Si Gebyok dan Badut KPU Kudus Blusukan ke Pasar Sosialisasikan Hari Coblosan

MuriaNewsCom, Kudus – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus melaksanakan sosialisasi hari pencoblosan Pilgub dan Pilbup 2018. Sasarannya adalah pedagang-pedagang Pasar Bitingan, Kamis (29/3/2018) pagi.

Meskipun gaung pilkada telah ramai sejak Februari 2018, melalui berbagai kampanye, namun nyatanya masih banyak warga yang belum tahu akan gelaran ini. Seperti Wahyuni (37) ia mengaku belum ngeh kapan hari coblosan akan berlangsung.

“Ini baru tahu setelah didatangi oleh petugas, kapan hari coblosannya dimulai. Tanggal 27 Juni. Kalau sebelumnya kan tidak tahu,” ujar pedagang Pasar Bitingan itu.

Arif Susanto anggota PPK Kecamatan Jati mengungkapkan sosialisasi tersebut merupakan upaya guna memberi edukasi pada calon pemilih. Selain itu, ia mengaku memang sebagian warga masih belum menaruh perhatian akan pilkada 2018.

“Kami memberitahu mereka yang belum tahu dan mengingatkan bahwa nanti pada tanggal 27 Juni 2018 akan diselenggarakan coblosan pilkada, baik pilbup Kudus dan Pilgub Jateng,” ujarnya.

Sebagai pengingat petugas KPU Kudus memberikan stiker bertuliskan hari dan tanggal coblosan. Disamping itu, turut ikut serta maskot Si Gebyok yang menjadi ikon pilkada Kudus.

Editor: Supriyadi

KPU Perkenalkan Si Gebyok, Maskot Pilkada Kudus

Maskot Pilbup Kudus 2018 Si Gebyok saat launching di Museum Kretek, Selasa (10/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus melaunching maskot Pilbup Kudus 2017, Selasa (10/10/2017). Maskot yang diusung dalam Pilpub nanti, adalah Gegayuhan Becik Kanggo Mulyone Kudus atau lebih dikenal dengan nama Si Gebyok.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, Si Gebyok sangat pas diangkat jadi maskot. Selain jadi ciri khas, Si Gebyok yang berlambangkan Rumah Gebyog merupakan khas Kudus.

“Lambang atau maskot tersebut memiliki makna, kegiatan penyelenggaraan Pilbup Kudus 2018 yang juga bersamaan dengan Pilgub Jateng, sebuah cita-cita yang bagus untuk kemuliaan Kudus,” katanya di Museum Kretek, Selasa (10/10/2017).

Menurut dia, gambar tersebut juga memiliki filosofi maskot. Pertama soal Gebyok sebagai rumah adat Kudus yang jadi identitas masyarakat Kudus. Sedang personifikasi maskot menampakkan kegembiraan dan semangat untuk meraih cita-cita yang luhur yaitu kebaikan dan kemuliaan Kudus.

“Lalu jumlah genteng sejumlah 27 yang melambangkan tanggal pemilihan, sedang jumlah kotak ukiran pada Gebyok sebanyak enam yang artinya bulan pemilihan,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi