. Meski demikian, sapi tersebut sempat mengalami luka bakar di bagian punggungnya.

“Tidak ada korban jiwa dalam dua musibah kebakaran tersebut. Kami mengimbau kepada warga agar berhati-hati saat menyalakan api,” kata Kasi Damkar Grobogan Paiman.

Editor: Supriyadi

Gara-gara Obat Nyamuk, Rumah Warga Manjang Pati Dilalap Si Jago Merah

Sejumlah warga tengah memperbaiki atap rumah warga Manjang, Jaken yang terbakar, Senin (21/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah rumah di Desa Manjang RT 2 RW 1, Kecamatan Jaken, Pati dilalap si jago merah, Senin (21/08/2017). Api diduga berasal obat nyamuk yang menyulut kasur.

Beruntung, saat kebakaran terjadi penghuni rumah sedang pergi ke pasar. Penanganan sigap dari warga dan petugas membuat api bisa cepat dipadamkan, sehingga tidak meluas ke pemukiman lain.

“Kebakaran diketahui sekitar jam 09.30 WIB, dan api dapat dipadamkan pada pukul 09. 45 WIB. Diduga api berasal dari obat nyamuk yang menyulut kasur,” ungkap Kapolsek Jaken AKP Teguh Heri Rusianto.

Akibat kebakaran tersebut, pemilik rumah, Karmain (75) mengalami kerugian hingga Rp 25 juta. Hal itu disebabkan api membakar dinding sekat kamar bagian dalam yang terbuat dari triplek, atap rumah atas kamar, dan sejumlah barang berharga lainnya.

“Hanya 30 persen bagian rumah yang terbakar, yakni bagian blandar kayu dan kerangka atap rumah yang terbuat dari kayu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Manjang, Sunyarto (55) mengatakan, dia mendengar teriakan warga bila ada kebakaran. Mendengar hal itu, dia mengerahkan warga untuk ikut membantu memadamkan api.

“Jarak antara balai desa dan rumah korban sekitar 50 meter. Itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, kami yang berada di kantor balai desa mendengar teriakan kebakaran,” tuturnya.

Api yang sudah berkobar akhirnya bisa dipadamkan menggunakan sejumlah peralatan seadanya. Salah satunya dengan memanfaatkan pasir dan air sumur, sehingga rumah bisa diselamatkan dan tidak menjalar ke rumah warga di sekitarnya.

Editor : Supriyadi

Tabung Elpiji Meledak, Suami-Istri di Ngagel Pati Dilarikan ke Rumah Sakit

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kebakaran, Desa Ngagel, Dukuhseti, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Ngagel RT 1/RW 4, Kecamatan Dukuhseti, Saripudin (45) dan istrinya, Masuroh (38) mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit, setelah kebakaran terjadi di rumahnya, Jumat (18/8/2017).

Dari informasi yang dihimpun, kebakaran bermula saat korban memindah bensin dari jeriken ke botol untuk dijual. Pemindahan itu menggunakan selang kecil yang disalurkan dari jeriken ke botol.

“Saat pemindahan berlangsung, jeriken ditinggal ke kamar mandi. Setelah keluar dan dicek, muncul percikan api yang diduga dari loberan pengisian bensin. Pemindahan itu berada di dekat kompor gas,” ungkap Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan.

Selang beberapa detik setelah muncul percikan api, tabung gas elpiji meledak. Ledakan membuat api berkobar dan menyambar rumah bagian belakang hingga terbakar.

Sejumlah parabotan rumah tangga yang terbakar, antara lain satu unit sepeda motor Supra 125, mesin cuci, padi sebanyak satu ton, dan tabung gas sebanyak sepuluh buah. Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 75 juta.

Korban yang awalnya ingin menyelamatkan barang-barang berharga justru ikut tersambar api dan mengalami luka bakar. Saripudin mengalami luka bakar di sekujur tubuh, sedangkan istrinya mengalami luka bakar ringan.

Editor: Supriyadi

Kerugian Kebakaran Gudang Mebel Jepara Ditaksir Tembus Rp 100 juta

Sejumlah warga melihat kebakaran gudang mebel di Desa Sowan LorRT 12/RW 1, Kecamatan Kedung , Jumat (4/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Penyebab pasti kebakaran gudang mebel di Desa Sowan Lor RT 12/RW 1, Kecamatan Kedung memang masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Meski begitu kerugian atas musibah tersebut ditaksir lebih dari Rp 100 juta.

Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menyebutkan, saat kebakaran terjadi, kayu hasil olahan masih berada di dalam gudang. Karena sedang libur, tak ada aktivitas apapun di gudang tersebut. Bahkan, gerbang gudang masih tertutup dan terkunci.

Hal tersebut membuat mebel yang diselamatkan dari amukan api tak begitu banyak. Warga yang membantu evakuasi mebel hanya bisa menyelamatkan sebagian kecil dari mebel yang ada.

”Banyak yang terbakar daripada yang berhasil diselamatkan. Kemungkinan kerugian yang dialami mencapai Rp 100 juta lebih,” katanya, Jumat (4/8/2017).

Ia mengungkapkan, saat kejadian para saksi menyatakan melihat api dari bagian belakang gudang, yang berdekatan dengan tempat penyimpanan thiner. Beberapa saat kemudian terdengarlah suara ledakan.

”Warga yang mendengar langsung datang dan bergotong-royong menyelamatkan aset gudang. Beruntung tidak ada yang terluka,” ungkap Sukarmo.

Adapun jumlah mobil pemadam yang diturunkan ada empat unit. Dalam pemadaman petugas pun menggunakan cairan khusus karena bahan kayu dan thiner yang mudah terbakar. 

Sukarmo menambahkan, peristiwa itu menyedot perhatian warga sekitar. Akibatnya jalan Kedung-Jepara sempat tersendat beberapa saat karena banyaknya warga yang menonton.

Baca Juga : Gudang Mebel di Jepara Ludes Dilalap Si Jago Merah

Editor: Supriyadi