Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Jepara Diduga Hanya Akal-akalan Pedagang

Para pedagang menjajahkan barang dagangannya di Pasar Ratu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para pedagang menjajahkan barang dagangannya di Pasar Ratu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara –Beberapa hari terakhir ini sejumlah barang kebutuhan pokok di Kabupaten Jepara mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut diduga merupakan siasat pedagang untuk meraup untung jelang bulan suci Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi.

Hal itu seperti yang disampaikan Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Florentina Kurniawati. Menurut dia, berdasarkan pengalaman tahun lalu, Presiden RI Joko Widodo menyerukan jaminan ketersedian barang dan kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

Intruksi presiden itu disikapi pedagang dengan menaikan harga sebulan jelang Ramadan. Sehingga, sepekan jelang Ramadan tidak ada kenaikan harga kebutuhan pokok.

”Sebulan sebelum puasa harga sudah naik. Sehingga saat jelang puasa kesannya tidak ada kenaikan harga, karena harga-harga sudah dinaikan dulu,” ujar Florentina kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut Florentina menjelaskan,  pihaknya telah melakukan pemantauan harga. Pihaknya menduga, intruksi presiden disakipi pedagang dengan mengatur strategi harga. Diketahui, harga-harga kebutuhan pokok dari pedagang besar sudah mengalami kenaikan sejak sebulan jelang Ramadan.

Akibat dari kenaikan harga sebulan jelang Ramadan, Florentina melanjutkan, pemerintah tidak dapat membuat kebijakan harga baru saat jelang Ramadan. Itu lantaran telah terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok sebelumnya.

”Karena sudah ada kenaikan harga, kami tidak bisa membabat harga. Selanjutnya dikembalikan ke pusat,” ucap Florentina.

Ditambahkan Florentina, kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi disetiap pasar tradisional di Kabupaten Jepara. Barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan setiap kilogramnya seperti gula pasir, telur, cabai, dan bawang. Kenaikannya bervariasi, mulai dari Rp 500 sampai Rp 4.500.

”Meski sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, namun harga beras, jagung dan kacang-kacangan cenderung stabil,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Jepara Naik

Salah seorang pedagang sedang melayani pembeli di Pasar Jepara Satu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang pedagang sedang melayani pembeli di Pasar Jepara Satu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang bulan suci Ramadan tahun 2016 ini, sejumlah harga barang kebutuhan sehari-hari masyarakat mengalami kenaikan. Hal itu terjadi diduga diakibatkan turunnya pendapatan pedagang lantaran konsumen atau masyarakat mulai mengontrol pengeluaran sehari-hari.

Hal itu seperti yang terjadi di Pasar Jepara Satu (Ratu). Beberapa barang kebutuhan masyarakat yang naik seperti minyak goring kemasan per liter. Dari harga Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu. Kemudian bawang merah, dari harga Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Begitu pula dengan harga gula pasir, gula jawa, kecap, beras dan sembako lainnya.

”Sementara harga cabai merah dan rawit tetap stabil. Yaitu, Rp 10 ribu per kilogram untuk rawit dan Rp 15 ribu per kilogram untuk cabai merah. Paling tinggi kenaikan gula Jawa. Dari Rp 13 ribu per kilogram menjadi Rp 19 ribu per kilogram,” ujar salah seorang pedagang di pasar Ratu, Siti Maimunah kepada MuriaNewsCom, Jumat (20/5/2016).

Menurutnya, kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat itu juga berpengaruh pada pendapatannya. Jika biasanya dalamsehari laku sampai 10 kilogram. Namun, sekarang hanya di kisaran 5 kilogram. ”Selain itu, harga naik pembeli tambah sepi,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Mendarwati, pedagang lain. Menurutnya, kenaikan sembako terjadi secara bertahap. Sejak sekitar dua pekan lalu, harga terus naik. Tidak kurang dari lima kali. Misalnya minyak kemasan.

”Pertama Rp 118 ribu per kardus. Kemudian naik menjadi Rp 120 ribu. Kemudian Rp 128 ribu. Harga terakhir Rp 133 ribu per kardus,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembeli di Pasar Ratu, Sumiyatun mengatakan, harga sembako mulai naik sejak beberapa hari terakhir ini. Untuk itu, sebagai ibu rumah tangga, dirinya merasa perlu mengontrol pengeluaran. Salah satunya, dengan meminimalisasi pengeluaran.

”Saya membeli sembako sesuai kebutuhan saja. Mungkin harga kembali normal sampai lebaran nanti selesai, karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya begitu,” katanya.

Editor: Supriyadi

Asyik, Pemkab Kudus Bakal Gelar Pasar Murah

 Suasana pasar murah di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus tahun lalu (MuriaNewsCom)

Suasana pasar murah di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus tahun lalu. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Guna mengantisipasi naiknya harga menjelang lebaran, Pemkab Kudus bakal mempersiapkan pasar murah. Agenda tersebut dilakukan guna menekan kenaikan harga yang selalu terjadi setiap menghadapi lebaran.

Hal itu dikatakan Plt Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Sudiharti melalui Kasi Perlindungan Konsumen Nuratri Sulistyani kepada MuriaNewsCom. Merurutnya agenda semacam itu merupakan agenda tahunan, sehingga tahun ini juga dilakukan kegiatan semacam itu.

”Perencanaan masih dibahas lebih lanjut. Mulai kapan waktunya, dimana dan apa saja yang terdapat disana. sebab, kami juga melihat kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, rencananya kegiatan tersebut akan digelar di setiap kecamatan pada sembilan kecamatan. Hal itu diperbuat untuk semakin mendekatkan dengan masyarakat sehingga mudah dijangkau.

Untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, pihaknya juga bekerja sama dengan kecamatan yang memberikan tembusan kepada desa. Kemudian, desa akan menindaklanjuti dengan memberikan info kepada masyarakatnya.

“Pasar Modern juga akan kami libatkan. Sehingga akan membuat kebutuhan dan stok semakin banyak,” katanya.

Editor: Supriyadi

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Kudus Mulai Melejit

Pedagang sembako menjajakan dagangannya di salah satu pasar di Kudus. (MuriaNewsCom)

Pedagang sembako menjajakan dagangannya di salah satu pasar di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Menjelang datangnya bulan suci ramadan, harga bahan pokok berangsur naik. Kenaikan harga terjadi dalam beberapa komoditas, dengan kisaran harga yang bervariatif.

Hal itu disampikan Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Dagsar Sofyan Dhuhri. Menurutnya, mendekati bulan Ramadan memang kecenderungan mengalami kenaikan harga. Khususnya, bumbu dapur dan kebutuhan lainnya saat puasa.

”Banyak yang naik, seperti daging ayam kampung mulai naik. Di  Pasar Jember misalnya, harga daging ayam kampung yang sebelumnya Rp 50 ribu per kilo, kini menjadi Rp 55 ribu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Kenaikan itu termasuk tinggi lantaran langsung Rp 5 ribu perkilo. Harga tersebut merupakan harga yang sama dengan pasar tradisional lainnya di Kudus dengan harga Rp 55 ribu.

Komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah bawang merah. Harga hari ini naik menjadi Rp 45 ribu dari Harga semula Rp 40 ribu saja.

Selain itu, Ikan bandeng juga mengalami kenaikan menjadi Rp 24 ribu per hari ini. Sedangkan sebelumnya harganya Rp 23 ribu saja untuk satu kilo ikan.

”Untuk bawang putih, telur, cabai juga naik. Meski naik, mudah-mudahan barang cukup untuk kebutuhan masyarakat sehingga tidak panik,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Stok 6 Komoditas Pangan di Rembang Diklaim Aman

Konfrensi pers tentang ketersediaan pangan di ruang rapat Pj Bupati Rembang, Selasa (15/9/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Konfrensi pers tentang ketersediaan pangan di ruang rapat Pj Bupati Rembang, Selasa (15/9/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang melalui Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP dan P4K) merilis ketersedian pangan di wilayah setempat. Sebanyak enam komoditas pangan diklaim aman karena jumlah ketersediaan lebih banyak daripada kebutuhan. Keenam komoditas itu adalah padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah dan kacang hijau.

“Tujuh komoditas pangan kecuali kedelai terdata pada kondisi aman. Kebutuhan konsumsi masyarakat per bulan terutama beras dijamin tercukupi, sebab stok masih melimpah dan tersedia hingga 21 bulan kedepan. Apalagi di Kecamatan Pamotan dan Sale yang sebentar lagi panen padi,” ujar Dwi Purwanto, Kepala BKP dan P4K Kabupaten Rembang, Selasa (15/9/2015).

Dwi Purwanto mengatakan, data cadangan pangan komoditas beras yang dihimpun pada April lalu total mencapai 87.087,91 ton. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari rumah petani sebanyak 70.764 ribu ton, konsumen 857,63 ton, penggilingan padi 14.018,9 ton dan sisanya ada di kalangan pedagang berjumlah 1.447,38 ton.

“Untuk menjaga stok beras agar tetap aman akan kita tempuh dengan memberikan bantuan gabah kering giling (GKG) untuk pengisian gudang lumbung pangan masyarakat (LPM) dan lembaga distribusi pangan masyarakat (LDPM) yang dikelola oleh 12 gabungan kelompok tani (gapoktan) dengan total mencapai 105,88 ton GKG,” kata Dwi Purwanto. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Pascalebaran, Harga Bahan Pokok Masih Tinggi

Beberapa pedagang di Pasar Barongan mengatakan kenaikan harga merupakan hal yang wajar yang terjadi selama bulan Ramadan hingga Lebaran. (MuriaNewsCom)

Beberapa pedagang di Pasar Barongan mengatakan kenaikan harga merupakan hal yang wajar yang terjadi selama bulan Ramadan hingga Lebaran. (MuriaNewsCom)

KUDUS – Harga bahan pokok pascalebaran masih terbilang tinggi. Hal ini mengakibatkan beberapa ibu rumah tangga (IRT) dan beberapa pemilik warung makan mengeluh akibat kenaikan harga tersebut.  Lanjutkan membaca

Tak Usah Kuatir, Ketersediaan Sembako Grobogan Selama Lebaran Dijamin Aman

Sekda pantau ketersediaan beras di pasar Purwodadi, Senin (13/7/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sekda pantau ketersediaan beras di pasar Purwodadi, Senin (13/7/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Masyarakat Grobogan tampaknya bisa merayakan lebaran dengan aman. Pasalnya, stok sembako yang disiapkan buat lebaran dijamin tidak ada masalah. Hal itu terungkap saat dilakukan pantauan persiapan lebaran siang tadi yang dipimpin Sekretaris Daerah Grobogan Sugiyanto.
Dalam pantauan tadi, ada beberapa lokasi yang dikunjungi rombongan. Yakni, pasar induk, SPBE di Desa Putat dan SPBU Pulorejo, Keamatan Purwodadi. Kemudian, kunjungan ke pasar Godong, puskesmas Godong dan terakhir di terminal induk Purwodadi. Lanjutkan membaca

Bupati Jepara Jamin Distribusi Barang Kebutuhan Pokok Aman

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi

JEPARA – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menjamin distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat berada dalam kondisi aman. Bukan hanya menjelang Idul Fitri, namun hingga setelah hari raya. Keamanan yang sama juga terjadi pada fluktuasi harga. Hal ini dia ungkapkan Marzuqi kepada awak media.

“Secara umum, ketersediaan dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Jepara dalam level cukup. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya kasus kelangkaan untuk semua komoditas strategis. Bahkan di tingkat provinsi pun, Pak Gubernur sudah memastikan keamanan distribusi ini hingga setelah idul fitri,” kata Marzuqi.

Alasan ini disampaikan bupati berdasar hasil monitoring yang dilakukan oleh tim bentukan Pemkab Jepara. Dijadwalkan rutin seminggu dua kali, pemantauan dilakukan mulai sebelum Ramadlan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dan saat memasuki Ramadlan, monitoring dilakukan tim gabungan lintassektoral di 12 pasar tradisional besar di seluruh wilayah Jepara. Pasar-pasar tersebut berada di Donorojo, Keling, Bangsri, Mlonggo, dan Mayong. Lalu di Welahan, Kalinyamatan, Pecangaan, Kedung, Batealit, Tahunan dan pasar Jepara.

Selain menyita barang-barang kadaluwarsa dan tidak laik edar, tim juga mendapati fakta normalnya fluktuasi harga barang. Komoditas strategis seperti beras, gula pasir, daging sapi, daging ayam kampung, tepung terigu, dan bawang merah harganya relatif stabil. (WAHYU KZ/SUWOKO)

Antisipasi Kelangkaan, Ketersediaan Sembako Harus Ada Pengawasan

Kegiatan pasar murah di Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer siang tadi (MURIANEWS/DANI AGUS)

Kegiatan pasar murah di Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer siang tadi (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN – Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro meminta agar dinas terkait mengawasi ketersediaan sembako dipasaran. Dia berharap agar dalam bulan puasa hingga lebaran nanti tidak ada kelangkaan bahan pokok yang diperlukan masyarakat. Lanjutkan membaca

Pemkab Jepara Pastikan Stabilitas Sembako Selama Ramadan

Bupati Jepara memberikan sambutan dalam Forum Komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di kawasan Pendapa Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

Bupati Jepara memberikan sambutan dalam Forum Komunikasi antara pemerintah dan masyarakat di kawasan Pendapa Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/WAHYU KZ)

JEPARA – Selama bulan Ramadan dan Hari raya Idul Fitri nanti, Pemkab Jepara pastikan keberadaan sembako tetap stabil. Hal ini dipastikan setelah pucuk pimpinan Kabupaten Jepara yang dimotori Bupati dan Forkopinda melakukan pemantauan dan memantabkan kestabilan dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok. Termasuk ketersediaan Bahan Bakar Gas (BBG) yang melonjak dan sulit didaptkan selama ramadhan dan menjelang hari raya idul fitri. Lanjutkan membaca