Pemkot Semarang Siapkan Rusunawa Tambahan untuk Nelayan Tambaklorok

MuriaNewsCom, Semarang – Pemerintah akan membangun Rusunawa di Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara. Rusunawa akan diperuntukkan bagi warga sekitar terutama bagi nelayan.

Menurut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, pembangunan rusunawa di kawasan Tambaklorok ini diupayakan tahun ini. Pembangunan akan dilakukan oleh pemerintah pusat.

“Pembicaraan terakhir dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah bersedia paling lambat tahun ini aka nada penambahan satu blok tower di Rusunawa Kudu,” ujarnya.

Rencana kedua, kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, pembangunan rusunawa untuk menampung para nelayan di Tambaklorok yang terdampak proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang.

“Rencana berikutnya, menampung nelayan yang hari ini terpaksa harus minggir dulu. Nanti, setelah area disposalnya sudah diisi dengan urukan tanah dari normalisasi Sungai BKT, akan dibangun rusunawa,” katanya.

Diakuinya, beberapa nelayan di kawasan Tambaklorok sekarang ini harus menyingkir dulu sebagai imbas dari normalisasi Sungai BKT, tetapi nelayan-nelayan itu nantinya akan dibangunkan rusunawa oleh pemerintah.

Jadi, kata politikus PDI Perjuangan itu, rusunawa yang akan dibangun di Tambaklorok harus ditempati oleh orang-orang yang bekerjanya di sektor laut, yakni nelayan yang terdampak normalisasi Sungai BKT.

“Untuk tahun ini, satu blok tower Rusunawa Kudu. Kalau rusunawa di Tambaklorok untuk nelayan sudah dipastikan baru bisa dibangun dalam dua tahun ke depan. Ini sudah kami sosialisasikan dengan warga di Tambaklorok,” katanya.

Kalau untuk penambahan tower Rusunawa Kudu, kata dia, untuk masyarakat umum, tetapi untuk rusunawa di Tambaklorok nantinya dikhususkan bagi nelayan yang terdampak normalisasi Sungai BKT Semarang.

“Sekarang ini, disposal areanya kan masih berupa air, laut. Nanti, setelah diuruk tanah endapan dari proyek normalisasi Sungai BKT baru bisa dibangun. Nanti, sudah dipastikan dua tahun ke depan,” katanya.

Yang jelas, kata Hendi, Pemerintah Kota Semarang tetap akan memperhatikan para nelayan yang terdampak proyek normalisasi Sungai BKT Semarang agar tetap bisa mendapatkan hunian yang layak.

“Kapasitanya, kalau untuk Rusunawa Kudu yang tahun ini dikerjakan hanya satu blok tower, namun untuk rusunawa di Tambaklorok mestinya bisa lebih dari satu tower. Nanti, detail dan teknisnya sama dinas,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Besok, Jalan Raya Purwodadi-Semarang Ditutup Selama 1 Jam, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, GroboganPenutupan jalan utama Purwodadi-Semarang rencananya akan dilakukan Rabu (21/3/2018) besok. Hal itu disampaikan Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto lewat rilis yang disampaikan pada wartawan, Selasa (20/3/2018).

Menurutnya, penutupan jalan utama dilakukan sekitar satu jam pada perlintasan Stasiun Mranggen, Demak. Yakni, mulai pukul 08.30 WIB atau setelah KA 162 atau KA Ambarawa Ekspress relasi Semarang Pocol – Surabaya Pasar Turi meninggalkan Stasiun Mranggen dan masuk Stasiun Tegowanu,

Penutupan dilakukan terkait adanya pekerjaan jalur rel bagian hulu disekitar perlintasan. Yakni, pergantian rel sepanjang 25 meter spoor, pergantian bantalan rel 29 buah dan perbaikan kultur jalan raya selebar 17 meter dengan luas cakupan 51 meter persegi. Pekerjaan ini akan melibatkan 25 pertugas proyek.

Sebagai dampak pekerjaan perbaikan ini, maka akan dilakukan penutupan jalan raya di pelintasan PJL 17 (ganepo) selama 1 jam. Yakni, mulai jam 08.30 hingga 09.30 WIB. Kemudian, jalur rel kereta api bagian hulu juga ditutup selama 2 jam, mulai jam 08.30 sampai 10.30 WIB.

“Dampak penutupan jalan raya hanya sekitar satu jam saja terkait adanya pekerjaan disana. Kepada para pengguna jalan raya yang melintas di kawasan itu, kami mohon harap maklum dan dipersilahkan menggunakan jalur jalan raya alternatif yang telah disiapkan Polsek Mranggen,” jelasnya.

Menurut Suprapto, untuk sepeda motor dan mobil kecil dari arah timur (Purwodadi) dialihkan melalui RRI Kuripan ke selatan – Wonosekar – Sumberejo – Kangkung – Pertigaan Kauman – Mranggen – Semarang. Untuk kendaraan dari arah barat (Semarang) jalurnya dialihkan lewat Pasar Sepeda Mranggen ke utara – Perempatan Pasar Waru – Pertigaan Tumpi – Perempatan Pasar Karangawen arah Purwodadi.

Bagi kendaraan besar sejenis truk tronton, bus besar, truk muatan barang agar melewati jalur yang disarankan. Yakni, dari arah barat (Semarang) melalui pertigaan Pedurungan kekiri – Bangetayu – Genuk arah pantura Demak. Kemudian, dari arah timur (Purwodadi) dialihkan lewat pertigaan Godong (Grobogan)- Dempet – masuk jalur lingkar Demak pantura.

Editor: Supriyadi

Puluhan TKI Ilegal Diamankan dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

MuriaNewsCom, Semarang – Puluhan orang yang diduga sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal diamankan polisi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Ada 37 orang yang diamankan, sebelum mereka berangkat menuju Malaysia.

Dari puluhan orang tersebut, tiga di antaranya merupakan anak-anak. Penangkapan dilakukan aparat Polsek Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, akhir pekan kemarin. Puluhan calon TKI ilegal itu diketahui berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kapolsek Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kompol Bagus Prasetyo kepada wartawan mengatakan, mereka berangkat dari NTB menggunakan bus, sejak Senin (26/2/2018) lalu.

Awalnya mereka singgah di Surabaya dan akan melanjutkan perjalanan ke Pontianak menggunakan kapal. Ternyata keberangkatan dari Surabaya masih 8 Maret sehingga mereka bermaksud berangkat dari Semarang.

”Rencananya jika sudah sampai Pontianak, mereka lanjut ke Malaysia. Mereka hanya membawa Paspor dan KTP,” katanya.

Dari pengakuan mereka, keberangkatan ke Malaysia merupakan inisiatif sendiri karena ingin bekerja di perkebunan sawit. Namun mereka tidak mengatakan akan bekerja kepada siapa.
Para TKI ilegal itu sudah selesai diperiksa di Polsek Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Saat ini kasusnya sudah ditangani Polda Jateng dan mereka akan diberi pembinaan.

Dean Safitri, salah satu yang diamankan mengaku kepincut bekerja ke Malaysia. Ia menempuh perjalanan darat dari tanah kelahirannya menuju Semarang. “Kami tadinya mau ke Pontianak naik kapal malam ini biar besok bisa lanjut ke Malaysia,” akunya.

Dean menyebut. di antara teman-temannya juga terdapat tiga balita. Ia sendiri berangkat ke Malaysia tanpa pembekalan lebih dulu, seperti yang dilakukan agen resmi penyalur tenaga kerja.

Dean tergiur mencari peruntungan ke luar negeri karena ada orang kampungnya yang meraup sukses. “Kami ingin ke Malaysia karena ada orang dari kampung kami yang ke sana. Dia sukses di sana. Sama-sama dari Kecamatan Bolo, Bima,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Dua Pelajar Pembunuh Sopir Taksi Online di Semarang Dihukum 9 dan 10 Tahun

MuriaNewsCom, Semarang – Kasus pembunuhan sadis Deny Stiawan, sopir taksi online di Semarang yang dilakukan dua pelajar SMK menemui babak akhir. Dua pelaku pembunuhan yakni DR dan IBR divonis hukuman 9 dan 10 tahun kurungan penjara.

Vonis dijatuhkan hakim tunggal Sigit Harianto, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (27/2/2019). Hakim menjatuhi vonis pelaku yang masih berumur 15 tahun itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Yakni DR dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara, sementara IBR divonis 10 tahun kurungan penjara. Hakim menyatakan, dua terdakwa terbukti melakukan perencanaan pembunuhan. ” “Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan sengaja,” kata Sigit dilansir Antarajateng.com.

Terdakwa IB mendapatkan vonis yang lebih tinggi, karena dinilai sebagai inisiator aksi pembunuhan. Yakni IBR mengajak DR mencari pengganti uang sekolah sebesar Rp 510 ribu yang sudah selama tiga bulan belum dibayarkan.

Keduanya kemudian merencanakan tindak pidana untuk membegal sopir taksi online. Korban dipilih lantaranan dinilai mudah dieksekusi.

Adapun perencanaan yang dilakukan terdakwa antara lain, IBR menyiapkan pisau sepanjang 40 cm sebelum beraksi. Menurut hakim, kedunya juga sudah menyiapkan posisi duduknya di dalam mobil.

Terdakwa DR sengaja duduk di sebelah kiri korban, sementara IBR duduk di kursi tengah mobil, di belakang korban. Terdakwa DR berperan mengajak korban mengobrol, adapun IBR merupakan pelaku yang menghunuskan pisau ke leher korban.

“Terdakwa juga sengaja membayar ongkos taksi Rp 22 ribu, kurang dari yang seharusnya,” ujarnya.

Baca : 2 Siswa SMK di Semarang Begal dan Gorok Sopir Taksi Online, Alasannya Buat Bayar SPP

Terdakwa berpura-pura mengajak korban untuk mencari rumah bibinya dengan alasan untuk meminta tambahan uang untuk membayar ongkos taksi sebesar Rp 44 ribu.

Korban kemudian dieksekusi di Jalan Cendana Selatan IV, Tembalang, Kota Semarang. Dua telepon seluler dan mobil milik korban dibawa kabur oleh pelaku. Mobil itu direncanakan dijual setelah kondisi aman.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun penuntut umum sama-sama menyatakan pikir-pikir. Selanjutnya, kedua terdakwa yang masih di bawah umum tersebut akan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo.

Editor : Ali Muntoha

DPRD Jateng : PRPP Harus Bisa Ambil Keuntungan dari Bandara Baru

MuriaNewsCom, Semarang – Kalangan DPRD Jawa Tengah mendesak PRPP dan Grand Maerokoco, di kawasan Puri Anjasmoro bisa mengambil keuntungan dari operasional Bandara A Yani Semarang. Apalagi bandara yang dibangun dengan konsep baru dan modern ini dalam waktu dekat sudah bisa dioperasikan.

Pasalnya, akses menuju bandara ini nantinya akan melewati kompleks PRPP dan Grans Maerokoco. Saat ini pembangunan bandara dengan konsep modern tersebut sudah mencapai sekitar 60 persen. Akses jalan dari dan ke bandara saat ini sudah selesai dibangun.

Strategisnya kawasan PRPP dan Grand Maerokoco itu, harus bisa ditangkap oleh pengelola kedua kawasan wisata Eco Tourism tersebut agar bisa berkembang dengan lebih baik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Rukma Setyabudi dalam Focus Group Discussion (FGD) Tentang Optimalisasi kawasan PRPP dan Grand Maerokoco yang dilaksanakan di Anjungan Kabupaten Brebes Grand Maerokoco, Senin (19/2/2018).

“Akses masuk dan keluar Bandara nanti melalui depan PRPP ini, saya minta Bu Titah (Dirut PRPP) bisa memanfaatkan kondisi ini,” katanya.

Menurut Rukma, jumlah pengguna jasa transportasi udara di Bandara A Yani saat ini berjumlah empat juta lebih dalam satu bulan. Padahal kondisi bandara yang ada saat ini serba minim, sehingga bisa dipastikan setelah bandara baru mulai dioperasikan, jumlah penumpangnya akan bertambah banyak.

“Kondisi ini sangat menguntungkan untuk mendongkrak jumlah pengunjung di PRPP dan Grand Maerokoco,” ujarnya.

Senada dengan Rukma, Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah Asfirla Harisanto mengatakan, impack dari akses jalan menuju dan keluar dari Bandara A Yani sangat besar. Semua itu bisa optimal jika PRPP dan Grand Maerokoco dikelola secara profesional.

“Salah satu fungsi PRPP adalah sebagai tempat pendidikan bagi pelajar mulai dari usia dini. Fungsi itu harus dikedepankan selain berfungsi sebagai ecotourism,” jelasnya.

Baca juga : 

Menurut Bogi sapaan akrab Asfirla, Kawasan Grand Maerokoco yang berisi anjungan dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah, memiliki nilai edukasi yang sangat bagus bagi generasi muda. Oleh karena itu kebersihannya, isinya, dan kondisi bangunannya harus dipelihara dan dikelola dengan baik.

“Sebagai Jateng mini, Grand Maerokoco jangan dibiarkan kumuh dan dipenuhi dengan orang orang yang tidak jelas seperti “rembol” (kere gerombol=orang jalanan miskin bergerombol) yang menjadikan orang malas datang ke Maerokoco,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, PRPP dan Grand Maerokoco adalah wajah pariwisata Jawa Tengah. Hal ini terjadi mengingat kawasan ini berada di pintu masuk Jateng dan hanya berjarak ratusan meter saja dari bandara.

“Perlu sinergitas yang baik antara PRPP dengan Bandara A Yani, kelola dengan profesional dan terapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Kalau itu diterapkan dengan baik saya yakin kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah,” jelasnya.

Sementara itu, General Manajer Angkasa Pura 1, Maryanto mengatakan, saat ini Bandara Ahmad Yani memiliki jumlah penumpang sebanyak 4,4 juta orang pertahun. Dengan selesainya pembangunan nantinya, bandara mampu menampung 6 sampai 7 juta penumpang.

“Potensi bisnis dari adanya Bandara A Yani yang baru sangat besar, ini harus ditangkap untuk perkembangan bisnis dan pariwisata di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Perawat Cantik di Semarang Hilang Setelah Order Ojek Online

MuriaNewsCom, Semarang – Seorang perawat bernama Yulia Putri Prihatiningsih (24) dilaporkan hilang sejak Minggu (18/2/2018). Perawat yang bertugas di RS Tlogorejo Semarang itu, diketahui hilang kontak setelah memesan ojek online.

Yulia, perawat cantik ini diketahui order ojek online dari kontrakannya di Jalan Pamularsih X, Semarang Barat, sekitar pukul 21.54 WIB. Ia memesan ojek online untuk mengantarkannya menuju tempatnya bekerja di RS Tlogorejo, Semarang.

Namun setelah ia pergi, Yulia sudah tidak bisa dihubungi lagi hingga saat ini. Ibu Yulia, Sri Suharti (43) semakin resah, karena hingga Senin (19/2/2018) putrinya tidak diketahui rimbanya.

Ia pun melaporkan menghilangnya gadis tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Tengah. Laporan tercatat dengan nomor : SK/09/II/2018/SPKT.

Saat terakhir kali pergi, Yulia membawa tas slempang cokelat, hijab hitam, dan blous biru dongker. Ia memiliki tinggi 167 cm, berat 55 kg dan kulit sawo matang.

Yulia sendiri tercatat sebagai warga Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, namun tinggal di rumah kontrakan karena bekerja di Kota Semarang.

Dari informasi yang didapatkan, Yulia sudah sampai di tempat kerjanya, bahkan sempat bertemu dengan beberapa rekan kerjanya. Namun setelah itu, Yulia tidak diketahui kabarnya.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala SPKT Polda Jawa Tengah AKBP Agung Aris membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, laporan itu sudah dilimpahkan ke Unit Jatanrasa Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, untuk ditindaklanjuti.

”Yang melaporkan ibunya. Sudah kami terima laporannya, dan untuk menindaklanjuti secara rinci dilakukan penyelidikan oleh Reskrim,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Bengkel Disulap Jadi Rumah Semedi di Semarang Digerebek, Ada 11 KK dan Desersi TNI di Dalamnya

MuriaNewsCom, Semarang – Sebuah bangunan bekas bengkel di Palebon, RT 1 RW 11, Pedurungan, Kota Semarang, Rabu (14/2/2018) malam digerebek polisi dan tim  Pomal Lantamal V Surabaya. Kedatangan petugas gabungan ini untuk menangkap oknum prajuti TNI Al berpangkat letkol yang desersi dan berada di tempat tersebut.

Tim yang menjemput sempat terpaksa memanjat tembok tiggi karena rumah sangat tertutup. Rumah itu tertutup pintu lipat, sehingga aktivitas di dalam rumah tidak kelihatan dari luar. Saat petugas bisa masuk ke dalam bangunan itu, tim sangat terkejut.

Ternyata di dalamnya banyak orang. Ada 43 orang dari 11 kepala keluarga (KK) yang tinggal di dalamnya. Belakangan baru diketahui ternyata bekas bengkel itu digunakan untuk rumah semedi/meditasi.

Di dalam rumah itu juga terdapat oknum TNI AL yang desersi. Tak hanya orang dewasa, ada juga anak-anak bahkan bayi di dalamnya. Mereka sudah beberapa bulan berada di rumah itu untuk semedi. Mereka meninggalkan rutinitas kerja dan sekolah.

Dikutip dari detik.com, rumah itu milik Rondiono alias Andi. Menurut dia, sejak tiga bulan terakhir rumah yang merupakan bengkel itu aktivitasnya tertutup. Andi pun lantas dimintai keterangan polisi di Mapolsek Pedurungan.

“Mereka tidak melaksanakn kegiatan, tidak kerja, anak-anak tidak sekolah. Kegiatannya malam hari di dalam.” kata Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi.

Dari penyelidikan sementara laki-laki yang ada di rumah itu akan memakai sarung saat kegiatan dan bagi wanita memakai kain jarik. Pada malam hari mereka tidak menyalakan lampu, tapi menggunakan lampu minyak.

“Laki-laki dan perempuan dikumpulkan, ada istilahnya tapa rame (bertapa bersama). yang disayangkan itu ada yang desersi kemudian masuk ke sini,” ujar Mulyadi.

Sementara Andi mengaku memang menutup aktivitas di dalam rumahnya dari dunia luar. Ia bersama 11 KK melakukan meditasi untuk meninggalkan hal duniawi untuk mencari ketenangan. Ia menyebutnya, kembali ke alam.

Menurutnya, kegiatanya dilakukan sudah tiga bulan dan targetnya minimal selama satu tahun.  “Tutup gerbang sudah 3 bulan. Dalam setahun noto awak (menata diri), tidak berinteraksi,” akunya.

Namun Andi berkilah tidak menganjurkan anak-anak untuk tidak bersekolah. Tapi kenyataannya 43 orang yang ada di sana melepas kegiatan sehari-harinya, yaitu pria tidak bekerja dan anak-anak tidak sekolah. “Kan ngobrol-ngobrol, ya ditunda setahun (kerja dan sekolahnya),” paparnya.

Ia juga mengakui ada desersi TNI AL dari Surabaya yang ikut aktivitasnya. Pengakuannya ia sudah kenal dengan oknum TNI itu selama dua tahun, dan sering bertandang ke tempatnya.

Ia juga mengaku tak mengajarkan kepercayaan apapun. Ia pun membebaskan kelompoknya dalam beribadah sesuai agamanya.

Editor : Ali Muntoha

A Yani, Bandara Terapung Pertama di Indonesia Dioperasikan Sebelum Lebaran

MuriaNewsCom, Semarang – Direktur Utama PT Angkasa Pura Faik Fahmi memastikan, sebelum musim mudik Lebaran 2018, Bandara A Yani Semarang dengan konsep baru sudah bisa dioperasikan. Meski secara keseluruhan, pembangunan bandara terapung (floating airport) pertama di Indonesia akan selesai total pada awal 2019.

Bandara ini diterget operasi dengan syarat minimum pada Mei 2018 mendatang. Yakni terminal penumpang, gedung parkir satu lantai, terminal kargo, masjid, gedung perolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran.

“Jadi mudik Lebaran tahun ini masyarakat Jawa Tengah sudah bisa membanggakan bandara baru,” katanya.

Minggu (11/2/20180 kemarin, sejumlah menteri dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melakukan prosesi topping off (penutupan atap) terminal Bandara  A Yani Semarang. Sejumlah menteri yang terlihat yakni Menteri BUMN, Rini M Soemarno, dan Menteri Pekerjaan Umum Budi Karya Sumadi.

Konsep bandara Ahmad Yani yang terapung muncul karena sekitar 90% lahan pengembangan bandara berada di sekitar rawa-rawa sehingga kontruksi harus dilakukan dan dibangun di atas air. Konsep ini mirip dengan kontruksi tol atas laut di Bali.

Bandara Ahmad Yani Semarang mengusung konsep floating airport yang dipadukan dengan konsep ecogreen. Pada area bandara juga ditanami 24 ribu pohon mangrove untuk mendukung pelestarian lingkungan.

Menteri Pekerjaan Umum Budi Karya Sumadi mengatakan, bandara baru ini akan mengatasi masalah over capacity. Kapasitas bandara lama hanya 800 ribu penumpang per tahun, namun realisasi penumpang pada 2017 mencapai 4,4 juta orang.

“Terminal bandara baru ini sembilan kan kali lebih besar dari yang lama, dan dapat menampung enam juta penumpang pertahun,” ujanrya.

Terminal bandara baru ini memiliki luas 58.652 meter persegi atau sembilan kali lebih luas dibanding terminal lama yang hanya 6.708 meter persegi. Luasan apron mencapai 75.522 meter persegi dan dapat menampung 13 pesawat  narrow body.

Terminal baru ini dibangun di atas lahan lunak dan sebagian besar berair dengan menggunakan tiang pancang.

“Tentunya ini berkat Pak Gubernur (Ganjar Pranowo) yang selalu njawil-njawil kapan ini kapan ini pak,” kata Budi.

Sementara Ganjar Pranowo mengaku senang karena bandara baru yang diidam-idamkan masyarakat Jateng sudah hampir selesai. Sebab seingatnya sudah tiga gubernur yang mencoba mengerjakan proyek bandara baru namun tidak juga selesai.

“Saya tidak tahu berapa presiden, berapa Menteri Perhubungan yang mengawal ini. Yang saya tahu tiga gubernur memulai ini. Dua senior saya Pak Mardiyanto dan Pak Bibit (Bibit Waluyo), dan sekarang kelihatan hasilnya,” terangnya.

Pengembangan Bandara Ahmad Yani senilai Rp 2,07 triliun ini terdiri dari lima paket. Paket satu pekerjaan lahan dan jalan akses sudah selesai 100 persen. Paket dua, pekerjaan apron dan taxiway juga sudah 100 persen.

Paket tiga, pekerjaan pembangunan terminal akan selesai November 2018. Sedang paket empat, yakni bangunan penunjang dan lanskap serta paket lima  pekerjaan water management akan selesai pada 2019.

Menteri BUMN Rini M Soemarno mengharapkan, bandara baru ini akan semakin meningkatkan perekonomian Jawa Tengah. “Jateng ini perekonomian meningkat terus sehingga masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Banjir Kaligawe Capai Setengah Meter, Lewat Jalur Ini Biar Gak Kejebak Macet

MuriaNewsCom, Semarang – Banjir yang melanda wilayah Kaligawe, Kota Semarang, Sabtu (3/2/2018) pagi semakin meninggi. Ketinggian air di jalan utama mencapai 50 cm, hingga menyebabkan kemacetan yang sangat panjang.

Banyak kendaraan yang terjebak macet dan mogok, akibat air masuk ke dalam mesin. Banjir semakin meninggi sejak Senin (2/2/2018) kemarin, seiring hujan yang terus mengguyur Kota Semarang.

Sejumlah pengendara yang terjebak banjir mengeluhkan panjangannya kemacetan yang terjadi. Afif, warga Pati mengaku terjebak macet selama dua jam saat melintas di Jalan Kaligawe.

”Saya mau balik ke Pati. Dari bawah jembatan tol sampai ke pos polisi Genuk itu sampai dua jam. Banjir robnya tinggi, bahkan tadi ada beberapa motor yang mogok,” katanya.

Kanit Lantas Polsek Genuk, AKP Irianto dalam wawancara langsung dengan Radio Elshinta Semarang menyebut, ketinggian air di jalan utama itu berkisar antara 30-50 cm. Kondisi ini menurut dia, sudah terjadi hampir sepekan ini. ”Yang paling parah, atau puncaknya dua hari ini,” ujarnya.

Titik paling tinggi genangan menurut dia berada di depan Gang Macan, Genuk di mana ketinggian mencapai 50 sentimeter. Ia juga menyebut pemompaan belum bisa dilakukan, karena ketinggian banjir dengan saluran air masih sama.

Untuk mengatur lalu lintas, pihaknya telah mengerahkan personel di sejumlah titik. Pihaknya juga mengimbau agar pengendara menghindari jalur Kaligawe agar tak terjebak macet akibat banjir rob yang masih tinggi.

“Personel di lapangan juga mengarahkan pengendara agar menggunakan jalur alternatif agar tak terjebak macet,” terangnya.

Jalur alternatif yang bisa digunakan pengendara yakni melewati Jalan Woltermongensidi. Dari arah timur (Pati, Kudus, Demak) setelah sampai lampu merah (pertigaan) Genuk, ambil kiri ke Banget Ayu, dan tembus ke Jalan Majapahit Semarang.

Dari arah Jakarta dan Solo, untuk pengguna mobil pribadi bisa masuk ke tol dan keluar di pintu tol Gayamsari, lalu menuju Jalan Woltermongensidi, dan sampai ke Genuk. Sementara pengendara sepeda motor masuk dalam Kota Semarang, dan menuju Arteri Soekarno-Hatta, dan masuk ke Banget Ayu, maka akan sampai ke pertigaan Genuk, dan ambil kiri menuju Surabaya.

Editor : Ali Muntoha

Pembunuh Polisi di Semarang Diduga Sangat Terlatih

MuriaNewsCom, Semarang – Tim Reskrim Polrestabes Semarang kini tengah melakukan penyelidikan terhadap terbunuhnya anggota Polsek Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Aiptu Samsul Huda (49). Pelaku pembunuhan diduga lebih dari satu orang dan sangat terlatih.

Hal ini terlihat dari luka-luka di tubuh korban yang langsung mengenai titik-titik vital. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengatakan, dengan luka yang ada di tubuh korban, diketahui pelaku sangat terlatih menggunakan senjata tajam.

Meski demikian, pihaknya belum memastikan senjata apa yang digunakan pelaku. Polisi masih terus melakukan penyelidikan.

“Pelaku ini sudah terlatih, ini dilihat dari luka tusukan yang letaknya di bagian-bagian vital. Bekas tusukannya itu di titik mematikan,” katanya, Sabtu (20/1/2018).

Luka-luka tusukan ditemukan di antaranya dua titik di bagian bawah perut, dada, dan punggung. Jari telunjuk bagian kiri korban yang hampir putus diduga karena mencoba menangkis/menahan senjata tajam dari pelaku.

Selain itu juga ditemukan luka sayatan di telapak kanan yang cukup panjang. Dan juga ada luka robeh di paha bagian kanan korban.

“Sayatan di telapak tangan lumayan panjang, di paha, jari telunjuk kiri juga hampir putus. Pelaku ini sudah terlatih, ini dilihat dari luka tusukan yang letaknya di bagian-bagian vital. Bekas tusukannya itu di titik mematikan,” ujar Abi.

Anggota polisi menjaga kamar mayat RSUP dr Kariadi Semarang tempat pemeriksaan tubuh polisi yang tewas diduga dibunuh. (metrojateng.com)

Selain itu, menurut Abi pelaku pembunuhan tersebut lebih dari satu orang. Pasalnya pada luka tusukan yang dialami korban sepertinya tidak mungkin dilakukan oleh satu orang pelaku saja.

“Kalau dilihat dari lukanya juga, pelaku ini lebih dari satu orang. karena ada luka tusukan dari punggung korban,” terangnya.

Polisi juga tengah melakukan pemeriksaan kegiatan Samsul Huda sebelum ditemukan bersimbah darah di Jalan Arteri Yos Sudarso. Diketahui korban lepas dinas, sekitar pukul 20.00 WIB. Dan korban ditemukan pemotor sekitar pukul 00.14 WIB.

“Selama dari pukul 20.00 WIB lepas dinas sampai kejadian ke mana saja sedang kami dalami. Apa kegiatannya, dengan siapa ketemunya,” paparnya.

Baca : Polantas di Semarang Ditikam Berkali-kali Hingga Tewas di Tengah Jalan

Kapolrestabes menjelaskan, korban asli Magelang dan tinggal di daerah Paseda Semarang. Lokasi penemuan korban juga diketahui sebagai jalan yang ditempuh sehari-hari untuk berangkat dan pulang kerja.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan audtopsi di RSUP dr Kariadi Semarang, jenazah korban rencananya akan diserahkan ke pihak keluarga di Magelang, untuk kemudian dilakukan pemakaman.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota Satuan Lalu Lintas Polsek Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Aiptu Samsul Huda (49) ditemukan tewas di Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang, Sabtu (20/1/2018) dini hari. Korban ditemukan tak bernyawa dengan banyak tusukan.

Diduga korban dibunuh lebih dari satu orang. Korban ditemukan tertelungkup di tengah jalan sekitar pukul 00.14 WIB di dekat Hotel Puri Garden. Saat ditemukan pengendara, korban bersimbah darah, dan langsung dilaporkan ke polisi.

Editor : Ali Muntoha

Ombak Besar, 5 Kapal Nelayan Terbalik di Laut Semarang

MuriaNewsCom, Semarang – Cuaca buruk yang melanda perairan di sekitar Semarang memakan korban. Lima kapal nelayan terbalik saat berlayar di perairan Mangkang, Kota Semarang, Kamis (11/1/2018). Peristiwa terbaliknya kapal ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Beruntung sejumlah nelayan berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke daratan. Kapal-kapal nelayan yang terbalik merupakan milik warga Tanggulsari, Mangunharjo, Kota Semarang. Lima nelayan yang berhasil diselamatkan yakni Parno, Busro, Yaman, Asrofi dan Sarjono.

Staff Humas Basarnas Kantor Semarang, Zulhawary mengatakan, lima kapal tersebut terbalik setelah diterjang ombak besar. Tak hanya lima kapal ini, pihaknya juga tengah melakukan pencarian terhadap sejumlah perahu lain yang masih hilang.

“Beberapa perahu masih hilang, namun penumpangnya berhasil diselamatkan,” ujar Zul, panggilan akrab Zulhawary.

Sejumlah nelayan yang masih berada ditengah laut, kemudian diminta untuk berlindung dulu di sisi kapal besar, seperti kapal tanker atau kapal peti kemas. Ini dilakukan agar kapal mereka tidak dihantam ombak besar dan ikut terbalik.

Editor : Ali Muntoha

Parkir Sembarangan di Semarang Tak Lagi Digembok, Tapi Langsung Diderek

Petugas tengah menggembok roda mobil yang nekat parkir sembarangan di Kota Sembarangan, beberapa waktu lalu. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Anda yang biasa memarkirkan kendaraan secara sembarangan, jangan lakukan hal itu ketika berada di Kota Semarang. Apalagi selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2018.

Karena petugas tak lagi hanya akan menggembok ban mobil yang melanggar parkir itu, tapi akan langsung mendereknya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, M Khadik mengatakan, langkah tegas ini dilakukan untuk menghindari keruwetan arus lalu lintas, akibat parkir sembarangan. Langkah ini juga untuk mendukung Operasi Lilin Candi 2017 yang dilaksanakan pihak kepolisian.

“Kalau ada mobil yang melanggar parkir, akan kami derek secepatnya. Kalau hanya digembok (roda) sama saja tidak mengurai kemacetan,” katanya.

Sikap tegas ini tak hanya diterapkan bagi kendaraan dengan pelat nomor Semarang saja, melainkan juga bagi kendaraan pelancong yang berada di Semarang. Pihaknya juga sudah menyiapkan kantong-kantong parkir yang bisa dimanfaatkan.

Beberapa titik yang sering ditemui pelanggaran parkir di antaranya, di Jalan Pandanaran, kawasan Simpanglima, dan Jalan MH Thamrin. Parkir kendaraan di sepanjang jalan-jalan ini kerap menjadi pemicu kemacetan.

“Kami punya program untuk mencegah pelanggaran parkir, dan sistem pengaturan lampu lalu lintas melalui ATCS (area traffic control system) untuk mengurai kemacetan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Setelah Tawuran, Siswa SMP Ini Menangis Saat Dihukum Polisi

Sejumlah siswa SMP tengah dihukum aparat Polsek Semarang Barat karena tawuran. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Aparat Polsek Semarang Barat menangkap sekitar 50 pelajar tingkat SMP yang tengah tawuran. Mereka kemudian digiring ke Mapolsek dan dihukum.

Namun hukuman yang diberikan bukan dimasukkan ke sel, namun disuruh jalan jongkok dan berdiri sambil hormat bendera merah putih. Hukuman diberikan Senin (18/12/2017) kemarin, setelah beberapa hari sebelumnya tertangkap tawuran.

“Kita beri pembinaan buat mereka, untuk memberikan efek jera,” kata Kapolsek Semarang Barat, Kompol Ari Nur Cahyo.

Pelajar tersebut ditangkap petugas di tempat yang terpisah. Belasan berhasil diamankan saat terlibat aksi tawuran di Jalan Jendral Soedirman Semarang Barat, Jumat (15/12/2017) siang. Saat ditangkap mereka masih mengenakan seragam SMP.

Selang hari berikutnya, beberapa pelajar lainnya berhasil diamankan di kawasan Kembangarum Semarang Barat, Sabtu (16/12/2017) pukul 22.00 WIB. Anggota Polsek Semarang Barat juga berhasil menyita senjata tajam clurit dan juga sabuk bergerigi gir.

Kapolsek segera menindaklanjuti dengan mengadakan pengarahan terhadap para pelajar yang dihadiri oleh Danramil dan Camat Semarang Barat, Dinas Pendidikan Kota Semarang, kepala sekolah serta orang tua siswa yang terlibat tawuran di Aula Polsek Semarang Barat.

“Orang tuanya pada datang, tadi kami melihat beberapa dari pelajar tersebut juga menangis di depan orang tuanya. Berarti di situ masih bisa dilihat ada harapan dalam diri mereka untuk berubah menjadi baik,” ujarnya.

Tak hanya pelajar, orang tua pun turut diberikan arahan untuk membina dan mengawasi anak-anaknya.

Editor : Ali Muntoha

Ditarget Rampung Tahun Ini, Pembangunan Pasar Simongan Ternyata Baru Setengah Jadi

Proses pembangunan Simongan, Kota Semarang. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Pembangunan Pasar Simongan, Kota Semarang, ditarget harus rampung pada 26 Desember 2017. Namun, hingga tinggal beberapa hari tenggat waktu habis, proses pembangunan pasar itu ternyata baru selesai separuh saja.

Ini diketahui ketika Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, melakukan inspeksi ke pembangunan pasar itu, Minggu (17/12/2017) kemarin.

Ia menyebut, proyek pembangunan pasar yang menelan anggaran miliaran rupiah itu baru selesai 52 persen, dari target yang ditetapkan seharusnya 54 persen.

“Pembangunan pasar tersebut tidak mungkin bisa selesai tepat waktu,” terangnya.

Dijelaskan, hingga batas akhir kontrak pekerjaan hanya menyisakan waktu sekitar 10 hari saja. Sementara pembangunan pasar baru mencapai separuh namun waktu sudah sangat mendesak.

Iaa yakin, dengan waktu yang sudah mepet pembangunan Pasar Simongan tidak akan selesai tepat waktu. “Kami sudah bertemu dengan pelaksana proyek dari PT Dinamika Persada Andika mengakui kalau pekerjaan ini tidak akan selesai sampai akhir Desember ini,” katanya. 

Karenanya, ia berharap ada sikap tegas dari dinas yang terkait untuk menyikapi keterlambatan pembangunan. Pasalnya, jika sampai akhir kontrak pembangunan belum selesai maka kepentingan masyarakat akan terganggu dan untuk menyempurnakannya tidak bisa di 2018 karena tidak dianggarkan.

Hanya saja, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada rekanan kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan dengan waktu perpanjangan sebagaimana yang diatur dengan denda.

“Harus menjadi catatan bagi kami untuk meminta ULP ini lebih ketat lagi dalam lelang. Kontraktor yang tidak beres diblack list saja,” ucapnya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengakui jika  pembangunan pasar Simongan baru mencapai 52 persen dari seharusnya 54 persen. Meski demikian, kondisi tersebut masih dikatakan sesuai jadwal pekerjaan karena faktor musim hujan.

“Sampai saat ini masih on the track. Bisa selesai sampai batas akhir pekerjaan yaitu 26 Desember,” ucap Fajar.

Pembangunan Pasar Simongan dengan anggaran dari APBN senilai Rp 5,45 miliar itu, katanya, memang mundur dari jadwal semula. Hal itu disebabkan proses lelang yang gagal sampai dua kali. Kontraktor yang saat ini mengerjakan yaitu PT Dinamika Persada Sehati dari Kabupaten Pati, merupakan hasil lelang ketiga.

“Kalau sebelumnya lelang tidak gagal, pengerjaan pasar bisa maju. Sehingga selesainya juga bisa lebih cepat, tidak di akhir tahun,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, Pasar Simongan ini nantinya terdiri 196 los dan 20 kios. Proyek ini dikerjakan selama 70 hari mulai 18 Oktober 2017 sampai 26 Desember 2017.

Editor : Ali Muntoha

Tenggak Ciu Terus Kerokan, Tukang Becak Ini Langsung Tewas

Tukang becak ditemukan tewas di samping becaknya setelah minum minuman keras. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Tukang becak bernama Mulyono (45), warga Brotojoyo, Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (16/12/2017) ditemukan tewas di dekat becaknya. Korban ditemukan sudah tak bernyawa oleh rekannya di Jalan Garuda, kawasan Kota Lama Semarang.

Sebelum ditemukan tewas, korban mengeluh masuk angin setelah menenggak minuman keras jenis ciu. Setelah itu korban minta dikeroki oleh Muryadi (32) warga sekitar. Namun tak berselang lama, korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Mulyadi mengatakan, sekitar pukul 08.30 WIB, korban minta tolong untuk mengobati masuk angginnya dengan dikeroki.

“Saya sempat ngeroki dia mas dan saya juga mencium bau minuman keras seperti ciu. Setelah saya keroki saya tinggal, tidak lama kemudian saya dipanggil pemilik warung makan yang mengatakan Pak Mul sepertinya meninggal. Setelah saya cek ternyata benar, Pak Mul sudah meninggal,” katanya.

Mengetahui kejadian itu, ia pun kaget dan meminta warga lain untuk melaporkan kasus ini ke polisi. Petugas Polsek Semarang Utara yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi, untuk melakukan pengecekan.

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui jika korban tewas karena penyakitnya kambuh, usai meminum minuman keras. Jenazah korban lalu dibawa ke kamar mayat RSUP dr Kariadi untuk dilakukan autopsi.

Editor : Ali Muntoha

Balita Pasien Difteri Meninggal di RS Kariadi Semarang

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Satu dari tiga pasien difteri yang ditangani di RSUP dr Kariadi Semarang, meninggal dunia. Pasien yang meninggal merupakan balita laki-laki berusia 4 tahun, dari Kabupaten Kendal.

Balita itu dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang, pada Selasa (12/12/2017) malam dalam kondisi parah. Tim dokter langsung melakukan penanganan di ruang isolasi IGD. Namun bocah tersebut tak bisa diselamatkan.

”Pasien meninggal pagi tadi pukul 02.00 WIB,” kata dokter sepesialis anak RSUP dr Kariadi Semarang, dr Hapsari SpA (K), kepada wartawan.

Ia mengatakan, pasien tersebut merupakan rujukan dari RSI Kendal. Saat dirujuk ke RS Kariadi, kondisi bocah tersebut sudah sangat parah.

”Saat datang keadaan sudah komplikasi, mengalami sesak nafas berat. Pembesaran kelenjar, ditengarai komplikasi jantung,” ujarnya.

Ia menyebut, tim medis sudah melakukan penanganan serius. Termasuk memberikan serum anti difteri. Selain itu, tim medis juga sudah merencanakan untuk melakukan trakeostomi karena selaput membran di tenggorokan sudah menutup saluran pernafasan. Namun anak tersebut meninggal dunia dini hari tadi.

Menurutnya, korban sudah terserang diferi sejak 5-6 hari. Namun kemungkinan karena ketidaktahuan tentang gejalan difteri oleh pihak keluarga, sehingga penanganan terlambat.

“Sudah 5 atau 6 hari (menderita Difteri). Demam tidak tinggi, nyeri saat menelan, ngorok, kemudian dibawa ke RSI Kendal. Kemungkinan ketidaktahuan. Ini meninggalnya karena sumbatan pernafasan,” terang Hapsari. 

Selain pasien dari Kendal yang meninggal dunia, ada dua pasien difteri lagi yang tengah dirawat di RSUP dr Kariadi. Dua pasien ini saat ini kondisinya sudah mengalami perkembangan.

Hapsari menyebut, dua pasien itu dirujuk ke RSUP dr Kariadi pada Senin (11/12/2017) lalu. Satu pasien perempuan usia 6 tahun, berasal dari Kabupaten Batang yang dirujuk RSI Kendal. Dan satu pasien laki-laki usia 15 tahun dari Demak.

Dua pasien itu menurut dia, menderita difteri ringan dan bisa ditolong. Saat ini keduanya berada di ruang isolasi bangsal anak.

“Keduanya sudah Difteri. Kriteria Difteri yang perempuan tadi di tonsil, amandel. Yang laki-laki di faring, tenggorokan. Difteri ringan,” ujarnya. 

Ia menyebut, kedua pasien dalam kondisi baik, dan tinggal memberikan antibiotik selama 10 hari. Sebelum keluar dari ruang isolasi, tim medis akan melakukan pencarian kuman difteri selama dua kali.

Dalam dua kasus tersebut, pasien anak perempuan sudah menjalankan vaksinasi lengkap, sehingga difteri yang diderita ringan dan bisa segera diobati. Namun untuk pasien laki-laki ada vaknisasi yang terlewat.

Editor : Ali Muntoha

Diserang Banjir Rob, Pelayanan di Kantor Ditpolairud Semarang Tetap Jalan

Kondisi Kantor Ditpolairud Polda Jateng yang digenangi air rob. Meski banjir pelayanan di kantor ini tetap berjalan. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak beberapa hari terakhir, Kantor Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jateng terkena air pasang (Rob). Bukan hanya di kantor saja namun sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga terkena banjir rob.

Air laut masuk ke dalam halaman kantor, hingga membuat kompleks Ditpolairud terendam. Meski demikian, aktivitas pelayanan dan kedinasan tidak dihentikan.

Meski terganggu dengan keberadaan banjir ini, namun polisi berusaha agar genangan yang masuk ke dalam kantor menyusut. Dirpolairud Polda Jateng, Kombes Pol Andreas Kusmaedi, Selasa (12/12/2017) mengunjungi kantor yang terendam banjir rob tersebut.

Ia memerintahkan pada setiap anggotanya untuk tetap menjalankan tugas seperti biasa. Ia mengatakan, apapun kondisi kantor pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan.“Berikan pelayanan yang terbaik walaupun kondisi kantor kita dipenuhi air laut,” katanya.

Agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, personel Ditpolairud mengerahkan tiga pompa untuk menyedot air pasang sehingga debit air laut di dalam kantir dapat berkurang. Sehingga aktivitas kedinasan dan pelayanan dapat berjalan dengan baik.

Editor : Ali Muntoha

Dump Truk Ngebut Hantam Kijang, Pasangan Suami-Istri Tewas Seketika

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Kecelakaan maut terjadi di Kota Semarang, Senin (11/12/2017) dini hari. Dua orang penumpang mobil kijang yang merupakan pasangan suami istri tewas setelah dihantam dump truk yang melaju kencang.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Semarang, sekitar pukul 02.00 WIB. Dua korban meninggal dunia yakni sopir Kijang bernomor polisi H 9161 RA Soetoko (71) dan istrinya, Senipah (63). Keduanya tercatat tinggal di Jalan Sutomo Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan.

Dari hasil pemeriksaan Satlantas Polrestabes Semarang diketahui peristiwa itu bermula saat mobil Kijang melaju dari gang SMPN 9 Semarang di Jalan Sendang Utara. Saat hendak menyeberang menuju Jalan Majapahit, untuk menuju arah Purwodadi tiba-tiba melintas dump truk dengan kecepatan tinggi.

Truk dam bernopol K 1319 SH itu melaju kencang dari arah timur, dan langsung menghantam mobil yang berisi dua orang tersebut.

“Truk melaju dari arah Timur atau Pedurungan ke Barat atau Simpanglima,” kata Kanitlaka Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito.

Akibat tabrakan kencang itu, mobil Kijang ringsek di bagian kanan. Dua penumpang di dalam mobil langsung terkapar. Senipah diketahui meninggal di lokasi karena mengalami luka serius.

Sedangkan sempat dilarikan ke RS Bhayangkara namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. “Benar (korban Soetoko) menyusul (meninggal dunia),” tandas Sugito.

Aparat Satlantas Polrestabes Semarang yang mendapat laporan langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan evakuasi. Olah tempat kejadian perkara (TKP) juga dilakukan untuk mengetahui detil kecelakaan, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi.

Sementara sopir dump truk, Lilik Sudaryanto (26), warga Desa Ngrambitan, Kabupaten Blora, dimankan untuk dimintai keterangan.

Editor : Ali Muntoha

Dewan Desak Pengalihan Terminal Terboyo Ditunda

Bus tengah menunggu penumpang di Terminal Terboyo, Semarang. Terminal ini tak difungsikan lagi untuk angkut dan menurunkan penumpang. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kota Semarang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang per 1 Desember 2017 mengumumkan pengalihan fungsi Terminal Terboyo menjadi tempat parkir truk dan angkutan barang.

Dengan kebijakan ini maka bus AKDP dan AKAP yang semula harus menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Terboyo, dialihkan ke Terminal Penggaron dan Terminal Mangkang.

Namun ketua DPD Kota Semarang, Supriyadi mendesak agar kebijakan tersebut ditunda terlebih dahulu. Menurut dia, masih banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara penuh.

Termasuk masalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini menggantungkan hidup di Terminal Terboyo.

“Kami mendesak Dishub agar menunda dulu. Jangan terburu-buru. Perlu disiapkan dengan matang, agar tidak terjadi gejolak. Karena proses pemindahan itu sendiri belum jelas kajiannya,” kata Supriyadi.

Kajian yang dimaksud di antaranya dampak adanya pemindahan tersebut, baik dampak sosial maupun dampak lalu lintas.

Ia menyebut, banyak kendala yang dihadapi PKL dan pelaku transportasi adanya pemindahan tersebut.

“Dampak lain belum terpikirkan Dishub. Tempat relokasi belum disiapkan. Dampak lalu lintas juga belum disiapkan,” ucapnya.

Terkait dampak lalu lintas, ia khawatir jika terjadi kemacetan baru. Padahal Pemkot sedang gencarnya menangani kesemrawutan lalu lalu lintas. Di samping itu, para pelaku transportasi juga dipikirkan mengenai agen penjualan tiketnya.

“Berkaca dari Terminal Mangkang, bus tidak mau masuk karena sepi penumpang. Akhirnya muncul terminal bayangan sehingga menjadi kemacetan baru,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Truk Gandeng Disopiri Warga Rembang Seruduk Rumah di Pringapus

Truk gandeng terguling setelah menabrak rumah di kawasan Pringapus Semarang. (Foto : FB @Hadey Alfa)

MuriaNewsCom, Semarang – Sebuah truk gandeng bermuatan pupuk nomor polisi L 9216 UF, menabrak rumah di Klesemen, Kelurahan Pringapus, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Senin (11/12/2017).

Diperkirakan truk mengalami rem blong hingga melaju tak terkendali dan menerjang rumah warga di RT 02 RW 02, Pringapus.

Akibat kejadian itu, rumah milik Sukarno Wibowo (51) hancur. Truk gandeng yang dikemudikan Supriyadi (45), warga Rembang itu juga guling setelah menghantam rumah bagian depan.

Beruntung tak ada korban jiwa, namun ada penghuni rumah yang mengalami luka karena menahan tembok dan genting yang roboh.

Dari keterangan Sukarno, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.50 WIB. Saat itu penghuni rumah masih berada di dalam rumah.

Ia sendiri mengaku saat itu sedang mengepel lantai sesat sebelum truk gandeng menerjang rumahnya.

“Saat ngepel saya dengar suara glodak-glodak terus rumah bagian depan dan teras ambruk. Saat itu, saya langsung narik anak saya yang di kamar mandi,” kata Sukarno dilansir detikcom.

Proses evakuasi truk gandeng yang menabrak rumah karena rem blong. (Foto : FB @Hadey Alfa)

Rumah bagian depan roboh dan hancur. Tak hanya itu, dua sepeda motor yang diparkir di dalam rumah juga rusak parah.

Anak Sukarno, Panji Anomo Wijanarko juga mengaku saat kejadian sedang berada di kamar mandi. Ia mengetahui rumahnya ditabrak saat ditarik bapaknya untuk keluar dari kamar mandi.

Meski demikian, ia sempat tak bisa menghindar dan harus menahan tembok dan genting yang runtuh setelah ditabrak truk. Beruntung ia hanya mengalami luka ringan.

Kanit Laka Satlantas Polres Semarang Ipda Supeno mengatakan, pihaknya telah mengerahkan petugas untuk mengevakuasi truk. Ia memperkirakan kejadian itu akibat adanya kesalahan dalam sistem pengereman truk.

Menurut dia, sopir sudah mencoba memperingatkan warga saat truknya mulai glondor. Sopir itu berteriak-teriak agar warga menghindar.

” Sopirnya sudah teriak-teriak dari kawasan Jangkang. Dugaan karena rem blong masuk jalan desa menabrak rumah warga. Pengemudi sekarang berada di RS Ken Saras mengalami luka lecet-lecet,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Pabrik Pil PCC dan Dextro di Semarang Hasilkan Rp 2,7 Miliar Per Bulan

Mesin yang digunakan untuk memroduksi pil PCC di sebuah rumah di Jalan Halmahera, Semarang, yang digerebek BNN. (istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BBN) dan Polda Jawa Tengah, menggerebek pabrik pembuat pil Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di Jalan Halmahera Nomor 27, Karangtempel, Semarang Timur, Kota Semarang, Minggu (3/12/2017). Pabrik yang berada di dalam rumah mewah ini mampu memproduksi 9 juta butir per hari.

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso (Buwas) dalam jumpa pers di lokasi penggerebekan, Senin (4/12/2017) menyebut, selain memproduksi pil PCC pabrik itu juga memproduksi pil dextro. Pihaknya telah mengamankan jutaan butir pil siap edar.

“Sudah diamankan 13 juta butir. Per hari produksinya mencapai 9 juta butir pil. Sudah 11 tersangka diamankan,” katanya.

Joni, dalang atau pemilik pabrik itu diperkirakan mampu mengantongi keuntungan sampai miliaran rupiah dalam penjualan pil ilegal tersebut.

“Pendapatanya mencapai Rp 2,7 miliar per bulan. Ini tidak mungkin jika hanya per orangan, sudah ada penerima dan sudah ada agennya di daerah-daerah,” ujar Buwas.

Ia menegaskan akan melakukan pengembangan lebih lanjut karena selain barang bukti pil pihaknya juga mendapatkan catatan agen-agen penerima lengkap dengan besaran pesanan yang diminta.

“Ini ada yang namanya Aril, ada yang sudah haji juga ni namanya, pesab 20 dus padahal satu dus ada 20 ribu butir bayangkan masak mau dimakan sendiri,” jelas Buwas.

 

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso menunjukkan pil PCC yang telah diproduksi. (Foto : detik.com)

Saat diamankan, tersangka Joni juga menyimpan satu pucuk pistol. Meski pistol itu berisi peluru karet, namun menurut Buwas, sangat bisa diubah menggunakan peluru tajam.

Kepemilikan senjata ini juga akan ditelusuri Polda Jateng. Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, pihaknya akan menelusuri izin pistol tersebut. “Soal pistol, kami akan menelusuri ke pihak-pihak terkait,” kata Irjen Pol Condro.

Baca : Sepekan Polisi dan BNN Sanggongi Pabrik Pil PCC di Solo, Mereka Tunggu Ini Sebelum Gerebek

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Irwanto mengatakan, pil ini diproduksi untuk dikirim dan diedarkan di Kalimantan Tengah. Di Semarang ada dua lokasi, di Halmahera untuk pabrik, dan di Jalan Medoho Raya sebagai gudang.

Sementara 11 orang yang diamankan terdiri dari, 8 orang karyawan yang diamankan di TKP Jalan Halmahera, dan 2 orang karyawan diamankan di TKP gudang di Jalan Medoho Raya. Sedangkan satu orang bernama Joni yang diduga sebagai pemiliknya.

“Pengungkapan ini berkaitan pengembangan di Tasikmalaya dengan tersangka bernama Ronggo dari Tasikmalaya,” tambahnya.

Dari penyelidikan sementara petugas, pil tersebut diedarkan di wilayah luar Jawa, seperti Kalimantan dan Sumatera melalui jasa paket. Hingga saat ini petugas gabungan BNN dan Polda Jawa Tengah masih menyelidiki terkait kasus ini.

Editor : Ali Muntoha

Rel Kaligawe Digenangi Banjir, 3 KA Tertahan di Stasiun Tawang

Banjir menggenangi jalan di sekitar rel Kaligawe Semarang. (dokumen)

MuriaNewsCom, Semarang – Banjir yang melanda wilayah Semarang, membuat perjalananan kereta api (KA) terganggu. Sebanyak tiga kereta api harus tertahan di Statsiun Tawang, karena tak bisa melewati jalur rel di Kaligawe yang tergenang banjir.

Tiga KA yang sempat tertahan itu yakni  KA 74 (Harina) Relasi Bandung, Semarang Tawang, Surabaya Pasar Turi dengan jumlah penumpang 428, Kemudian KA 162A (Ambarawa Ekspres) relasi Semarang Tawang ke Surabaya Pasar Turi dengan 636 penumpang, dan KA 246 (Kedung Sepur) relasi Semarang Tawang ke Ngerombo Grobogan dengan 206 penumpang.

Ketiga rangkaian KA tersebut sempat tertahan antara satu hingga tiga jam, sebelum akhirnya ditarik menggunakan lokomotif kereta rel diesel (KRD) ke Stasiun Alastuwa. Jenis kereta ini lebih aman dibanding kereta elektrik.

Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Edy Koeswoyo mengatakan genangan air mencapai ketinggian 13 cm. Sementara lokomotif elektrik hanya mampu melewati banjir dengan ketinggian 12 cm, sehingga terlalu berisiko jika diteruskan.

”Penumpang KA Harina dinaikan dgn rangkaian KRD sampai di stasiun Alastua. Selanjutnya di Stasiun Alastua sudah ada rangkaian KA yang siap mengantarkan penumpang Harina sampai di tujuan,” kata  Edy.

Ia menjelaskan, pada pukul 09.20 WIB jalur hulu dan hilir Km 2+8/9 ketinggian air mencapai 13 cm. Di Km 3+9/4+2 jalur hulu dan hilir ketinggian air 2,5 cm. Kemudian di Km 2+5/6 jalur hulu ketinggian air 12 cm.

Saat ini menurut dia, titik yang digenangi banjir sudah bisa dilewati kereta, karena ketinggian air sudah mulai menyusut.

”Kondisi sudah kembali normal pada pukul 11.15 WIB.  Lokasi banjir sudah normal dan bisa dilewati KA dengan kecepatan 5 km/jam,” ujarnya.

Pihaknya atas nama PT KAI DAOP IV/Semarang menyatakan minta maaf atas peristiwa tersebut, karena membuat perjalanan penumpang menjadi terganggu.

Editor : Ali Muntoha

Pria Ini Tewas saat Tagih Hutang di Kabupaten Semarang

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Semarang – Lagi, seorang karyawan instansi keuangan, tewas. Setelah sebelumnya terjadi di Kendal, kali ini juga terjadi di Kabupaten Semarang.

Adalah Nanda Asta Surya Husada (26) karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Jaya Semarang. Korban meninggal dunia akibat dianiaya saat menagih hutang.

Kejadian bermula, korban mendatangi rumah kontrakan pelaku, Poniman (45) di Dusun Krajan RT 06/RW 01, Banyubiru. Poniman tersinggung saat ditagih korban. Keduanya pun cekcok. Hal itu membuat pemilik rumah berang. Poniman langsung mengambil alu atau penumbuk padi dari dalam rumahnya, dan dipukulkan ke Asta.

Mendapatkan pukulan keras, korban pun tergeletak tak berdaya di lantai rumah itu. Pelaku Poniman langsung melarikan diri. Sedangkan istri pelaku yang tak tega, langsung melaporkan ke RT setempat.

Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan, tak lama kemudian, pelaku menyerahkan diri, berikut barang bukti sepeda motor.

“Jenazah korban, Senin (20/11/2017 ) malam, telah dibawa pulang keluarganya menuju Pati,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Pria Kekar Gondrong Bertato Ini Bawa Wedges, Eh di Dalamnya Ada Narkoba

Dua pelaku pengedar sabu yang salah satunya berambut gondrong diamankan BNNP Jateng. (Foto : iNews TV)

MuriaNewsCom, Semarang – Ada-ada saja cara yang digunakan jaringan narkotika untuk mengedarkan barang haram tersebut. Bahkan wedges (sepatu wanita) yang biasa diburu kaum hawa untuk mempercantik penampilannya juga menjadi sarana untuk mengedarkan narkoba jenis sabu.

Di Semarang, seorang pria tinggi kekar dan berambut gondrong dan bertato di kaki, dicurigai Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah saat menenteng dua pasang wedges itu di kawasan patung kuda Undip Tembalang, Semarang. Benar saja di dalam sepatu-sepatu cantik itu ternyata terdapat beberapa paket sabu.

Tak main-main, jumlahnya mencapai 800 gram. Di setiap sepatu terdapat 200 gram bubuk putih ini. Sabu tersebut dimasukkan di dalam wedges dengan cara melubangi alas sandal. Dan memang terbukti cara ini sempat tak terdeteksi di metal detector maupun X-ray di bandara.

“Pengungkapan ini bermula saat BNN Jateng menerima laporan akan terjadi transaksi narkoba di kawasan Patung Kuda Universitas Diponegoro Semarang. Kami langsung menerjunkan anggota menuju lokasi untuk penyelidikan,” kata Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru, Jumat (17/11/2017).

Di lokasi tersebut petugas mendapati seorang pria tinggi besar dengan gerak-gerik mencurigakan. Petugas bergegas mengamankan pria yang mengendarai sepeda motor matic Honda Vario itu sebelum kabur. Saat digeledah, petugas mendapati dua pasang wedges yang disembunyikan dalam kantung plastik.

“Setelah diminta membuka salah satu alas sandal tersebut di dalamnya terdapat serbuk putih diduga narkotika jenis sabu seberat 200 gram. Kemudian tiga sandal lainnya juga dibuka dan ternyata bersisi sabu masing-masing 200 gram, sehingga total beratnya 800 gram,” ujarnya.

Tersangka diketahui bernama Dedi, warga Jalan Urip Sumoharjo, Susukan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Ternyata barang haram itu berasal dari Malaysia, kemudian dibawa ke Aceh hingga ke Semarang

Menurut Tri Agus Heru, sandal tersebut sebelumnya dipakai dua wanita asal Aceh. Mereka terbang dan transit di Jakarta baru kemudian ke Semarang. ”Dalam pemeriksaan di gate, mereka lolos karena alas kaki kan tidak dilepas untuk deteksi X-ray,” terangnya.

Dari pemeriksaan awal, tersangka sempat mengaku diperintah oleh pemilik akun BBM bernama “Antara Ada dan Tiada” di telepon selulernya. Pengakuannya, pemilik akun itu merupakan narapidana penghuni LP Karang Intan, Kalimantan Selatan, bernama Suriani Effendy.

Namun setelah dilakukan pengecekan dengan Kemenkumham, ternyata tidak ada nama Suriani Effendi di LP tersebut.

Dari pemeriksaan lebih lanjut diketahui bisnis narkotika tersebut dikendalikan oleh Cristian Jaya Kusuma, napi LP Pekalongan. Petugas kemudian menangkap Cristian dan mengamankan barang bukti alat komunikasi.

“Sempat berusaha mengelabuhi petugas. Akan tetapi, akhirnya bisa diungkap,” katanya.

Setelah dilakukan pendalaman, akhirnya juga diketahui jika tersangka merupakan residivis kasus pembunuhan yang baru saja menyelesaikan masa hukuman selama 22 tahun penjara di LP Kedungpane Semarang.

Hingga kini BNN Jateng masih mengembangkan kasus ini. Tersangka dijerat dengan pasal 114 (2) sub 112 (2) sub 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Editor : Ali Muntoha

15 Sejoli Ngamar di Kos, Pintu Kamar Diketuk Polisi

Polisi memberikan pembinaan pasangan tak resmi di Mapolres Semarang. (Humas Polres Semarang)

MuriaNewsCom, Semarang – Penyakit masyarakat masih ditemukan di Kabupaten Semarang. Di antaranya berupa aksi pasangan tak resmi di kamar kos. Hal itu menimbulkan keresahan warga. Karenanya, tidak sedikit warga yang melaporkan hal itu kepada polisi.

Akhirnya polisi pun bereaksi. Seperti yang dilakukan Polres Semarang menggelar operasi. Kali ini mereka menyasar rumah kos kawasan Tegalrejo, Jatijajar, dan Bergas, Rabu (15/11/2017).

Tak pelak, para pasangan tak resmi terciduk. Dari catatan polisi, diamankan 15 pasangan tidak resmi. Polisi membawa mereka ke Mapolres Semarang. Pantauan di lokasi, petugas polisi mengetuk satu per satu kamar kos.

Hasilnya, didapati mereka tengah berduaan dengan lawan jenis. Seketika, polisi memeriksa identitas mereka. Mereka ternyata tidak bisa menunjukkan bukti-bukti sebagai pasangan yang sah.

Kasat Sabhara Polres Semarang AKP Slamet Sriyanto mengatakan, razia rumak kos dilangsungkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kami akan secara rutin melakukan razia seperti ini. Dalam razia menemukan pasangan tidak resmi atau bukan suami istri,” kata Slamet.

Editor : Akrom Hazami