Rembang Pecahkan Rekor MURI untuk Tanda Tangan Terbanyak

Tokoh Laskar Brotoseno Dwi Joko Supriyanto (kiri) menerima penghargaan dari Majaner Eksekutif MURI Sri Widayati di Lapangan Tegaldowo, Gunem, Jumat (7/4/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kabupaten Rembang kembali memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk tanda tangan terbanyak. Rekor tersebut terpecahkan dengan kehadiran lebih 3 ribu orang yang membubuhkan tanda tangan.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Laskar Brotoseno ini, dilakukan di tepi embung Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, pada Jumat (7/4/2017). Kegiatan yang juga didukung PT Semen Indonesia ini, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia.

Dalam kesempatan ini, para peserta yang hadir juga mengikuti kegiatan jalan sehat sejauh lebih kurang 5 Kilometer yang dimulai dari Embung Tegaldowo hingga lapangan desa setempat.

Tokoh Laskar Brotoseno Dwi Joko Supriyanto mengatakan, pembuatan tanda tangan oleh 3 ribu peserta ini nantinya akan dikirimkan ke Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “Adapun tujuannya  ini memang sebagai simbol, bahwa warga yang berada di Ring 1 pabrik semen dan sekitarnya mendukung beroperasinya pabrik semen di Rembang,”katanya.

Selain warga, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Wakil Bupati Bayu Andriyanto, Kepala DKK Ali Shofii dan jajaran pemerintahan lainnya juga mengikuti acara itu.

Tak hanya memprakarsai tanda tangan, laskar Brotoseno juga memeriahkan acara jalan sehat  dengan memberikan ratusan hadiah menarik kepada peserta. Baik mulai dari perlengkapan rumah tangga dan lainnya.

Sementara itu, Majaner Eksekutif MURI Sri Widayati mengatakan, ada empat kriteria untuk bisa dicatatkan di MURI. Yakni PPUL atau pertama, paling, unik, dan langka. “Hingga sekarang kita sudah mencatat sebanyak 7.800 rekor. Salah satu yakni Rembang. Di antaranya yaitu  makan olahan ikan terbanyak sebanyak 17 ribu, pemakaian hijab terbanyak, menulis harapan atau cita cita di Balai Kartini oleh siswa terbanyak. Dan yang saat ini, yakni tanda tangan terbanyak sebanyak 3 ribu orang,” paparnya.

Editor : Kholistiono

Kepala Staf Kepresidenan Batal Kunjungi Rumah Padmi di Larangan Pati

Perwakilan Kantor Staf Kepresidenan RI mengunjungi rumah Padmi, aktivis penolak semen yang meninggal beberapa hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kepala Staf Kepresidenan RI Teten Masduki batal mengunjungi rumah keluarga Padmi di Desa Larangan, Tambakromo, Pati. Sebelumnya, Teten dijadwalkan akan ikut berdoa dan mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Patmi pada Senin (28/3/2017) malam.

Abetnego Tarigan, perwakilan Kantor Staf Kepresidenan RI yang mewakili Teten mengatakan, Teten sudah berada di Semarang untuk bersiap menuju Pati. Namun, Teten mendadak membatalkan kunjungannya karena tidak enak badan.

“Bapak berencana akan mengunjungi rumah keluarga ibu Padmi di Larangan. Sebelum tiba di Pati, beliau sudah bersiap di Semarang. Namun, beliau mendadak tidak enak badan sehingga mengutus kami untuk mewakili,” kata Abetnego.

Sebelumnya, Teten juga merencanakan melayat ke rumah duka pada Rabu (22/3/2017) lalu. Namun, Teten membatalkan rencananya karena menemani Presiden Joko Widodo ke Sumatera Utara.

Abetnego sendiri menjabat sebagai tenaga ahli utama kedeputian bidang kajian dan pengelolaan isu-isu sosial, budaya dan ekologi strategis. Tak datang sendirian, dia berkunjung ke rumah keluarga Padmi bersama Alois Wisnuhardana, tenaga ahli utama kedeputian 4 Kantor Staf Kepresidenan RI.

Kunjungan kedua perwakilan Teten tersebut dikawal petugas dari Polres Pati, Polsek Tambakromo, Polsek Kayen, Polsek Sukoilo, Kodim 0718/Pati dan Koramil Tambakromo. Keduanya meninggalkan rumah duka sekitar pukul 23.00 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, Padmi, aktivis penolak semen asal Desa Larangan meninggal dunia setelah mengikuti aksi cor kaki menggunakan semen di Jakarta. Padmi meninggal dunia, karena serangan penyakit jantung.

Editor : Kholistiono

Pabrik Semen di Rembang Siap Beroperasi April 2017

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat berkunjung ke pabrik semen di Rembang kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno memastikan pabrik semen di Rembang siap beroperasi pada April 2017. Peresmiannya sendiri, direncanakan akan dilakukan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Rini Soemarno saat mengunjungi lokasi pabrik semen milik PT Semen Indonesia, yang berada di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jumat (17/3/2017).

Rini menyatakan, seluruh izin terkait keberadaan pabrik semen berkapasitas tiga juta ton per tahun itu sudah hampir rampung. Peresmian pabrik hanya tinggal menunggu hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang akan diumumkan presiden Jokowi. “Peresmiannya harus menunggu KLHS dahulu, kita harapkan memang (KLHS) di April ini selesai,” ujarnya.

Sejak awal, pihaknya menegaskan telah berkomitmen, bahwa keberadaan pabrik semen milik negara tersebut harus memberikan dampak ekonomi yang besar. Tujuannya agar puluhan ribu warga sekitar bisa lebih sejahtera baik sebelum maupun sesudah pabrik beroperasi.

“Saat ini juga telah dirasakan. Jadi kami bukan hanya dari Semen Indonesia, tapi perusahaan BUMN ingin membuat program yang dapat mensejahterakan warga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rini juga melakukan dialog dengan warga di lingkungan lingkaran satu pabrik, yakni Desa Timbrangan, Kajar, Tegaldowo, Pasucen, dan Kadiwono. Dirinya menyebut, jika mayoritas warga sekitar pabrik sangat mendukung keberadaan pabrik milik PT Semen Indonesia itu.

“Saya sangat senang sudah dapat berkomunikasi dengan kepala desa dan warga di lingkungan lingkaran satu ini. Mereka warga lima desa sangat mendukung, mungkin lima persen yang dikatakan kurang mendukung dan ini tentunya harus kita carikan solusi,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Kadiwono Ahmad Ridwan mengatakan, warganya menyatakan dukungannya atas berdirinya pabrik semen. Ia mencatat, hanya ada sekitar lima persen warga yang belum memberikan dukungan terhadap berdirinya pabrik.

“Kami akan mnghormati terhadap warga yang kebetulan masih belum mendukung berdirinya pabrik semen. Sejauh ini, multi efek pembangunan pabrik semen sudah positif kami rasakan,” paparnya.

Editor : Kholistiono

DPRD Jateng Cium Aroma Persaingan di Balik Penolakan Pabrik Semen di Rembang

Anggota Komisi D DPRD Jateng saat melihat maket pabrik semen di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Belasan anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke pabrik semen di Rembang pada Rabu (15/3/2017). Dalam kunjungannya itu, mereka mendorong agar PT Semen Indonesia tetap berjalan.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Mustolih, anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah. Dirinya menyampaikan, jika proyek pabrik semen yang telah menyedot dana Rp 4,6 Triliun harus tetap berjalan.

“Jika muncul pro kontra, pihak PT Semen Indonesia jangan menyerah. Harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat ke depannya seperti apa. Yang jelas, PT. Semen Indonesia selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak boleh kalah dengan pabrik semen swasta,” katanya.

Bahkan menurut Mustolih, dirinya mencium adanya aroma persaingan antarpabrik semen di balik penolakan PT Semen Indonesia yang melakukan ekspansi di Kabupaten Rembang.

Kartina Sukowati, anggota Komisi D DPRD Jateng lainnya menyampaikan, jika masyarakat yang menolak kebanyakan khawatir dan mempermasalahkan sumber air akan menurun jika pabrik semen beroperasi.Untuk itu, hal tersebut harus diperjelas dan dirinya menyarankan agar PT Semen Indonesia menggunakan air permukaan, dibandingkan menyedot air bawah tanah.

Hal senada juga disampaikan Samirun, anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, PT Semen Indonesia tidak hanya sekadar membangun embung guna menampung air hujan. “Pabrik semen jangan hanya membuat embung. Namun juga harus membuat waduk. Sehingga nantinya warga setempat bisa tercukupi airnya, bukan hanya mengandalkan air bawah tanah saja,” paparnya.

Terkait hal itu, pimpinan proyek Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Heru Indrawijayanto mengungkapkan, jika pihaknya memasang 5 titik sumur pantau, termasuk di desa ring 1 pabrik, guna mengetahui debit air bawah tanah. Naik turunnya sumber air, dengan mudah akan diketahui.

Selain itu, PT. Semen Indonesia telah membangun embung dan mengoptimalkan sumber air bawah tanah, agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Kelak lokasi bekas penambangan, juga bisa dialihfungsikan untuk embung. Warga dipersilakan memanfaatkan dalam rangka menopang sektor pertanian.

Kemudian, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terhadap warga yang terdampak  proyek pabrik semen. Hal itu bukan hanya dilakukan di ring satu saja di Kabupaten Rembang, melainkan juga desa terdekat di Kabupaten Blora, yakni Desa Ngampel.

“Untuk yang di ring satu, seperti  Desa Kadiwono, Kajar, Timbrangan, Pasucen dan Tegaldowo itu tentunya sudah secara maksimal kita perhatikan. Baik fasilitas desa maupun lainnya. Selain itu, juga ada Desa Ngampel, Blora. Meskipun bukan berada di area Rembang, namun desa itu juga berdekatan dengan lokasi pabrik, sehingga perlakukannya juga sama dengan ring 1,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Warga di Ring 1 Pabrik Semen Minta PT SI Bikin Kesepakatan Tertulis

Warga mengikuti sosialisasi terkait rencana penambangan pascapenerbitan surat keputusan kelayakan lingkungan hidup (SKKLH) dan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah. Sosialisasi dilakukan dilakukan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Warga yang berada di ring satu pabrik semen di Rembang, meminta kepada manajemen PT Semen Indonesia untuk melakukan kesepakatan tertulis dengan warga. Hal tersebut, terkait dengan komitmen PT SI untuk menyejahterakan warga, di antaranya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Sudarji, salah seorang tokoh Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, mengatakan, kesepekatan tertulis tersebut diperlukan agar ke depan, pihak PT SI tidak lepas terkait komitmennya. Beberapa hal yang perlu direalisasikan PT SI katanya, antara lain, terkait penyerapan tenaga kerja, pendidikan warga setempat, kesejahteraan masyarakat dan akses infrastruktur desa.

“Minimal pihak manajemen PT SI bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak sekolah.Karena komitmen PT SI untuk ikut serta mencerdaskan anak bangsa harus direalisasikan. Nantinya, jika banyak SDM yang berkualitas kan bisa menjadi tenaga kerja ahli di PT SI,” ujarnya.

Warga juga meminta agar dalam penyaluran CSR tahun 2017 ini, memberikan porsi tersendiri bagi warga sekitar ring satu. Ditambah lagi, akses jalan di kawasan Kecamatan Gunem, khususnya Desa Tegaldowo juga diminta untuk diperbaiki.

Camat Gunem, Teguh Gunawarman meminta pihak PT SI agar mempertimbangkan mempekerjakan tenaga kerja dari daerah ring satu, termasuk warga yang sebelumnya menentang pendirian pabrik semen.

“Saya akan lakukan pendataan warga yang belum memiliki pekerjaan. Selanjutnya kita sodorkan, soal nanti diterima apa enggak ya tergantung filternya bagaimana, kondisi kesehatannya, akademisnya, dan skillnya,” katanya.

Sementara itu, Manager Engineering dan Project Rembang, Gatot Muwardi menjelaskan, seluruh usulan dari warga akan ditampung terlebih dahulu. Sejumlah usulan-usulan nantinya akan dipertimbangkan terhadap pimpinan.

“Karena kita ini perusahaan milik negara, kita akan tampung dan pilah-pilah terlebih dahulu. Soal penyerapan tenaga kerja itu sudah pasti dan warga sekitar akan tetap kami prioritaskan,” jelasnya.

Adapun dalam tahun ini, PT Semen Indonesia berencana menyalurkan bantuan CSR dengan nominal yang lebih tinggi dari tahun 2016 silam. Rencananya dialokasikan CSR sebesar Rp 35 miliar, terpaut Rp 10 miliar lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“Soal pengalokasiannya pihak internal manajemen masih dalam tahapan perancangan. Yang jelas kisaran CSR tahun ini diprediksi akan lebih banyak jika dibanding tahun lalu,” tambah Kepala Seksi Bina Lingkungan PT Semen Indonesia, Abdul Manan.

Editor : Kholistiono

Bupati Rembang : Saya Tak Ingin Bicara Pro dan Kontra Pabrik Semen

Bupati Rembang Abdul Hafidz (tengah) saat menerima perwakilan peserta aksi unjuk rasa terkait pabrik semen di Rembang, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz (tengah) saat menerima perwakilan peserta aksi unjuk rasa terkait pabrik semen di Rembang, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto serta Sekda dan Kapolres Rembang bersedia menemui perwakilan dari peserta aksi pengunjuk rasa pro pabrik semen, Kamis (22/12/2016).

Di hadapan perwakilan peserta aksi, bupati menyampaikan, jika dirinya tak bicara tentang pro dan kontra. Sebagai perwakilan pemerintah, dirinya memiliki kewajiban untuk memfasilitasi semua warganya, baik yang pro dan kontra.

“Sebagai pemangku kebijakan di Pemda Rembang, saya akan sangat berhati-hati mengenai soal perizinan. Siapapun yang mengajukan izin usaha, baik itu perorangan atau perusahaan, sepanjang memenuhi syarat dan aturan pasti akan diizinkan,” ujarnya.

Kemudian, terkait dengan putusan MA beberapa waktu yang lalu, dirinya mengatakan bahwa yang dipersoalkan dalam hal tersebut adalah izin lingkungan.”Putusan itu mengenai izin lingkungan saja. Tapi memang, yang berhak adalah pemprov. Sampai sekarang, saya juga tidak pernah mendapatkan petikan dari MA. Dari informasi Pak Gubernur, dalam putusan itu tidak ada kalimat mengehentikan pembangunan pabrik semen,” ucapnya.

Baca juga : Ribuan Warga yang Tanda Tangan Tolak Pabrik Semen di Rembang Disebut Banyak Berasal dari Blora

Bupati juga mengatakan, jika dilihat dari segi sisi tata ruang, keberadaan pabrik semen di Rembang juga tak ada yang dilanggar. “Kita sudah sangat berhati-hati dengan izin tersebut. Dulu, pemohon meminta  luasannya 1.500 hektare. Setelah meneliti tata ruang yang ada dan supaya aman, kita hanya mengizinkan selebar 800 hektare. Kita juga pernah mendatangkan tim ahli UGM, ITB. Kami undang juga dari  warga yang pro dan kontra. Supaya bisa sama-sama jelas,” imbuhnya.

Dulu, katanya, pernah ada Komnas HAM,  Komnas Perempuan, Menkopolhukam, Watimpres yang datang ke Rembang. Ada juga, katanya, Menteri BUMN dan utusannya. Hal itu membuat pemda sempat heran, karena, menurutnya di Rembang baik-baik saja, menurutnya tidak wajar, jika datang hanya mempersoalkan semen yang ada di Rembang.

Di sisi lain, dirinya mengaku sangat iri hati terhadap kehidupan ekonomi di wilayah lain yang cukup makmur. “Saya bukan sebagai corong semen. Namun bila dilihat secara fakta, saya juga iri dengan wilayah lain. Seperti halnya Kudus yang makmur dengan pabrik Rokok, Pati dengan berbagai pabriknya, Gresik ada pabrik Semen, Blora ada Pertamina, Bojonegoro ada minyak. Rembang, yang baru saja ada pembangunan pabrik semen saja kok ya geger terus,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Rembang Subakti menyampaikan, jika adanya pabrik semen dapat mendongkran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengurangi angka pengangguran di Rembang.

“Tentunya ada yang kontra dan pro. Kita juga pernah menerima kedatangan yang kontra dan juga yang pro. Dengan kedatangan mereka, kita juga bisa bersilaturahmi, dan pemda bisa meneruskan informasi yang didapat dari kedua belah pihak secara tepat kepada pemerintah pusat,” pungkasnya.

Baca juga :“Kami Ingin Sejahtera, Kami Sudah Lama Hidup Dalam Kemiskinan”

Editor : Kholistiono

Massa Pro Pabrik Semen Mulai Berdatangan di Alun-alun Rembang

Massa pro pendirian pabrik semen mulai berdatangan di Alun-alun Rembang untuk melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Massa pro pendirian pabrik semen mulai berdatangan di Alun-alun Rembang untuk melakukan aksi unjuk rasa, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Ribuan warga yang pro dengan pembangunan pabrik semen di Rembang mulai berdatangan di Alun-alun Rembang, Kamis (22/12/2016) sejak pukul 09.00 WIB. Massa akan melakukan aksi damai, untuk mendukung berdirinya pabrik semen di Rembang.

Sebagian besar warga datang ke alun-alun dengan diangkut kendaraan bak terbuka. Mereka ini berasal dari beberapa desa, khususnya berada di ring I pabrik semen di Rembang. Sebelum menuju pusat kota untuk aksi, informasi, massa terlebih dahulu sowan ke kediaman KH Maimoen Zubair untuk meminta doa restu.

Setelah berkumpul di Alun-alun Rembang, nantinya, massa akan bergerak menuju Kantor Bupati Rembang dan DPRD yang lokasinya tak begitu jauh dari alun-alun.Massa akan mensupport Bupati Rembang selaku pemangku kebijakan agar mendukung berdirinya pabrik semen.

Rohmad, salah satu warga Tegaldowo mengatakan, pendirian pabrik semen di Rembang dinilai akan memberikan manfaat terhadap warga, khususnya dalam peningkatan perekonomian. “Terlebih pabrik tersebut merupakan milik negara. Sehingga nantinya juga hasilnya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Intip Serunya Business Gathering Semen Gresik di Rembang Bersama Fatin

Fatin Shidqia Lubis saat menghibur peserta Gathering Semen Gresik 2016 yang berlangsung di Balai Kartini Rembang, Rabu (05/10/2016) malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Fatin Shidqia Lubis saat menghibur peserta Gathering Semen Gresik 2016 yang berlangsung di Balai Kartini Rembang, Rabu (05/10/2016) malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Semen Gresik, salah satu anak usaha PT Semen Indonesia menggelar acara Business Gathering Semen Gresik 2016 area eks Karesidenan Pati. Acara ini diselenggarakan di Balai Kartini, Rabu (05/10/2016) malam.

Business Gathering  ini dikemas cukup meriah dengan mendatangkan bintang tamu Fatin Shidqia Lubis. Penyanyi yang memiliki suara khas ini, membawakan beberapa lagu untuk menghibur tamu, di antaranya single religi berjudul “Proud of You Moslem.”Penampilan Fatin mampu membuat tamu yang hadir larut dalam alunan-alunan lagu yang dibawakannya.

Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Saifudin menuturkan, gathering ini dilakukan sebagai sarana informasi produk knowledge. “Ini adalah salah satu bentuk apresiasi kepada pelanggan untuk menjaga loyalitas seluruh mitra penjualan dan upaya memperkuat jaringan pemasaran,” ujarnya.

Menurutnya, perseroan senantiasa menelusuri kebutuhan distributor dan toko, salah satunya adalah bekal dalam berbisnis. Untuk itu, dalam hal ini pihaknya juga memberikan sesi Business Inspiration, dengan memutar video inspirasi dari Hermawan Kertajaya dan Rhenald Kasali, guna menambah semangat para mitra penjualan dalam berbisnis.“Kami berharap, acara ini dapat memacu dan meningkatkan kontribusi para pemilik toko yang merupakan mitra utama penjualan bagi perusahaan,” ungkapnya.

Dirinya juga menyatakan, jika penjualan Semen Gresik di eks Karesidenan Pati, hingga September 2016 mencapai 298.493 ton. Jumlah tersebut, katanya mengalami kenaikan hingga 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan untuk penguasaan pasar, mencapai 38 persen.

Editor : Kholistiono

Video – Ini Pesan Gus Mus Kepada Warga Penolak Pabrik Semen di Rembang

Gus Mus mengunjungi tenda warga penolak pabrik semen di Tegaldowo, Gunem, Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Gus Mus mengunjungi tenda warga penolak pabrik semen di Tegaldowo, Gunem, Rembang (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Kiai kharismatik sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama yang akrab disapa Gus Mus mengunjungi tenda perjuangan yang didirikan warga penolak pabrik penambangan PT Semen Indonesia di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, Sabtu (28/11/2015) siang. Dalam kunjungan singkatnya itu, Gus Mus memberi beberapa pesan kepada warga penolak pabrik semen.

Selain memberikan penghargaan berupa apresiasi kepada warga terhadap perjuangan mereka untuk melestarikan lingkungan, Gus Mus juga berpesan agar para warga itu tidak lupa untuk berjuang secara batin. Lebih lanjut, Gus Mus mengimbau agar semua pihak yang berkepentingan terkait kelestarian lingkungan dan pabrik semen, untuk duduk bersama membicarakan hal tersebut dengan baik.

“Semua pihak yang mempunyai kepentingan dalam hal ini, sebaiknya dibicarakan bersama,” ujar Gus Mus di hadapan warga ketika berkunjung di tenda perjuangan penolak pabrik semen.

Gus Mus juga mengingatkan warga agar menyerahkan hasilnya kepada Allah. Menurutnya, semua urusan sudah ada yang mengatur sendiri. “Jadi memohonlah kepada Allah. Semuanya sudah ada yang mengatur,” imbuhnya.

Usai menyampaikan beberepa pesan tersebut, Gus Mus segera mohon undur diri untuk pergi ke Solo. Gus Mus juga sempat meminta Romo Jadmiko dari Paroki Rembang untuk memimpin doa. (AHMAD WAKID/KHOLISTIONO)