Meriah, Kirab Sendang Widodari Desa Menawan Kudus Diikuti Ratusan Warga

Kegiatan teatrikal dalam kirab Sendang Widodari Desa Menawan jadi tontonan warga, Kamis (21/9/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog mengelar kirab Sendang Widodari, Kamis (21/9/2017). Kirab dimulai dari Balaidesa, dengan final di lapangan bumi perkemahan Menawan.

Kades Menawan Sholihin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tutin yang dilakukan setiap tanggal 1 Muharrom. Meski begitu, peserta kirab tak pernah surut. Buktinya, dalam kirab kali ini, setidaknya ada 500 peserta yang berpartisipasi.

“Ini merupakan kali kedua diselenggarakan. Dan tahun ini jauh lebih meriah lagi ketimbang tahun lalu. Karena kini terdapat teatrikal di ujung acaranya,” katanya kepada MuriaNewsCom usai kegiatan.

Menurut dia, sebelum mencapai finish, para peserta kirab harus berjalan sekitar 1,5 kilometer. Selama perjalanan, banyak warga yang menonton, lantaran termasuk event yang ditunggu-tunggu.

Dalam pertunjukan teatrikal, yang diangkat adalah kekeringan yang melanda kawasan Menawan puluhan tahun lalu. Saat itu, hanya sendanglah yang masih memiliki air, dan menyelamatkan warga setempat.

Ditambahkan, yang diangkat adalah sendang widodari, yang terdapat di dalam desanya untuk kebutuhan masyarakat. Sendang tersebut diketahui tak pernah kering dan hingga kini digunakan untuk kebutuhan warga.

Editor: Supriyadi

Warga Banjarejo Grobogan Dihebohkan dengan Munculnya Sendang yang Airnya Berwarna Biru

Kades Banjarejo Ahmad Taufik sedang menceburkan diri di sendang yang airnya berwarna kebiru-biruan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kades Banjarejo Ahmad Taufik sedang menceburkan diri di sendang yang airnya berwarna kebiru-biruan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriNewsCom, Grobogan – Fenomena menakjubkan kembali muncul di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Grobogan. Kali ini, bukan soal penemuan benda purbakala atau cagar budaya seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi, munculnya sebuah sendang yang cukup menawan di Dusun Peting. Air sendang ini warnanya kebiru-biruan seperti telaga warna di Pegunungan Dieng.

Sendang tersebut muncul dari proses pelebaran mata air yang sebelumnya sudah di areal sawah di sebelah selatan Dusun Peting. Mata air sebelumnya ukurannya hanya 2 x 2 meter dengan kedalaman 2,5 meter.

Pelebaran dilakukan agar bisa menampung lebih banyak air, khususnya untuk menghadapi musim kemarau. Sebab, wilayah Desa Banjarejo termasuk tandus dan sulit mendapatkan air saat kemarau datang.

Proyek pelebaran mata air yang berada di sawah milik Karno (30), dimulai Jumat (16/09/2016). Untuk mempercepat pekerjaan, pelebaran mata air dilakukan menggunakan dua alat berat jenis backhoe.

Selama sehari penuh, komplek mata air berhasil diperlebar dengan ukuran 4 x 8 meter membujur dari arah barat ke timur. Selain diperluas, kedalamannya juga ditambah jadi 5 meter.

Keesokan harinya, Sabtu (17/09/2016), baru terjadi kehebohan. Hal ini terjadi setelah kolam yang diperlebar itu terisi air yang warnanya kebiru-biruan. “Kalau saya amati, air di sendang ini warnanya mirip di telaga warna di Pegunungan Dieng. Ini merupakan fenomena alam yang luar biasa buat Desa Banjarejo. Soalnya, sumber air di sini sangat susah didapatkan,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurut Taufik, mata air yang di Dusun Peting tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyang. Selama ini, mata air di situ tidak pernah berhenti mengeluarkan air kendati pada puncak musim kemarau.

Oleh sebab itulah, pihaknya sengaja membuat rencana pelebaran mata air tersebut. Tujuannya, agar bisa menampung banyak air sehingga nantinya bisa dipakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bercocok tanam.

Editor : Kholistiono