Polres Rembang Imbau Pengendara Sepeda Listrik Berhelm

MuriaNewsCom, Rembang – Tingkat peminat sepeda motor listrik di Kabupaten Rembang terbilang tinggi. Di jalanan utama kota, terpantau sudah banyak berseliweran sepeda jenis ini.

Echi Rahmawati, pramuniaga toko sepeda di bilangan Jalan Slamet Riyadi Rembang mengatakan, hampir tiap hari ada pengunjung yang datang ke toko. Tiap hari selalu ada yang ke toko untuk tanya-tanya seputar sepeda listrik. Peminat sepeda listrik, menurutnya, berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pelajar.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Ariakta Gagah Nugraha mengatakan, saat ini memang belum ada regulasi khusus terkait sepeda listrik. Meski begitu ia menilai sepeda ini masuk kategori kendaraan bermotor.

”Kami tidak melarang sepeda listrik beroperasi di jalanan. Namun, pengendara wajib berhati-hati salah satunya menggunakan helm. Sebab, kendaraan ini tidak dilengkapi sein, padahal piranti ini penting,” katanya.

Untuk helm yang digunakan, lanjutnya, tidak harus helm layaknya sepeda motor. Akan tetapi, bisa mengenakan helm yang biasa dipakai oleh peseda ontel. Hal itu dilakukan supaya kepala bisa terlindungi jika terjadi kecelakaan.

Ia menambahkan, di Kabupaten Rembang, peminat sepeda listrik merebak sejak 2016. Bagi sebagian pengguna, sepeda listrik cocok untuk berpergian pada jarak dekat. Selain itu juga tak perlu bayar pajak.

Editor: Supriyadi

Begini Kronologi Kecelakaan Maut Sepeda Listrik VS Truk Dam di Pati

Polisi melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan yang menewaskan pengendara sepeda listrik, Senin (2/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kecelakaan maut yang melibatkan sepeda listrik dan truk dam bernopol K 1619 LP terjadi di pertigaan tugu tani Jalan P Sudirman Pati, Desa Puri, Pati, Senin (2/10/2017) sore.

Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda listrik yang diketahui bernama Rita Prihadi (50), warga Bendan, Kelurahan Pati Kidul, meningggal di lokasi kejadian.

Sementara pengemudi truk dam, Muhammad Rosidi (34), warga Boloagung RT 17 RW 3, Kecamatan Kayen diamankan petugas kepolisian untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Baca Juga: Emak-emak Pengedara Sepeda Listrik di Pati Tewas Dihantam Truk

Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari mengatakan, kecelakaan terjadi saat pengendara sepeda listrik berjalan searah di bagian depan truk dam. Sesampainya di barat pertigaan tugu tani, pengendara sepeda listrik tersenggol badan truk dan terjatuh.

Nahas, pengendara sepeda listrik terjatuh dan terlindas ban truk bagian belakang. Kepala korban mengalami cedera yang sangat parah dan mengenaskan, sehingga meninggal di lokasi.

Dia mengimbau kepada pengendara untuk berhati-hati dalam berkendara di jalan raya. Terlebih, sepeda listrik cenderung senyap dan tidak bersuara sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Editor: Supriyadi

Jauh-jauh Datang ke Pati, Bule Belgia Ini Ajari Anak-anak Rakit Sepeda Listrik

Cedric, pria asal Belgia mengajari anak-anak merakit sepeda listrik di Sanggar Bintang Muria, Tanjungrejo, Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pria asal Belgia, Cedric Peter Gygax rela jauh-jauh datang ke Pati untuk mengajari anak-anak merangkai sepeda listrik yang bebas polusi.

Cedric singgah di Sanggar Bintang Muria, Desa Tanjungrejo RT 14 RW 4, Margoyoso selama tiga hari. Dia sabar mengajari anak-anak bagaimana membuat sepeda listrik sendiri.

Dia juga aktif memberikan sosialisasi pentingnya menggunakan sepeda untuk mengurangi polusi udara. Jika sepeda kurang produktif untuk kerja, jawabannya menurut dia adalah sepeda listrik.

“Saya memprediksi, sepeda listrik ke depan akan diminati. Selain hemat energi, juga ramah lingkungan dan baik untuk kesehatan,” jelas Cedric, Rabu (20/9/2017).

Aktivis pemberdayaan remaja Bintang Muria, Ainul Adaniyah mengatakan, paparan yang disampaikan Cedric sangat bemanfaat bagi anak-anak Pati. Sebagai generasi emas bangsa, mereka diharapkan bisa membuat teknologi sepeda listrik sendiri.

“Kendaraan bermotor sekarang kan luar biasanya padatnya. Bukan cuma di kota-kota besar, tapi juga di daerah seperti Pati. Menurut saya, sepeda listrik menjadi jawabannya,” tutur Ainul.

Sanggar Bintang Muria sendiri merupakan wadah untuk belajar dan bermain. Namun, selama ini kerap dimanfaatkan untuk bermain anak-anak.

Karena itu, kedatangan Cedric diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak di bidang sains dan teknologi. “Asap kendaraan berkurang, pemanasan global pun setidaknya bisa diantisipasi,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Begini Komentar Warga Soal Anak-anak yang Kendarai Sepeda Listrik ke Sekolah

Beberapa anak terlihat menggunakan sepeda listrik di salah satu ruas jalan di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa anak terlihat menggunakan sepeda listrik di salah satu ruas jalan di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Satlantas Polres Rembang bakal melakukan sosialisasi terkait penggunaan sepeda listrik oleh anak-anak untuk pergi dan pulang sekolah. Satlantas bakal menyurati pihak sekolah terkait penggunaan sepeda listrik tersebut.

Poin dari isi surat tersebut, di antaranya tentang imbauan kepada pihak sekolah agar melakukan pantauan secara intens terkait anak-anak yang menggunakan sepeda listrik ke sekolah. Hal ini berkaitan dengan keselamatan anak-anak di jalanan.

Banyaknya anak-anak yang mengendarai sepeda listrik ke sekolah juga mendapatkan tanggapan dari warga. Aris (43) misalnya. Warga Desa Ngotet, Rembang ini mengatakan, jika penggunaan sepeda listrik hanya sebatas ke sekolah saja tidak masalah, karena terpantau.

“Tetapi kalau pemakaian sepeda listrik itu sampai ke luar lingkungan sekolah, itu yang perlu dikhawatirkan. Karena memang banyak kendaraan yang berlalu lalang, dan jika tidak berhati-hati bisa membahayakan keselamatan anak-anak,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Asnawi (36) warga Kelurahan Kutoharjo. Menurutnya, selama anak-anak ketika mengendarai sepeda listrik bisa dipantau dan dibatasi supaya tidak bermain ke jalan raya,  hal itu aman-aman saja.”Tergantung kita memberikan edukasi kepada anak-anak. Selain itu,  ketika memerikan fasilitas sepeda listrik kepada anak, sebaiknya, orang tua memberikan pemahaman agar anak-anak taat aturan dan tidak menggunakan sepeda listrik hingga ke jalan besar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono