Persiku Kudus Gunduli Persipa Pati 7 Gol Tanpa Balas

MuriaNewsCom, Kudus – Macan Muria mengaum di Stadion Wergu Wetan. Meladeni tantangan Persipa Pati, pada laga lanjutan Liga 3 Jateng 2018, tim tuan rumah berpesta gol 7-0, Rabu (28/3/2018). 

Sejak awal pertandingan, permainan Persiku boleh dibilang cukup impresif. Setelah kick off babak pertama, tak butuh waktu lama bagi Sugeng Riyadi dan kawan-kawan, mendikte alur pertandingan. 

Mereka memaksa kapten Persipa Dwi Cahyono bekerja keras, menghentikan alur bola-bola atas, yang kerap disodorkan pemain Persiku. 

Babak pertama Macan Muria unggul 2-0 atas tim tamu. Dua gol yang bersarang di gawang yang dijaga oleh Risqita Rakaditya Jati, diborong oleh pemain Persiku bernomor punggung 14 Muhammad Afrizhan, melalui tandukan kepala. 

Gol tersebut tercipta pada menit ke 19 dan 35. Tim Persiku memanfaatkan serangan dari sisi sayap kiri, merangsek pertahanan Persipa, lalu dengan bebas melepaskan umpan ke jantung pertahanan Laskar Saridin. 

Di babak kedua, tim besutan Yayat R. Hidayat berpesta gol. Setelah kick off dimulai, hanya butuh sekitar tiga menit bagi persiku menambah keunggulan. Menit ke 47, gawang Persipa kembali jebol oleh tandukan Agus Wuryadi pemain bernomor punggung 19. 

Setelahnya pada menit ke 55, striker Persiku Ferdian Abi mencetak gol keempat. Gol tersebut sendiri lahir dari kemelut didepan gawang, bola mental langsung disambut oleh sepakan keras. 

Pesta gol Persiku berlanjut di menit 60 dan 69. Muhammad Irvan pemain bernomor punggung 23 menyumbang gol kelima dan keenam. Sontak, Stadion Wergu Wetan pun kian bergemuruh dengan sorak sorai pendukung yang memenuhi tribun timur. 

Gol pamungkas Persiku lahir dari tendangan bebas Tri Hartanto. Gol itu sendiri lahir di menit ke 80, ketika ada seorang pemain Persipa melanggar pemain Kudus. Wasit Masudin, asal Surakarta pun menghadiahkan sepakan bebas diluar kotak pinalti Pati. 

Sementara tim Persipa tak dapat memberikan perlawanan berarti. permainan anak-anak asuh Slamet Riyadi dikurung oleh tim tuan rumah. 

Bahkan karena tensi yang begitu tinggi, dua pemain Persipa Pati diganjar kartu kuning oleh wasit. Mereka adalah Muhammad Muzzaka pemain nomor punggung nomer 4 di menit ke 25. Semenit berselang giliran Musyafa’, pemain Persipa nomor punggung 7 yang disemprit wasit. 

Tak hanya itu, Persipa pun mengganti penjaga gawangnya Risqita dengan Dimas Fani, setelah kebobolan lima gol. 

Pelatih Persiku Yayat R. Hidayat bersyukur atas poin penuh yang direguk di kandang. Namun ia mewanti-wanti pemainnya agar tak cepat puas dengan hasil yang dicapai. Lantaran pada pertandingan perdana, Persiku ditekuk Persibara Banjarnegara 2-1. 

“Kali ini pemain cukup bagus, mereka mengikuti instruksi. Ini merupakan hasil dari latihan kami. Namun jangan cepat puas. Pertandingan masih panjang, siapa yang terbaik di latihan dan permainan itu yang terbaik,” ujarnya setelah pertandingan. 

Terpisah, Pelatih Persipa Pati Slamet Riyadi mengakui keunggulan tim tuan rumah. Menurutnya harus ada perbaikan di semua lini tim asuhannya. 

“Semua lini perlu diperbaiki, kita kalah jauh dengan sana (Persiku). Kalah penguasaan bola apalagi dengan gol. Mereka bermain bagus, memanfaatkan permainan sayap,” tuturnya.

Dirinya mengaku akan segera melupakan kekalahan di Kudus, untuk menatap laga tuan rumah melawan PSIK Klaten, Minggu (1/4/2018). Menurutnya Persipa Pati akan mempersiapkan laga tersebut dengan matang.

Editor: Supriyadi

Persijap Jepara Tundukkan Martapura FC 3-0

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara menang atas Martapura FC 3-0, dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jumat  (9/3/2018) sore.

Babak pertama, Laskar Kalinyamat membungkam Gajah Kalimantan dengan skor 2-0. Dua angka itu lahir masing-masing dari sepakan pemain baru Andi Rahmat pada menit ke 12 dan Abrori Setiawan di menit 28.

Babak kedua, permainan tuan rumah lebih mendominasi permainan. Umpan dari lini ke lini efektif diterapkan oleh anak-anak asuhan Patrick Ghigani. Seperti yang terjadi pada menit ke 56, pemain nomor 21 Abrori Setiawan yang berada di sisi kanan pertahanan lawan, menggocek bola hasil umpan rekannya dari sisi tengah.

Berdiri bebas, ia berhasil mengoper bola mengarah ke gawang Martapura yang dikawal Juni Irawan. Bola liar kemudian masuk dengan mudah, setelah disontek pemain Persijap nomor 27 Diyan Rohwan. Skor 3-0 untuk Persijap.

Peluang emas bukannya tak dimiliki anak-anak Martapura FC. Beberapa kali kesempatan sempat dimiliki oleh anak-anak asuh Hartono Ruslan. Namun kegemilangan kiper Persijap Amirul Kurniawan, mengandaskan permainan apik Qischil dan kawan-kawan.

Pelatih Persijap Patrick Ghigani mengaku puas dengan kinerja yang ditunjukan pemainnya. Menurutnya, ada perkembangan berarti terkait pola permainan yang ditunjukan Laskar Kalinyamat.

“Saya puas hari ini dengan permainan mereka, namun sepakbola bukan urusan hari ini saja, namun terus berkembang hari demi hari. Hari ini mereka mengikuti instruksi, disiplin dan semakin baik,” ungkap pria asal Jerman.

Sementara itu, Pelatih Martapura FC Hartono Ruslan mengaku, tak mempermasalahkan hasil yang dipetik di Jepara. Menurutnya, anak-anak asuhnya hanya demam panggung.

“Saya melatih baru sekitar dua minggu di sana (Martapura FC), selain itu saat di sana (Kalimantan) kita kurang ujicoba, baru disini langsung. Sore ini mereka cuma demam panggung saja, lihat saja kontrol salah, passing salah, kita kalah cermat, Persijap cermat. Mereka ciptakan peluang, tak tak tak gol.. Kita tidak, peluang kita kan sama ada empat kali, namun mereka jadi gol,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Kenang Legenda Sepak Bola Jepara Haryanto, Persijap Gelar Uji Coba dengan Martapura FC

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara dijadwalkan menjamu Martapura FC dalam laga uji coba pada Jumat (9/3/2018) sore, di Stadion Gelora Bumi Kartini. Selain menjajal kemampuan anak-anak Laskar Kalinyamat, pertandingan ini juga sebuah ajang untuk menghormati Almarhum Haryanto. Ia adalah eks pemain Persijap dan pernah bermain sebagai kiper timnas, yang wafat akhir Februari lalu di usia 61 tahun.

Patrick Ghigani pelatih Persijap mengungkapkan, meskipun tim besutannya belum sempurna namun ia berharap anak asuhnya dapat menampilkan permainan terbaik. Disebutkannya, skuad Laskar Kalinyamat baru terbentuk sekitar 75 persen.

Dirinya berharap agar timnya dapat meladeni permainan Martapura FC, yang kini berlaga di Kasta Kedua Liga Indonesia.

“Kami berharap dapat menampilkan permainan yang bagus, karena ini sangat penting bagi kami bermain penuh kedisiplinan dan agresif melawan tim yang berada di atas kami, yang tentunya punya banyak pengalaman,” kata Ghigani melalui rilis resmi Persijap, Rabu (7/3/2018).

Sebelum Martapura FC, Persijap juga pernah melakoni laga uji coba melawan Persib Bandung, pada 9 Februari 2018. Meskipun kalah 0-2, namun Ghigani menilai, banyak pelajaran yang dapat dipetik pada pertandingan tersebut.

Presiden Persijap Esti Puji Lestari mengungkapkan, laga tersebut akan bertajuk laga amal. Hal itu untuk menghormati almarhum Hariyanto yang pernah berpengalaman sebagai pelatih kiper Martapura FC sekaligus pelatih kiper timnas Indonesia.

“Tim kami baru terbentuk 75 persen. Selain untuk laga amal, tim kami diharapkan mampu tampil baik dan memberikan hiburan bagi suporter,” ungkap Esti.

Haryanto meninggal dunia pada 28 Februari lalu dalam usia 61 tahun, dan dimakamkan di Pemakaman Ratu Tubagus Kelurahan Karangkebagusan, Jepara, Kamis (1/3/2018). Selain pernah menjadi pemain Persijap, Haryanto juga pernah menjadi pelatih kiper Martapura FC pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016.

Selain pernah menjadi kiper timnas, Hariyanto juga pernah menjabat sebagai pelatih kiper timnas Indonesia tahun 2012 saat dilatih oleh Nil Maizar bersama Fabio Oliviera (asisten) dan Matias Ibo (pelatih fisik) yang berlaga di Piala AFF 2012.

Editor: Supriyadi

Persijap Kartini Runner Up Paradise Cup di Bali

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Kartini menempati posisi runner up pada ajang Paradise Cup, di Bali. Titel itu diperoleh mereguk tiga kali kemenangan dan satu kali kekalahan, pada turnamen yang diselenggarakan di Lapangan Trisakti, Legian-Bali, 23-25 Februari 2018.

Perjalanan tim putri Persijap, dimulai kurang mengenakan. Pada pertandingan pertama melawan Jakarta 69, anak asuh Agus Himawan itu harus kalah 0-1. Namun pada tiga pertandingan sisa, Sheva Imut dan kawan-kawan berhasil mengemas kemenangan telak.

Saat melawan tim tuan rumah PFA Bali, Persijap Kartini menang 2-0. Melawan Pro Direct Jakarta 4-0 dan menang 3-1 saat melawan Evolution FC Gresik.

Dua pemain Persijap Kartini, Sheva Imut dan Hanipa Halimatusadiyah pun mengantongi masing-masing empat gol. Keduanya diketahui pernah membela timnas wanita Indonesia U-15.

Pemain Persijap Kartini berebut bola dengan lawannya di ajang Paradise Cup di Bali. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Dalam turnamen berformat setengah kompetisi tersebut, Sheva pun terpilih sebagai striker terbaik.

Presiden Persijap Jepara, Esti Puji Lestari mengaku‎ bangga akan capaian timnya. Meskipun targetnya meleset dari yang seharusnya peringkat satu.

“Dengan hasil ini ada peningkatan dari turnamen sebelumnya yakni Bengawan Cup yang hanya menjadi juara tiga (Bengawan Cup), kini juara dua. Saya bangga dan senang dengan performa Persijap Kartini yang meningkat‎,” tuturnya, dalam rilis pers yang diterima MuriaNewsCom.

‎Dirinya juga berharap, agar PSSI dan pemerintah lebih memperhatikan sepakbola wanita. Hal itu selaras dengan gairah persepakbolaan wanita yang terus bergairah.

Sementara itu pelatih Persijap Kartini Agus Hi‎mawan mengaku cukup puas dengan hasil yang diperoleh. “Saya akui terbang ke Bali dengan membawa pemain yang minim dan persiapan singkat. Pertandingan pertama saat kalah, golnya dihasilkan oleh tendangan spekulasi yang sulit dispekulasi oleh kiper kami. Selain itu, pemain lawan saat itu sulit menembus garis pertahanan kami,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Geliat Sepak Bola di Utara Pulau Jawa

Sepak bola Jawa Tengah sudah cukup lama mati suri. Absennya PSIS Semarang di kancah tertinggi sepak bola nasional sebelumnya membuat Jawa Tengah anteng-anteng saja. Bagaimana tidak, klub berjuluk Mahesa Jenar ini dianggap sebagai  klub yang mewakili Jawa Tengah di kasta tertinggi.

Terlepas dari Semarang sebagai pusat pemerintahan—PSIS menjadi salah satu klub legendaris syarat pengalaman ketika era Perserikatan dan Galatama. Pengaruhnya sangat terasa hingga sekarang.

Kini PSIS telah kembali pada jalurnya. Pasca promosi ke Liga 1, masyarakat Semarang kembali gemuruh menyambut tim kebanggaan mereka—tak menutup kemungkinan masyarakat Jawa Tengah lainnya juga ikut dalam euforia tersebut. Namun, identitas sepak bola Jawa Tengah bukan hanya “sebatas” milik PSIS.

Ikon sepak bola Jawa Tengah bisa saja disematkan pada PSIS, tetapi anggapan tersebut bisa saja disanggah. Sebab Jawa Tengah banyak memiliki klub yang tersebar di berbagai kasta sepak bola Indonesia—dari kasta tertinggi hingga terendah.

Di Utara pulau Jawa terdapat beberapa klub profesional di bawah naungan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI)—yang tergabung dalam Karesidenan Pati sebut saja Persipa Pati, Persiku Kudus, PSIR Rembang, Persijap Jepara, Persikaba Blora, terakhir Persipur Purwodadi.

Nama-nama klub tersebut sebagian memang kurang familiar di telinga pecinta sepak bola nasional. Ada beberapa faktor yang membuat nama-nama di atas terasa asing didengar. Pertama, keberadaan PSIS, secara historis memang tidak bisa dimungkiri.

Klub yang berdiri sejak 1932 ini mengukir sejarahnya di lembar sepak bola nasional. Tercatat PSIS berhasil menorehkan tinta emas—salah satunya adalah menjadi kampiun Divisi Utama Liga Indonesia (saat itu menjadi kasta tertinggi liga Indonesia) tahun 1998-1999.

Berkat deretan prestasinya tersebut PSIS menancapkan dominasinya di Jawa Tengah sebagai salah satu klub yang di segani. Di kancah nasional pun sama. PSIS menjadi salah satu klub legendaris bersama PSM Makassar, Persebaya Surabaya, PSMS Medan, Persija Jakarta, Persib Bandung, yang pernah mengecap manisnya juara di era Perserikatan.

Kedua, klub-klub di Karesidenan Pati ini kalah bersaing. Mengingat kasta tertinggi adalah impian semua klub untuk bermain di sana. Membawa nama daerah dan panji kebesaran menuntut klub di Indonesia berlomba-lomba menyuguhkan yang terbaik. Mulai dari materi pemain hingga jajaran pelatih berpengalaman menjadi hal yang mutlak jika ingin ikut meramaikan persaingan.

Ketiga, permasalahan klise yang menerpa banyak klub, yaitu urusan finansial. Keungan tak bisa dimungkiri menjadi salah satu elemen penting dalam hal pendanaan klub. Hal tersebut yang sering menjadi kendala. Dengan sokongan dana yang seadanya tak pelak membuat klub tak bisa berbuat banyak. Dengan materi yang biasa-biasa saja akan sulit bersaing. Belum lagi ditambah dengan gaji pemain yang mengharuskan pihak klub membayar tepat waktu.

Mencari pesaing PSIS?

Ketika PSIS benar-benar mendominasi, lalu muncul sebuah pertanyaan, apakah ada klub (di Jawa Tengah) yang mampu menjadi pesaing? Pada era Perserikatan dan Galatama tak ada yang mampu “menyenggol” PSIS. Barulah pertengahan 2000, PSIS bisa bersua Persijap Jepara di Liga Indonesia. Kedua klub asal Jawa Tengah tersebut menjadi laga klasik—yang sering disebut sebagai Derbi Jateng.

Perseturan panas tersebut pun sering mengundang kerusuhan antarsuporter. Seperti ingin menasbihkan diri sebagai yang terbaik di Jateng, keduanya harus saling sikut untuk meraih kemenangan.

Terkhusus Persijap, klub berjuluk Laskar Kalinyamat ini memang menjadi salah satu rival PSIS. Bisa dibilang pula Persijap sebagai salah satu klub dari Karesidenan Pati yang mampu mengimbangi PSIS. Walaupun secara prestasi Persijap masih kalah mentereng dibanding PSIS.

Setidaknya Persijap sendiri sudah pernah merasakan manis-pahit, ketar-ketir, kompetisi Superliga. Promosi tahun 2007 Persijap berhasil merepotkan banyak tim dengan nama besar. Namun, tampil tak konsisten akhirnya melemparkan Persijap ke jurang degradasi pada kompetisi 2013/2014. Persijap harus berjuang kembali ke liga tertinggi. Tragisnya, usaha mereka kembali harus menelan pil pahit. Persijap malah tambah terpuruk. Persijap gagal bersaing di Liga 2 dan mengharuskan turun kasta ke Liga 3 musim depan.

Berbanding terbalik dengan Persijap yang inkonsisten, kini sepak bola Pantura kembali memunculkan nama PSIR Rembang. Perjuangan klub berjuluk Dampo Awang ini mampu bertahan di Liga 2 musim depan. Bersama saudara se-Jawa Tengah: Persibat Batang, Persik Kendal, dan Persis Solo, PSIR bakal mengarungi ketatnya persaingan di Liga 2.

Perjuangan PSIR bukan tanpa rintangan. Mengawali kompetisi di grup 4, PSIR berhasil finis di posisi ke-3. Mereka harus bersaing dengan klub syarat penagalaman, PSIS dan Persis Solo. Kendati demikian, PSIR berhasil melakoni babak play off.

Tuhan memberkati, di babak tersebut PSIR berhasil menjadi juara grup meyingkirkan Persik Kediri, Yahukimo, dan Timah Babel. PSIR berhak bertahan di Liga 2 musim depan.

Prestasi PSIR tak begitu mengecewakan. Bahkan klub yang bermarkas di Stadion Krida tersebut pernah merasakan manisnya juara Divisi III Nasional pada musim 2005/2006 silam. Tak berhenti disitu saja skuat PSIR, setahun kemudian, mampu keluar sebagai yang terbaik di Divisi II Nasional . Klimaksnya PSIR mampu menembus hingga Divisi Utama.

Setahun sebelum PSIR merengkuh titel juara, saudara mereka se-karesidenan, Persiku Kudus terlebih dahulu juara Divisi II Nasional. Bedanya tak banyak prestasi tingkat nasional yang mampu ditorehkan Persiku. Terbaru, klub yang dijuluki Macan Muria ini berhasil keluar sebagai juara Liga Nusantara (Linus) Zona Jawa Tengah pada 2016 kemarin.

Klub lainnya yang masuk dalam Karesidenan Pati ialah Persipa Pati, Persipu Purwodadi, dan Persikaba Blora. Dibanding klub se-karesidanan yang telah dijelaskan sebelumnya, tiga klub ini kalah bersinar. Prestasi tertinggi Persipur hanya sebatas promosi ke Divisi Utama musim 2012/2013. Bahkan musim kemarin mereka harus terlempar dari Liga 2. Bersama Persijap, Persipur akan mengarungi Liga 3 musim depan.

Sedangkan Persikaba pernah menjadi runner-up Linus 2014 dan runner-upLinus Zona Jawa Tengah 2015/2016. Hal menyedihkan justru dialami Persipa. Hingga saat ini belum ada prestasi gemilang yang mereka ukir. Sehingga Persipa masih betah bertahan di Linus.

Geliat sepak bola Utara pulau Jawa memang tak semasyhur kota-kota lainnya di Nusantara. Bahkan kalah gemerlap dengan dengan klub di Zona Jawa Tengah lainnya. Namun demikian, bukan berarti kecintaan masyarakatnya ikut tenggelam dalam kehausan prestasi. Sepak bola Utara pulau Jawa tetap ada dan akan selalu ada. Meski dilanda berbagai kendala, pada dasarnya sepak bola tak bisa dihentikan begitu saja.

Sepak bola Utara pulau Jawa ini bakal terus bergulir. Hal tersebut dibuktikan dengan serangkaian turnamen dan kompetisi nasional yang mereka ikuti. Serta yang patut diapresiasi adalah pembinaan usia dini disetiap daerah. Sehingga persaingan di sana terus membakar semangat untuk menjadi yang terbaik.

Jadi, sangat mungkin dominasi PSIS dan klub lainnya di Jawa Tengah kelak bisa terpatahkan. Bravo Pantura! (*)

[bs-quote style=”style-16″ align=”left” author_name=”M.S Fitriansyah” author_job=”Warga Kabupaten Pati” author_avatar=”https://www.murianews.com/wp-content/uploads/2018/02/DSC_0097-pp.jpg”][/bs-quote]

 

Patrick Ghigani Janji Bawa Laskar Kalinyamat Kembali Bersaing dengan Klub-klub Besar

MuriaNewsCom, Jepara – Pelatih Kepala Persijap Patrick Ghigani berjanji mengembalikan khittah Persijap sebagai salah satu tim besar di Indonesia. Hal itu disampaikannya, setelah resmi ditunjuk oleh Presiden Klub Esti Puji Lestari sebagai juru racik.

Dirinya berkata, senang dapat bergabung dengan Persijap yang dianggapnya sebagai salah satu tim besar. Namun demikian, untuk mengembalikan posisi Laskar Kalinyamat merupakan tantangan yang besar.

“Saya senang dapat menjadi bagian dari klub tradisional yang besar. Tantangannya adalah mengembalikan Persijap ke tempat yang seharusnya,” ujar Patrick, dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom, Jumat (5/1/2018).

Menurutnya, Persijap seharusnya bersaing dengan tim-tim besar yang ada di Indonesia. Untuk mencapainya, Patrick menyadari perlu usaha keras.

Namun dirinya yakin, dengan dukungan suporter dan kerja tim yang kompak, Persijap bisa kembali bersaing di Liga yang lebih tinggi.

“Ini (Jepara) merupakan kota yang besar dengan suporter yang menakjubkan, jadi kita perlu bekerjasama untuk membawa kesuksesan kembali,” tambahnya.

Setelah diumumkan kepada khalayak Selasa (2/1/2018), Patrick Ghigani dijadwalkan datang ke Jepara pada Rabu (10/1/2018) mendatang. Setelahnya, ia bersama tim pelatih akan melakukan seleksi tertutup pada 12-16 Januari dan dilanjutkan sampai 31 Januari untuk seleksi terbuka.

Editor: Supriyadi

Awal Tahun Depan Persijap Tunjuk Manajer dan Pelatih Sebelum Bentuk Tim‎ Inti

Pemain Persijap berkumpul di tengah lapangan membentuk lingkaran dan suporter menanyikan lagu Indonesia pusaka. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara tengah mempersiapkan diri menyongsong bergulirnya Liga 3. Hal itu dengan penunjukan pelatih dan manajer tim, yang akan dilakukan awal tahun depan. 

“Kandidat yang akan mengisi posisi tersebut terutama manajer tim sudah ada. Namun kami belum bisa membeberken nama-nama calon tersebut,” kata General Manager Persijap Jepara Ahmad Rifai, Jumat (29/12/2017) sore. 

Ia mengatakan, meskipun telah ada nama-nama calon manajer tim, namun dirinya tetap sesuai prosedur dengan menyodorkan nama kandidat kepada Presiden Klub Persijap. Dirinya menyebut, posisi manajer tim krusial, sebab akan mengurus pemain berikut pelatih dan pendukung pertandingan dengan lebih fokus. 

Terkait pelatih, Rifai menyebut telah berkomunikasi dengan beberapa calon yang dianggap bisa menangani Laskar Kalinyamat. Namun lagi-lagi, ia belum bisa membeberkan siapa kandidat yang akan menukangi Persijap. 

Setelah rampung dengan urusan manajerial dan penunjukan pelatih kepala, proses perekrutan pemain pun akan dilakukan. Ia menyebut rekrutmen pemain akan dilakukan langsung oleh head coach

Terkait, apakah formasi Persijap Selection akan dipertahankan sebagai tim inti, ia menyebut tetap harus melalui proses seleksi. 

“Pemain-pemain muda yang sebelumnya tergabung dalam Persijap Selection tetap akan melalui tahapan seleksi, bersama dengan pemain lain yang akan datang untuk bermain di sini,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Persijap Agendakan Uji Coba Lawan Tim Lokal

Beberapa pemain Persijap saat melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Selection akan melakukan uji tanding melawan tim lokal Forever FC asal Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Sabtu (4/11/2017). 

“Setelah libur seminggu, kami akan kembali berlatih dan beruji coba melawan tim lokal,” ujar pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti, Rabu (1/11/2017). 

Selain berlatih dengan tim lokal Jepara, pada bulan November ini tim  tersebut juga telah mengagendakan melawan tim Asskab PSSI Jepara. Disamping beruji coba, Carlos juga menggunakan kesempatan tersebut untuk melakukan talent scout

“Kesempatan ini akan kami gunakan untuk memantau potensi sepakbola pemuda-pemuda lokal Jepara. Jika bagus, mungkin akan kita panggil untuk dapat bergabung dalam tim,” tambah Carlos. 

Asisten Pelatih Persijap, Nugroho mengamini hal itu. Menurutnya, selain ujicoba pemain, kesempatan itu akan digunakan untuk mematangkan skema permainan. 

“Ya tentunya ini momen untuk bisa memotivasi pemain muda asal pelosok Jepara untuk dapat bergabung ke Persijap Jepara. Disamping itu pada uji tanding ini kita bisa menerapkan skema permainan untuk memaksimalkan permainan,” tuturnya. 

Selain pemain lokal, rencanaya beberapa pemain luar Jepara akan bergabung dengan skuad Persijap. CEO Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, akan ada beberapa pemain yang akan melaksanakan seleksi pada November ini. 

Editor: Supriyadi

Persijap Selection Tunduk 1-2 Hadapi Persis GR

Pemain Persijap Selection berduel dengan pemain Persis GR pada pertandingan ujicoba di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Jumat (20/10/2017).  (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Tim Persijap Selection ditekuk tamunya Persis Gotong Royong 1-2, dalam laga ujicoba, yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bumi Kartini, Jumat (20/10/2017). 

Meskipun kalah, namun tim asuhan Carlos Raul Sciucatti menunjukan kekompakan, saat babak pertama berhasil menahan imbang tim besutan Eduard Tjong. Pada 45 menit awal, kedua tim bermain dalam tempo lambat. 

Tim tuan rumah, berani bermain menyerang dengan beberapa kesempatan yang didapatkan. Seperti pada menit ke 34 ketika Persijap menggempur pertahanan Persis GR, pemain Laskar Kaliyamat nomor punggung 18 M. Subkhan sempat menyarangkan si kulit bundar ke gawang yang dijaga Yuda Andika. Namun sayang sontekannya dianulir wasit karena telah terperangkap offside.

Sementara Persis GR bermain lebih hati-hati namun memiliki pola serangan yang efektif. Bebebarapa kali, skema serangan yang dibangun membahayakan gawang Persijap yang dikawal oleh Syahril Adhim. 

Babak kedua, permainan kedua tim lebih terbuka. Persis GR lebih berani menusuk ke jantung pertahanan Persijap selection. Gol perdana tim tamu dicetak oleh pemain nomor punggung 99 Wiga. Berawal serangan dari lini tengah, pemain nomor punggung 28 Persis melajukan bola melewati pertahanan Persijap. 

Berusaha menceploskan bola, namun sayang usahanya kurang beruntung. Bola kemudian diceploskan oleh Wiga.

Dua menit berselang, pada menit ke 66, gol balasan dicetak oleh pemain Persijap no 14 Syahroni Anwar. Bermula dari kemelut didepan gawang Persis, Anwar berhasil menceploskan bola dalam posisi longgar. 

Namun petaka bagi tim tuan rumah terjadi pada menit 87. Saat pemain nomor 3 Persis GR Fifqy AF yang menyarangkan bola di gawang Persijap. Bola lambung yang diarahkan ke tiang jauh sebelah kanan kiper Syahril Adhim tak mampu diantisipasi. 

Pelatih Persijap Selection Carlos Raul, mengatakan kekalahan timnya akibat kurang beruntung. Namun demikian, ia mengaku cukup puas dengan permainan yang diterapkan anak asuhnya. 

“Cukup bangga terhadap mereka karena baru berkumpul sekitar dua minggu. Sementara kita harus menghadapi tim yang telah setahun terbentuk,” pungkasnya. 

Editor: Supriyadi

Ini Satu-satunya Harapan Persipur untuk Bisa Bertahan di Liga 2

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganHanya mengemas satu angka dari dua pertandingan babak play off liga 2 memang membuat langkah Persipur untuk bertahan di Liga 2 makin berat. Namun, bukan berarti sudah tidak ada peluang sama sekali.

Kesempatan Persipur untuk bertahan di liga 2 masih terbuka. Caranya, dengan berupaya keras agar bisa menjadi runner up terbaik diantara peserta play off lainnya.

“Kesempatan masih ada. Satu-satunya harapan tinggal jadi runner up terbaik,” cetus manajer Persipur Budi Susilo, Selasa (17/10/2017).

Upaya menjadi runner up terbaik harus diwujudkan dalam laga pamungkas di grup H. Yakni, menghadapi PSBK Blitar, Rabu 18 Oktober besok.

“Laga terakhir besok harus bisa menang. Kita upayakan bisa menang dengan selisih gol yang besar sehingga jadi keuntungan saat menentukan posisi runner up terbaik,” jelasnya.

Menurut Budi, di grup H yang dihuni empat tim. Yakni, Persipur Purwodadi, PSIM Jogjakarta, PSCS Cilacap, dan PSBK Blitar. Dari empat tim ini, hanya PSIM yang sudah memastikan bertahan di liga 2 karena berhasil menang dalam dua pertandingan yang sudah dijalani.

Sementara itu, pelatih Persipur Wahyu Teguh menyadari, pertandingan lawan PSBK besok  dinilai sangat krusial. Sebab, hasilnya jadi penentu nasib Persipur selanjutnya. Terlebih, setelah dalam dua laga sebelumnya gagal meraih poin maksimal.

“Masih ada kesempatan dan tetap optimis. Laga terakhir dengan PSBK Blitar harus kita maksimalkan untuk dapat angka penuh,” cetusnya. 

Editor: Supriyadi

Pertandingan Uji Coba Persijap Kontra Persis GR Batal, Ini Alasannya

Pemain Persijap berdoa sebelum mulai berlatih, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pertandingan ujicoba Persijap kontra Persis Gotong Royong (GR) batal digelar pada Sabtu (14/10/2017). Hal itu terkait penggunaan stadion Gelora Bumi Kartini yang telah dikapling terlebih dahulu untuk agenda lain. 

Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Jepara Esti Puji Lestari membenarkan hal itu. Dalam rilisnya, ia mengatakan stadion telah dipakai untuk agenda Asskab PSSI Jepara. 

“Pada tanggal tersebut, di sore hari Asskab PSSI Jepara mau memakai stadion untuk tim Porprov Grobogan mencoba lapangan. Sementara untuk pertandingan ujicoba di malam hari, kami belum mendapatkan izin dari pihak Polres Jepara,” tuturnya, Jumat (13/10/2017). 

Menurutnya, jauh-jauh hari pihaknya sebenarnya telah berkoordinasi dengan pengelola stadion. Pada pembicaraan pertama Esti menyebut tidak ada agenda pada tanggal tersebut, namun belakangan ternyata sudah ada pihak yang memesan tempat tersebut. 

Esti menyebut tak mempermasalahkan hal itu. Meskipun ia mengaku pihak panitia telah melakukan pencetakan tiket pertandingan ujicoba. Akan tetapi hal itu tak terlaksana karena perizinan. 

“Sebagai sesama pengelola sepakbola kami mengalah demi kepentingan bersama,” tuturnya.

Editor: Supriyadi

Sambut Play Off, Tim Persipur Malam ini Bertolak Menuju Malang

Pemain Persipur saat melakoni latihan di Stadion Krida Bhakti Purwodadi. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, GroboganPemain dan offisial Persipur dijadwalkan bakal bertolak menuju Malang, Jawa Timur malam ini. Hal itu disampaikan Sekretaris Persipur Setiawan Djoko Purwanto saat bertemu wartawan, Sabtu (7/10/2017).

“Jadwal keberangkatan ke Malang sudah kita rencanakan malam nanti. Saya, berangkat siang ini mendahului rombongan karena harus menyiapkan kebutuhan selama di Malang,” kata pria yang lebih akrab disapa Ndondot itu.

Diperkirakan, Minggu pagi besok, tim Persipur sudah tiba di Malang. Dengan demikian, mereka masih punya cukup waktu buat istirahat serta mempersiapkan pertandingan perdana babak Play Off liga 2 di grup H.

Sesuai jadwal dari PSSI, Persipur bakal menjalani laga perdana melawan PSIM Jogjakarta, Senin (9/10/2017). Bentrok lawan PSIM bakal digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang mulai pukul 15.30 WIB.

“Senin sore kita main pertama. Oleh sebab itu, kita pilih berangkat Sabtu biar punya jeda untuk bersiap-siap,” jelas anggota DPRD Grobogan itu.

Pertandingan berikutnya bakal dilangsungan tiga hari kemudian melawan PSCS Cilacap, Kamis (12/10/2017). Laga kedua Persipur ini juga digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang mulai pukul 15.00 WIB.

Untuk pertandingan pamungkas di grup H bakal digelar dalam waktu bersamaan tetapi lokasinya berbeda. Pada pertandingan terakhir, Persipur bakal meladeni Persewangi Banyuwangi.

Tempat pertandinganya digelar di Stadion Brantas, Kota Batu pada pukul 15.00 WIB. Laga terakhir sengaja dilangsungkan di tempat lain karena pada saat bersamaan, Stadion Kanjuruhan dipakai menggelar pertandingan PSIM melawan PSCS.

Dengan jadwal seperti itu maka tim Persipur akan tinggal selama sepekan di Malang. Hal itu dilakukan karena jarak Malang ke Purwodadi sangat jauh sehingga tidak memungkinkan kalau harus bolak-balik.

“Selama di Malang, kita nanti tidak tinggal di hotel. Tetapi, sewa home stay yang banyak terdapat di Malang,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Calon Penggawa Persijap Butuh Polesan

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati saat memberi arahan kepada pemain baru Laskar Kalinyamat. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 21 calon penggawa Persijap telah terpilih, namun mereka masih memerlukan polesan untuk dapat berlaga di ajang profesional Liga Indonesia Baru musim depan. 

“Saya senang dapat beberapa talenta muda, tapi masih banyak yang harus kita benahi, mudah-mudahan mereka bisa, saya percaya kalau mereka bisa berkembang dan menjadi pemain luar biasa,” kata pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati, Jumat (29/9/2017). 

Keduapuluh satu calon pemain Persijap tersebut, diperoleh dari hasil seleksi selama dua hari, Rabu-Kamis (27-28/9/2017). Dari 228 hanya ada 21 yang memenuhi selera Carlos baik dalam kemampuan maupun sikap di lapangan. Mereka yang terpilih merupakan putra asli Jepara, berumur 17 hingga 27 tahun. 

Carlos menilai calon pemain Persijap telah memiliki kemampuan bermain sepakbola yang baik. Meskipun demikian, pria asal Argentina itu menuntut agar mereka lebih tajam dalam mengolah bola. 

“Mereka punya kemampuan dan skill, tapi dalam sepakbola profesional kita perlu lebih dari itu,” terangnya. 

Sementara itu CEO Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, semua materi pemain merupakan pilihan pelatih kepala. Ia menekankan tidak ada kongkalikong dalam keputusan perekrutan pemain. 

“Tidak ada istilah orang dalam akan pemilihan pemain, ini murni keputusan pelatih sendiri. Saya sendiri tidak ikut campur, bahkan asisten pelatih Nugroho hanya membantu saja,” urainya.

Editor: Supriyadi

Persijap Mulai Seleksi Pemain Hadapi Kompetisi di Liga 3

Pemain Persijap saat melakoni latihan di stadion Gelora Bumi Kartini beberapa saat lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara mulai mempersiapkan skuad untuk berlaga di kompetisi level ketiga (Liga 3). Hal itu dilakukan dengan seleksi pemain yang mulai dilakukan pada 27-28 September 2017. 

Chief Executive Organizer (CEO) Persijap Esti Puji Lestari mengatakan, seleksi ini dilakukan guna menghadapi musim depan. Adapun ia menyebut, pada pemilihan pemain tahap pertama akan diprioritaskan untuk warga Jepara.

“Usianya minimal 18 tahun dan warga Jepara, itu syarat utama dalam seleksi kali ini,” katanya, Selasa (26/9/2017). 

Lebih lanjut Esti mengatakan, proses seleksi tahap pertama akan berlangsung cukup panjang.  Hal itu menurutnya, guna mempersiapkan kompetisi pada musim mendatang. 

“Dengan persiapan yang lebih panjang, diharapkan hasil yang didapatkan akan lebih baik,” pungkas Esti. 

Editor: Supriyadi

Jelang Play Off di Malang, Pelatih Persipur Mulai Kumpulkan Informasi Kekuatan Lawan

Pemain Persipur melakukan latihan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Masih adanya waktu jelang pelaksanaan babak play off liga 2 dimanfaatkan pelatih Persipur Wahyu Teguh untuk menggali informasi kekuatan lawan. Seperti diketahui,

dalam babak play off nanti, Persipur tergabung di grup H yang berisi 4 tim. Selain Persipur, di grup ini juga bercokol PSIM Jogjakarta, PSCS Cilacap dan Persewangi Banyuwangi.

”Lawan yang kita hadapi cukup berat. Untuk itu, saya sudah mencoba cari informasi tentang kekuatan tiga tim yang akan jadi lawan kita di play off,” kata Wahyu Teguh, Senin (25/9/2017).

Dari informasi yang sudah didapat, ketiga lawannya punya kemampuan yang berimbang. Oleh sebab itu, butuh perjuangan keras untuk bisa mengalahkan ketiga tim tersebut.

”Kualitasnya ketiga lawan imbang. Meski demikian, kita optimis dalam play off nanti,” cetusnya.

Menurut Wahyu, pertandingan babak play off digelar dengan sistem home turnamen. Untuk grup H, pertandingannya dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan Malang yang biasa dipakai jadi kandang Arema.

Babak play off akan diputar mulai 8-17 Oktober. Setiap tim akan memainkan tiga pertandingan. Tim yang menempati peringkat pertama nantinya akan lolos degradasi atau tetap bertahan liga 2.

Editor: Supriyadi

Buru Pesepakbola Hebat, PSSI Grobogan Perbanyak Turnamen Usia Dini

Para pemain usia dini terlihat bersemangat untuk menjadi yang terbaik dalam turnamen kelompok umur 10 tahun di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kamis (21/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ketua Askab PSSI Grobogan HM Nurwibowo menyatakan, saat ini ternyata cukup banyak bibit muda yang bisa diandalkan dalam cabang sepak bola. Dengan kondisi itu diharapkan dalam masa mendatang bisa muncul bintang sepak bola hebat dari Grobogan.

Hal itu dicetuskan Nurwibowo saat membuka turnamen sepak bola kelompok umur (KU) 10 tahun yang digelar di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kamis (21/9/2017). Dalam turnamen ini, ada 12 tim yang ikut ambil bagian.

”Seperti kita tahu, dulu ada pesebakola hebat dari Grobogan, salah satunya Tugiyo. Kemudian, kita juga punya Ravi Murdianto, mantan kiper timnas U-19 yang berasal dari Kecamatan Tegowanu. Kita harapkan, dari turnamen ini nanti bisa muncul bibit potensial yang bisa membawa kebanggaan bagi masyarakat Grobogan,” katanya.

Menurut Nurwibowo, untuk bisa memunculkan pesepakbola handal, salah satunya adalah memberikan kesempatan sebanyak mungkin pada anak usia dini untuk bertanding. Untuk itu, upaya yang harus dilakukan adalah lebih sering menggelar kejuaraan atau turnamen sepak bola usia dini bagi berbagai kelompok umur.

Hal itu diperlukan agar para bibit muda itu punya kesempatan menambah jam terbang dan menimba pengalaman. Selain itu, dari kejuaraan itu bisa digunakan sebagai sarana untuk memantau bibit muda yang punya talenta.

”Selama ini, turnamen bola ditingkat lokal masih minim. Untuk itu, mulai tahun depan harus sering ada turnamen. Baik untuk anak-anak, remaja dan dewasa. Khusus untuk turnamen usia dini, saya ingin digelar tiga kali dalam setahun,” kata Wakil Ketua DPRD Grobogan itu.

Masih dikatakannya, salah satu sarana untuk mencetak pesepakbola handal adalah dengan menerjunkan atlit itu ke dalam kancah kejuaraan. Jika hanya melakukan latihan keras tanpa pernah merasakan atmosfir pertandingan maka kemampuan para pemain itu sangat sulit terdongkrak.

”Melalui turnamen para pemain muda juga akan punya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan karakter dan mental. Jadi, semakin banyak ikut turnamen maka dampaknya sangat positif,” imbuhnya. 

Editor: Supriyadi

Besok, Persijap Siap Ladeni PSGC Ciamis

Manajemen dan pemain Persijap berdoa sebelum berangkat ke kandang PSGC Ciamis, Selasa (12/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara bertolak ke Ciamis guna mempersiapkan laga melawan Persatuan Sepakbola Galuh Ciamis (PSGC) Rabu (13/9/2017). Pada pertandingan pamungkas grup 3 Liga 2 itu, Laskar Kalinyamat memboyong 15 pemain. 

Pelatih Persijap Carlos Raul Sciucatti mengatakan, anak asuhnya optimis bisa merengkuh nilai atas pemain PSGC yang kini dibesut oleh Lukas Tumbuhan itu. “Kita tetap bersemangat dan menang. Kita akan selesaikan kompetisi dengan baik,” katanya. 

Pada pertemuan pertama lawan PSGC Sabtu (22/4/2017), Persijap dibawah komando Fernando Sales memetik hasil positif dengan mengalahkan tim tamu 4-1, kala tim tersebut masih dilatih oleh Carlos De Mello. 

Namun, tren positif Persijap kian menurun hingga kini berada di tubir degradasi. Sementara PSGC yang merekrut pelatih anyar, saat ini mengumpulkan 20 poin berjarak delapan poin dari tim dari Jepara. 

Pertandingan kali ini penting bagi PSGC, karena menjadi modal untuk melangkah ke babak 16 besar Liga 2. Sementara bagi Persijap, meskipun nantinya menang peluang bertahan di kasta kedua tetap berat lantaran poin yang kurang. 

Pemilik Klub Persijap Esti Puji Lestari mengungkapkan anak-anaknya akan bermain lepas. Tidak hanya itu, mereka akan bermain secara adil (fair play).

“Kita akan tetap bermain walau misal pemain kita diganjar banyak kartu merah. Meskipun nantinya kita akan protes, namun akan dilakukan secara wajar tak berlebihan, jangan sampai kita menjadi sasaran yang sedang mencari kesalahan kita,” tutur Esti.

Adapun, pemain yang dibawa ke Ciamis adalah, Amirul Kurniawan, Yusuf, Abdul Latif, Yuda Mega, Nurmufid Fastabikhul Khoirot, Lucky Oktavianto, Fauzan Jamal, Adit Wafa, Jufri Usemahu, Syarif Wijayanto, Yuda Risky, Ariannis, Redo, Rafi Maulana dan Tommy Oropka. 

Editor: Supriyadi

Tampil Perkasa, Persipur Libas Persipon di Laga Terakhir

Ekspresi striker andalan Persipur Albebta Dewangga Santosa usai mencetak gol buat timnya di menit ke 43, Senin (11/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penampilan istimewa diperlihatkan Persipur di laga terakhir kompetisi Liga 2, Senin (11/9/2017). Meladeni Persipon Pontianak di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, tim asuhan Wahyu Teguh tampil perkasa. Hasilnya, tim berjuluk Laskar Petir mampu unggul 3-1.

“Pertandingan ini merupakan penentuan langkah kita selanjutnya. Sejak awal, anak-anak sudah saya tekankan harus dapat tiga poin. Alhamdulillah, kemenangan akhirnya bisa kita dapat,” kata Wahyu Teguh.

Dalam laga yang disaksikan sekitar 3 ribu penonton itu, Persipur langsung tampil menggebrak sejak peluit kick off dibunyikan. Pada menit-menit awal, sedikitnya ada tiga peluang emas yang didapat. Satu peluang bahkan sempat mengenai mistar gawang lawan.

Terus menekan, gol yang ditunggu baru lahir di menit ke-28 melalui tendangan bebas dari luar kota pinalti. Gelandang Persipur Ono Obeth Munipa yang bertindak jadi eksekutor, sukses mengecoh Daeng Lukman, kiper Persipon.

Dua menit sebelum jeda pertandingan, skuad berjuluk Laskar Petir mampu menambah keunggulan. Kali ini, giliran striker andalan Albebta Dewangga Santosa yang mencatatkan namanya di papan skor.

Setelah unggul dua gol, penampilan Persipur sedikit menurun di awal babak kedua. Pada awal babak kedua, Persipon yang sudah ketinggalan dua gol terus melancarkan serangan. Upaya memperkecil ketinggalan akhirnya berhasil dilakukan setelah Septa Lingga Prasetyo mampu membikin gol menit ke-64.

Terciptanya gol balasan yang merubah kedudukan jadi 2-1 ini sempat membikin kubu Persipur deg-degan. Namun kondisi tegang ini harnya berlangsung lima menit saja.

Soalnya, pada menit ke-69, lagi-lagi pemain asal Papua Ono Obeth Munipa berhasil bikin gol lewat tendangan spekulasi dari luar kotak pinalti. Kedudukan pun berubah jadi 3-1 hingga pertandingan usai.

Manajer Persipur Budi Susilo menyatakan, setelah laga ini, posisi Persipur di klasemen akhir menempati urutan keempat. Dengan demikian, nantinya Persipur masih harus menjalani laga play off untuk memperebutkan tiket bertahan di liga 2.

“Untuk urutan kelima sampai terakhir, langsung degradasi. Sedangkan urutan ketiga dan keempat masih menjalani play off dulu. Jadwalnya akan diumumkan dalam waktu dekat,” katanya.

Editor: Supriyadi

Persijap Siap Tuntaskan Kompetisi 

Diskusi yang diadakan oleh manajemen Persijap untuk memantapkan langkah menghadapi laga terakhir. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap tetap berkomitmen menuntaskan kompetisi di Grup 3 Liga 2. Pada pertandingan terakhir, Laskar Kalinyamat dijadwalkan menantang PSGC Ciamis, pada Rabu (13/9/2017).   

Keputusan ini tercipta setelah manajemen Persijap berdiskusi dengan pemain dan perwakilan suporter, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (09/09/2017) siang.

CEO Persijap Esti Puji Lestari mengungkapkan, para pemainnya masih sangat bersemangat dalam melakoni sisa pertandingan meski pada pertandingan terakhir melawan Persibat mereka disanksi kalah Walkout 0-3 atas tim tamu. 

“Komitmen ini sesuai dengan keinginan pemain, suporter dan masyarakat untuk bahwa kita harus meneruskan dan dapat menyudahi kompetisi dengan elegan. Kita akan meneruskan (keikutsertaan di Grup 3 Liga 2) meskipun ada kendala. Pemain juga menunjukan komitmen itu dan itu sudah cukup bagi saya,” katanya.

Hal itu diamini oleh pelatih Persijap Carlos Raul Sciuccati. Menurutnya, komitmen dari anak asuh dan dukungan suporter merupakan bekal penting baginya untuk menyelesaikan pertandingan terakhir, meskipun timnya itu tetap akan turun kasta. 

“Saya sangat senang sekali dengan komitmen pemain, itu artinya kita akan kesana (Ciamis) dan berjuang sebagaimana kami mengawali musim ini,” tuturnya. 

Ia menambahkan, timnya pun tetap melaksanakan latihan sebagaimana biasa meskipun frekuensinya berkurang menjadi satu kali sehari.  

Kapten Persijap Abdul Latif Hasyim mengatakan antusiasme tim menjelang laga terakhir. “Kami tetap bersemangat habiskan sisa pertandingan terakhir. Targetnya pasti peroleh poin,” urainya. 

Perlu diketahui, Persijap diganjar WO atas lawannya Persibat dan denda sebesar Rp 100 juta oleh Komisi Disiplin PSSI. Hal itu karena Laskar Kalinyamat dinilai menolak melanjutkan pertandingan, di menit ke 90+3 karena tak puas atas keputusan wasit.

Pada saat pertandingan Minggu (27/9/2017) , wasit Supriawan asal Malang menunjuk titik 12 pas di gawang tuan rumah, karena Pemain nomor 32 Persibat, Ishak Yustinus Mesak Djober terjatuh di kotak penalti, akibat singgungan dengan pemain Persijap Syarif Wijianto. 

Atas pelanggaran tersebut, Komisi Disiplin memutuskan Persijap melanggar pasal 56 juncto pasal 31 Kode Disiplin PSSI. Oleh karenanya klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu dihukum kalah 0-3 atas lawannya Persibat Batang. Atas sanksi itu, manajemen Persijap pun melayangkan banding. 

Saat ini Persijap berada di trap ketujuh dari delapan tim, dengan koleksi 12 poin. Praktis tim yang berdiri sejak 1954 itu terancam degradasi turun ke Liga 3.

Editor: Supriyadi

Keren!! SSB Ndeso Asal Grobogan Ini Jadi Wakil Jateng dan DIY di Even Nasional

Tim SSB Bintang Muda Wolo jadi duta Jateng dan DIY di even Calci Junior Cup ke-5 setelah jadi juara Zona Semarang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Muda Wolo (BMW) yang ada di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Grobogan berhasil mengukir sejarah. Mereka berhasil lolos menjadi wakil zona Semarang (Jateng dan DIY) dalam babak utama even Calci Junior Cup ke-5.

Even tingkat nasional yang disponsori produsen atribut olahraga itu diperuntukkan bagi pesebakbola di bawah usia 11 tahun.

Pelatih BMW Purnomo menyatakan, babak utama akan dihelat di Blitar, Jawa Timur dari tanggal 9-11 September. Total peserta ada 12 SSB yang merupakan juara di masing-masing zona.

”Jadi peserta yang tampil dalam babak utama nanti adalah para juara dari berbagai provinsi. Totalnya ada 12 tim termasuk BMW,” jelasnya, Selasa (5/9/2017).

Menurut Purnomo, dalam babak kualifikasi di zona Semarang 3 September lalu diikuti 16 SSB dari Jateng dan DIY. Pada babak kualifikasi yang dilangsungkan di lapangan Arhanud Semarang itu, BMW di luar dugaan bisa melaju ke final dan akhirnya malah jadi juara.

”Kita final ketemu lawan kuat, yakni SSB Brawijaya Jogja. Alhamdulillah, kita bisa mengalahkan mereka meski harus berjuang keras,” cetusnya.

Keberhasilan jadi juara di zona Semarang dinilai sangat mengejutkan. Sejak awal, pihaknya tidak mencanangkan target muluk-muluk dalam even tersebut.

”Tujuan utama ikut turnamen Calci Junior itu sekedar menambah pengalaman bertanding anak-anak. Ternyata malah bisa juara dan ini diluar dugaan. Dari 16 SSB yang tampil di Zona Semarang, hanya BMW saja kayaknya yang berasal dari desa,” ungkap Purnomo sambil tertawa.

Menghadapi babak utama di Blitar, Purnomo mengaku sudah mempersiapkan timnya sebaik mungkin. Hanya saja, ada sedikit kendala yang dihadapi dalam masa persiapan ini. Yakni, adanya kegiatan revitalisasi lapangan Desa Wolo sehingga tidak bisa digunakan untuk latihan.

”Saat ini, lapangannya baru diuruk karena mau ditinggikan. Terpaksa, saat ini kami latihan sementara di lapangan bundaran simpanglima Purwodadi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Terancam Degradasi, Persipur Usung Misi Libas Tuan Rumah Persiba Bantul

Pemain Persipur melakukan latihan rutin di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ujian cukup berat bakal dijalani skuad Persipur, Sabtu (19/8/2017) besok. Yakni, menjalani bentrok dengan tuan rumah Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung.

Laga ini cukup krusial bagi tim berjuluk Laskar Petir. Sebab, hanya dengan meraih poin maka kesempatan untuk bertahan di liga 2 tetap terbuka. Sebaliknya, jika sampai kalah maka peluang menghindari degradasi makin sulit dilakukan.

”Kita menyadari betapa pentingnya laga lawan Persiba. Oleh sebab itu, kami bakal tampil habis-habisan,” tegas pelatih Persipur Wahyu Teguh, Jumat (18/8/2017).

Menurut Wahyu, dalam laga melawan Persiba, dia tidak meracik taktik khusus. Semua pemain diminta konsentrasi penuh sepanjang 90 menit dan memanfaatkan peluang yang didapat sebaik mungkin.

”Kita akan tampil seperti biasanya. Semoga bisa menang seperti saat pertemuan pertama di Purwodadi,” cetus Wahyu.

Seperti diketahui, dari klasemen sementara di grup 4, Persipur masih bercokol di urutan keenam. Sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI, tim yang aman dari degradasi maksimal berada pada urutan keempat.

Dari delapan tim di grup 4 ini, hanya ada tiga tim yang hampir bisa dipastikan tetap bertahan. Yakni, PSIS Semarang, Persis Solo, dan PSIR Rembang.

Sementara tiga tim lainnya masih bersaing ketat memperebutkan satu tempat di posisi keempat. Yakni, Sragen United (13 poin) yang saat ini ada di urutan keempat, PPSM Magelang (12 poin) di urutan kelima dan Persipur yang punya 11 poin.

Dua tim lainnya tipis peluangnya untuk bertahan. Yakni, Persiba Bantul (4 poin) yang berada di juru kunci dan Persipon Pontianak (7 poin) di urutan ketujuh.

Dari tiga laga tersisa, pertandingan paling dekat adalah melawat ke kandang Persiba Bantul. Selepas itu, Persipur bakal jadi tuan rumah saat menjamu Sragen United dan Persipon Pontianak.

Editor: Supriyadi

Kena Pinalti Menit Akhir, Persipur Gagal Dulang Angka di Magelang

MuriaNewsCom, Grobogan – Kesempatan membawa pulang satu angka di Magelang gagal diraih Persipur, Minggu (6/8/2017). Hadiah pinalti yang diberikan untuk PPSM di menit akhir membuar skor pertandingan berkesudahan 3-2 buat tuan rumah.

Dalam pertandingan itu, skuad Laskar Petir sudah tampil all out untuk meraih angka. Sempat tertinggal 1-0 lebih dulu, Persipur akhirnya mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada babak pertama.

Pada awal babak kedua, PPSM kembali unggul 2-1. Namun, tim besutan Wahyu Teguh kembali berhasil menyamakan kedudukan jadi 2-2.

Sayangnya, pada menit akhir menjelang pertandingan usai, tuan rumah mendapat hadiah pinalti yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh PPSM.  Akhirnya, skor akhir pertandingan berubah jadi 3-2 buat keunggulan PPSM.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk meraih angka di Magelang. Sayangnya, kesempatan meraih hasil imbang gagal kita dapat karena lawan dapat pinalti pada menit akhir,” Pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Editor : Ali Muntoha

Persijap Dihantui Degradasi

Skuad Persijap Jepara 2017. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap kalah (lagi) melawan Persibangga 1-0, di Stadion Goentoer Darjono, Kamis (3/8/2017). Dengan hasil tersebut, klub asal Jepara itu tak bergeming dari posisi tujuh. Sementara lawannya, mempersempit jarak poin dengan Laskar Kalinyamat. 

Perlu diketahui, Persijap tak mampu mengalahkan tim besutan Achmad Muhariah dalam dua pertandingan. Pada laga kandang di Stadion Gelora Bumi Kartini Minggu (7/5/2017), Persatuan Sepakbola Indonesia Jepara yang saat itu diarsiteki Fernando Sales kalah 0-1.

Drama yang sama rupanya berulang, saat bertandang ke Persibangga, tim yang kini dilatih Carlos Raul Sciucatti menderita kekalahan dengan poin yang sama.

Meskipun tak merubah urutan klasemen, namun hasil itu tidak diinginkan oleh Persijap. Lantaran, masih ada empat laga lagi yang harus dilakoni Faumi cs.

Bahkan dua pertandingan tandang yang akan dilaksanakan pada medio Agustus dan September, Laskar Kalinyamat harus melawan pemuncak klasemen grup 3 PSS Sleman dan PSGC Ciamis yang menempati trap ketiga.

Seusai pertandingan, pelatih Persijap Carlos menyebut, beberapa keputusan wasit merugikan pemainnya. “Wasit memberikan beberapa keputusan yang salah dan itu berpengaruh pada permainan di lapangan,” tutur dia.

Sementara itu, Pelatih Persibangga Achmad Muhariah bersyukur atas kemenangan yang dicapai timnya.  “Hasilnya sangat kami syukuri, akhirnya kami meraih kemenangan di kandang, mudah-mudahan dengan hasil ini anak-anak akan semakin percaya diri menghadapi sisa pertandingan,” ujarnya. 

Catatan dari Persibangga pun tak begitu menggembirakan. Dari 10 kali pertandingan, hanya dua kemenangan dibukukan, satu kali seri dan sisanya kekalahan. 

Saat ini, Persibangga memiliki poin tujuh poin. Sementara Persijap Jepara masih ajeg mengoleksi 9 poin, dengan tiga kali kemenangan dan tujuh kali kekalahan.

Editor: Supriyadi

Main di Kandang, Persipur Menang Tipis atas PSIR

Pemain Persipur Purwodadi berusaha mempertahankan bola saat berhadapan dengan PSIR. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Target Persipur meraih kemenangan berhasil digapai, Minggu (30/7/2017). Bertanding di kandang sendiri, skuad Laskar Petir mampu unggul tipis 1-0 atas tamunya PSIR Rembang.Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga ini dilesakkan striker Persipur Albebta Dewangga Santosa menit ke-32. Berawal dari umpan silang yang dikirim pemain sayap Yanto Kewer, bola lambung di depan gawang PSIR mampu disundul Dewangga hingga berbuah gol.

Ketinggalan satu gol, PSIR yang dalam laga pertama mampu main imbang dengan Persipur mencoba bangkit. Berulangkali, tim berjulu Laskar Dampo Awang itu mampu memberikan tekanan dan mendapat sejumlah peluang emas. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang sempurna menjadikan peluang itu gagal menghasilkan gol kemenangan.

Jalannya pertandingan kedua kesebelasan yang disaksikan sekitar 5 ribu penonton berlangsung cukup keras. Indikasinya, ada 8 kartu kuning yang dilayangkan wasit I Dewa Komang Santika dalam laga itu. Sebanyak 6 kartu kuning untuk pemain Persipur dan 2 lainnya buat PSIR.

Kemenangan yang sudah dinantikan tak ayal disambut gegap gempita suporter, pemain dan ofisial Persipur. Bahkan, pelatih Persipur Wahyu Teguh tampak melakukan sujud syukur di tepi lapangan begitu wasit asal Cimahi, Jabar meniup peluit panjang.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa dapat poin penuh sore ini. Pertandingan tadi cukup ketat. PSIR memberikan perlawanan sengit sampai akhir,” ungkapnya.

Dari pihak PSIR tampak kecewa dengan hasil tersebut. Kekalahan itu dinilai akibat kurang bagusnya kepemimpinan wasit. Hal itu disampaikan Asisten Manajer PSIR Bayu Indra saat jumpa pers usai pertandingan.

“Kita kalah oleh wasit. Itu saja komentarnya,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Libur Panjang Usai, Laskar Dampo Awang Geber Latihan


Tim PSIR saat menggelar latihan di stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

MuriaNewsCom, Rembang – Libur panjang Lebaran 2017 sudah berakhir. Para skuad PSIR Rembang pun mulai menggiatkan latihan kembali guna untuk mempersiapkan laga lajutan di Stadion Krida Rembang.

Pelatih laskar Dampo Awang Hadi Surinto mengatakan bahwa setelah libur lebaran selama 7 hari, kini para pemain menjalani latihan.

“Latihan itu tentunya sebagai bekal untuk mempersiapkan tim bertandang melawan tim tuan rumah PPSM Magelang pada tanggal 8 Juli 2017 mendatang,” katanya.

Sementara itu, di saat menjalani latihan rutin di bulan Ramadan, ia mengutarakan bahwa ia tetap menggeber latihan guna melatih fisik anak asuhnya.

“Selama bulan ramadan, para pemain ini tetap menjalani latihan untuk tetap menjaga fisik agar tetap bugar. Latihan dilakukan setiap sore hari, selama bulan puasa,” paparnya.

Dia  menambahkan, untuk latihannya sendiri sudah dimulai pada pekan ini. “Untuk  waktu pagi dimulai dengan tes fisik pemain. Sehingga disaat latihan pertama kali seusai libur dapat dijalankan dengan baik,”pungkasnya.

Pada laga penyisihan putaran pertama, PSIR masih menyisakan pertandingan. Diantaranya, melawan tuan rumah PPSM Magelang pada 8 Juli. Dan menjamu PERSIS Solo di Stadion Krida Rembang pada 15 Juli mendatang.

Editor: Supriyadi