Siap-Siap Harga Telur di Blora Bakal Melonjak

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Beberapa komoditi kebutuhan pokok dipastikan akan mengalami kenaikan mejelang ramdan dan lebaran. Salah satunya harga telur ayam. Kenaikan harga telur akan dialamai ketika awal Ramadan.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Blora, Maskur, mengungkapkan bahwa harga telur ayam dipastikan naik pada awal Ramadan. Hal itu disebabkan banyaknya masyarakat yang membutuhkan telur guna membuat penganan khas ketika lebaran.

Namun, pada pertengahan Ramadan, harga telur dipastikan akan normal. Hal itu dikarenakan, kebutuhan masyarakat akan telur sudah mulai menurun. ”Pada awal Ramadan, pasti akan naik. Menginjak minggu kedua bulan puasa biasanya akan turun,” ucap Maskur kepada MuriaNewsCom (20/5/2016).

Dari pantauan MuriaNewsCom, saat ini harga telur ayam di pasaran Blora mencapai Rp 17,8 ribu perkilogram. Meski harganya masih standar, Maskur tak bisa memprediksi kenaikan telur.

”Kami belum tahu sampai berapa akan mengalami kenaikan harga telur,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya menjanjikan akan selalu memantau segala harga yang kiranya mengalami kenaikan menjelang Ramadan dan lebaran. ”Setiap saat akan kita pantau terus harga kebutuhan pokok,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Jelang Ramadan, Kebutuhan Pokok di Blora Merangkak Naik

Salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Blora. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Menjelang Bulan Ramadan, kebutuhan pokok bagi masyarakat di Blora sudah mulai merangkak naik. Hal itu disebabkan oleh kelangkaan beberapa komoditas di pasaran.

Dari pantauan MuriaNewsCom, beberapa barang yang mengalami kenaikan di antaranya bawang merah, dari yang semula hanya Rp 30 ribu per kilogram kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Sementara untuk bawang putih, dari yang semula Rp 25 ribu kini menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

Tidak hanya itu, kebutuhan lain seperti gula jawa pun mengalami kenaikan. Dari yang semula Rp 12 ribu kini naik menjadi Rp 18 ribu per kilogram.

Sedangkan, untuk harga cabai tak mau kalah dengan harga komoditas yang lain, juga mengalami kenaikan. Harga cabai merah, dari yang semula hanya Rp 15 ribu per kilo kini menjadi Rp 20 ribu per kilo.

Untuk cabai hijau, dari yang semula hanya Rp 7 ribu per kilo, kini menjadi Rp 12 ribu per kilo. Sedangkan untuk harga cabai rawit dari yang semula Rp 7 ribu per kilo kini menjadi Rp 10 ribu per kilo.

Partinah, salah seorang pembeli di Pasar Induk Blora berharap, agar pemerintah bisa mengupayakan agar kenaikan harga kebutuhan pokok di Blora tidak terus mengalami kenaikan. Menurutnya, hal itu bisa mencekik leher masyarakat.

”Cari solusi lah untuk kami rakyat kecil, biar harga-harga tetap bisa dijangkau dan kami tidak merasa keberatan,” ujarnya (19/5/2016).

Terpisah, Maskur, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Blora mengaku, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan harga di pasar.

”Kami tidak melulu memantau harga hanya di Blora, namun, di seluruh wilayah Blora,” tegasnya.

Menurutnya, dalam kenaikan harga akan dipantau terus-menerus, hingga sampai batas ketidak wajaran dalam kenaikan harga, pihaknya baru akan melakukan tindakan langsung berupa operasi pasar.

”Kami juga akan kordinasikan setiap harga kepada pemerintah propinsi,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi