Pemkab Naikkan Dana Hibah Perawatan Tempat Ibadah di Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara meningkatkan dana hibah perawatan tempat ibadah di Bumi Kartini. Dari semula Rp 5,44 miliar tahun 2018 menjadi Rp 6,29 miliar.

Anggaran sebesar itu, kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi diperuntukan bagi 148 tempat ibadah. Sementara pada tahun sebelumnya, hanya 76 tempat ibadah yang menerima bantuan tersebut.

Dalam pidatonya, saat sosialisasi anggaran tersebut, bupati menyampaikan upaya itu merupakan upaya pemkab untuk memperhatikan tempat ibadah di Jepara. Meskipun demikian, ia mengakui jumlah yang diterima akan sangat kecil.

Ceriping gedhang pisang raja, tipis tapi rata, sithik edang dibagi rata (pantun Jawa). Ini jumlahnya meningkat dari tahun lalu yang hanya 76 unit tempat ibadah. Namun demikian perlu lebih meningkatkan rasa syukur meskipun jumlah yang diterima tidak signifikan,” tuturnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Jepara Lukito Sudi Asmara mengungkapkan hal serupa. Diharapkan agar seluruh pengurus tempat ibadah yang telah masuk dalam daftar penerima bantuan, dapat mengerti mekanisme pencairan hibah tersebut. Sehingga, nantinya para penerima dapat membuat lapiran pertanggungjawaban secara tepat waktu.

Editor: Supriyadi

Mobil Pikap Penjual Miras Parkir di Komplek Setda Jepara, Ada Apa?

Mobil Miras hasil sitaan Satpol PP Jepara diparkir di kompleks Setda Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Mobil Miras hasil sitaan Satpol PP Jepara diparkir di kompleks Setda Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebuah mobil pikap yang digunakan untuk menjual minuman keras (Miras), berada di komplek Setda Kabupaten Jepara. Mobil tersebut merupakan sitaan Satpol PP Jepara dari penjual Miras yang ada di terminal Jepara. Kini mobil tersebut diamankan di sebelah selatan kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jepara turut komplek Setda Jepara.

Kasi Penegakan Perda Satpol PP Jepara Supriyanto mengatakan, mobil pikap tersebut diamankan pada Rabu (25/5/2016) siang kemarin. Penyitaan mobil itu dilakukan karena pemiliknya membandel, setelah beberapa kali diperingatkan tetap saja menjual Miras.

”Penyitaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari razia yang kami lakukan. Ternyata penjual memang tidak kapok meski sebelumnya barang bukti Miras sudah kami amankan. Kini mobil yang dibuat jualan diamankan,” ujar Supriyanto, Kamis (26/5/2016).

Menurut dia, penjual Miras dengan mobil pikap tersebut berkedok sebagai penjual jamu. Tetapi saat dirazia sering ditemukan barang bukti Miras. Selain dari hasil razia, pihaknya juga mendapatkan informasi dari masyarakat kalau penjual jamu menggunakan pikap itu selalu menjual Miras, terutama jenis congyang.

”Mobil pikap ini sudah tidak berfungsi sebagaimana semestinya. Tiap hari, mobil itu terparkir di area terminal. Mobil tersebut baru difungsikan saat malam hari,” terangnya.

Dia menambahkan, pihaknya sengaja menempatkan mobil pikap itu di lahan kosong di area Setda Jepara.

Editor: Supriyadi