Mulai Dibangun, Pabrik Semen Grobogan Ditarget Rampung Tahun 2020

MuriaNewsCom, GroboganKeberadaan pabrik semen di Grobogan dalam waktu dekat bakal terealisasi. Hal ini seiring sudah mulai dilakukannya pembangunan pabrik PT Semen Grobogan (SG) mulai awal tahun 2018 ini.

Lokasi pabrik semen ini berada di dua wilayah desa yang berada di Kecamatan Tanggungharjo. Yakni, Desa Sugihmanik dan Kaliwenang.

Rencana pendirian pabrik SG itu sudah dimulai cukup lama. Yakni, diawali dengan serangkaian penelitian lapangan di kawasan tersebut sejak tahun 1992 lalu. Pembangunan pabrik semen sempat tertunda akibat krisis moneter tahun 1997.

Setelah krisis berlalu, investor melanjutkan pengurusan izin kembali. Proses perizinan telah rampung pada tahun 2016.

Pabrik semen tersebut memiliki beberapa blok penambangan batu gamping Maskumambang seluas 41.36 hektare, Blok Watudukun dengan luas 199.30 hektare dan Blok Candrageni seluas 650 hektare. Sedangkan lokasi yang digunakan untuk pabrik luasnya sekitar 54 hektar.

General Manager PT SG Toni Santoso menyatakan, pembangunan pabrik ini semula dijadwalkan akan dimulai pada akhir tahun 2016. Namun, realisasinya baru terlaksana pada awal tahun 2018 karena ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan lebih dulu.

Proses pembangunan pabrik semen dilakukan secara bertahap. Dalam enam sampai tujuh bulan kedepan fokusnya adalah pembangunan fondasi tapak pabrik. Kemudian, diteruskan pembangunan konstruksi bangunan serta pemasangan alat berat unuk produksi semen.

”Pembangunan pabrik butuh waktu sekitar 2,5 tahun. Kita targetkan pada tahun 2020 pabrik sudah mulai beroperasi. Investasi secara pendirian pabrik mencapai 300 juta US Dollar,” katanya.

Editor: Supriyadi

Investor di Jateng Diminta Beri Saham untuk Warga Desa

Pabrik Semen Indonesia di Rembang. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap investor memberikan saham untuk warga di sekitar. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Investasi yang masuk ke Jawa Tengah dalam beberapaw tahun terakhir mengalami peningkatan. Pabrik-pabrik baru didirikan di sejumlah daerah di provinsi ini.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta, selain menyerap tenaga kerja, kehadiran perusahaan-perusahaan baru ini bisa mengangkat ekonomi masyarakat.

Oleh karenanya, ia meminta BUMN maupun perusahaan swasta yang berinvestasi di Jateng memberikan sahanya kepada warga desa di sekitar lokasi investasi. Dengan dimilikinya saham oleh warga, maka warga akan muncul rasa memiliki dan terutama perekonomian warga akan terdongkrak.

“Saya kepengin ada ownership system, di mana masyarakat desa juga ikut memiliki, karena investasi juga harus membebaskan lahan. Maka problem sosial pembebasan lahan dapat dicegah jika masyarakat mendapat insentif,” katanya.

Ganjar mencontohkan PT Semen Indonesia yang mau memberikan sahamnya sebesar lima persen untuk dikelola masyarakat melalui BUMDes. Sehingga masyarakat sekitar pabrik akan mendapatkan deviden yang digunakan sebagai anggaran untuk menyejahterakan mereka.

Contoh lain, salah satu perusahaan swasta yang ingin berinvestasi mendirikan PLTA di Pemalang, bersedia memberikan sahamnya untuk rakyat sebesar 10 persen.

“Saya ingin setiap ada sesuatu yang potensial di daerah itu akan mendorong masyarakat mendapatkan sesuatu untuk meningkatkan kesejahteraannya,” ujar mantan anggota DPR RI ini.

Pemberian saham untuk rakyat, imbuh gubernur, bertujuan agar mereka tidak migrasi dari desa ke kota dan memilih untuk membangun desanya. Sehingga gap pembangunan antara desa dengan kota tidak terlalu jauh.

Editor : Ali Muntoha

PTUN Tolak Adili Gugatan Walhi soal Pabrik Semen Indonesia Rembang

Pabrik Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – Gugatan Wahana Lingkungan Hidup terhadap izin Gubernur Jateng Nomor 660.1/4 tahun 2017 tentang penambangan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang, kembali mental. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang menolak mengadili gugatan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Hakim Ketua Diah Widiastuti dalam sidang perlawanan Dismisal atas permohonan gugatan terhadap Izin Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/4 tahun 2017 di PTUN Semarang, Rabu (16/8/2017).

Pengadilan memutuskan menolak perlawan dari pelawan terhadap putusan dismisal. “Mempertahankan keputusan Ketua PTUN tentang putusan dismisal,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Dalam pertimbangannya, hakim menilai Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/4 tahun 2017 merupakan produk tata usaha negara.

Menurut dia, terbitnya surat tersebut merupakan pelaksanaan dari pertimbangan putusan Mahkamah Agung tentang Peninjauan Kembali izin lingkungan pabrik PT Semen Indonesia yang diterbitkan sebelumnya. “Penerbitan surat nomor 660.1/4 tahun 2017 tersebut merupakan bagian keputusan berantai yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum Walhi, Ivan Wagner, menyatakan kekecewannya. Menurut dia, pertimbangan hukum hakim yang menolak perlawanan tersebut sama sekali tidak memiliki argumentasi hukum dalam menilai pokok perlawanan.

“Hakim juga sama sekali tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang disampaikan pelawan,” katanya.

Ia menyatakan, tim kuasa hukum akan mengkaji upaya hukum lain meski sesungguhnya peluang tersebut sudah tertutup.

Sebelumnya, Walhi kembali menggugat Gubernur Jawa Tengah atas terbitnya izin Nomor 660.1/4 tahun 2017 tentang penambangan PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang. Izin tersebut menggantikan aturan sebelumnya tentang kegiatan penambangan PT Semen Indonesia yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Editor : Ali Muntoha

Semen Indonesia Gelar Pasar Murah di Kadiwono Rembang

Bupati Rembang Abdul Hafidz (kiri) dan Wakil Bupati Bayu Andriyanto saat membuka pasar murah di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – PT. Semen Indonesia menggelar pasar murah yang diperuntukkan bagi 5 desa di ring 1 atau sekitar pabrik semen di Rembang. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Rembang, Kamis (15/6/2017).

Parti, salah seorang warga Desa Kadiwono mengaku senang dengan adanya pasar murah. Alasannya, ia bisa mendapatkan barang-barang untuk keperluan Lebaran, dengan harga super murah. “Kalau dibandingkan dengan harga di pasaran, tentu beda jauh,” ujarnya.

Direktur Utama PT Semen Gresik Sunardi Prionomurti saat membuka pasar murah di depan masjid Desa Kadiwono menjelaskan, bahwa pihaknya menyiapkan 8 ribu paket sembako.

“Delapan ribu paket sembako itu, masing – masing berisi 5 kilogram beras, 2 kilogram gula pasir, 2 liter minyak goreng dan 5 bungkus mie instan. Nilai setiap paketnya mencapai Rp 150 ribu, tetapi warga cukup hanya membayar Rp 25 ribu,” paparnya.

Selain Desa Kadiwono, pasar murah juga diperuntukkan bagi sesama warga di ring 1, meliputi Desa Kajar, Pasucen, Timbrangan dan Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengutarakan, bahwa pasar murah ini bisa meringankan kebutuhan warga. “Dengan harga yang murah, maka warga Rembang yang mempunyai uang sedikit atau pas- pasan bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sehingga pasar murah jni bisa bermanfaat sekali bagi warga Rembang, khususnya di ring 1,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Safari Ramadan, Semen Indonesia Berikan Santunan Kepada Ratusan Anak Yatim di Rembang

Bukan bersama dan pemberian santunan kepada ratusan anak yatim di Pendapa Museum Kartini Rembang oleh PT Semen Indonesia, Senin (12/6/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk terus  berkomitmen untuk peduli terhadap masyarakat sekitar perusahaan. Keberadaan perusahaan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di daerah sekitarnya. Melalui program Corporate Social Responbility (CSR), pada bulan Ramadhan tahun ini perusahaan menyelenggarakan kegiatan Safari Ramadhan di Rembang.

Kegiatan Safari Ramadhan itu diisi dengan dengan pemberian santunan kepada 500 anak yatim, dan penyerahan 6.000 sarung dan 2.000 mukena, serta 1.000 alquran bagi masjid dan pondok pesantren. Kemudian juga ada penyerahan bantuan 1.000 tas kepada siswa yang ada di Kabupaten Rembang.

“Perusahaan juga akan menggelar pasar murah pada tanggal 15 sampai 20 Juni 2017. Lokasi pasar murah adalah di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu. Perusahaan menyediakan sebanyak 8000 paket sembako,” ujar Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Agung Yunanto saat buka bersama dengan ratusan anak yatim di Pendapa Museum Kartini Rembang, Senin (12/6/2017).

Menurutnya, Semen Indonesia kembali hadir di tengah masyarakat di seluruh wilayah operasi perusahaan untuk bersilaturrahmi dan berbagi, Hal ini merupakan wujud komitmen dalam menjalankan bisnis perusahaan yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
 
Lebih lanjut Agung Yunanto mengatakan, melalui kegiatan safari Ramadan ini, perusahaan berharap bisa semakin mendekatkan diri dengan masyarakat Rembang. Hubungan yang sinergis antara perusahaan dan masyarakat diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah bagi perusahaan dan juga masyarakat.

“Kami adalah perusahaan multinasional yang akan selalu mendorong peningkatan kualitas masyarakat lokal. Sebagai perusahaan yang lahir, tumbuh, dan berkembang bersama masyarakat, ke depan kami akan terus menggelar kegiatan untuk mensejahterakan  masyarakat melalui program-program Corporater Social Responsbility (CSR),” imbuhnya.

Pada Ramadhan ini, Semen Indonesia juga telah memberikan donasi kepada penderita HIV /AIDS dan penyakit kronis kepada 15 anak serta memberikan beasiswa kepada 200 anak kurang mampu.

Editor : Kholistiono

Sutiyoso Sebut Pendemo Pabrik Semen Hanya Pintar Mengemas Suasana

Komisaris Utama PT. Semen Indonesia Letjen TNI (Purn) Sutiyoso saat menghadiri peresmian AKSI di Kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Kamis (4/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Komisaris Utama PT. Semen Indonesia Letjen TNI (Purn) Sutiyoso menilai, bahwa para penentang berdirinya pabrik semen di Rembang hanya pandai mengemas situasi penolakan semen.

“Para penolak itu memang pandai mengemasnya. Seakan-akan warga Rembang menolak. Pada dasarnya, saya sudah turun ke lapangan secara langsung beberapa hari. Namun, di situ juga banyak masyarakat yang meminta supaya pabrik ini cepat dioperasikan,” katanya, saat menghadiri peresmian AKSI di area Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Rembang, Kamis (4/5/2017).

Menurutnya, penolak adanya pabrik semen yang ada di Rembang itu hanya beberapa orang yang mengatasnamakan warga Rembang, dan seakan-akan mereka mewakili dan mengatasnamakan warga Rembang secara keseluruhan.

“Memang kalau terlihat di luar, warga Rembang menolak. Padahal yang menolak itu sangat kecil. Oleh sebab itu, untuk mengahadapi itu, kita sebagai warga dan pemerintah harus bisa kompak bersama-sama menghadapi itu,” paparnya.

Dia melanjutkan, keberadaam pabrik semen di Rembang bisa bermanfaat. Khususnya bagi Rembang.”Yang penting bisa bermanfaat bagi warga Rembang. Khususnya, bisa meningkatkan ekonomi, mengurangi kesenjangan pendapatan. Sebab Rembang inikan salah satu kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Sehingga dengan adanya pabrik semen ini nantinya bisa memerikan manfaat bagi warga,” bebernya.

Dengan adanya pabrik semen di Rembang tersebut, pihaknya juga menjelaskan, bahwa nantinya deviden dari PT. Semen Indonesia juga bisa mensejahtrakan warga Negara Indonesia.

“Ini adalah BUMN, bukan swasta atau asing. Sehingga deviden kita setorkan ke pemerintah. Di saat sudah terkumpul banyak dengan deviden lainnya maka untuk kesejahteraan di Rembang. Dan nantinya warga Rembang juga akan bisa menikmati itu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Kemenristek Dikti Resmikan Akademi Komunitas Semen Indonesia di Rembang

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo (kiri) saat menyerahkan SK AKSI ke Pihak PT. Semen Indonesia, Kamis (4/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Republik Indonesia meresmikan Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang, yang diwakili Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo di Kampus AKSI Jalan Pemuda Km 3 Rembang, atau area Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMTPSP-Naker), Kamis (4/5/2017).

Patdono Suwignjo mengapresiasi berdirinya AKSI di Rembang yang diprakarsai PT Semen Indonesia.“Setiap tahun lulusan siswa sekolah menengah atas di Indonesia mencapai 2 juta, namun hanya ada 250-300 ribu yang dapat diterima di perguruan tinggi negeri dan sisanya di perguruan tinggi swasta,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, dalam hal ini kontribusi negara dalam penerimaan siswa di perguruan tinggi negeri hanya 31 persen.  Sisanya perguruan tinggi swasta, sehingga pemerintah sangat terbantu dengan adanya AKSI ini.

Dari data yang ada, sejak tahun 2013 pemerintah telah menerbitkan 90 izin pendirian sekolah vokasi. Namun, hingga saat ini haya 50 sekolah yang berjalan, satu diantaranya AKSI.

“Dari tahun 2013 pemerintah sudah menerbitkan izin vokasi. Hanya saja, saat ini masih di sekitaran 50 sekolah yang aktif, salah satunya ya AKSI ini. Lainnya tidak bisa berjalan, karena tidak memiliki kerja sama dengan dunia industri,” katanya.

Sementara itu, Direktur SDM dan Hukum Semen Indonesia Agung Yunanto mengatakan, melalui Semen Indonesia Foundation, Semen Indonesia telah mendirikan vokasi D2 Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI). “AKSI telah berdiri di Gresik tahun 2013 dan hari ini kami meresmikan AKSI di Rembang dan Pidie, Aceh,” ujarnya.

Pendirian fasilitas pendidikan itu, untuk mempersiapkan tenaga kerja di saat lulusan mendatang. “AKSI di Rembang ini didirikan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan keahlian terapan yang siap langsung diterjunkan ke dunia kerja,” paparnya.

Perlu diketahui,  AKSI di Rembang ini memiliki 3 progam pendidikan ( prodi) pendidikan. Di antaranya, yakni Teknik Operasi Mesin dan Peralatan Industri, Teknik Perawatan Mesin Industri, dan Otomasi Perkantoran. Di setiap prodinya akan ditargetkan memiliki 30 mahasiswa dan memulai proses belajar pada September tahun ini.

“AKSI memiliki keunggulan tersendiri dibanding lembaga vokasi lainnya. Keunggulan itu di antaranya ialah laboratorium berupa pabrik semen yang dapat digunakan sebagai tempat praktik mahasiswa. AKSI juga telah bekerja sama dengan 15 perusahaan di bawah naungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sebagai tempat praktik kerja lapangan para mahasiswa,” bebernya.

Dia melanjutkan, kehadiran AKSI ini mendapat sambutan positif dari dunia industri. Seperti di Gresik, banyak perusahaan yang telah siap mempekerjakan mahasiswa AKSI jika kelak mereka lulus.

Selain itu, ia juga mengutarakan, bahwa sebagai wujud tanggung jawab perusahaan terhadap dunia pendidikan nasional, AKSI nantinya akan didirikan di tempat pabrik yang beroperasi di tempat lainnya. Seperti halnya Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Editor : Kholistiono

DPRD Jateng Cium Aroma Persaingan di Balik Penolakan Pabrik Semen di Rembang

Anggota Komisi D DPRD Jateng saat melihat maket pabrik semen di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Belasan anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke pabrik semen di Rembang pada Rabu (15/3/2017). Dalam kunjungannya itu, mereka mendorong agar PT Semen Indonesia tetap berjalan.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Mustolih, anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah. Dirinya menyampaikan, jika proyek pabrik semen yang telah menyedot dana Rp 4,6 Triliun harus tetap berjalan.

“Jika muncul pro kontra, pihak PT Semen Indonesia jangan menyerah. Harus bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat ke depannya seperti apa. Yang jelas, PT. Semen Indonesia selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak boleh kalah dengan pabrik semen swasta,” katanya.

Bahkan menurut Mustolih, dirinya mencium adanya aroma persaingan antarpabrik semen di balik penolakan PT Semen Indonesia yang melakukan ekspansi di Kabupaten Rembang.

Kartina Sukowati, anggota Komisi D DPRD Jateng lainnya menyampaikan, jika masyarakat yang menolak kebanyakan khawatir dan mempermasalahkan sumber air akan menurun jika pabrik semen beroperasi.Untuk itu, hal tersebut harus diperjelas dan dirinya menyarankan agar PT Semen Indonesia menggunakan air permukaan, dibandingkan menyedot air bawah tanah.

Hal senada juga disampaikan Samirun, anggota DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan. Menurutnya, PT Semen Indonesia tidak hanya sekadar membangun embung guna menampung air hujan. “Pabrik semen jangan hanya membuat embung. Namun juga harus membuat waduk. Sehingga nantinya warga setempat bisa tercukupi airnya, bukan hanya mengandalkan air bawah tanah saja,” paparnya.

Terkait hal itu, pimpinan proyek Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Heru Indrawijayanto mengungkapkan, jika pihaknya memasang 5 titik sumur pantau, termasuk di desa ring 1 pabrik, guna mengetahui debit air bawah tanah. Naik turunnya sumber air, dengan mudah akan diketahui.

Selain itu, PT. Semen Indonesia telah membangun embung dan mengoptimalkan sumber air bawah tanah, agar dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Kelak lokasi bekas penambangan, juga bisa dialihfungsikan untuk embung. Warga dipersilakan memanfaatkan dalam rangka menopang sektor pertanian.

Kemudian, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi terhadap warga yang terdampak  proyek pabrik semen. Hal itu bukan hanya dilakukan di ring satu saja di Kabupaten Rembang, melainkan juga desa terdekat di Kabupaten Blora, yakni Desa Ngampel.

“Untuk yang di ring satu, seperti  Desa Kadiwono, Kajar, Timbrangan, Pasucen dan Tegaldowo itu tentunya sudah secara maksimal kita perhatikan. Baik fasilitas desa maupun lainnya. Selain itu, juga ada Desa Ngampel, Blora. Meskipun bukan berada di area Rembang, namun desa itu juga berdekatan dengan lokasi pabrik, sehingga perlakukannya juga sama dengan ring 1,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

PT Semen Indonesia Sosialisasi Izin Lingkungan di Desa Kadiwono Rembang

Warga mengikuti sosialisasi terkait rencana penambangan pascapenerbitan surat keputusan kelayakan lingkungan hidup (SKKLH) dan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah. Sosialisasi dilakukan di Balai Desa Kadiwono,Kecamatan Bulu, Rabu (8/3/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerbitkan izin lingkungan untuk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang. Izin itu tercantum melalui Keputusan Gubernur Jateng dengan Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang.

Keputusan itu diambil berdasarkan hasil rapat Komisi Penilai Amdal (KPA) dalam rangka penilaian adendum amdal dan rencana pengelolaan lingkungan-rencana pemantauan lingkungan (RKL-RPL) tanggal 2 Februari 2017, yang hasilnya pabrik semen di Rembang dapat direkomendasikan layak lingkungan hidup.

Terkait dengan izin lingkungan itu, PT Semen Indonesia melakukan sosialisasi rencana penambangan pascapenerbitan surat keputusan kelayakan lingkungan hidup (SKKLH) dan izin lingkungan oleh Gubernur Jawa Tengah. Sosialisasi kali ini dilakukan di wilayah Ring 1 pabrik semen, yakni di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Rembang, Rabu (8/2/2017).

Dalam sosialisasi tersebut, tampak ratusan masyarakat hadir. Pun demikian, terlihat juga TNI, Polri maupun camat setempat.

Kepala Desa Kadiwono Ahmad Ridwan mengatakan, dengan adanya izin baru ini, pihak desa berharap supaya bisa memberikan angin segar terhadap warga. “Saya berharap, supaya  warga yang belum mendapatkan kerja bisa diikutsertakan untuk bekerja di PT Semen Indonesia. Tenaga kerja harus bisa dibantu. Baik itu mulai dari lulusan SD hingga S1. Baik itu tenaga kasar atau lainnya,” katanya.

Sementara itu, Wahyudi Heru, Kepala Departemen CSR Semen Indonesia mengatakan, Semen Indonesia merupakan bagian NKRI. Sehingga dengan adanya pembangunan pabrik semen di Rembang, tentunya tidak terlepas dari mandat Negara. Sehingga, nantinya akan bisa memberikan fasilitas atau pembangunan di desa sekitar PT Semen Indonesia di Rembang.

Editor : Kholistiono

Semen Indonesia Bakal Dirikan Perguruan Tinggi di Rembang

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – PT. Semen Indonesia bakal mendirikan perguruan tinggi di Kabupaten Rembang dengan nama Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI).

Gatot Mardiyana, Head of Comisioning Proyek Pabrik Semen Indonesia di Rembang mengatakan, pendirian perguruan tinggi tersebut, merupakan satu langkah dari PT Semen Indonesia sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.

“Jika nantinya AKSI beroperasi, tentu akan menyerap puluhan tenaga kerja. Baik mulai dari tenaga administrasi, dosen hingga tenaga penunjang lainnya. Sementara itu, untuk saat ini izinnya, masih dalam proses pengurusan,” katanya.

Sementara itu, jika pabrik semen nanti sudah mulai beroperasi, maka tenaga kerja akan dibagi dua jenis. Yakni organik sebanyak 261, sedangkan nonorganik 1.437 orang. Sehingga, diharapkan tenaga kerja lokal lebih dioptimalkan.

Dia menambahkan, terkait dana CSR, katanya, tiap tahun selalu meningkat. Yakni tahun 2014 digelontorkan Rp 7 miliar, 2015 Rp 10,3 miliar dan tahun 2016 melonjak hingga Rp 25 miliar.” Bilamana ada anggapan dana CSR turunnya di saat  pabrik sudah beroperasi, itu merupakan isu.  Justru CSR turunnya juga sebelum pabrik beroprasi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Laskar Brotoseno Dirikan Tenda Perjuangan untuk Dukung Pabrik Semen di Rembang

Tenda perjuangan yang didirikan warga pro pabrik semen di Rembang. Tenda ini lokasinya di area Bukit Bokong perbatasan Kadiwono Gunem, yang juga bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tenda perjuangan yang didirikan warga pro pabrik semen di Rembang. Tenda ini lokasinya di area Bukit Bokong perbatasan Kadiwono Gunem, yang juga bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sejumlah orang yang tergabung dalam “Laskar Brotoseno” mendirikan tenda perjuangan di area Bukit Bokong Kadiwono, Kecamatan Gunem atau lebih tepatnya di area pabrik Semen Indonesia Rembang.Tenda tersebut didirikan untuk memberikan dukungan moral supaya pabrik semen bisa beroperasi.

Salah seorang warga Timbrangan RT 5 RW 1 Ahmad Ahid mengatakan, pendirian tenda itu merupakan  inisiatif warga yang ada di ring I pabrik semen . “Selama ini yang muncul ke permukaan kok hanya tenda perjuangan para penolak semen saja. Untuk itu, kita sebagai warga yang mendukug beroperasinya pabrik semen juga bikin tenda perjuangan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya tenda perjuangan tersebut, pihaknya juga ingin menunjukkan kepada masyarakat umum, bahwa warga Rembang juga ingin mendukung adanya pabrik semen, apalagi yang berada di ring I pabrik semen.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, tenda sebanyak 1 buah yang didirikan tersebut terbuat dari terpal selebar 3 meter, panjang 5 meter. Lokasi tenda tersebut bersebelahan dengan tenda perjuangan kontra pabrik semen.

Menurutnya, nantinya, warga yang menempati tenda perjuangan tersebut akan dijadwal secara bergiliran, baik itu ketika siang ataupun malam. Diperkirakan, nantinya untuk siang, tenda ditempati 10 orang, pun demikian pada malam hari.

Katanya, mengenai jangka waktu menempati tenda perjuangan tersebut, pihaknya mengutarakan, bahwa akan tenda itu akan  dihuni hingga pabrik semen beroperasi. Terlebih, sudah ada keputusan yang jelas dari pihak pengadilan.

“Untuk keberadaan tenda perjuangan ini, ya hingga pabrik beroperasi, bahkan hingga ada putusan atau kesimpulan yang jelas dari pihak pengadilan atau pemerintah,” ucapnya.

Terpisah, tokoh pemuda dari Desa Tegaldowo, Wahyudi mengatakan, Laskar Brotoseno tersebut merupakan tokoh pewayangan yang berkarakter kuat dan sabar. “Nama laskar Brotoseno itu diberi langsung oleh Mbah Maimoen Zubair.Sebelum aksi damai Pada Kamis pekan lalu, kita sowan terlebih dahulu kepada Mbah Mun. Dan akhirnya beliau memberikan nama itu. Sehingga nama itu kita pakai untuk berjuang mendukung pabrik ini,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga masih berhubungan baik dengan warga penolak semen. Meskipun saat ini sama- sama mendirikan tenda perjuangan. “Kita juga masih saling sapa, saling ngopi bareng. Namun di saat ngobrol di warung atau di rumah, tak pernah ngomongin semen. Namun ngomongin sepak bola atau yang lainnya,” ujarnya.

Wahyuningsih warga Desa Pasucen, Kecamatan Gunem menambahkan, bahwa untuk  makan dan minum bagi warga yang berjaga di tenda perjuangan, nantinya akan  dikirim dari rumah. “Untuk keperluan hidup di tenda perjuangan mendukung pabrik semen ini, baik masak atau makanan akan dikirim dari warga desa atau membawa dari rumah,” ungkapnya.

Terkait dengan pendirian tenda perjuangan tersebut, salah satu warga kontra pabrik semen yang tak bersedia menyebutkan namanya mengatakan, bahwa pendirian tenda pendukung semen tersebut, rata-rata tidak dikenalnya. “Saya tak mengenal mereka, mereka ingin mendirikan tenda di situ ya terserah aja,” katanya.

Kemudian, mengenai hubungan sehari-hari dengan warga yang  pro pabrik semen, pihaknya juga mengatakan bahwa hanya bersapa secara biasa. “Ya masih saling bersapa, namun tak akrab,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Warga Pro Semen di Rembang Bakal Dirikan Tenda Perjuangan

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Warga pro pendirian pabrik semen di Rembang, khususnya mereka yang berada di ring I pabrik semen terus memberikan dukungan moral agar pabrik semen tetap berdiri. Mereka bahkan akan mendirikan tenda perjuangan.

Hal itu diutarakan oleh salah satu tokoh masyarakat dari Desa Tegal Dowo, Kecamatan Gunem, Dwi Joko Supriyanto. “Pabrik semen harus berdiri dan terus berlanjut di Rembang. Alasannya adalah, dengan adanya pabrik ini, warga Rembang bisa makmur,” kata Dwi.

Menurutnya, tenda perjuangan tersebut rencananya akan didirikan di area pabrik Semen di Bukit Bokong, perbatasan Kadiwono-Gunem. Di mana, tenda tersebut akan digunakan untuk aksi damai mendukung pabrik semen.

“Kalau teman-teman kontra semen mendirikan tenda perjuangan, kita juga akan melakukan hal yang sama. Sebab, selama ini miliaran rupiah dari CSR Semen Indonesia juga sudah mengalir ke masyarakat sekitar. Baik itu digunakan untuk bangun masjid, santunan, jambanisasi, bedah rumah dan sebagainya,” ungkapnya.

Meski warga yang pro semen nanti akan mendirikan tenda perjuangan juga, namun, dirinya tetap berharap warga yang kontra dan pro tidak terpecah belah. Dirinya berharap warga tetap hidup rukun berdampingan.

“Kita sebagai warga Rembang, sama-sama punya hak untuk bersuara. Namun jalan yang ditempuh berbeda beda. Namun demikian, kira harus bisa rukun,” pungkasnya.

Perlu diketahui, warga Rembang yang berada di ring I pabrik Semen Indonesia terdapat di beberapa desa, di antaranya  Desa Kajar, Timbrangan, Tegaldowo, dan Desa Pasucen, Kecamatan Gunem serta Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu.

Editor : Kholistiono

Keberadaan Pabrik Semen di Rembang Disebut Memberikan Manfaat untuk Masyarakat

Dirut PT. Semen Gresik Sunardi Priyonomurti (tengah) saat peresmian instalasi air bersih di Dukuh Wuni, Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kamis (10/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dirut PT. Semen Gresik Sunardi Priyonomurti (tengah) saat peresmian instalasi air bersih di Dukuh Wuni, Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Kamis (10/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Direktur Utama PT. Semen Gresik Rembang Sunardi Priyonomurti menegaskan, jika keberadaan pabrik semen di Rembang, juga bertujuan untuk memberikan manfaat dan mensejahterakan masyarakat.

“Di manapun kami perusahaan kami berada, kami berkomitmen untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Apalagi, masyarakat yang berada di ring 1 pabrik semen. Kami akan berkontribusi terhadap perkembangan dan kemajuan masyarakat,” ujarnya usai peresmian instalasi air di Dukuh Wuni, Desa Kajar, Kecamatam Gunem, Kamis (10/11/2016).

Ia mencontohkan, untuk Dukuh Wuni yang lokasinya berada di ring 1, pihak perusahaan memberikan bantuan tandon air bersih. Hal tersebut, agar warga yang biasanya untuk mendapatkan air sampai berjalan 1 km, kini tak perlu lagi jauh-jauh.

“Ini salah satu bentuk kepedulian kami. Dengan adanya tandon air ini, tentunya kita berharap bisa dimanfaatkan oleh warga. Jika rata-rata kebutuhan air oleh setiap KK itu sebanyak 50 liter per hari, dan itu harus didapatkan dari tempat yang cukup jauh, kini mereka bisa memanfaatkan tandon air bersih ini,” ungkapnya.

Selain bantuan tandon air, pihaknya juga tengah membangun embung di kawasan Ring 1. Di mana embung tersebut dapat mencegah banjir, kekeringan dan bisa dimanfaatkan oleh pertanian. “Kita juga tengah membangun embung. Supaya wilayah itu bisa terhindar banjir dan airnya juga bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah dan lainnya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Warga Dukuh Wuni Rembang Kini Tak Perlu Jauh Lagi untuk Mendapatkan Air Bersih

Peresmian bantuan instalasi saluran air di Desa Kajar oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, Kamis (10/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Peresmian bantuan instalasi saluran air di Desa Kajar oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, Kamis (10/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bagi warga Dukuh Wuni, Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Rembang, untuk bisa mendapatkan air bersih, terpaksa harus rela berjalan atau mengunakan kendaraan sejauh 1 km. Warga mendapatkan air di desa tetangga, yakni di Desa Waru, Kecamatan Jepon, Blora. Hal seperti ini, sudah terjadi sejak dulu kala.

Namun hal itu, kini tidak akan dirasakan lagi oleh warga. Sebab saat ini, pedukuhan yang dihuni oleh sebanyak 125 KK atau 612 jiwa tersebut sudah diberikan bantuan penampugan air oleh PT. Semen Indonesia.

Terkait bantuan ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan apresiasi apa yang dilakukan oleh PT. Semen Indonesia. Sehingga, dengan adanya bantuan tersebut, warga tidak usah lagi mendapatkan air bersih dengan jarak yang begitu jauh.

“Saat mengambil air mereka harus turun ke bawah sekitar 1 km. Setelah itu mereka kembali lagi ke rumahnya. Selain itu, dalam pengambilan air bersih tersebut, pihak warga bisa menghabiskan uang Rp 5 ribu untuk 2 jeriken air,” ungkapnya.

Untuk penampungan air yang disumbangakan untuk warga Dukuh Wuni tersebut, dapat menampung sebanyak 5 ribu kubik air bersih, yang diambil langsung dari Desa Waru, Kecamatan Jepon. “Untuk pengisiannya sendiri kita ambilkan dari Desa Waru. Meskipun itu sudah wilayah kabupaten lain, namun kita sudah koordinasi dengan pemerintah setempat,” ucapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi pihak PT. Semen Indonesia yang sudah memikirkan warga Rembang. Terlebih warga Rembang yang berada di Ring 1 atau sekitar pabrik.”Kita sangat senang dan apresiasi itu. Sebab pabrik semen tersebut bukan serta merta memikirkan keuntungan maupun penghasilannya sendiri. Namun bisa memikirkan warga Rembang,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

Intip Serunya Business Gathering Semen Gresik di Rembang Bersama Fatin

Fatin Shidqia Lubis saat menghibur peserta Gathering Semen Gresik 2016 yang berlangsung di Balai Kartini Rembang, Rabu (05/10/2016) malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Fatin Shidqia Lubis saat menghibur peserta Gathering Semen Gresik 2016 yang berlangsung di Balai Kartini Rembang, Rabu (05/10/2016) malam. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Semen Gresik, salah satu anak usaha PT Semen Indonesia menggelar acara Business Gathering Semen Gresik 2016 area eks Karesidenan Pati. Acara ini diselenggarakan di Balai Kartini, Rabu (05/10/2016) malam.

Business Gathering  ini dikemas cukup meriah dengan mendatangkan bintang tamu Fatin Shidqia Lubis. Penyanyi yang memiliki suara khas ini, membawakan beberapa lagu untuk menghibur tamu, di antaranya single religi berjudul “Proud of You Moslem.”Penampilan Fatin mampu membuat tamu yang hadir larut dalam alunan-alunan lagu yang dibawakannya.

Direktur Komersial Semen Gresik Mukhamad Saifudin menuturkan, gathering ini dilakukan sebagai sarana informasi produk knowledge. “Ini adalah salah satu bentuk apresiasi kepada pelanggan untuk menjaga loyalitas seluruh mitra penjualan dan upaya memperkuat jaringan pemasaran,” ujarnya.

Menurutnya, perseroan senantiasa menelusuri kebutuhan distributor dan toko, salah satunya adalah bekal dalam berbisnis. Untuk itu, dalam hal ini pihaknya juga memberikan sesi Business Inspiration, dengan memutar video inspirasi dari Hermawan Kertajaya dan Rhenald Kasali, guna menambah semangat para mitra penjualan dalam berbisnis.“Kami berharap, acara ini dapat memacu dan meningkatkan kontribusi para pemilik toko yang merupakan mitra utama penjualan bagi perusahaan,” ungkapnya.

Dirinya juga menyatakan, jika penjualan Semen Gresik di eks Karesidenan Pati, hingga September 2016 mencapai 298.493 ton. Jumlah tersebut, katanya mengalami kenaikan hingga 14 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan untuk penguasaan pasar, mencapai 38 persen.

Editor : Kholistiono

Kisah Sukses Peternak Sapi di Desa Gunungsari Rembang

Peternak sapi di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kaliori sedang memberikan makan sapi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Peternak sapi di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kaliori sedang memberikan makan sapi. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sebagian warga di Dukuh Pentil, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Rembang, merupakan peternak sapi. Namun demikian, dulunya beternak sapi masih dilakukan sebagai pekerjaan sampingan dan pengembangannya masih dilakukan secara perseorangan.

Dengan cara yang seperti itu, peternak di tempat tersebut cukup sulit untuk mengembangkan peternakannya menjadi lebih besar. Sebab, peternak cukup terbatas untuk mendapatkan informasi mengenai pengembangan ternak sapi secara professional, begitupun dengan pemasarannya.

Kemudian, pada 2008 lalu, terbentuklah kelompok tani ternak (KTT) Mekar Jaya, yang mewadahi peternak-peternak sapi yang ada di wilayah tersebut. Terbentuknya kelompok tani ternak ini pun, awalnya hanya dari obrolan ringan di warung kopi.

“Memang kalau awal terbentuknya KTT Mekar Jaya ini hanya dari obrolan warga yang biasa ngopi di warung. Beberapa warga berinisiatif untuk membentuk suatu kelompok. Tujuannya, agar peternakan yang ada di tempat kita itu tidak stagnan terus dan bisa berkembang besar,” ujar Sahid, Ketua KTT Mekar Jaya, Rabu (21/09/2016).

Menurutnya, awal terbentuknya kelompok tani ternak tersebut hanya beranggotakan 22 orang. Dalam perkembangannya, menjadi 26 orang dan kini, katanya, anggota dari kelompok tani ternak tersebut anggotanya sudah ada 50 orang lebih. Saat ini, jumlah sapi di dukuh tersebut juga sudah mencapi 150 ekor sapi, yang terdiri dari berbagai jenis. Di antaranya, Sapi Limosin, Brahma Cimentil dan lain-lain.

“Dengan adanya kelompok tani ternak ini, harapannya, informasi mengenai beternak sapi itu bisa lebih luas. Baik itu cara perawatan, cara memanfaatkan kotoran sapi, ataupun bagaimana informasi mengenai pemasaran dari sapi itu sendiri. Sebab, dengan berkelompok ini tentunya lebih mudah untuk bekerja sama,” ungkapnya.

Ia katakan, untuk anggota kelompok tani ternak di tempatnya tersebut, saat ini tidak hanya fokus terhadap penggemukan sapi jantan saja, namun juga pengembangbiakan sapi betina. Tujuannya, agar sapi juga bisa bertambah.

Namun demikian, menurutnya, pada awal terbentuknya kelompok tani ternak tersebut tidak lantas, membuat peternak di wilayah tersebut langsung bangkit. Sehingga anggota, kompak untuk menjalin relasi dengan berbagai pihak, agar peternakan sapi di wilayah tersebut bisa berkembang.

Upaya warga tersebut, ternyata disambut baik oleh PT Semen Indonesia. Dalam hal ini, pihak Semen Indonesia memberikan bantuan modal kepada peternak, yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ternak agar lebih maju.

“Dari 50 anggota kita, ada sebanyak 17 anggota yang sudah mendapatkan bantuan modal dari PT Semen Indonesia. Memang untuk bantuan ini, diprioritaskan terlebih dahulu kepada para anggota yang memang sudah lama bergabung dalam kelompok ternak ini. Untuk nominalnya, sekitar Rp 40 juta per orang,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya bantuan tersebut, peternak di tempatnya bisa meningkatkan jumlah maupun kualitas sapi ternaknya. Sehingga, nilai jual dari sapi yang dipelihara juga cukup tinggi, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Editor : Kholistiono

Pabrik Semen di Pati Didukung NU? Netizen Geger

Sebuah maklumat yang mengatasnamakan warga Nahdliyin Pati beredar di media sosial. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sebuah maklumat yang mengatasnamakan warga Nahdliyin Pati beredar di media sosial. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sebuah surat propaganda yang berisi dukungan warga Nahdlatul Ulama (NU) Pati terhadap pendirian pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng menggegerkan netizen.

Dalam isi surat tersebut, pelaku yang mengaku dirinya sebagai warga Nahdliyin tersebut meminta warga untuk bersabar dan mendukung investasi di seluruh Kabupaten Pati.

Ia juga meminta untuk menghormati keputusan Bupati Pati yang melakukan upaya banding atas keputusan tersebut. Tak hanya itu, isi surat itu mengimbau untuk mendoakan upaya banding Bupati Pati agar PTUN memenangkan upaya banding Pemda dan mengesahkan AMDAL yang diterbitkan Bupati.

Mahameru, salah satu netizen asal Pati mengaku kaget dengan adanya selebaran itu. “Kabarnya, surat selebaran propaganda itu disebarkan ke masjid-masjid dan musala. Ada yang memotret dan disebarkan di media sosial,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Senin (7/12/2015).

Ia mengatakan, dalam poin ke-5 dalam selebaran tersebut, menyatakan agar warga Nahdliyin di Kabupaten Pati harus mendukung Bupati Pati terkait dengan upaya menjadi Pati sebagai wilayah investasi untuk eksploitasi dan pembangunan pabrik semen. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Akhir 2015, Semen Indonesia Pasang Target Ciptakan 6000 Tenaga Konstruksi Bersertifikat

 

Sekitar 100 peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi tukang yang digelar oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk wilayah Gresik dan Sidoarjo (Istimewa)

Sekitar 100 peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi tukang yang digelar oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk wilayah Gresik dan Sidoarjo (Istimewa)

 

REMBANG – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memasang target untuk menciptakan sebanyak 6000 tenaga tenaga konstruksi bersetifikat. Rencana ini dilakukan karena tenaga konstruksi merupakan mitra utama bagi perusahaan berplat merah tersebut. Hingga Agustus 2015, badan usaha milik negara (BUMN) ini telah membina sebanyak 11.342 tenaga kosntruksi dari berbagai daerah di Jawa, Kalimantan dan Bali. Namun baru sekitar 5.500 diantaranya yang telah mengantongi sertifkat.

Gathut Wicaksono, Kepala Biro Pelayanan Pelanggan Semen Indonesia mengatakan, perusahaan secara kontinu menggelar kegiatan yang ditunjukkan untuk pekerja konstruksi. Salah satunya, diwujudkan dengan kegiatan pelatihan dan sertifikasi tukang 2015 untuk wilayah Gresik dan Sidoarjo yang digelar selama 3 hari mulai Selasa (11/8/2015) hingga Kamis (13/8/2015) di rumah makan The Legen, Gresik dan diikuti 100 peserta.

“Pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi terus kami gelar sebagai bentuk wujud kepedulian kami dalam meningkatkan keahlian dan kapasitas tenaga konstruksi agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Pelatihan ini juga langkah penting perusahaan dalam menyiapkan tenaga konstruksi sesuai standart potensi untuk menghadapi kedatangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” ujar Gathut Wicaksono, Kamis (13/8/2015).

Gathut menilai, pelatihan ini menjadi penting karena kedepan setiap proyek yang dikerjakan mewajibkan tenaga konstruksi memiliki sertifikat. Nantinya, dengan bekal pelatihan dan sertifikasi tersebut, dia berharap akan ada peningkatan dari mereka yang semula hanya tenaga konstruksi biasa dapat meningkat menjadi mandor ataupun kontraktor suatu bangunan, baik itu proyek milik pemerintah maupun swasta.

“Dalam pelatihan yang kami gelar kami selalu menggandeng Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Timur dan Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas). Sedangkan dalam pemberian sertifikasi, kami bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Sertifikasi tersebut meliputi uji teori, praktik dan wawancara,” kata Gathut Wicaksono. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Kapasitas Produksi Semen Indonesia Bakal Bertambah 37,8 Juta Ton

Suparni (kanan), Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memberikan penghargaan kesetiaan kerja kepada sekretaris perusahaan, Agung Wiharto yang telah bekerja selama 20 tahun, Jumat (7/8/2015). (Istimewa)

Suparni (kanan), Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memberikan penghargaan kesetiaan kerja kepada sekretaris perusahaan, Agung Wiharto yang telah bekerja selama 20 tahun, Jumat (7/8/2015). (Istimewa)

REMBANG – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menargetkan menuntaskan pembangunan dua pabrik semen baru masing-masing di Kabupaten Rembang Jawa Tengah dan Pabrik Indarung VI di Padang Sumatera Barat. Jika dua pabrik baru ini siap beroperasi, maka total kapasitas produksi perusahaan berplat merah ini bakal mencapi 37,8 juta ton. Jumlah tersebut meningkat sekitar 7 ton dari kapasitas produksi tahun ini.

”Saat ini perusahaan telah berusia 58 tahun semenjak berdiri tahun 1957 dan saat itu memiliki kapasitas 250.000 ton dengan salah satu tugas utama adalah menyediakan kebutuhan semen untuk menopang pembangunan dimasa itu. Perusahaan terus berkembang dengan pesat dan hingga saat ini memiliki kapasitas 31,8 juta ton atau meningkat 12.600 persen dari kapasitas awal,” ujar Suparni, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Jumat (7/8/2015).

Suparni mengungkapkan, perusahaan tengah menyelesaikan berbagai proyek strategis untuk meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan. Menurutnya pembangunan packing plant di Pontianak dan Balikpapan mampu meningkatkan efisiensi dalam distribusi serta menekan biaya pokok penjualan. Selesainya packing plant Pontianak dan Balikpapan di tahun ini menambah jumlah packing plant Semen Indonesia menjadi 25 buah.

”Sementara itu dalam menanggulangi biaya energi yang terus meningkat, perusahaan membangun Pembangkit listrik tenaga uap/Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di pabrik Tuban. WHRPG akan menghasilkan listrik sekitar 30,8 MW sehingga perusahaan dapat menghemat biaya sekitar Rp 120 miliar per tahun,” kata Suparni. (AHMAD FERI/TITIS W)

Mantap Gan, Semen Indonesia Berinovasi Lagi!

Mantap Gan Semen Indonesia Berinovasi Lagi foto (e)

Suparni, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan produk inovasi dan proyek perusahaan pada Jumat (7/8/2015). (Istimewa)

REMBANG – Karyawan Semen Indonesia mengatakan akan terus berinovasi untuk menghasilkan karya-karya baru guna meningkatakan kinerja perusahaan.

Terbukti berbagai inovasi dan kreativitas terus ditumbuhkan perusahaan guna menjawab berbagai tantangan. Bertepatan dengan peringatan HUT ke-58 Pabrik Gresik Semen Indonesia, pada Jumat (7/8/2015), perusahaan berpelat merah ini meluncurkan 10 produk hasil inovasi karyawan.

Kesepuluh produk itu di antaranya E-Doc Sistem Manajemen Semen Indonesia, Online Library, Mobile Approval, Dashboard Monitoring project, Knowledge Management Center of Engineering, Lync, Launching properti. Selain itu perusahaan juga meluncurkan inovasi di bidang beton, yakni Porous Concrete, Rapid Strength Concrete dan Self compacting concrete.

Suparni, Direktur Utama Semen Indonesia (Persero) Tbk menjelaskan Porous Concrete merupakan bentuk pengembangan infrastruktur yang inovatif dan ramah lingkungan.

Inovasi produk ini menjadi solusi atas semakin berkurangnya area serapan air terutama di kota-kota besar. Produk ini memiliki permeability yang tinggi sehingga air permukaan dapat langsung diteruskan ke dalam tanah serta dapat mencegah risiko terjadinya banjir.

“Sedangkan Rapid Strength Concrete itu produk beton khusus sebagai solusi pengerjaan cepat dengan tetap mempertahankan kualitas beton yang tinggi. Keunggulannya proses pengerasan beton sangat cepat, dalam waktu 6 jam siap untuk dibebani. Beton ini bisa digunakan untuk semua konstruksi yang membutuhkan kecepatan pengerjaan,” ujar Suparni, Jumat (7/8/2015).

Sementara itu, Self compacting Concrete merupakan campuran beton khusus yang dapat mengalir dan memadat dengan sendirinya tanpa menggunakan vibrator.

Menurut Suparni, Self Compacting Concrete dapat diaplikasikan pada semua konstruksi bangunan umum maupun konstruksi khusus seperti bangunan aristektural dengan geometri unik dan tulangan rapat. (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)

Safari Ramadan, Semen Indonesia Salurkan Bantuan Rp 2,1 Miliar

Direktur Enginering dan Proyek Semen Indonesia Aunur Rosyidi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz. (Istimewa)

Direktur Enginering dan Proyek Semen Indonesia Aunur Rosyidi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz. (Istimewa)

REMBANG – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen peduli terhadap masyarakat sekitar perusahaan dengan berperan dalam meningkatkan perekonomian di daerah sekitarnya.

Lanjutkan membaca

Hingga 2015, Semen Indonesia Telah Bina 10.635 Tenaga Konstruksi

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk gelar pelatihan dan sertifikasi tukang 2015 bagi tenaga di bidang konstruksi di wilayah Surabaya dan Mojokerto di Balai Pelatihan Konstruksi wilayah II Surabaya pada Kamis (11/6/2015). (MURIANEWS)

REMBANG – PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang konstruksi. Perusahaan berplat merah ini aktif membina dan memfasilitasi perolehan sertifikasi untuk tenaga di bidang konstruksi.

Lanjutkan membaca