Korban Banjir di Setrokalangan Kudus Butuh Bantuan Styrofoam

 Warga melintas di jalan yang terendam banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Warga melintas di jalan yang terendam banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kades Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu Edi Siswanto menunggu bantuan berupa styrofoam dari perusahaan. Benda tersebut sangat dibutuhkan masyarakat guna sebagai rakit yang bisa digunakan warga yang kena banjir di wilayahnya.

Hal itu diungkapkan saat dihubungi MuriaNewsCom. Pihaknya sudah berkordinasi dengan sejumlah pihak termasuk pkecamatan. Dan pihak kecamatan sudah melakukan kordinasi dengan perusahaan yang terdapat di wilayah Kaliwungu untuk bantuan styrofoam. “Styrofoam akan digunakan masyarakat untuk melintasi banjir. Jadi bantuan sangat dibutuhkan bagi masyarakat di desa kami,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Saat ini, pihaknya belum menyiapkan pengungsian atau evakuasi warga. Karena dia melihat kondisi masih bisa di atasi. Warga jug masih bisa melakukan aktivitas lalu lintas termasuk di wilayah Karangturi. Jumlah warga di Karangturi mencapai 3500-an jiwa.

Suprihadi (49) warga RT 3 RW 2 Dukuh Setro Desa Setrokalangan menyebutkan air nyaris memasuki rumahnya. Padahal rumah miliknya termasuk tinggi ketimbang lainnya. Dia khawatir jika air makin meninggi, maka rumah akan terendam. “Kami mau tak mau harus siap mengungsi jika air semakin tinggi,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Banjir Rendam Sebagian Besar Desa Setrokalangan Kudus

Seorang bapak memanggul anaknya saat melintas banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Seorang bapak memanggul anaknya saat melintas banjir di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Banjir yang merendam di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, semakin meninggi, pada Kamis (9/2/2017). Bahkan, banjir hampir rata merendam desa. Kondisi demikian berakibat terganggunya aktivitas warga.

Ketinggian banjir rata-rata mencapai sekitar setengah meter. Banjir paling parah terjadi di Dukuh Karangturi. Seperti di jalan kampung Garung Kidul Karangturi. Suratman, warga setempat mengatakan, ketinggian air banjir mencapai sekitar setengah meter.

Untuk menuju desa, dia memilih jalan kaki ketimbang naiki kendaraan sepeda motor. “Kalau motor bebek tak bisa lewat. Pasti mesinnya mati karena air bisa sampai menutupi mesin. Daripada mesinnya mati, lebih baik jalan kaki,” kata Suratman di lokasi.

Banjir terjadi sejak kemarin. Kemudian saat malam hari hingga pagi tadi, air semakin meninggi. Akibatnya, warga yang mau beraktivitas menjadi terhambat. Warga berharap pemerintah membantu seperti menyediakan perahu untuk menyeberangi banjir.

Lokasi lain yang terendam banjir yakni di Dukuh Setro. Dengan kedalaman air rata-rata mencapai sekitar 40 cm. Di lokasi ini ada sekitar 10 rumah warga yang kemasukan air. Hal itu juga terjadi di Dukuh Kalangan.

Warga dibantu TNI dan polisi membersihkan rumah yang terendam banjir di Dukuh Goleng, Pasuruan Lor, Kudus. (ISTIMEWA)

Warga dibantu TNI dan polisi membersihkan rumah yang terendam banjir di Dukuh Goleng, Pasuruan Lor, Kudus. (ISTIMEWA)

 

Banjir juga terjadi di Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor. Dengan ketinggian air sekitar mencapai 30 cm. Sekitar 30 rumah kemasukan air. Di antara pemicu banjir adalah intensitas hujan yang meninggi sejak semalam hingga pagi tadi. Polisi, TNI dan warga bahu membahu membersihkan rumah yang terendam banjir.

Editor : Akrom Hazami